Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Ajaib


__ADS_3

Ada rasa bersalah di saat Gabriel mengungkapkan isi hatinya. Niat ingin membalas dendam yang lebih mengerikan kini terasa bimbang. Apakah Zihan harus melanjutkan ke egoisan dalam dirinya? Ataukah menyerah saat ini juga?


" Kenapa,Om baru memberi tahu? "


" Om, gak sanggup dengan penolakan kalian "


" Terus? Kelakuan,Om yang sekarang akan di terima oleh mereka? "


Pertanyaan Zihan tepat seperti yang di rasakan Gabriel sekarang.


" Om akan berusaha, bagaimana pun caranya agar mereka menerima status kita sebagai pasangan suami istri "


" Nyatanya,Om lelaki egois "


" Om,tahu Zihan "


Kembali hening,Zihan telah asyik mengaplikasikan berbagai jenis make up di wajahnya. Sedangkan Gabriel tengah sibuk dengan fikirannya.


" Selesai " gumam Zihan.


Dia berdiri melihat penampilan sempurnanya di depan kaca. Dan itu tak lepas dari pandangan Gabriel.


" Mau berangkat sekarang? " tanya Gabriel.


" Ya "


" Cepatlah, Om tunggu di bawah "


" Okey "


Setelah semua selesai,dengan cepat Zihan keluar dan berjalan menghampiri Gabriel yang tengah asyik dengan benda pipih di tangan nya.


" Ayok,Om " ajak Zihan.


Tanpa menoleh dan meng iya kan Zihan,Gabriel berdiri dan berjalan terlebih dahulu.


Koko yang sedari tadi menunggu,kini mempersilahkan Tuan dan Nona nya masuk ke dalam mobil, setelah pintu mobilnya Koko buka.


Mereka memilih jok belakang sebagai tempat duduk keduanya.


" Kita langsung ke Kampus XXX " ucap Gabriel pada Koko setelah masuk dan duduk di jok kemudi.


" Baik. Tuan " balas Koko.


Setengah jam berlalu,kini mereka telah sampai di salah satu Universitas yang telah di rekomendasikan Gabriel.


Zihan ternganga melihat bangunan di depan nya. Serasa mimpi buat Zihan.


" Keluarlah, aku akan ajak kamu menemui seseorang di sini " ucap Gabriel.


Tanpa menunggu Koko membukakan pintu mobil,Zihan sudah lebih dulu keluar dan berjalan perlahan menikmati keindahan yang baru Zihan lihat.


Tanpa menunggu persetujuan Zihan,Gabriel menggenggam tangan Zihan. Membawa Zihan menemui seseorang yang telah Gabriel katakan.


" Apakah kamu suka? " tanya Gabriel di saat mereka berjalan.


" Suka,Om "


" Baguslah. Belajar yang bener "


" Hm "


Setelah melewati beberapa ruang,akhirnya Gabriel dan Zihan sampai di depan ruangan salah satu dosen di kampus tersebut.


Mereka berbincang bincang beberapa menit. Entah apa yang Gabriel bicarakan,Zihan tidak ingin tahu. Dia hanya menikmati pemandangan menakjubkan yang terlihat dari kaca ruangan tersebut.

__ADS_1


▪︎▪︎▪︎▪︎¤


Setelah menentukan jurusan yang di inginkan istrinya. Gabriel dan Zihan berpamitan.


Dalam perjalanan..


" Kita mampir ke restoran XX dulu " ucap Gabriel.


" Tapi,Om.. Zihan mau makan di rumah aja "


" Entar lama lagi,nunggu bi Minah masak "


" Gak papa,aku akan bantu bi Minah "


" Serius? Emang bisa masak? "


Gabriel tak percaya,bahwa istrinya kini sedikit berubah. Entah itu sementara atau selamanya,tetapi Gabriel sangat menikmati perubahan Zihan.


Mendengar Gabriel seakan tak percaya akan kemampuan Zihan,akhirnya Zihan mendengus kesal. Bisa bisanya dia meremehkan kemampuanku fikir Zihan.


" Baiklah. Kita akan membuktikannya " ucap Gabriel lagi. " Langsung pulang " pintanya lagi pada Koko.


" Sebegitu gak percaya,Om sama kemampuanku " kata Zihan cemberut kesal.


Gabriel hanya diam tak merespon ucapan Zihan. Baginya lebih baik diam dari pada istrinya marah dan berbuat ulah lagi. Itu sangat merepotkan bagi Gabriel.


Sudah cukup selama ini Gabriel merasa jengkel dengan tingkah Zihan yang sulit di mengerti.Dan sekarang tidak lagi.


Kalau di fikir, sikaf Zihan mulai mencair setelah Gabriel bercerita tentang perasaan nya selama ini. Mungkin hanya kasihan dan merasa iba,atau bersalah kata batin Gabriel mencoba menepis sikap baik Zihan sekarang.


▪︎▪︎▪︎▪︎¤


Setelah sampai di mansion Gabriel,dengan cepat Zihan membuka pintu mobil dan lari terburu buru.


Gabriel yang melihat tingkah Zihan hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum. Koko merasa ada sedikit harapan untuk majikan nya ini berubah lebih baik lagi.


