Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Jangan seperti itu lagi


__ADS_3

Seminggu setelah kejadian di mana Gabriel mendapat kabar bahwa Rafael dan Kyle sudah berada di Italia. Seminggu pula Gabriel tak pernah meninggalkan Zihan. Dia selalu ada untuk Zihan. Bahkan ketika Gabriel berangkat ke kantor pun dia akan membawa Zihan. Dan tentu saja hal itu juga mengejutkan seluruh karyawan di kantor Gabriel.


Mereka tidak menduga,bahwa bos yang terkenal dingin ketika di kantor tersebut,dia membawa perempuan yang sama setiap hari ke kantornya. Dan hal itu menjadi gosip terhangat di dalam kantor Gabriel tersebut.


Sementara Koko sendiri,dia selalu membuang muka di saat Gabriel bertingkah laku manis pada Zihan setiap saat. Meskipun ada dirinya, majikannya itu selalu menganggap Koko tidak ada di depan mereka.


" Koko, apa saja jadwalku hari ini? " tanya Gabriel.


" Pagi hari jadwal anda kosong. Namun nanti siang sampai sore hari,akan ada rapat bersama karyawan untuk membahas masalah produk yang akan kita keluarkan tahun ini. Terus nanti malam ada jamuan makan malam dari direktur perusahaan CBA di Restoran XCX " ucap Koko.


" Hm. Baiklah. Tapi untuk nanti malam,kamu saja yang hadiri . Aku gak mau ninggalin istriku di sendiri " kata Gabriel


" Tapi,maaf tuan. Beliau berpesan agar anda sendiri yang datang. Karena akan ada yang di bicarakan,dan itu sangat penting " ujar Koko.


Gabriel termenung,dia juga menoleh menatap Zihan yang kini tengah menatapnya. Fikirannya berputar,hingga satu ide pun mengalir seakan menerangi pikiran Gabriel.


" Baiklah. Aku akan datang,tapi kamu juga siapkan baju untuk istriku. Karena aku akan datang bersamanya " kata Gabriel.


Koko pun mengangguk,setelah itu dia pamit undur diri meninggalkan Zihan dan Gabriel di ruang kerja Gabriel.


Gabriel berdiri dari meja kerjanya. Dia berjalan mendekati Zihan sambil tersenyum menatap netra Zihan.


" Mau kan temenin Om makan malam bersama mereka? " tanya Gabriel.


Dia duduk sambil menatap netra Zihan dengan tatapan mendalam.


" Iya,Om...Zihan mau " ujarnya.


Gabriel tersenyum,lalu menarik Zihan ke dalam pelukannya. Dia cium pucuk kepala Zihan, begitu pun dengan Zihan. Dia membalas pelukan Gabriel sambil menyelusupkan wajahnya ke dalam dada bidang Gabriel.

__ADS_1


^


Sesuai jadwal,siang ini Gabriel sibuk meeting dengan para karyawan. Sementara Zihan sendiri,dia memilih tidur di ruangan khusus Gabriel istirahat di kantornya.


" Om tinggal dulu ya.. " kata kata Gabriel.


Detik berikutnya dia mencium bibir Zihan dan mencium kening Zihan.


" Kalau ada apa-apa,nanti hubungi Koko. Om akan suruh dia buat standby di depan sini " kata Gabriel.


" Iya,Om " katanya.


Sesudah itu Gabriel berlalu meninggalkan Zihan sendiri di ruangannya.


^


Akhirnya,aku terbebas juga walau hanya sebentar. Batin Koko.


Terkadang dia merasa kesal sendiri. Bukan karena dia ingin punya pasangan seperti majikannya,tapi dia selalu di buat kesal dengan tingkah semena-mena majikannya.


Kalau waktu hari ini bisa di perpanjang. Aku akan buat hidupku setenang mungkin agar tidak terhindar dari pasangan paling ekstrim ini . Pikir Koko sambil manggut - manggut.


Sementara di ujung sana,sekretaris Gabriel yang satunya menggelengkan kepalanya. Merasa ngeri melihat tingkah Koko. Dia mengira,Koko itu mungkin sudah gila atau terlalu stress menghadapi tingkah Gabriel pikir lelaki yang masih asyik melihat tingkah Koko yang kadang tersenyum,kadang manggut - manggut sendiri,kadang merubah ekspresinya seperti sedang menahan kesal.


" Kenapa dia begitu menyeramkan. ujar lelaki itu sambil begidik ngeri.


Lebih baik aku pergi dari sini aja deh,takut ketularan si Koko. Kan bahaya.. batinnya ".


Lelaki itu berjalan tergesa,dan berbalik meninggalkan Koko sendiri di depan ruang kerja Gabriel.

__ADS_1


^


Waktu berjalan begitu singkat Koko rasa. Gabriel tiba setelah selesai meeting. Dia melihat Koko yang tengah tertidur di kursi sambil selonjoran.


Gabriel menghela napas panjang,setelah itu dia melewati Koko tanpa membangunkannya.


Kalau semua bawahanku seperti ini,bisa bangkrut perusahaan ku . Batin Gabriel.


Gabriel masuk ke dalam ruangannya dan mencari Zihan. Dia tersenyum di saat melihat Zihan yang kini tengah tertidur sambil memegang erat baju Gabriel yang tadi menggantung di gantungan baju. Setelah itu Gabriel mendekat,lalu dia usap kening Zihan yang terdapat keringat yang menempel di sana. Lalu dia mengecup kening Zihan,hingga membuat Zihan terusik di dalam tidur nyenyaknya.


" Om.. " ucapnya.


" Tidurlah. Masih ada waktu jika kamu masih ngantuk " kata Gabriel.


Namun bukannya Zihan tertidur,dia malah menatap netra Gabriel yang membuat Gabriel menjadi salah tingkah.


" Kenapa menatap Om seperti itu? " tanya Gabriel.


Namun bukan menjawab,Zihan malah menarik Gabriel hingga terjatuh di atas tubuh Zihan. Namun dengan cepat,Gabriel menopang tubuhnya agar tidak menimpa tubuh Zihan.


" Jangan seperti ini,nanti kalau Om terjatuh dan menimpa dia,bagaimana ? " tanya Gabriel sambil mengelus perut Zihan.


Mendengar itu,Zihan menunduk merasa bersalah. " Maaf,tadi Zihan lupa Om " ujarnya.


Gabriel menggeleng,setelah itu dia mencium bibir Zihan gemas. Membuat Zihan kehabisan napas dan memukul pelan dada Gabriel. Dan dengan cepat Gabriel melepas ciumannya.


" Jangan seperti itu lagi,okey " ujar Gabriel.


Zihan tersenyum dan mengangguk. Setelah itu Gabriel merebahkan tubuhnya di samping tubuh Zihan. Dia mendekap tubuh Zihan sambil sesekali menggelitik gemas tubuh Zihan.

__ADS_1


__ADS_2