
" Kyle " panggil seprang lelaki yang kini terbaring lemah tak berdaya di atas brankar rumah sakit.
" Siapa dia? " tanya orang itu kemudian.
Kyle diam mematung dengar pertanyaan orang itu. Jantungnya berdetak tak karuan di saat dia tahu bahwa orang itu menanyakan siapa sebenarnya Gabriel.
" Siapa dia,Kyle? " teriak Rafael.
Sungguh hati Rafael sangat penasaran. Dia ingin tahu,sebenarnya siapa lelaki yang telah membuat dia babak belur dan berakhir berbaring di brankar rumah sakit.
" Dia orang nomor satu di Italia,yang terkenal dengan kekejamannya " jawab Kyle pelan. Namun mampu membuat Rafael membulatkan matanya.
" Ya Tuhan.... jadi,aku ini sedang berurusan dengan pria gila itu? " gumam Rafael.
Jantung Rafael mendadak berdetak cepat,wajah Rafael pun mendadak pucat mendengar kenyataan itu. Sungguh,kali ini dia salah memilih lawan. Kalau seandainya dia tahu siapa sosok lawannya,sedari awal. Rafael mungkin akan memilih mundur daripada harus berurusan dengan pria gila seperti Gabriel.
" Mati aku,Kyle.. Aku harus gimana ini? " ucap Rafael khawatir.
Bahkan Kyle dapat melihat ke khawatiran Rafael melalui wajah gusarnya.
" Minta maaflah padanya. Dan buang jauh jauh perasaan kamu pada wanita hamil itu " ucap Kyle membuat Rafael di buat bingung kembali.
" Tapi aku mencintai dia Kyle?. Sangat " katanya.
Hatinya sangat mencintai Zihan. Namun dia juga gak mau berurusan dengan Gabriel. Bisa mati berdiri kalau sampai dia mengulang kembali kesalahannya.
" Apa kamu mau mengulang kesalahanmu kembali? " tanya Kyle.
Kyle tahu,sesungguhnya Rafael tidak ingin mengulang kesalahannya,namun apa salahnya jika dia menanyakan itu langsung pada Rafael.
" Tidak. Bahkan itu tidak terlintas di mimpiku sekalipun " ucap Rafael.
" Baguslah. Capatlah sembuh,dan kita akan pergi bersenang senang kembali " kata Kyle mencoba mencairkan suasana.
Namun bukan mencair,melainkan suasana di sana terasa mencekam.
" Ya sudahlah. Aku keluar saja " kata Kyle memilih keluar dan menghindari harimau ngamuk di depannya.
Sementara di ruang rawat Zihan,Gabriel tertidur sambil menegang tangan kanan Zihan. Dia merasa lelah setelah sehari semalam tidak menajamkan matanya.
Sedangkan Koko pun terlihat tidur di sofa yang ada dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Tepat di saat mereka terlelap tidur,Zihan membuka kedua matanya perlahan.Kepalanya terasa pusing,dan pergelangan tangannya terasa nyeri.
" Aku ada di mana? " batin Zihan.
Zihan mengedarkan pandangannya. Terlihat ruangan serba putih mengelilinginya.Sampai pandangan mata Zihan tertuju pada satu titik di mana seseorang yang telah menghancurkan hidupnya tertidur lelap memegang tangan kanannya.
kenapa aku tidak pernah bisa terlepas darimu? Aku hanya ingin pergi dan memulai hidup baruku. Kenapa aku masih di sini dan terhubung kembali denganmu.
Batin Zihan berteriak.
Sungguh Zihan tidak ingin kembali memulai hidup dengan Gabriel. Meskipun kini telah hadir buah cinta Gabriel di rahim Zihan. Zihan tetap tidak ingin hidup bersama Gabriel kembali.
Cukup sekali dia berfikir tetap diam dan membalaskan dendamnya. Namun hal itu membuat sakit di hati Zihan.
' Mungkinkah aku memiliki sebuah rasa untuknya? ' tanya Zihan pada hatinya sendiri.
Tidak..itu tidak mungkin!!!
