Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Tidak mungkin


__ADS_3

Xella melangkahkan kakinya dari mansion Gabriel dengan perasaan yang hancur. Sudah enam tahun dia mengenal Gabriel serta keluarganya. Tapi baru kali ini dia menerima penghinaan dari keluarga Gabriel. Apalagi penghinaan itu atas nama Cinta dan suatu hubungan.


" Kenapa Om tega pada Xella? Xella sama kak Gabriel kan udah tante Lucia jodohkan. Bahkan Om sendiri menyetujui hubungan ini? Apa salah Xella,Om "


" Karena kamu bukan menantu pilihanku "


Kata-kata itu seakan cambuk untuk Xella. Dia berlari dan masuk ke dalam mobil. Setelah itu berlalu meninggalkan mansion Gabriel.


Koko menghela napas lega,dia sangat takut dengan Xella. Lebih tepatnya kemarahan Lucia. Dia sekarang benar-benar sedang dalam masalah besar.


Bagaimana kalau Nyonya besar ngamuk lagi pada Tuan Muda. Bakal ada perang ke tiga. Aduh,pasti ujung ujungnya aku lagi yang harus beraksi. Racau Koko dalam hatinya.


Bukan perkara mudah untuk meredakan kemarahan Lucia. Apa lagi masalah istri Gabriel yang nyatanya keponakannya sendiri. Yang tak lain cucunya sendiri. Meski hanya sebatas panggilan saja.


" Jangan terlalu banyak di pikirkan Koko. Ada kami yang akan melindungimu dari amukan dia " kata Marcel yang seakan sudah tahu apa yang sedang Koko pikirkan.


" Baik Tuan " ucapnya.


^


Tepat pukul 7.Pm. Gabriel tiba di mansionnya dengan senyum yang begitu lebar dari sudut bibirnya.


" Apa kamu begitu bahagia saat Papi mu ada di sini sampai senyum begitu? " tanya Marcel mengagetkan Gabriel.


" Papi? " ujar Gabriel sambil mendekat lalu mencium tangan Marcel


" Apa Papi bersama...emh...Dia? " tanya Gabriel.


" Tidak. Hanya pembantu nya yang ke mari. Si bibir merona bagai ulat keket " jawab Marcel membuat Gabriel terbahak.


" Ngapain dia ke sini? " tanya Gabriel.


" Pasti atas perintah Mami mu " ujar Marcel


" Pusing kalo udah menyangkut Mami " ucap Gabriel.

__ADS_1


Dia berdiri dan berlalu mencari Zihan di kamar mereka. Dia ingin melihat apa yang akan di lakukan oleh Zihan pada dirinya. Setelah tahu bahwa ada wanita lain yang mengaku sebagai tunangannya.


" Sayang " panggil Gabriel.


Mata Gabriel mencari di mana keberadaan istrinya. Tetapi dia tidak menemukan Zihan sama sekali. Di mana dia? pikir Gabriel.


" Sayang " ucap Zihan.


Dia sangat terkejut di saat Gabriel memeluknya dari belakang.


" Kenapa malah berdiri di sini? Nanti bayinya kenapa napa,yang " ucap Gabriel.


Zihan hanya tersenyum,dia sangat menikmati angin malam di balkon depan kamarnya. Rasa dingin serta semilir angin yang menerpa kulitnya seakan menjadi menjadi obat untuk Zihan.


" Masuk yuk.. Kasihan baby nya " ucap Gabriel sambil sesekali mencium ceruk leher Zihan


" Baiklah. Ngomong-ngomong... tadi ada tunangan Om ke sini " kata Zihan tersenyum penuh arti.


Gabriel mendadak pucat,dia berpikir bahwa Zihan sedang marah padanya. Dan kini dia tidak tahu harus berbuat apa?


" Tunangan yang mana? Om hanya punya istri. Tidak dengan tunangan " kata Gabriel membawa Zihan masuk kamar. Dan mendudukkan Zihan di kasur king size mereka.


