
Gabriel kembali ke kamarnya membawa nampan berisi makanan yang di pasak olehnya.
Di saat pintu terbuka,terlihatlah istri yang sangat ia cintai kini sedang tertidur pulas. Gabriel tersenyum sambil mendekati Zihan. Sebelum itu ia taruh nampan yang ia bawa di atas meja depan sofa yang ada di kamar Gabriel.
" Nyenyak banget..pasti kamu lelah harus mengandung dia di usia mudamu " kata Gabriel sambil membungkukkan badannya menatap wajah polos Zihan.
Di saat Gabriel akan mendudukkan bokong nya di pinggir ranjang. Zihan terbangun dan hampir berteriak karena terkejut. Namun di saat dia melihat bahwa Gabriel yang akan duduk,akhirnya Zihan memilih diam saja.
" Kenapa,Om gak bangunin Zihan aja sih? Aku kan kaget jadinya kalau kaya gini,Om " ucap Zihan kesal.
" Maafin Om,Sayang. Om gak bermaksud ngagetin kamu " kata Gabriel sambil menggenggam tangan Zihan.
Setelah itu mereka terdiam dengan mata yang saling mengunci. Membuat Zihan salah tingkah saat di tatap mata teduh Gabriel.
" Bagaimana kalau sekarang kita makan,setelah itu kamu boleh istirahat lagi " Zihan tersenyum sambil mengangguk.
Zihan dan Gabriel makan bersama sepiring berdua. Malam ini Gabriel memasak Lasagna dan Para Cotta special kesukaan Zihan. Dan terbukti,Zihan sangat menyukai masakan tersebut hingga habis di makan olehnya.
" Apakah kamu menginginkannya lagi? " tanya Gabriel.
Zihan menatap tak percaya pada Gabriel.
" Apa boleh? " tanya Zihan balik.
" Tentu. Aku akan memasak itu lagi untukmu " ucapnya.
Zihan mengangkat kedua ujung bibirnya,dia tersenyum dan dengan cepat menangkup kedua pipi Gabriel dengan tangannya. Setelah itu mencium bibir Gabriel dengan cepat. Membuat Gabriel melongo dengan jantung yang berdetak kencang,serta tubuh yang mendadak meriang.
" Harus seenak ini lagi,okey " ucap Zihan menyadarkan keterkejutan Gabriel.
" I...iya.. " jawab Gabriel tergagap.
Setelah itu Gabriel berbalik sambil memegang bibir yang masih menyisakan rasa manis bibir Zihan. Hatinya merasa tidak percaya,setelah sekian lama mereka menikah,dan kini Zihan sudah mulai berani serta terbuka kepadanya. Bahkan tak sungkan mencium bibir Gabriel.
Ya Tuhan.. Apa aku ini sedang bermimpi?
Batin Gabriel.
Gabriel turun dengan senyum yang merekah,membuat Koko mengerjapkan matanya berkali kali,bahkan ia tak sungkan mengucek matanya sambil memastikan apa yang di lihatnya kini bukan sekedar halusinasi saja.
__ADS_1
Apa matahari sudah mulai terbit dari utara?. Kenapa orang itu senyum- senyum sendiri. Sangat mencurigakan. Fikir Koko.
" Mikirin apa kamu,Koko? " tanya Gabriel tiba-tiba membuat Koko mangap selebar lebarnya.
" Hah? " kagetnya.
" Koko,mulutnya kondisikan " ucap Gabriel membuat Koko mengatupkan bibirnya cepat.
" Masih mau jadi asistenku,bukan? " tanya Gabriel lagi.
" Te..ten..te..tentu,Tuan " jawab Koko.
" Pergilah "
" Baik " jawab Koko tegas dan dengan cepat ia kocar kacir meninggalkan Gabriel yang sedang tertawa melihat tingkah Koko.
^
Makanan yang di pesan Zihan kini telah selesai. Gabriel tersenyum di saat ia membayangkan,Apa lagi yang akan di lakukan istrinya untuk membayar jasa memasak ke duanya?. Bahkan sekarang fikirannya semakin berfantasi,membayangkan yang ena-ena akan terjadi.
Ku nantikan itu darimu,Sayang.
Batin Gabriel.
" Maaf,Tuan. Ada hal penting yang perlu saya bicarakan " ujar Koko cemas.
Dan hal itu membuat Gabriel memicingkan matanya,menatap tajam mata Koko.
