Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Kekhawatiran Gabriel


__ADS_3

" Tuan,Nona Zihan,Tuan!!!, dia tak sadarkan diri..." ucap Koko dengan nada khawatir.


" Apa? " Detak jantung gabriel berdetak lebih cepat, wajah gabriel nampak pucat karena rasa khawatirnya. " Kau panggil Dr. Harry. CEPAT... " perintah Gabriel.


" Baik, Tuan "


tut....


Setelah panggilan berakhir,Gabriel dengan cepat keluar dari kantornya. Sebelum itu ia menekan tombol memanggil di ponselnya.Tak peduli lagi dengan wajah tampan yang kini sedikit berantakan.Dia berlari menuju lift yang akan membawanya ke lantai bawah. Bahkan para karyawan yang menyapa Gabriel pun tak di hiraukan.


" Pet, siapkan mobil. Aku akan ke Bandara sekarang!!! " perintah Gabriel setelah telpon di angkat.


Tut...


Tanpa menunggu jawaban Gabriel menutup telponnya. Sedangkan Peter hanya menghela nafas berat dari mulutnya. Apa lagi yang membuat bos gilanya bertambah sengklek batin Peter.


Setelah sampai di lantai bawah dan lift terbuka,Gibran kembali berlari. Dengan cepat ia memasuki mobil,Peter yang sudah tahu tujuan Gabriel dengan cepat melajukan mobil.


♡♡♡


Sedangkan di rumah Gabriel,Zihan belum sadarkan diri dan masih di periksa oleh Dr.Harry. Jarum infus pun kini terpasang di tangannya. Koko dengan setia menunggu kabar terbaru Zihan. Meskipun Koko khawatir tetapi dia mencoba untuk tenang.


" Semoga nona,Zihan baik baik aja,kalau kenapa napa, nyawaku....oh membayangkannya saja serasa sudah sampai di tenggorokan... Nasib.... punya majikan kurang waras..hiks...hiks... " lirih Koko dalam hatinya.


" Bagaimana keada'anya,dok ?" tanya Koko menetralkan kekhawatirannya.


" Dia sekarang baik baik saja,untung kamu segera menemukannya dan memanggil saya kemari. Kalau tidak,nonamu akan kehilangan nyawanya akibat kurangnya minum dan sedikit makan " Ucap Dr.Harry. " Emang apa yang terjadi,Koko ? " lanjutnya.


" Hanya Tuan Muda yang tahu,dok. " jawab koko tertunduk.


" Gabriel... Gabriel...Sifat kamu gak berubah " gumam Dr.Harry. " Ya,sudahlah. Nanti kalau dia sudah sadarkan diri,kasih dia makan dan suruh minum obat ini " Ucap Dr.Harry menyerahkan beberapa jenis obat pada Koko.


Setelah menyerahkan obat,dr.Harry berpamitan.


****


Gabriel mendarat di Bandara Internasional Malpensa,tepat pukul 10 malam. Tak menunggu lama lagi,dengan cepat Gabriel menaiki mobil yang sudah tersedia untuknya.Di susul oleh langkah Peter.


" Selamat datang kembali,Tuan " ucap supir Gabriel ketika Gabriel mendudukan bokongnya di jok belakang kemudi. Gabriel hanya mengangguk. Sedangkan Peter hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Gabriel.


" Jalan !!! " perintahnya pada Jack,supir pribadinya. Dengan cepat Jack menjalankan mobilnya.


Sedangkan Gabriel mengambil ponsel dari sakunya.


" Koko,Gimana keadaan Zihan ? " tanya Gabriel saat telponnya di angkat.

__ADS_1


" Dia sekarang baik baik saja,Tuan " ucap Koko. " Tinggal menunggu non,Zihan bangun Tuan " lanjutnya.


" Hmm "


tutt....


Hening...


Terlihat kekhawatiran di wajah Gabriel,dan itu tidak luput dari pandangan Jack. Kayaknya ada masalah besar tebak Jack fikirnya.


" Ada kabar ? " tanya Peter memecah keheningan.