Zihan mencoba menyangkal perasaan nya sendiri. Namun hatinya kembali menolak. Kalau dia tidak mencintai Gabriel,lalu kenapa hatinya selalu sesak di saat dia mengatakan ingin pergi dan tidak mencintainya.
" Om..." panggilnya.
Ada sedikit getaran dalam hatinya di saat Zihan memanggil Gabriel dengan panggilan Om-nya.
Gabriel tersenyum,lalu mencium tangan kanan Zihan.
" Apa masih sakit,Sayang? " tanya Gabriel.
Namun Zihan hanya menatap Gabriel tanpa menjawab.
" Jangan pernah melakukan hal bodoh itu lagi. Om gak mau kehilangan kamu lagi " ucapnya parau.
Namun lagi-lagi,tak ada jawaban dari Zihan selain tatapan datarnya.
" Aku tidak pernah berselingkuh dengan Sarla " ucap Gabriel tiba tiba " Dia itu transgender yang selama ini berteman dengan kami. Denganku dan Peter " lanjutnya
" Aku tidak peduli " ucap Zihan membuat hati Gabriel kembali sakit " Yang ku pedulikan saat ini adalah janin yang ada dalam kandunganku. Apakah kamu akan menerima dia? " tanya Zihan.
Gabriel diam mematung,dia tidak percaya dengan pertanyaan istrinya. Mana mungkin dia tidak menerima janin yang Zihan kandung. Sedangkan anak itulah yang Gabriel inginkan sedari awal menggagahi Zihan. Karena janin itu yang akan membuat dirinya dan Zihan dapat bersatu.
" Aku akan menerimanya dengan sepenuh hati. Karena dia anak kita. Darah dagingku. Juga anakmu " ucap Gabriel.
__ADS_1
Zihan tersenyum tulus. Benar,hatinya menghangat di saat mendengar perkataan Gabriel.
Sementara Gabriel masih merasa was was dengan penolakan Zihan. Dia masih trauma dengan kepergian Zihan juga percobaan bunuh diri yang Zihan lakukan.
" Ternyata selama ini aku begitu bodoh. Membiarkan orang yang menyayangiku juga mencintaiku menderita " ucap Zihan. " Maafkan aku " lanjutnya tertunduk.
Degg..
Jantung Gabriel serasa berhenti berdetak. Dia tidak mengira,bahwa Zihan akan berbicara seperti itu.
" Apakah benar kamu itu istri saya? " tanya Gabriel membuat Zihan tertawa.
" Sini... " Ucap Zihan manja.
Lagi lagi Gabriel terkejut melihat tingkah Zihan.
" Kemarilah. Eluslah perutku,biar anak kita dapat merasakan sentuhan papi nya. " sambung Zihan membuat hati Gabriel semakin tidak karuan.
Dengan ragu Gabriel meletakkan tangannya di perut Zihan. Zihan mengangguk sambil tersenyum.
Dengan perlahan,Gabriel mengelus janin yang masih berbalut perut datar istrinya.
" Apa kamu bahagia? " tanya Zihan.
" Tentu. Inilah hal yang paling membahagiakan dalam hidupku "kata Gabriel.
" Aku minta maaf. Selama ini aku sangat egois dan selalu menyakitimu " ucap Zihan tertunduk.
Bukan menjawab,Gabriel malah menarik tubuh Zihan dalam pelukannya. Sesekali dia mencium puncak kepala Zihan.
" Jangan pernah berubah. Aku minta,tetaplah seperti ini. Kita hadapi orang tua kamu bersama sama. Karna aku tidak akan bernapas teratur kalau kamu tidak berada di sampingku " kata Gabriel.
Zihan tersenyum sambil mengangguk. Apapun akan dia lakukan untuk anak yang ada dalam kandungannya. Meskipun harus mendapatkan penolakan dari Hito dan Erina.
Karena Zihan yakin,keputusannya saat ini adalah yang terbaik untuknya dan janin yang ada di dalam kandungannya.
Dia akan menerima juga memantapkan apa yang hatinya pilih. Karena dia sangat mencintai anaknya.
Ekhmmm...
◇◇◇◇
__ADS_1
Bersambung...