" Katakanlah? " ucap Gabriel.
" Tuan Rafael beserta Tuan Kyle sudah ada di hotel milik keluarga anda. Menurut informasi,dia ke sini ingin merebut Zihan dari anda,Tuan. Dan mereka sekarang sedang membahas aksi balas dendam yang akan di lakukan Rafael atas tindakan anda tempo hari " jelas Koko membuat Gabriel mengeraskan rahangnya.Dua juga mengepalkan tangannya untuk meredakan amarahnya.
" Baiklah. Perketat penjagaan di luar rumah. Kalau perlu sewa orang dari kepolisian. Aku gak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada istri dan calon anakku " kata Gabriel tegas. Dan dengan cepat Koko mengangguk.
Sementara di lantai atas,tubuh Zihan jatuh ke lantai. Dia tidak percaya bahwa orang yang pernah menolong Zihan,kini menjadi boomerang untuk rumah tangga Zihan dan Gabriel.
Aku memang wanita bodoh,kenapa aku harus berbuat seperti itu. Dan sekarang,lelaki itu... Ah..sial. Batin Zihan
Zihan menangis sambil terduduk di lantai. Rasa bersalah terhadap Gabriel,kini semakin Zihan rasakan. Kenapa dia harus kabur dari Gabriel,dan sekarang akibat ulahnya bukan hanya Zihan sendiri yang menjadi taruhannya. Melainkan janin serta pernikahannya dengan Gabriel.
__ADS_1
" Sayang,kamu kenapa? Apa ada yang sakit? Apa perutmu sakit? " tanya Gabriel beruntun.
Zihan menggelengkan kepalanya. Detik berikutnya ia berhambur memeluk Gabriel.
" Maafin Zihan " ucap Zihan parau.
Gabriel menaruh nampan dulu,setelah itu ia dekap tubuh Zihan. " Gak ada yang perlu Om maafkan. Yang seharusnya minta maaf itu hanya,Om. Bukan kamu,Sayang " kata Gabriel membuat Zihan semakin merasa bersalah.
" Tidak. Zihan yang salah,Om. Karena Zihan,hidup kita sekarang tidak tenang.. " ujar Zihan membuat Gabriel mematung.
" Apa jangan-jangan dia.... " batin Gabriel.
" Zihan sudah tahu semuanya,Om. Zihan sudah dengar semua itu " kata Zihan di sela-sela tangisannya.
Gabriel terdiam. Benar dugaannya,bahwa Zihan sudah tahu semuanya tentang kehadiran Rafael. Dan kini Gabriel hanya mampu memeluk tubuh Zihan lalu mengangkatnya..
" Koko,tolong bawa nampan ini " teriak Gabriel.
Koko mendekat tergesa gesa. Dia tidak mau menjadi bahan amukan kekesalan Gabriel.
" Baik Tuan "
Sementara Zihan sendiri menyelusupkan wajahnya di dada bidang Gabriel. Dia tidak mampu melihat bahkan menatap Gabriel.
" sttttt... jangan nangis lagi,Sayang. Om gak akan biarkan dia mendekati apa lagi sampai mencelakaimu " ucap Gabriel mencoba menenangkan hati Zihan.
Zihan tidak menjawab,dia juga tetap tidak mau lepas dari Gabriel. Membuat Gabriel mengurungkan niatnya untuk menaruh badan Zihan di atas kasur yang kini beralih mendudukkan Zihan di pengakuannya.
Koko beberapa kali membuang muka di saat pasangan di depannya memperlihatkan kemesraan mereka. Mereka juga seakan tidak ragu dan malu,meskipun ada Koko di antara mereka.
" Tuhan...kenapa Aku harus berada dalam situasi yang mengenaskan hatiku ini? " batin Koko.
" Tidak bisakah berikan aku kebebasan sehari saja dari kemesraan dua orang yang ada di depanku ini ? " lanjutnya.
Dalam hati Koko,rasanya dia ingin sekali terbang jauh ke awan meninggalkan Gabriel dan Zihan.
Dulu kaya Tom and Jerry. Sekarang layaknya perangko. Dasar pasangan aneh. Aku penasaran nanti anaknya seperti apa? Satu gila satu aneh. Mungkin anaknya nanti seperti titisan Alien. Gak ada manis manisnya.
Gerutu Koko dalam hatinya sebelum pergi Setelah menyimpan nampan di meja kamar Gabriel.
__ADS_1