
Meski sudah mendapat hiburan kecil dari Yuan,perasaan Naya masih saja terasa aneh hari ini.Dia sangat kecewa atas apa yang terjadi hari ini,bukan kecewa karena Taendra menolaknya tapi kecewa pada dirinya sendiri kenapa tidak berkaca dahulu sebelum melakukan hal tersebut.
kupikir cinta timbul dari sebuah perasaan,tapi ternyata cinta masih timbul dari fisik yang rupawan.Mungkin benar jika cinta berawal dari mata turun ke hati,tapi apakah harus seperti ini..
Naya mencoba mencerna semuanya dengan baik namun tetap saja dia tidak paham dengan arti cinta yang sebenarnya itu apa.Apa perasaan dia yang salah?..atau mungkin Taendra yang salah karna sudah menghakimi semuanya hanya karna fisik yang kurang sedap di lihat.Apapun jawabannya Naya tetap menyalahkan dirinya sendiri.
Setelah mandi dan membersihkan diri,sore itu Naya berniat menelfon sang mama untuk bertanya sesuatu.Pukul 17:15 Naya segera menghubungi sang mama karna paham jika saat ini mamanya sudah berada di apartemen.
Via telfon📲
"Iya sayang halo.."
"Apa benar aku anak mama?"
"Astaga apa yang kamu katakan sayang,mama tahu mama nggak punya waktu banyak buat kamu,tapi kamu jangan berfikir seperti itu,mama kerja sama ayah di sini juga demi kamu biar kamu bisa hidup dengan layak sayang..."
"Mama ngomong apaan sih? Aku paham kok mama sibuk,tapi maksud aku bukan itu?.
"Terus maksud kamu gimana sayang,coba ngomong ke mama?."
"Aku kok jelek ma?"ucap Naya dengan nada rendah.
"Siapa yang ngomong seperti itu?"
"Nggak perlu di omongin juga kelihatan,mama tuh cantik,ayah tampan kenapa aku jelek ma,aku jadi ragu aku anak mama atau bukan."
"Astaga sayang...kamu anak mama,kamu ada masalah apa sampai ngomong seperti itu?."
"Aku mau cantik seperti mama..."
"Kamu memang cantik seperti mama sayang.."
"Buktinya aku jelek..!!"
"Anak mama sudah besar ya jadi sekarang sudah ngomong seperti itu,besok mama ajarin bagaimana bisa merawat kulit kamu kalau mama pulang,"
"Kapan pulang ma?"
"Minggu depan mama pulang sekitar 3 hari mungkin,kita konsultasi dulu biar kamu dapat perawatan wajah yang tepat buat kamu."
"Kelamaan ma,biar aku berangkat sendiri."
"Kamu nggak paham masalah itu sayang,sabar dulu ya..mama janji pulang Minggu depan."
"Janji ya.."
"Iya janji sayang,okay..mama mandi dulu ya sayang nggak apa-apa kan?"
"Hmm ya ma.."
"Love you sayang muach.."
"Love you too muach.."
"Mama tutup ya.."
"Iya ma.."
Panggilan berakhir...
Naya menarik nafas panjang dan meletakan ponsel pada meja samping tempat tidurnya.Pikirannya kembali terasa sangat tidak nyaman saat dia melihat ke arah pantulan cermin lagi.
"Ahh..aku jelek banget sumpah..!! kak Yuan itu suruh mengarang cerita pinter banget,aku cantik darimananya coba?? di lihat darimanapun aku tetap kelihatan jelek,kenapa perasaan aku jadi seperti ini sih..!!"Naya mengacak-acak rambutnya sendiri.
Naya berhenti mengerutu saat dia mendengar suara bel pintu,dia segera beranjak dari tempat duduknya untuk melihat siapa yang bertamu.Naya terpekik kaget saat Rea tiba-tiba memeluknya erat sambil menangis.
"Ehh apaan ini re?"Naya merasa bingung dengan sikap Rea saat ini,sedangkan ines hanya mengangkat kedua pundaknya saat Naya melihat ke arahnya.
"Maafin aku Nay...aku menyesal sudah menyuruh kamu mengirim surat s#alan itu.Ini semua salah aku Nay,harusnya ide aku nggak perlu di lakukan..."Rea menangis sejadi-jadinya sambil terus menegelamkan wajahnya di pundak Naya.
"Aku baik-baik saja Re aduuhh nggak perlu nangis seperti ini,aku saja nggak nangis kok.",Jawab Naya mengusap-usap punggung Rea lembut.
"Iya tapi kamu harus di hina seperti itu di sekolah,aku sudah denger semuanya dari Ines Nay."
"Hmm Iya...Tapi aku nggak apa-apa kok,Apalagi setelah dapat hiburan dari kak Yuan tadi."Tersenyum.
__ADS_1
Seketika Rea berhenti menangis,lalu mengangkat kepalanya dari pundak Naya sehingga mereka saling berhadapan."Ohh tetangga kamu yang kata Ines cakep itu?"Rea mengusap sisa air mata di sudut matanya.
"Wkwkwk..Nggak bener ini anak,kok bisa langsung berhenti nangis seperti itu."Kata Ines terkekeh.
"Kamu tadi kan cerita kalau kak itu Yuan cakep,jadi aku langsung bersemangatlah Yeaaaaahhh."Jawab Rea kegirangan.
