Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Siapa Zihan?


__ADS_3

Sudah seminggu sejak kejadian itu. Seminggu pula Zihan tak melihat Gabriel. Gabriel pergi di saat Zihan tertidur setelah makan dan memakai baju dengan paksaan Gabriel.


Zihan selalu mengunci diri di kamar. Dia selalu merasa takut jika Gabriel datang tiba tiba dan melakukan keinginan yang Zihan tidak inginkan.


Bahkan Koko selalu di buat bingung dengan tingkah laku Zihan. Setiap makanan yang di berikan Koko selalu di tolak oleh Zihan. Kalau Koko tidak pintar bersilat,maka Zihan akan membiarkan dirinya kelaparan.


" Bagaimana Zihan hari ini,apa dia kembali tidak makan dan mengurung diri? " tanya Gabriel di sebrang sana.


" I,...iya, Tuan. Sangat susah membujuk non Zihan " jawab koko ketakutan.


" Baiklah. Nanti malam aku pulang,pastikan saja dia makan walau sedikit. Jangan biarkan dia menang dengan keras kepala yang di tunjukannya. " titah Gabriel sambil menutup telpon nya. " Kenapa kamu sangat susah ku raih Zihan. Padahal aku telah mengambil yang paling berharga dalam dirimu " monolog Gabriel dalam hatinya.


Gabriel sungguh di buat semakin gila oleh Zihan. Dia benar benar tak lagi dapat berfikir. Seminggu sudah dia memberi waktu terhadap Zihan agar menyetujui keinginan Gabriel.


" Baiklah,Zihan. Jika kamu menginginkan jalan pintas yang ku ambil maka bersiaplah. Karena sampai kapanpun aku gak akan melepasmu " Gumam Gabriel.


Zihan sudah menjadi candunya. Bukan hanya hati dan fikirannya yang menjadi candu akan Zihan,bahkan sekarang tubuhnya pun sudah kecanduan dengan tubuh Zihan.


****


Zihan menangis setiap mengingat perlakuan Gabriel padanya.


" Mom,dad!!!!. Zihan mau pulang... " Ucap Zihan dengan air mata yang selalu mengalir tanpa henti.


Apa kalian akan menerimaku,setelah tahu dengan kondisiku saat ini. Ya Tuhan..... sungguh aku tak kuat... " batin Zihan bicara.


" Non,Zihan. Ini saya Koko,membawa makanan untuk,non. " teriakan dan ketukan di daun pintu kamar Zihan terdengar keras dan langsung membuyarkan lamunan Zihan.


" Taruh saja di depan pintu dan pergilah !!!..." Teriak Zihan.


" Tapi,Nona. Sesuai perintah Tuan Muda,jika nona tidak memakan makanan anda di hadapan saya,maka saya akan membuka pintu dan memaksa anda,Nona. "


"Kalian...."


Zihan sungguh geram dengan tingkah Koko yang menurut Zihan sangat penurut. Di kasih apa sih sampe nurut gitu. Heran deh... Batin Zihan bertanya tanya. Karena tak ada pilihan lain,Zihan pun beranjak dan berjalan membuka pintu.


" Mana makanan nya? " Zihan mengulurkan kedua tangan,dengan senang Koko memberikan nampan yang di bawa. Menaruh makanan itu tepat di tangan Zihan. " Sudah kan ? . Pergilah !!!! " dengan cepat Zihan berbalik badan.

__ADS_1


Brak....( Pintu kamar Zihan banting dengan keras )


Koko sungguh terkejut dengan kelakuan Zihan,dia hanya bisa mengusap dadanya. Tuhan... kenapa aku terjebak dengan pasangan gila ini ? hiks... Batin koko menangis.


♡♡♡


Di tempat lain Gabriel baru selesai meeting. Di sepanjang pembahasan proyek yang akan dia kerjakan bersama Mr.F,Gabriel selalu tak fokus. Dan itu menyebabkan Peter sangat kesal. Sampai akhirnya Peter lah yang menggantikan Gabriel dalam meeting tersebut. Beruntung mereka tak mempermasalahkan semua. Sehingga Peter dapat leluasa menghandle setiap pertanyaan yang di pertanyakan Mr.F.


" Bro,lo ada masalah?. Tumben banget lo gak kayak biasanya " tanya Peter di ruang kerja Gibran.


" Zihan,..."


" Siapa Zihan ? "


Bukan menjawab,Gabriel malah tertunduk lesu di kursi kerjanya.


" Seminggu ini,Koko bilang Zihan ngurung diri di kamar. Gue bingung Pet,... Gue gak mau kehilangan dia "


" Apa dia sepupu lo itu ? " tanya Peter. Dan Gabriel mengangguk mantap.