" Kata Koko dia baik baik aja "


" Terus,kenapa tu muka kayak kertas di lipet gitu? "


" Gua khawatir... "


" Hahahaha..... Gue baru tahu jika seorang Gabriel bisa jadi cowok bucin juga "


"Sialan lo , Gue lagi khawatir gini lo malah tertawa "


Dan Peter makin tambah gencar menggoda Gabriel. Gabriel yang di buat kesel oleh Peter mulai mengeluarkan jurus pamungkasnya.


" Kalo lo gak berhenti,Gue potong gaji lo. Dan gue pastikan kalau malam ini juga gue kirim lo ke Pulau Farallon " ucapnya. Seketika itu juga Peter berhenti menggoda Gabriel.


" Gila aja,Gue mau di kasih makan hiu. Gabriel bener bener serem kalau urusan Zihan... " batin Peter bergidik ngeri.


♡♡♡♡


Sekitar pukul 10.46 menit Gabriel sampai di rumahnya. Dengan cepat Gabriel membuka pintu mobil,dan segera berlari.Dia di sambut oleh beberapa pelayan.


" Selamat Datang kembali,Tuan Muda " sapa mereka serempak.


Namun Gabriel hanya berlari tanpa menghiraukan mereka. Bahkan Peter yang mengikuti Gabriel tak mampu menyusul langkah Gabriel.


Jadi penasaran, si Zihan itu kaya apa. Bisa buat Raja Iblis sebucin itu... batin Gabriel bertanya.


(Author : Salah lo,nanya ma batin sendiri. Orang yang tahu batin lo kan gue sama tuhan 😋)


Sesampainya di depan kamar yang di tempati Zihan,Gabriel masuk tanpa mengetuk pintu dulu.


" ZIHAN.... " teriaknya.


Koko yang sedang tertunduk tidur di kursi dekat pintu pun terlonjak kaget. Bahkan kepalanya hampir tersungkur. Zihan pun langsung membuka mata dari tidurnya.

__ADS_1


" Om.. " lirih Zihan.


" Tuan muda " Ucap Koko


(serempak)


Gabriel pun mendekat. Di lihatnya wajah Zihan pucat,badannya pun terlihat kurus. Sesak. Itulah yang Gabriel rasakan. Dengan perlahan Gabriel pegang tangan Zihan. Tatapan Gabriel kini intens menatap Zihan. Zihan yang di tatap pun jadi salah tingkah.


" Maaf " Ucap Gabriel.


Zihan tak menjawab pernyataan Gabriel. Dia hanya diam menatap Gabriel dengan penuh kebencian. Namun itu tak berlangsung lama.


" Sialan,lo. Kanapa harus lari segala sih? Gimana,dia udah sadar? " pertanyaan Peter pun membuyarkan momen romantis Gibran. Sontak Gibran menatap tajam Peter.


Peter yang tahu arti tatapan Gabriel pun menggaruk tengkuk yang tak gatal sambil cengengesan. "Ups,,,sorry " bilangnya.


" Gimana keadaan kamu sekarang,sayang? " tanya Gibran.


" Hancur " jawab Zihan.


Jlebb...


Hati Gabriel merasakan sakit yang teramat. Aku pantas kamu benci,Sayang... Bagaimana pun semua ini salahku. batin Gabriel. Gabriel hanya tertunduk,sesekali mengecup tangan Zihan yang di pegangnya.


" Maaf...maaf...maaf... " Ucap Gabriel berkali kali.


Peter dan Koko ternganga,tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Bahkan Peter sampai mengucek matanya beberapa kali untuk memastikan kebenaran di depan matanya.


Apa ini halusinasi?


Ya...Tuhan...biarkan halusinasi ini berlansung lama. Biar raja Iblis itu tak menyusahkanku lagi. batin Koko dan Peter.


Namun harapan itu hanya harapan. Karena Gabriel langsung menyadari kehadiran mereka.


" Kanapa kalian bengong di situ. Keluar " Ucap Gabriel menatap Koko dan Peter dengan tatapan sinis.


Peter dan Koko pun segera keluar meninggalkan Gabriel dan Zihan.


-----------------


Bersambung....


Hallo Readers semua...


Terima kasih buat kalian yang sudah membaca novel ini. Jangan lupa like dan kritik serta sarannya.

__ADS_1


Ma'af, bila penyampaian katanya sangat baku terkesan membosankan. Karena ini karya pertama ku....


Terimakasih 😘😘


__ADS_2