Om Ku Suamiku

Om Ku Suamiku
Hilangnya Aset Zihan


__ADS_3

Niat awal Gabriel yang akan mengambil laptop di kamar kini di urungkan. Apalagi setelah melihat Zihan sudah bangun dari tidurnya. Fikirannya jadi berbelok, mengutamakan perasaan daripada pemikiran. Bahkan hanya karena seorang teman Zihan yang menghubungi Zihan,amarah Gabriel dengan cepat memuncak.


" Apa yang Om lakukan? " teriak Zihan saat tubuhnya di tindih Gabriel. Bahkan nada bicara Zihan tersimpan ketakutan. Tubuhnya pun gemetar.


" Aku gak suka milikku di ganggu laki laki lain,Zihan " bentak Gabriel membuat Zihan semakin ketakutan.


Sreet...


Sweter yang di kenakan Zihan di tarik Gabriel hingga terlepas. Melemparkan sweter itu ke lantai.Beruntung Zihan memakai pakaian lagi di dalamnya. Sehingga tak langsung memperlihatkan tubuh polosnya.


" Om,sadar Om. Ini Zihan sepupu,Om " Walau keadaan Zihan yang sangat takut tetapi Zihan mencoba tenang di hadapan Gabriel." Zihan mohon jangan begini,Om. Mom and dad nanti marah sama Zihan,Om " lanjutnya. Tangis Zihan pun pecah tak mampu di bendung lagi.


" Percuma,sayang. Karena di sini hanya ada kita " amarah Gabriel semakin memuncak dengan penolakan Zihan. " Aku akan memberimu pelajaran agar kau tak melayani teman lelakimu lagi. Siapa pun itu,walau dalam telepon sekalipun " senyum menyeringai di perlihatkan Gabriel.


Cup...


Bibir gabriel mengecup bibir Zihan. Zihan yang mendapat perlakuan tiba tiba dari Gabriel membuatnya terkejut. Bahkan tubuhnya pun menegang. Merasa Zihan tak menolak,hasrat keinginan Gabriel bertambah, di gigitnya bibir Zihan untuk mendapat celah. Setelah bibir Zihan sedikit terbuka dengan cepat Gabriel menarik tengkuk Zihan dengan tangan kirinya. Memperdalam ciuman yang Gabriel mulai. Sedangkan tangan kanannya membuka setiap kancing baju yang Zihan kenakan.


Zihan yang tersadar dengan perlakuan Gabriel berusaha melepaskan diri,Mendorong bahkan memukul dada Gabriel secara bersamaan. Tetapi kalah dengan kekuatan Gabriel. Membuat Zihan hanya terisak di bawah kungkungan Gabriel.


Setelah kancing baju Zihan terlepas bahkan dalaman yang menutupi aset Zihan pun ikut terlapas,kini Gabriel melepas pugutannya dari bibir Zihan. Di tambah napas Zihan yang sudah hampir habis. Kini tangan kanan Gabriel menekan kedua pergelangan tangan Zihan di atas kepala Zihan. Sedangkan tangan kirinya memainkan sebelah dada Zihan.


" Lepasin Zihan,Om. Hentikan!!!, Zihan mohon " pinta Zihan dengan air mata yang semakin mengalir di pipi mulusnya.

__ADS_1


" Dengar,Zihan. Hari ini kamu harus jadi milikku. Agar kamu tahu,hanya akulah yang berhak atas dirimu. Atas tubuhmu " bisik Gabriel dengan nada yang mengancam di telinga Zihan.


Zihan sudah kehabisan tenaga untuk berdebat dengan Gabriel. Apalagi melawan kekuatan Gabriel yang lagi di selimuti gairah yang memuncak. Penyesalan pun kini Zihan rasakan. " Andai aku menuruti permintaan Papi dan Mami yang menginginkan aku kuliah di dekatnya. Tidak menemui iblis berwajah manusia ini. Aku tidak akan bernasib begini " Batin Zihan merana.


" Aaakh....sa...kit... " Zihan berteriak.


Entah sejak kapan Zihan telanjang,bahkan adik kecil Gabriel kini sebagian telah masuk dalam tubuhnya. Tanpa melepaskan pakaian yang Gabriel kenakan. Dia langsung menggagahi Zihan dengan buas.


" Kamu milikku Zihan. MI-LIK-KU. Ingat itu !!! " sambil mendorong adik kecilnya makin dalam. " Sakit,Om. Kenapa Om lakukan ini sama Zihan? " suara parau Zihan tangannya pun mencengkram sprei.Air mata Zihan yang sedari tadi sudah tak terbendung,mengalir seperti sungai menahan rasa sakit di hati dan tubuhnya.


Sedangkan Gabriel tersenyum bangga melihat darah yang keluar di antara kaki Zihan. " Karena kamu hanya Milikku " ucap Gabriel sambil menggerakkan pinggulnya. Napasnya terengah engah menikmati sempitnya aset Zihan.