Peter mengetahui jika selama ini Gabriel menginginkan Zihan. Bahkan segala cara Gabriel lakukan untuk menjaga Zihan dari para lelaki yang menginginkan Zihan. Peter juga tahu jika Gabriel telah menaruh mata mata untuk Zihan selama ini. Bahkan pernah suatu ketika,ada yang mengungkapkan perasaan nya pada Zihan di lapangan sekolah Zihan. Walau tak Zihan terima, namun ketika lelaki itu pulang,dia hanya tinggal nama. Ada juga yang berakhir di rumah sakit,dan semua itu hanya Gabriel pelakunya. Keterlaluan Emang.


" Ngomong ngomong,kok Zihan ngurung diri gitu bro? Lo gak apa apain dia kan? Atau jangan jangan...." Sebelum selesai bicara,Gabriel sudah menganggukkan kepalanya.Peter terkejut,menutup mulutnya yang menganga. Fikiran yang tepat Peter pertanyakan pada Gabriel.


" Astaga....Lo emang lelaki brengsek sejati. Pantes aja Zihan benci lo " Peter benar benar tak habis fikir,Gabriel bahkan kini terang terangan mengakui dirinya telah melakukan itu pada Zihan.


" Gue emang brengsek,Pet... Sekarang apa yang harus gue lakuin di saat ketemu ia esok? "


" Ck...( Peter menghela nafas dalam dalam dan di hembuskan secara kasar ) Gue gak bisa bantu,untuk kali ini " jawab Peter. Dia merasa bersalah tak mampu membantu Gabriel ,namun itu sudah konsekuensi Gabriel. Karena Gabriel sudah mengambil keputusannya sendiri. " Perjuangin Cinta lo, Gue yakin,Zihan bakal terima lo suatu saat nanti " lanjut Peter menepuk bahu Gabriel,mencoba menguatkan Gabriel.


" Thanks, bro..... Oh ya,tolong lo siapkan penerbangan gue buat sekarang. Gue mau cepet pulang ke Milan " pintanya pada Peter.


" Ok,bos "


☆☆☆


Sedangkan Zihan di dalam kamar,kembali tak menyentuh makanannya. Dia hanya duduk sambil memeluk kedua kakinya yang Zihan tekuk. Fikirannya entah kemana. Jujur,dia merindukan orang tua beserta adiknya. Tetapi Zihan tak bisa menghubungi mereka.

__ADS_1


Sejak kejadian waktu itu yang mengakibatkan ponsel Zihan tak berbentuk. Zihan sama sekali tak di izinkan Gabriel untuk menghubungi siapa pun. Dia sungguh marah pada Zihan. Walau Gabriel sendiri,sejujurnya selalu menghubungi kakaknya untuk memberitahu keadaan Zihan.


Kenapa dengan kepalaku Tuhan... Kenapa sakit sekali?...


Zihan meringis menahan sakit di kepalanya. Entah karena kebanyakan nangis atau akibat tak makan teratur atau karena faktor lain? Zihan pun tak tahu.


Kini sakit di kelapa Zihan sudah tak tertahankan. Perlahan lahan kesadaran Zihan mulai menghilang,di gantikan dengan pandangan gelap di matanya.


Di luar Koko mondar mandir di depan kamar Zihan. Ia sungguh bingung harus melakukan apa. Ketakutannya akan Zihan yang tak memakan makanannya kembali berputar di otak Koko. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintu kamar Zihan dengan kunci cadangan yang di berikan Gabriel.


Apa ku buka aja pintu kamarnya?


Aikh...bagaimana ini....


Baiklah,ku buka aja


Saat Koko membuka pintu,dia merasa lega melihat Zihan yang terbaring di ranjang. Di dekatinya Zihan. Wajah cantik itu terlihat pucat,bahkan tubuh Zihan sedikit kurus.


" Non,Zihan? " Koko berusaha membangunkan Zihan. Tetapi tak ada pergerakan dari Zihan.


" Non,Zihan. Bangunlah... Makan dulu,non " Kembali Koko memanggil nama Zihan.


Karena tak ada pergerakan sama sekali dari Zihan,Koko pun memberanikan diri menyentuh badan Zihan. Saat Koko menyentuh tangan Zihan,betapa terkejutnya Koko. Astaga...bagaimana ini? Badan non,Zihan panas sekali....


Tak menunggu lagi,Koko langsung menghubungi Gabriel...


drettt...drettt...drettt...


Dengan cepat Gabriel mengangkat telpon Koko,perasaan gabriel mulai resah. Pasti sesuatu telah terjadi pada Zihannya fikir Gabriel...


" Ha.." belum sempat Gabriel ngomong,Koko sudah berteriak di seberang sana.


" Tuan, Nona Zihan,Tuan. Dia tak sadarkan diri..."


" Apa..?? "


♡♡♡♡

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2