
Tepat pukul 10.00 pagi. Gabriel membuka matanya. Dia tersenyum di saat netranya menatap penuh cinta pada Zihan. Terlintas di pikirannya,di saat dia memaksa semua yang di inginkan pada tubuh Zihan hingga membuahkan hasil.
Kalau dulu aku gak mengambil langkah nekat,mungkin selamanya aku gak akan mendapatkan cintamu,Zihan.
Di kecupnya kening Zihan perlahan. Setelah itu dia mengangkat kepala Zihan dan meletakkannya di bantal. Dia bangun dan berdiri,berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tak perlu lama Gabriel melakukan ritualnya. Dia kini telah memakai pakaian lengkap dan akan pergi ke kantor. Hanya untuk meeting yang telah dia sepakati dengan perusahaan Okinawa.
Sebelum ke luar,tak lupa dia mengecup kembali kening Zihan dan perut Zihan sambil membisikkan kata-kata penuh kasih sayang dari mulutnya.
" Jangan nakal ya,Sayang.. Sehat terus. Papi pergi kerja dulu,jaga Mami ya nak " bisiknya.
Setelah itu dia keluar dan menuruni tangga.
" Koko " panggilnya.
Koko pun mendekat sedikit berlari. " Iya,Tuan Muda? " tanyanya.
" Aku mau ke kantor,kamu gak usah ikut,jaga istriku. Dan segala keinginannya kamu urus " ucap Gabriel sambil membenarkan dasi,dan berjalan ke luar rumah.
" Baik Tuan. Terus Tuan tadi ada... " belum sempat Koko mengatakan kehadiran Marcel. Gabriel sudah masuk mobil dan tancap gas.
Selalu begini. Apa lagi yang akan dia lakukan setelah ini kepadaku. Huhhh...
Koko menghela napas panjang,belum sempat dia masuk kembali ke dalam rumah,mobil BMW i8 masuk ke pekarangan mansion Gabriel.
" Hay,Koko " ucapnya di saat pintu kaca kemudi terbuka.
Koko diam mematung di tempatnya. Dia sekarang ada dalam masalah besar kalau begini. Cewek cantik berambut pirang dengan tubuh yang tinggi langsing turun dari mobil tersebut. Dia memakai dress super ketat yang menonjolkan setiap lekuk tubuhnya.
" Gabriel ada? " tanya dia sambil mendekat dan tersenyum.
" Maaf Nona Xella, tapi tuan mudanya baru berangkat ke kantor " ucap Koko.
Dia mencoba bersikap seperti biasa,walaupun jantungnya sendiri sudah mulai protes di tempatnya.
" Yahh... padahal aku kangen banget sama dia " katanya lagi.
Tanpa permisi,cewek yang bernama Xella itu masuk ke dalam mansion Gabriel. Dan hal itu membuat Koko kesal setengah mati.
__ADS_1
" Ngapain ini, belut sawah ke sini,udah kerempeng,ngeselin juga gak ada cantik cantiknya " gerutu Koko.
Koko sangat kesal dengan Xella. Entah,kenapa wanita itu tidak tahu diri.
" Siapa dia,Koko? " tanya Zihan menatap Xella dengan tajam.
Tadi Zihan terbangun dan tak menemukan Gabriel. Namun dia mendapat catatan kecil di nakas. Di sana Gabriel menulis bahwa dia ada meeting mendadak di kantor.
Xella balik menatap tak suka pada Zihan. Siapa wanita ini? batin Xella maupun Zihan.
" Maaf,nona dia nona..
" Xella Michail Dee, panggil Xella " ucapnya memotong ucapan Koko.
Namun Zihan tetap tidak memperdulikan Xella,hingga membuat wanita itu kesal dan mengutuk Zihan dengan segala sumpah serapah.
" Saya tanya padamu,Koko. Siapa dia? " ucapan Zihan lemah lembut tetapi mampu membuat bulu kuduk merinding.
" Anu Nona,dia....
" Tunangan Gabriel " lagi-lagi Xella memotong ucapan Koko.
Mendengar kata tunangan,Zihan tersenyum mengejek. Dia tidak akan kalah,karena keluarga Zeto tidak ada yang lemah.
