Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Sandiwara


__ADS_3

" ZIHANNN "


Zihan terkejut dengar teriakan Gabriel. Tadi setelah menelpon Mom and Dad nya,Zihan tidak sengaja tertidur di karpet bawah ranjang.


Mereka mengira kalau saat ini Zihan tengah pingsan. Koko yang merasa sangat cemas pun tak berfikir ulang dan langsung memberi tahukan kalau Zihan sedari tadi belum makan. Menambah kadar kecemasan dalam jiwa Gabriel.


" Kenapa teriak segala sih. Zihan kan gak budeg " kesal Zihan.


Gabriel yang melihat Zihan baik baik saja sempat terkejut. Namun setelah itu senyuman Gabriel pun tiba.


" Kenapa tidur di lantai? " tanya Gabriel sambil mendekati Zihan.


" Ketiduran habis nelpon Mom and Dad " ucap Zihan tanpa rasa bersalah.


" Terus kenapa mata kamu bengkak gitu?"


Bukan menjawab,Zihan malah berdiri lalu berjalan meninggalkan Gabriel ke kamar mandi. Ada rasa kesal di hati Gabriel melihat tingkah istrinya itu. Namun ia berusaha untuk meredam emosinya.


Gak boleh gegabah!


Seakan hati Gabriel berbisik menenangkan. Dia hanya keluar dan meminta Koko menyiapkan makan malam untuknya dan Zihan.


" Koko... "


" Iya,Tuan Muda. Apa ada yang bisa Koko bantu? "


" Siapkan makan malam untukku dan istriku "


" Istri? "


Koko merasa heran karena dia tidak mengetahui pernikahan antara ponakan dan Om nya tersebut. Otaknya berfikir keras untuk menemukan jawabannya. Tetapi belum sampai ia berfikir jauh,Gabriel sudah mengatakan siapa istrinya itu.


" Istriku,Zihan "


What the hell?


Apakah majikan gilanya ini bertambah gila. Sehingga ponakan sendiri di bilang istri. Meski begitu dengan cepat Koko melaksanakan perkataan tuannya.


ya tuhan....Sembuhkanlah penyakit ngehalu dan gilanya majikan hamba...


♡♡♡


" Kenapa,Om masih di sini? " tanya Zihan ketika keluar dari kamar mandi.


" Ini kamar ku,dan kamu istriku. Jadi wajar dong kalau kita sekamar " jawab Gabriel tanpa melirik dan terus fokus menatap layar ponselnya.

__ADS_1


" Tapi aku gak mau sekamar "


" Zihan " bentaknya memperingati,jangan lupakan tatapan memburu nya.


Zihan pun hanya bisa menarik nafas pasrah saat Gabriel berubah lagi. Sebentar baik,sebentar gila,sebentar lagi tambah gila. Lama lama aku bisa ikutan gila fikir Zihan.


" Aku mau ke bawah "


" Bareng "


Mereka keluar dan menuruni tangga berdua. Tak ada percakapan di antara mereka. Zihan sudah sangat malas membahas segala sesuatu dengan Gabriel.


Begitu pula Gabriel. Dia memilih diam daripada jatah malam pertama Gabriel harus tertunda.


Bisa mati berdiri kalau sampai itu terjadi batin Gabriel berandai andai.


" Malam Tuan dan Nona,Silahkan " ucap Koko membungkuk.


" Koko,ikutlah makan dengan kami. Aku mau makan rame rame biar enak " pinta Zihan yang di hadiahi tatapan menyeramkan milik Gabriel.


Bagaimana mungkin dia terima,makan malam yang romantis baru akan tercipta,Namun karena satu perkataan Zihan mampu merubah mood seorang Gabriel. Hal itu pun berlaku pada Koko,Lelaki itu terlihat gusar karena tatapan Gabriel.


Zihan bukan wanita bodoh yang akan membiarkan hidup Gabriel tenang mulai sekarang. Dia akan siksa gabriel dengan cinta dan permainan nya.


" Ayo lah,...hanya makan saja,Suamiku"


" Duduklah koko "


" Tidak usah,Tuan. Itu sangat tidak sopan untuk saya " jawab Koko gemetaran


" Sudahlah,mari makan. Istriku yang menginginkan,jadi turuti " pinta Gabriel tegas.


Meski ragu,Koko akhirnya duduk di kursi samping Zihan.


" Makanlah,Koko!!! " perintah itu dari Zihan. Dan Gabriel dengan kesal memakan nasi tanpa lauk.


Tuh kan!!!


Gabriel kumat.


Mati saya,aduh...kenapa Non Zihan menyuruh melakukan ini. Di lakukan salah gak di lakukan sama aja batin Koko


Dengan rasa takut yang melewati batas,Koko memakan makanan di depannya.


" Suamiku sayang... Kenapa diam aja?. Dan kenapa hanya makan nasi saja? " tanya Zihan tersenyum mengejek.

__ADS_1


" Tidak. Makanlah " balas Gabriel.


Manisnya ,mulutmu sayang...


Rasanya Zihan ingin tertawa melihat tingkah Gabriel yang sedang menahan rasa kesalnya. Dia akan selalu membuat Gabriel tersiksa. Setiap hari,bahkan kalau bisa setiap saat.


♡♡♡


Setelah acara makan malam yang penuh drama,Zihan bersantai di ruang keluarga sambil menonton televisi. Dia tahu kalau saat ini jika dia ke kamar,pasti sesuatu yang di inginkan Gabriel akan terjadi.


Dan itu sangat Zihan hindari.


" Kenapa masih di sini? " tanya Gabriel mengejutkan Zihan.


" Bisa gak sih,Om kalau tidak mengagetkan Zihan? " tatapan Zihan mulai tertular seperti tatapan Gabriel.


" Ok..Ok..maaf, tapi ini sudah malam Zihan "


Gabriel berbicara selembut mungkin di depan Zihan.


" Aku gak ngantuk "


" Gak ngantuk atau takut dengan malam erotis yang akan terjadi di antara kita? " bisik Gabriel.


Mata Zihan melotot. Gabriel benar benar pria gesrek level tinggi yang pernah di temui nya.


" Hentikan ucapan menjijikan itu "


" Oh ayo lah... Kita ini suami istri Zihan "


" Stress " balas Zihan


Dan itu sukses membuat Gabriel tertawa lepas. Bahkan tak ada beban di dalamnya dan itu baru Zihan lihat. Untuk sesaat Zihan terpesona akan tawa Gabriel.


Tawa yang mengagumkan gumam Zihan.


Namun seperdetik kemudian Zihan sadar dan dengan segera menggelengkan kepalanya.


Jangan sampai acara balas dendamnya dia urungkan hanya dengan melihat tawa Gabriel.


Zihan berdiri dan berlalu meninggalkan Gabriel tertawa sendiri. Koko yang baru datang di buat menganga. Baru kali ini dia melihat majikan Gilanya tertawa lepas tanpa beban.


Semoga tawa itu selalu ada di wajah majikannya itu.


◇◇◇◇

__ADS_1


Maaf karena Author lama up nya.


Happy Reading


__ADS_2