
Keesokan paginya...
Zihan berniat berangkat ke kampus sendiri tanpa membangunkan Gabriel. Rasa kesal yang Zihan alami masih terasa menyesakkan di hati Zihan.
Koko yang mengetahui keberangkatan Zihan hanya menghela napas berat. Pasalnya Gabriel pasti akan memarahinya ketika ia bangun dan tidak menemukan istrinya.
" Ingat,jangan bangunkan dia. Biarkan dia bangun ketika wanita simpanan nya bangun juga " ucap Zihan sambil berlalu pergi.
" Nona,nanti Tuan marah kalau anda berangkat sendiri. Biar saya antar " pinta Koko.
" Jangan campuri urusanku. Paham!!!.
Dan biarkan aku berangkat sendiri " ketus Zihan,bahkan matanya menatap tajam Koko.
Aduh.... alamat ada badai lagi... " batin Koko berbicara.
Karena Zihan menolak keras ajakan Koko,akhirnya Koko menyerah dan membiarkan Zihan berangkat naik taksi sendiri.
◇◇◇◇
Setelah keberangkatan Zihan,Sarla keluar dari kamar tamu sudah lengkap dengan pakaian santai nya. Hari ini Sarla akan pergi ke kantor milik Gabriel untuk menemui Peter.
" Koko " panggilnya.
" Iya Nona ? " jawab Koko.
" Aku akan berangkat ke kantor untuk menemui Peter,kalau Gabriel bangun bilang saja terima kasih yang banyak dari saya " ucap Sarla.
" Tidak sarapan dulu,Nona? " tanya Koko.
" Aku akan sarapan dengan Peter di restoran depan kantor Gabriel " katanya sambil berlalu meninggalkan Koko yang kembali menghela napas berat.
Kenapa semua orang mendadak aneh sih... Batin Koko bertanya tanya.
Koko merasa heran,kenapa satu wanita tulen dan satu wanita jadi jadian itu seperti sedang main petak umpet sama Gabriel. Apa ada hal yang Koko lewatkan tadi malam?.
Ketika Koko sedang bergelut dengan pikirannya sendiri. Gabriel berteriak memanggil Zihan yang langsung mengagetkan Koko.
" Zihan...,Zihan... " teriaknya " Koko,di mana istriku? " tanya Gabriel di saat dirinya menuruni tangga.
" Maaf Tuan. Nona sudah berangkat ke kampus sedari tadi " ucap Koko.
Pasti dia ngamuk lagi pikir Koko.
" Apa? " teriaknya. " Kenapa kamu biarkan dia pergi sendiri,Koko " geram Gabriel.
Untuk sesaat Koko terdiam,dia sadar akan kesalahannya.
" Bagaimana kalau istriku kabur, dan pergi meninggalkan aku,Koko? " bentak Gabriel memarahi Koko.
" Maafkan saya Tuan Muda. Saya sudah lalai dalam mengerjakan tugas " ucap Koko tertunduk.
__ADS_1
" Sudahlah. Biar aku susul Zihan sekarang " ujar Gabriel akhirnya.
Dia kembali naik tangga dan masuk ke kamarnya. Tanpa mandi Gabriel mengambil kunci dan kembali keluar kamar berlalu menyusul Zihan.
♡♡♡
Sementara Zihan tersenyum legah karena berhasil kabur dari rumah Gabriel. Dia berniat akan meninggalkan Milan hari ini juga. Tanpa menunggu lagi,Zihan bergegas menaiki taksi dan berlalu meninggalkan Milan untuk selamanya.
Selama Zihan di perjalanan,dia mematikan ponselnya bahkan membuang nomor yang saat ini terpakai oleh Zihan.
Selamat tinggal Milan... Aku akan pergi menjauh darimu Gabriel. Aku sungguh benci padamu...Sangat benci... kata Zihan dalam hatinya.
Sejak tadi subuh,Zihan terbangun dari tidurnya. Dia berdiam sambil memikirkan cara untuk melarikan diri dari Gabriel. Sungguh,Zihan sangat tidak nyaman dengan keegoisan Gabriel selama ini.
Dia bertahan hanya ingin membalaskan dendamnya. Tapi hatinya selalu menolak keinginan itu. Maka hal terbaik untuk Zihan adalah meninggalkan Gabriel untuk selamanya.
Apalagi,kekasih Gabriel sedang ada bersama mereka pikir Zihan.
