
Keesokan harinya,Xella serta ibunya berangkat menemui Lucia di rumahnya. Mereka akan membuat perhitungan atas penghianatan yang telah Marcel serta Gabriel lakukan.
" Kenapa harus repot repot ke sini,jeng " ujar Lucia.
Tak ada senyum yang terpancar dari Xella serta ibunya. Mereka hanya memasang raut wajah tidak suka pada Lucia.
" Duduk dulu,Nak. Ajak ibumu "
" Tidak perlu tante,Xella ke sini hanya ingin memastikan sesuatu "
" Apa Nak? "
" Apa pertunangan aku dengan Mas Gabriel masih tetap berlangsung? "
" Tentu. Pertunangan itu masih berlangsung. Kenapa kamu tanya gitu sama tante,Nak. Dan lebih baik kalian duduk dulu "
" Tidak perlu Lucia " ujar Renata. " Kami ke sini hanya ingin memastikan pertunangan ini. Karena suami mu dan seorang wanita mengatakan bahwa Gabriel telah menikah dan kini wanita itu telah hamil " beber Renata membuat Lucia terkejut seketika
Anak itu,bikin malu terus...
batin Lucia.
" Tenang lah. Mungkin mereka hanya ingin menguji kamu sebagai tunangan Gabriel,Xella "
" Itu tidak mungkin tante,karena semua yang aku lihat jelas terlihat "
" Baiklah. Nanti tante tanya dan cari tahu mereka yaa "
" Aku pegang kata katamu,Lucia " ujar Renata.
" Ayok Xella kita harus kembali. Biar dia yang urus pertunanganmu "
Renata pergi di ikuti Xella dari belakang. Mereka berjalan dengan senyum penuh arti di wajah mereka.
" Kita harus menyingkirkan wanita itu di hidup Gabriel,Xella "
" Tentu Mami "
Setelah itu mereka berlalu meninggalkan kediaman Marcel dengan mobil yang Renata kendarai dengan perasaan senang.
_
Sementara di kediaman Gabriel. Zihan sedang membaca Novel di tangan nya. Zihan asyik membaca hingga tidak sadar kehadiran Gabriel yang masuk ke dalam kamar mereka.
" Asyik banget bacanya? "
Zihan menoleh lalu tersenyum,dia menutup novel tersebut dan bangun dari tidurnya.
" udah pulang,Om? "
" he em,kangen sama kamu " ujar Gabriel mendekat lalu mencium kening Zihan.
" Benarkah? " tanya Zihan.
__ADS_1
" Apa sebegitu tidak percaya? "
" Dan aku percaya "
Belum sempat Gabriel dan Zihan berbicara lebih lanjut. Marcel mengetuk pintu kamar mereka membuat keduanya saling tatap.
" Iya,pi? ada apa? " ujar Gabriel saat membuka pintu.
" Papi cuma mau pamit pulang sama kamu dan istrimu " ucap Marcel tersenyum.
" Masuklah "
Marcel memasuki kamar Gabriel dan Zihan. Untuk sesaat Marcel tersenyum sambil melihat sekeliling kamar anak serta menantunya.
" Kakek mau kemana? "
" Kakek harus pulang. Nanti nenek mu membuat keributan di sini,kalian mau? " ujar Marcel.
Dia sangat tahu kalau Lucia tidak akan tinggal diam dengan penolakannya pada Xella. Dan yang pasti Lucia akan mencari tahu kebenaran siapa sebenarnya istri sah Gabriel.
" Baiklah. Hati hati " ujar Zihan.
" Jaga dia dan calon cucu Papi,Gabriel "
" Tentu Pi. Mereka itu sebagian nyawa Gabriel "
" Hm..Papi pulang ya,Nak. Jaga diri baik baik "
Setelah Gabriel dan Zihan bergantian mencium tangan pada Marcel. Marcel berangkat di antarkan oleh Koko.
" Jaga Papi,Koko. Jangan sampai suatu hal terjadi padanya "
" Baik Tuan Muda "
Gabriel kembali ke kamar dan menemani Zihan sampai makan siang di hidangkan. Setelah selesai makan siang Gabriel kembali berangkat ke kantornya. Dan mengerjakan setiap pekerjaan yang belum ia selesaikan.