Dia seakan mengubur senyuman itu bersama hati dan harapannya. Namun Zihan-nya kini telah kembali. Bahkan Gabriel dan Zihan sudah bersatu walau tanpa orang yang tahu.


Cinta memang mampu membutakan seseorang.


Sementara Zihan,Setelah dirinya sampai di dalam mansion Gabriel,tanpa istirahat langsung menuju dapur.


Minah yang melihat istri majikan nya masuk dapur jadi heran sendiri. Sebab selama ini Zihan tak pernah menginjakkan kakinya apalagi memasak.


" Non...apa yang Non lakukan? " tanya Minah.


" Aku mau masak bi,buat makan malam nanti "


" Biar bibi saja,Non. Nona jangan repot repot memasak,nanti Tuan Muda marah " pintanya hati hati.


" Biarkan saja bi. Jangan melarang kemauannya " ucap Gabriel tiba tiba mengagetkan dua wanita yang berbeda usia tersebut.


" Baiklah. Apa tuan membutuhkan sesuatu? " tanya Minah gemetaran.


" Gak bi. Lanjutkan saja. Aku hanya ingin melihat istriku memasak "


" Terserah " jawab ketus Zihan.


Karena waktu memasak yang lumayan lama,membuat Gabriel ketiduran di meja makan. Zihan yang melihat suami nyebelin nya hanya tersenyum kecut.


Anggap saja ini sebagai ucapan terima kasihku karena membuatku masuk kampus yang ku inginkan. Ucap Zihan dalam hatinya.


" Non,apa gak di bangunin tuan nya? "


" Buat apa bi,biarin aja tidur di situ " ketus Zihan.

__ADS_1


Bi Minah yang sudah mulai tahu watak Zihan hanya tersenyum. Dalam hatinya dia merasa kasihan pada majikannya itu. Tapi mau bagai mana lagi, istrinya sendiri pun tak menghiraukan suaminya.


▪︎▪︎▪︎▪︎¤


Satu jam pun berlalu,beberapa hidangan makanan sudah tertata rapi di meja makan. Gabriel yang sedang tertidur,tiba tiba bangun karena mencium aroma makanan yang menusuk penciumannya.


" Kayaknya enak ni? " ucap Gabriel menatap lapar pada makanan di depannya.


" Sebelum makan,cuci dulu tuh muka " sindir Zihan.


" Baiklah. Istriku " ucap Gabriel tersenyum menggoda.


Gabriel pun bangkit dan berlalu untuk membersihkan muka sesuai perintah Zihan.


" Bi,aku mau ke kamar dulu. Kalau Om Gabriel tanya,bilang aja mau mandi. Terus,makan aja duluan"


" Baik,Non "


Dengan cepat Zihan melangkah menaiki tangga satu persatu. Sesampainya di kamar, Zihan membersihkan diri dari keringat dan bau masakan yang menempel pada tubuhnya.


Tak perlu waktu lama untuk Zihan mandi. Karena Zihan sendiri,wanita yang tak suka berlama lama di kamar mandi. Menghabiskan waktu dan takut masuk angin,fikirnya.


Sementara Gabriel yang sudah mencuci muka masih menunggu kedatangan Zihan di meja makan. Minah sendiri sudah memberitahukan pesan Zihan saat dirinya berlalu naik ke lantai atas.


Karena tak sanggup menunggu lama,Gabriel pun memanggil Zihan.


" ZIHAN " teriaknya.


Zihan yang baru selesai dan berganti baju,sudah di buat jengkel lagi oleh Gabriel.


Dengan perasaan kesal,Zihan pun segera turun dan menemui Gabriel.


" Kenapa teriak terus si bisanya? " tanya Zihan dengan nada kesal.


" Aku mau makan bareng Istriku " jawab Gabriel acuh.


" Kenapa gak duluan aja? "


" Gak mau "


" Manja "


" Manja ma istri sendiri gak salah kan? "


" Salah banget... "


" Salahnya "


" Udah lah cepat makan, katanya tadi pengen makan bareng "


" Ambilin " Manja Gabriel lagi.


Semua makanan dan lauk yang tertata,Zihan taruh di piring Gabriel. Entah kenapa,perasaan kesal dan benci pada Om nya makin hari makin menjadi.


" Zihan,aku gak makan sebanyak ini loh "


Tanpa menjawab perkataan Gabriel, Zihan memasukan sesendok full nasi dan lauk yang ia ambil sendiri.


Gabriel melongo tak percaya. Bagaimana mungkin nasi yang penuh di tambah lauk nya bisa masuk ke dalam mulut mungil Zihan. Tambah lagi satu tingkah ajaib Zihan yang baru Gabriel ketahui.


Di saat mereka menyantap makan malamnya,seseorang datang dengan berani. Wajahnya lumayan cantik,kulit putih,tinggi dan ramping. Berambut panjang,bibir merah semerah darah. Dengan nada menggoda dia mendekat dan langsung memeluk leher Gabriel dari belakang.


" Haii, sayang.... "


▪︎▪︎▪︎▪︎¤

__ADS_1


Lanjut besok okey...


Happy Reading...


__ADS_2