Sekarang tak ada alasan bagi siapa pun yang akan menghalangi kita,Sayang. Aku akan membuatmu mengandung anakku sebelum kamu masuk kuliah. Agar kamu tak bisa berlari jauh dariku lagi. Persetan dengan orangtuamu,aku akan memaksa mereka menerimaku.


Erangan dari mulut Gabriel yang terakhir pun terdengar bersamaan dengan keluarnya calon anak Gabriel di rahim Zihan. Sedangkan Zihan tak sadarkan diri di tengah permainan Gabriel. Karena tak mampu menahan rasa sakit dan perlakuan Gabriel.


" Tuan,apakah nona Zihan sudah terbangun? Makanannya sudah siap " Kata Koko.


" Belum,nanti kalau bangun aku akan beritahu kamu "


" Baik,Tuan "


( Apa yang sudah terjadi,kenapa penampilan tuan berantakan. Tetapi wajahnya berseri seri ?. Aneh.) batin Koko sambil berlalu.

__ADS_1


Di ruang kerja,Gabriel di sibuk kan dengan membaca beberapa Email yang telah di kirim Peter. Mempelajari setiap kata yang tertera di layar komputer miliknya. Lama berkutat dengan pekerjaannya.


♡♡♡


Satu jam berlalu. Kesadaran Zihan mulai kembali. Di lain sisi Gabriel juga telah membereskan pekerjaannya. Dia bangkit dan berjalan ke kamar yang Zihan tempati. Di lihatnya Zihan yang mengerjapkan matanya. Mata bengkak kelamaan nangis.


" Kamu sudah sadar rupanya,sayang, Ayok kita mandi dan makan di bawah " Ucap Gabriel sambil mendekat dan mendaratkan ciuman di kening Zihan.


Zihan yang baru tersadar pun terkejut dan segera menjauh dari Gabriel. Namun baru bergerak mundur rasa sakit di antara kakinya terasa. Perih dan sedikit panas masih terasa oleh Zihan. " Akh....shhh... " Reflek bibir Zihan berucap.


Dengan cepat Gabriel mendekat. " Masih sakit,sayang. Maaf ya,sayang. Lain kali aku akan melakukannya dengan lembut " Wajah Zihan merona. Namun amarah dan rasa kesal Zihan masih tetap sama.Gabriel sangat khawatir,dan merasa bersalah tetapi di sisi lain dirinya bahagia karena Gabriel adalah laki laki pertama dalam hidup Zihan.


" Pergi dari depan ku brengsek !!! " teriak Zihan sambil menggangkat telunjuk mengarahkan ke arah pintu agar Gabriel keluar. Memori kelakuan Gabriel tadi siang masih membekas di ingatan Zihan. Bahkan tubuh Zihan kini masih polos tanpa sehelai benang. Zihan menyadari itu. Frustasi itulah kondisi Zihan sekarang. Mahkota yang ia jaga hanya untuk di serahkan pada suaminya kelak telah hilang di renggut secara paksa oleh adik dari ibunya sendiri.


Bukannya Gabriel pergi dia malah mengangkat tubuh Zihan setelah membuang selimut yang menutupi tubuh Zihan. " Lepaskan aku,Brengsek. Mau apa lagi,huh. Belum puas menghancurkan hidupku " teriak Zihan dalam gendongan Gabriel. Gabriel seakan menutup telinganya rapat. Dia tetap berjalan menuju kamar mandi.


Di letakkan nya tubuh Zihan di bathtub yang sudah terisi air. Sekarang giliran Gabriel yang melepas satu per satu pakaiannya. Zihan yang baru melihat pemandangan di depannya,berdiri tegak tak terhalang dengan segera menutup mata dengan kedua telapak tangannya sambil menjerit.


Apakah benda itu yang masuk ke dalam tubuhku? Itulah fikiran Zihan sekarang.


" Hentikan jeritanmu itu,ini milikmu. Dan tubuhmu juga milikku. Dengar itu Zihan " bentak Gabriel menekan setiap kata katanya.


Isakan tangis kembali di dengar Gabriel,Gabriel yang sudah di selimuti gairah tak menghiraukan Zihan. Dia masuk ke dalam bathtub dan menggagahi Zihan untuk yang kedua kalinya. Tak menghiraukan teriakan kesakitan yang keluar dari mulut Zihan.

__ADS_1


Sungguh Zihan merasa dirinya sangat kotor. Perbuatan Gabriel padanya membuat Zihan tak mampu melawan. Di setiap sentuhan yang di berikan Gabriel membuat hati Zihan semakin teriris. Bagaimana kalau Hito dan Erina tahu jika keperawanan Zihan di renggut oleh adik kesayangan mereka sendiri.


" Sungguh,,,kamu binatang berbentuk manusia Gabriel Betrand Zito,Aku menyesal...sangat menyesal karena telah menemui mu. Memutuskan tinggal bersamamu. Semua salahku karena aku telah masuk ke dalam nerakaku sendiri ,tak ku sangka bahwa Om yang ku kagumi yang menghancurkan masa depanku. Aku Membencimu,sangat,sangat membencimu" Batin Zihan berontak saat di gagahi Gabriel.


__ADS_2