◇◇◇
Sedangkan di lain tempat Gabriel menyusuri setiap sudut kampus yang kemarin sempat mereka datangi.
kemana kamu Sayang... Jangan tinggalkan aku... " batin Gabriel cemas
Dia bahkan sempat menabrak beberapa orang hanya untuk memastikan keadaan Zihan. Namun nihil,Zihan tetap tidak di temukan di manapun.
" Apa kalian melihat gadis yang ada di photo ini? " tanya Gabriel pada salah satu mahasiswi.
Bahkan setiap orang yang Gabriel temui,jawabannya sama. Tidak tahu siapa Zihan dan di mana Zihan.
Sungguh Gabriel sangat frustasi. Dia yakin Zihan telah pergi meninggalkannya.
◇◇◇◇
Beberapa jam pun berlalu, Zihan tiba di ibukota negara Italia,Roma.
Dia bersorak senang karena telah berhasil pergi meninggalkan Gabriel. Namun belum sempat Zihan melangkah tiba tiba kepalanya terasa berat dan seakan berputar. Pandangan matanya pun kabur dan gelap.
Sebelum Zihan jatuh tak sadarkan diri di pinggir jalan,ada seorang lelaki yang sigap menangkap tubuh Zihan.
" Nona, haii Nona, Bangunlah " pintanya.
Karena tidak ada pergerakan dari Zihan,akhirnya lelaki tersebut membawa Zihan pergi ke rumah sakit.
" Kyle,tolong bantu aku membuka pintu ini " perintahnya,meminta membuka pintu belakang mobilnya.
" Baik,Tuan " jawabnya.
Dengan cepat Kyle menutup kembali pintunya setelah lelaki itu masuk sambil menggendong tubuh Zihan ala bridal style.
Di dalam mobil,lelaki itu menatap Zihan lama. Ada rasa berdebar di dadanya ketika dia melihat wajah Zihan.
__ADS_1
Cantik,imut lagi " fikirnya.
◇◇◇◇
Sedangkan Gabriel kembali ke mansion nya dengan keadaan marah. Bahkan panggilan dari Peter dan Sarla,Gabriel hiraukan.
" Koko.... " teriaknya. Mengagetkan seisi rumah Gabriel.
" Iya Tuan Muda " jawab Koko berlari sambil tergopoh gopoh.
" Puas kamu?. Puas telah membuat istriku pergi dari sisiku? " bentaknya." Lebih baik kamu pergi dan cari istriku. Temukan dia sampai ketemu,kalau masih tidak di temukan,jangan pernah kembali ke mansion ini " lanjutnya dengan amarah yang membuncah.
" Ba..baik..tuan " jawab Koko ketakutan.
Bahkan tanpa menunggu lama,Koko pergi meninggalkan mansion Gabriel untuk mencari keberadaan Zihan.
Gabriel sendiri mengatur napas meredakan amarahnya. Dia tak mengerti dengan jalan fikiran Zihan akhir akhir ini.
Apa dirinya kurang memberikan kasih sayang pada Zihan? Atau gara gara tadi malam,di saat Sarla menggodanya ?
Shit,dia pasti merasa cemburu karena kehadiran Sarla. Andai kalau dia tahu siapa Sarla. Oh...dimana dirimu Sayang... Racau Gabriel dalam hatinya.
◇◇◇◇
Sedangkan di kota Roma,Zihan tiba di Rumah sakit,
" Dokter,Suster. Tolong ( ucapan lelaki itu terhenti ) Kekasih saya " teriaknya meminta tolong.
" Baik Tuan,silahkan taruh tubuh kekasih anda di brankar ini " pinta suster itu.
" Biar aku menggendongnya, tunjukkan saja kemana aku harus membawanya ? " tanya lelaki itu kemudian.
Karena tidak ingin ada keributan yang berlanjut,akhirnya suster itu menunjukkan jalan pada lelaki yang terakhir di kenal dengan nama Rafael Adson.
" Mohon,Tuan menunggu di luar " pinta suster itu.
Dengan berat hati Rafael menyetujuinya.
Beberapa menit berlalu,keluarlah seorang wanita berjas putih itu dengan senyum di wajahnya.
" Bagaimana keadaan kekasih saya,Dok ? " tanya Rafael.
" Selamat pak,kekasih anda sedang hamil 2 minggu " ucap dokter wanita tersebut mengagetkan Rafael.
" Hamil,Dok ? " tanya Rafael memastikan.
" Iya,Pak. Selamat pak,sekali lagi saya ucapkan " ucapnya sambil berlalu meninggalkan Rafael yang masih terdiam.
Dia Hamil?
◇◇◇◇
__ADS_1
Bersambung....