Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Ngamuk


__ADS_3

Kyle menepuk pundak Rafael yang masih berdiri mematung di depan kursi sebelah pintu UGD,sampai Rafael terlonjak kaget.


" Tuan,terus cewek itu gimana? " tanya Kyle.


" Ya Ampun...Kyle... bikin kaget tau gak !!! " kesal Rafael.


" Sorry Tuan.. " jawab Kyle cengengesan.


" Tu cewek hamil,Kyle. Bingung juga gimana " ucap Rafael bimbang.


" Hamil Tuan? " teriak Kyle " Anak Tuan? " lanjutnya.


" Kalau ngomong di saring dulu napa? Kapan gue ngejamah dia,kenal juga enggak " sentak Rafael.


" Terus,tu cewek hamil anak siapa? ,Bukankah tadi Tuan bilang kekasih Tuan? " tanya Kyle.


" Gue tadi terpaksa Kyle. Kalau gue gak bohong gitu,mana mungkin tu dokter ngasih tau apa yang terjadi ma tu cewek " jelas Rafael.


" Emh,Begitu toh " jawab Kyle manggut manggut.


" Gue masuk dulu " kata Rafael pergi meninggalkan Kyle sendiri.


****


Zihan terbangun di dalam ruangan serba putih dengan cahaya terang.


Apa aku udah mati. Oh ya Tuhan... ucap Zihan dalam hatinya.


" Bagaimana keadaan kamu sekarang? " tanya seorang lelaki yang berjalan mendekati Zihan.


" Kamu siapa? " kaget Zihan.


" Kenalin,Aku Rafael Adson " katanya.


" Zihan " ucap Zihan penuh tanya pada lelaki di depannya.


" Bagaimana keadaan kamu sekarang " ulang Rafael.


" Aku baik " jawab Zihan.


" It's okay.. " jawab Rafael santai.


Lama di antara ke duanya tak melempar pertanyaan. Mereka sibuk dengan pemikiran mereka masing masing. Rafael yang masih bingung dengan sosok Zihan. Dan Zihan yang merasa ragu untuk sekedar bertanya.


" Hm.... Selamat " kata Rafael memecah keheningan.


" Untuk ? " heran Zihan.


" Kehamilanmu " jawab Rafael santai. Namun berbeda dengan Zihan.


Zihan bangun dan duduk dengan segera di brankar rumah sakit.


" Apa kamu bilang ? Coba ulangi? " ucap Zihan tak percaya.

__ADS_1


" Kamu hamil dua minggu " jelas Rafael meruntuhkan dunia Zihan.


Kenapa jadi seperti ini...


Rafael kini di buat bingung oleh Zihan. Cewek itu terlalu terlihat misterius di mata Rafael.


Sedangkan Zihan,tak mampu berkata lagi. Dia benar benar telah hancur. Hidupnya telah hancur,masa depannya pun ikut hancur.


Kehamilan ini yang di takutkan oleh Zihan. Dia masih ingin melanjutkan kuliah,seperti yang kebanyakan mahasiswa lain. Namun impian itu kini hancur bersama dengan kehamilan Zihan.


Apalagi untuk sekarang,selain biaya hidup yang harus Zihan tanggung sendiri. Di negara yang baru Zihan temui. Sungguh ujian yang sangat berat untuk Zihan.


♡♡♡


Sedangkan Gabriel kembali ngamuk di kamarnya.


Barang barang kini berserakan lebih parah dari kapal pecah.


" Di mana kamu Zihan " teriaknya.


" Aku bisa gila jika hariku tanpa kamu. Kemana kamu Zihan. Maafkan aku yang selalu memaksakan kehendakku. Ku mohon kembalilah " Racau Gabriel.


Sarla dan Peter yang mendapat telpon dari Koko,mereka segera pergi menuju kediaman Gabriel.


" Kenapa lagi sih, sih Gabriel? " tanya Sarla.


" Dia lagi kumat. Istrinya pergi sejak kemarin pagi. Dan sampai sekarang masih belum pulang kembali " jawab Peter seperti yang ia ketahui dari Koko.


Bagi mereka,menenangkan Gabriel itu seperti berhadapan dengan client yang cerewetnya kebangetan.


Susah di hadapi.


Susah di kasih tahu.