_
Sementara di tempat yang berbeda,Lucia mondar mandir tak karuan. Dia masih belum mempercayai kebenaran bahwa Gabriel telah menikah dan wanita tersebut kini mengandung calon cucunya.
Dalam hati kecil Lucia dia sangat bahagia ketika dia mendengar Gabriel telah menikah. Bahkan ada rasa syukur di saat Gabriel dan Xella tidak jadi menikah. Karena Lucia sendiri tahu bahwa Renata hanya ingin menumpang hidup di dalam keluarga Zeto.
Apa benar Gabrielku telah menikah. Lalu siapa perempuan tersebut?
Aku harus cari tahu. Bagaimana pun itu. Batin Lucia.
" Nyonya,ada yang bisa saya bantu? " ujar Simba ( asisten rumah tangga di rumah Lucia )
Simba merasa heran sendiri. Sedari tadi dia melihat Lucia hanya mondar mandir,duduk lalu kembali berdiri dan mondar mandir lagi. Entahlah,yang jelas Simba merasa pusing sendiri.
" Tidak Simba,aku hanya.... Apa kamu percaya bahwa Gabriel telah menikah di belakangku? " tanya Lucia.
" Maaf Nyonya. Untuk saya sendiri,saya kurang percaya dengan pernikahan Tuan Muda. Bagaimana pun,Tuan muda selalu berbicara dan meminta ijin pada Nyonya " jawab Simba menunduk.
__ADS_1
" Kamu benar. Tapi Xella bilang bahwa anakku telah menikah dan wanita tersebut sedang mengandung "
" Lebih baik nyonya cari kebenaran tentang ucapan nona Xella. Bagaimana pun Nyonya sendiri sangat tahu bahwa nona Xella selalu ingin masuk dalam keluarga Nyonya "
" Kamu benar. Dan aku berharap bahwa apa yang Xella katakan itu adalah benar "
Simba tersenyum dan mengangguk. Dia juga tidak suka dengan sikap Xella yang selalu seenaknya memerintah padanya bahkan sebelum resmi menjadi calon tunangan Gabriel.
" Semoga Nyonya "
" Dan kamu harus cari tahu semua itu Simba "
" Baik Nyonya "
Setelah itu Simba berpamitan pergi mencari tahu siapa yang telah resmi menjadi nona muda di keluarga Marcel.
_
Tepat pukul 8Pm, Gabriel pulang ke rumah di sambut dengan senyum Zihan di balik pintu masuk.
Senyum indah terpancar di wajah tampan Gabriel. Baginya,hal ini adalah mimpi indah di dalam hidupnya. Pulang ke rumah di sambut oleh istri yang tengah hamil besar dengan senyuman indah tersuguhkan di depan matanya.
" Bagaimana keadaan junior,Sayang? "
" Hari ini dia banyak bergerak di perutku,Yang.. "
" Benarkah? " tanya Gabriel dengan sorot mata yang berbinar.
" Ya.. "
Gabriel berjongkok lalu menempelkan kuping nya di perut Zihan. Tak lupa dia juga mencium serta mengajak berbicara pada janin dalam kandungan Zihan. Sementara Zihan sendiri hanya tersenyum dengan perasaan yang sangat bahagia.
" Kita masuk,Om "
" Iya,Sayang. Om sampai lupa bahwa kita masih di luar " ujar Gabriel tersenyum.
Sedangkan sedari tadi Koko hanya menunduk sambil lagi lagi mengumpat Gabriel dan Zihan.
" Selalu begini. Kapan semua drama ini berakhir " gerutu Koko
Dia selalu merasa menjadi obat nyamuk untuk pasangan di depannya. Apalagi ketika Gabriel bertingkah manis dan romantis pada Zihan.
*
Mohon maaf sebelumnya pada semua readers tersayang..
Akhir akhir ini novel ini lama tidak up.
Bukan tidak ingin melanjutkan,hanya pekerjaan di dunia nyataku sedang menumpuk.😔😔😔
Maafkan Author yang belum bisa memuaskan kalian.
Sekali lagi mohon maaf 🙏🙏🙏
__ADS_1