Dia sangat kesal pada Zihan. Siapa wanita ini sehingga berani pada Xella. Seorang putri tunggal dari keluarga terpandang,membuat Xella mengeram menahan amarah.
" Beraninya kamu!!! " geram Xella.
Namun Zihan membalas kekesalan Xella sambil tertawa. Dia sangat menikmati kekesalan Xella padanya. Bahkan hal tersebut membuat seseorang di ujung sana tersenyum bahagia.
" Tentu saja aku berani,Siapa kamu hingga membuat aku tidak berani padamu " ucap Zihan sambil mendekati Xella.
Xella mengayunkan tangannya hendak menampar Zihan. Namun hal itu justru dia sendiri yang tertampar.
" Kurang ajar " teriak Xella.
" Jangan pernah berani padaku. Kalau kamu masih sayang dengan nyawamu " ucap Zihan menekan setiap perkataannya.
" Sebenarnya siapa kamu? " tanya Xella tak pernah lepas memegang pipinya.
__ADS_1
" Aku?...Cih..apa urusanmu ingin tahu namaku? " jawab Zihan.
Zihan terlihat tenang di setiap aksinya. Dia tidak akan goyah meskipun sedikit saja. Entah karena hamil anak Gabriel,hingga emosinya pun tak jauh berbeda dengan Gabriel.
Lagi-lagi,lelaki yang sejak tadi melihat aksi Zihan hanya tersenyum. Dia tidak mengira,jika cucu sekaligus menantunya itu bisa melawan wanita pilihan Lucia dengan sangat tenang.
" Apa kalian sudah selesai bertengkar? " kata Marcel sambil turun mendekati Zihan dan Xella.
Mereka berdua tersenyum,apalagi tingkah Xella yang selalu bersikap ramah hanya di depan Marcel,Lucia,dan Gabriel.
" Om,apa kabar? Ini Xella,Om " katanya mendekat dan hendak mencium tangan Marcel.
Namun berbeda dengan Marcel,dia dengan segera menepis tangan Xella yang telah lancang ingin mencium tangannya. Marcel berjalan,lalu mendekat ke arah Zihan.
Berbeda dengan Zihan,dia terpaksa tersenyum karena merasa cemas. Sama seperti Koko yang sejak tadi sudah keluar keringat dingin akibat pertengkaran mereka berdua.
" Apa kabar,Sayang " ucap Marcel mengagetkan mereka bertiga. " Bagaimana calon cucuku? " tanya Marcel sambil mengusap perut Zihan.
Apa kakek udah tahu hubunganku dengan Om Gabriel? Tidak,ini tidak mungkin. Terus,calon cucu? Akh...
batin Zihan takut seketika.
Dengan hati yang masih merasa takut,Zihan memberanikan diri menjawab pertanyaan Marcel.
" Baik,Kek. Tapi... "
" Iya,Kakek udah tahu semuanya. Tapi tenang lah,Kakek tidak akan memarahimu. Kakek justru merasa senang,Kalau nyatanya kamu sekarang istri Gabriel "
Xella ternganga tak percaya. Istri? Istri Gabriel? pikirnya.
Dan pertanyaan itu seolah terus berputar di kepala Xella.
" Istri? "
" Ya,dia istri Gabriel Bertrand Zito. Menantu serta calon ibu yang sedang mengandung anak Gabriel " ucapnya Marcel.
Berbeda dengan Zihan dan Koko,mereka berdua terdiam sambil menelan saliva mereka sendiri yang mendadak serasa sulit untuk di telan.
" Om pasti bohong. Bukankah kata Tante Lucia,aku ini calon tunangan dan calon istri, Gabriel? " tanya Xella menahan rasa sesak di dadanya.
__ADS_1
" Itu menurut istriku,tapi tidak denganku dan anakku. Karena bagiku,hanya dia menantu serta istri dari anakku Gabriel " jawab Marcel.
Xella memegang dadanya sambil merosot ke bawah. Tubuhnya seakan lemas mendengar kenyataan yang sangat menyakitkannya. Dia tidak mengira bahwa kedatangannya ini akan membuka kebenaran tentang status Gabriel.