Gabriel mengangguk seraya mencium bibir Zihan sekilas. Setelah itu dia mencium perut Zihan yang kini semakin terlihat.


" Hanya Mami dan dede junior yang ada di dalam hidup Papi. Tidak ada wanita lain bahkan tunangan sekali pun " balas Gabriel menatap netra Zihan.


Zihan tersenyum,rasa kesal karena ulah Xella kini berubah menjadi rasa bahagia yang teramat membuncah.


" Apa kamu tidak marah? " tanya Gabriel.


" Tidak. Biarkan saja mereka berbicara dan mengaku begitu. Karena Om hanya milik Zihan dan dede junior ini " balas Zihan membuat Gabriel semakin bahagia.


" Terus,tidak takut? "


" Buat apa aku merasa takut,toh kamu itu milikku. Jadi aku bisa melawan mereka sesukaku " jawab Zihan membuat Gabriel tersenyum lebar.

__ADS_1


" Itu baru istriku " balas Gabriel sambil memeluk Zihan erat.


Rasa takut akan kemarahan Zihan pada dirinya kini lenyap seketika. Di saat dia mendengar perkataan Gabriel yang membuat hatinya semakin berbunga bunga.


Sementara di luar kamar Zihan dan Gabriel,Marcel tersenyum senang di saat dia mendengar pembicaraan anak dan menantunya. Tadi dia tidak sengaja mendengar percakapan ke duanya. Dan di saat itulah dia merasa lega karena keduanya saling mencintai.


Baguslah. Aku bisa tenang meninggalkan kalian berdua di sini. Batin Marcel.


" Koko,besok aku akan kembali. Aku merasa lega karena mereka saling mencintai " kata Marcel.


Koko pun ikut tersenyum bahagia. Memang,Zihan dan Gabriel selalu memperlihatkan keromantisan mereka akhir-akhir ini. Dan mereka pun berharap agar keduanya tetap bahagia.


^


Xella tiba di rumahnya dengan rambut acak acakan serta baju yang sudah tak layak pakai. Lebih tepatnya seperti seorang gembel yang menyamar menjadi orang kaya.


" Astaga,Xella? " kaget Renata (ibu Xella)


" Kami,mereka jahat pada Xella " ucapnya parau.


Air mata yang mengalir di pipi Xella menandakan bahwa dia sangat terpukul kali ini.


" Kamu kenapa? " Tanya Rena,


" Mam,mereka membatalkan pertunanganku " ujar Xella menangis tersedu sedu.


" Maksudnya,Siapa? " tanya Rena masih belum paham apa yang di ucapkan Xella.


" Gabriel ternyata udah punya istri. Dia juga sedang mengandung " adu Xella.


" Tidak mungkin " Rena diam mematung mendengar penjelasan Xella. " Tapi Lucia tidak pernah mengatakan bahwa Gabriel telah menikah, Xella. Mama tau itu " lanjutnya.


" Mungkin dia berbohong pada Mama,tadi Xella sendiri yang tahu itu dari mulut Om Marcel dan istrinya Gabriel,Ma " ujar Xella.


" Baiklah. Nanti Mama akan tanyakan dulu pada Lucia. Berani beraninya dia mempermainkan kita " geram Rena.

__ADS_1


Dia juga merasa telah tertipu. Selama 6 tahun mereka membiarkan Lucia mengklaim bahwa Xella adalah tunangan Gabriel Tapi kenapa sekarang dia mendengar bahwa Gabriel telah menikah dan sekarang istrinya telah mengandung. Pokoknya aku harus pastikan itu. Batin Rena.


Gak ada yang boleh jadi menantu keluarga Zeto selain putriku. Meskipun dia udah punya istri ku pastikan dia akan membuang istrinya itu. Aku tahu bagaimana cara merayu Lucia agar mengusir wanita murahan itu dari rumah calon menantuku. Batin Rena.


__ADS_2