Susah di hentikan.


Segala Susah....


" Siapkan 10 botol Vodka di kamarku " perintahnya pada Sri ( pembantu ke dua )


" Baik Tuan " jawab Sri mengiyakan.


Semua orang memandang ngeri Gabriel. Mereka tak akan membantah ucapan Gabriel untuk saat ini. Terlalu takut dengan semua kejadian yang mereka lihat sekarang.


" Sri,di mana majikanmu " Tanya Peter di saat dirinya tiba dan masuk ke dalam mansion Gabriel di ikuti Sarla.


" Tuan Gabriel sekarang ada di kamarnya, Tuan " ucap Sri menunduk.


Dengan langkah terburu buru, Peter berlalu menghiraukan Sri yang masih diam mematung.


" Pergilah " ucap Sarla.


" Iya Nona " jawab Sri.

__ADS_1


Setelah itu Sarla mengikuti langkah Peter.


Di lihatnya seorang lelaki dengan kemeja berantakan,rambut acak acakan, tertunduk di bawah samping tempat tidurnya.


" Bos " sapa Peter pelan.


Gabriel menoleh mendengar panggilan dari seseorang yang selalu mengerti keadaannya. Matanya sembab dan sedikit bengkak.


" Kenapa bisa seperti ini,Bos? " ucap Peter


" Zihan pergi Pet.." ujarnya lirih " Tolong bantu cari dia,aku mohon. Tanpa dia,dadaku terasa sesak " pintanya kemudian.


" Ok,aku akan bantu kamu. Bangunlah, Zihan mungkin hanya sedang emosi " ucap Peter.


" Sorry briel... gue gak tahu,kalau kehadiran gue bisa bikin bini lo minggat " kata Sarla di saat dirinya tiba di depan daun pintu kamar Gabriel.


Sarla sungguh sangat terkejut melihat keadaan Gabriel yang seperti orang hidup enggan mati tak mau. Apa lagi melihat kamarnya yang super berantakan, Sarla kini yakin,Cinta Gabriel pada Zihan bukan hanya ucapan kaleng kosong belaka.


" Gak apa apa. Mungkin gue emang kurang memperketat penjagaan. Padahal gue tahu,niat dia minggat udah jauh jauh hari " ucap Gabriel parau " Tapi gue gak sanggup di tinggal seperti ini. Hati gue gak terima,sakit Sar " lanjutnya kemudian.


" Maaf,Tuan. Pesanan tuan mau di taruh di mana? " ucap Sri membuat ketiga orang langsung menatap Sri.


" Jangan bawa masuk. Buang itu semua " teriak Peter di saat dirinya melihat kedua tangan Sri menenteng dua kantong berisikan minuman memabukkan.


" Jangan dengarkan dia. Bawa ke sini " selah Gabriel sebelum Sri berlalu untuk pergi.


" Sini,Gue bawa " pinta Sarla membingungkan Sri.


" Jangan kasih,dia. Cepet bawa sini " Teriak Gabriel.


Sri diam mematung,sungguh dia bingung harus mendengarkan siapa di antara tiga orang yang sama sama keras kepala itu. Tapi sebelum Sri memilih,dengan cepat Sarla mengambil kedua kantong tersebut hingga Sri terlonjak kaget.


" Jangan biarkan beruang nyusahin ini minum itu,Sar " ucap Peter.


" Tentu " jawab Sarla dengan senyum misterius.


" Berikan itu. Sialan kalian. Aku akan benar benar menendang kalian kalau sampai kalian melakukannya " marah Gabriel.


" Silahkan. Lagian ini untuk kebaikan Bos " kata Peter santai.


Damnt..


Gabriel tambah kesal dengan kelakuan dua makhluk yang ada di depannya.


" Dari pada loe bertingkah gak berfaedah gini,mending loe bantu Koko cari bini loe. Sapa tau,loe yang nemuin dia duluan " Saran Sarla.


Gabriel terdiam mencerna perkataan Sarla. Sedangkan,Peter dan Sarla sendiri tersenyum senang.


' Dasar bucin loe briel... Ternyata bahas Zihan emang ampuh. Bisa buat beruang Gila jadi tenang... ' ejek Peter dan Sarla.


◇◇◇◇


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2