"Kamu sudah cerita Nes??"Tanya Naya tersenyum.
"Iya sudah...Habis dengerin cerita itu dia langsung ngajak nginep ke sini."Tersenyum.
"Ohh jadi nginep sini karena itu bukan karena khawatir sama aku??jahat banget sih.."Tutur Naya ketus.
"Nggak seperti itu juga Nay hihihi,aku penasaran wajah kak Yuan itu seperti apa sih aduuuuh... Belum apa-apa semangat aku langsung membara kalau sudah bahas cogan(Cowok ganteng)."
"Masuk dulu kita bicara di dalam.."
Naya menutup pintu rumahnya lalu mengiring kedua temannya menuju di kamarnya.Rea mengerutkan keningnya saat melihat Jendela dan pintu kamar Naya masih tertutup rapat.Padahal Naya sengaja menutup pintu dan jendela tersebut sebab dia ingin sendiri dulu agar perasaannya menjadi tenang.
"Astaga...kenapa kamu tutup seperti ini pintu sama jendelanya?"
"Pengen saja,kata kamu mending di tutup daripada kelihatan kamar seberang yang kamu bilang horor?"Tutur Naya mengoda.
"Kan sekarang sudah ada yang nempatin,terus ganteng lagi hehe,buka saja ya biar kak Yuan bisa lewat dari sini."Memperlihatkan giginya yang tidak rata
"Dia sudah makin gila sejak tadi Nay."Tersenyum.
"Kesini niat ke rumah aku atau nyamperin kak Yuan sih?"
"Dua-duanya..."Rea mengedipkan sebelah matanya pada Naya.
"Ya sudah buka saja jendela dan pintunya.."Kata Naya tersenyum.
Dengan penuh semangat Rea membuka pintu dan jendela namun wajahnya terlihat kecewa saat melihat kamar Yuan tetutup rapat.
"Mana Nay kak Yuan??"Memutar badan ke arah Naya dan memasang wajah cemberut.
"Aku nggak tahu,dari tadi sore pintu kamar aku tutup terus kok,mendingan duduk sini dulu,aku mau cerita sesuatu."Menepuk-nepuk sofa di sampingnya.
"Cerita apaan?"Rea langsung duduk di samping Ines yang sedari tadi sudah menikmati cemilan di atas meja.
"Buruan ish...cerita,"Ucap Rea merasa tidak sabar.
Naya menceritakan kejadian tadi siang saat Naya makan bakso bersama Yuan di sebuah depot.Rea dan ines tertawa lebar saat Naya bercerita soal itu,Ines merasa sangat senang ternyata Vero dan Erin sudah di beri pelajaran meskipun hanya sedikit.
"Biar tahu rasa tuh sih Vero sama Erin haha,kak Yuan baik banget sama kamu ya Nay...duuuh so sweet banget deh..."Ucap Rea tersenyum.
"Iya cuman tadi yang kelihatan lucu itu wajah kak Veronya waktu kak Yuan ngomong wajah dia mirip lautan tepung,sumpah..! Wajah kak Vero merah padam entah merasa malu atau marah pokoknya dia langsung pergi setelah itu."Kata Naya menjelaskan.
"Kak Yuan baik ya Nay jadi nggak sabar pengen ketemu.."Angan Rea melayang membayangkan wajah Yuan.
"Hmm iya baik..kalian ngerti nggak dia baik kenapa?"Menatap ke arah Rea dan Ines.
"kenapa emang??"Jawab Rea penasaran.
"Dia bilang aku itu mirip adek dia..kan nggak logis jawabannya..kak Yuan cakep gitu,gimana bisa dia bilang aku mirip adeknya??"Melihat ke arah Rea dan ines secara bergantian.
"Ya mungkin saja mirip Nay,nggak mungkin kalau kak Yuan itu bohong."Kata Ines menjelaskan.
"Lagi ngomongin aku ya adek-adek hahaha,"
Naya,Rea dan ines menoleh ke arah sumber suara dan melihat Yuan yang sudah berdiri di pintu kamar Naya dengan senyuman khasnya.Mulut Rea terbuka sedikit menatap ke arah Yuan tanpa berkedip.
"Astaga mirip oppa Korea Nay.."Ucap Rea tertawa sambil kegirangan.
"Aku lebih tampan dari oppa Korea adek-adek."Yuan langsung ikut bergabung dengan ketiganya meski tanpa di suruh."Dari tadi pintunya di tutup terus kenapa??"Tanya Yuan melihat ke arah Naya.
"Lagi meratapi nasip kak,mungkin."Sahut Rea tertawa
"Sudah ku bilang,cowok nggak berkualitas seperti itu nggak usah kamu fikirin,"Tersenyum.
"Iya mendingan mikirin kak Yuan kan,"imbuh Rea.
"Bener banget wkwkwk,"Naya melirik malas ke arah Yuan dan Rea.
"Aku nggak mikirin itu kok,aku tadi tidur."Jawab Naya lirih menandakan jika dia sedang berbohong.
__ADS_1
"Nggak boleh bohong ya,,,"Ucap Yuan seolah tahu jika Naya memang tidak tidur.
"Nggak usah main tebak kak,"Jawab Naya ketus.
"Enggak kok,aku nggak asal nebak,emm mau ada acara apa kok ngumpul gini?"Tersenyum ke arah ketiganya.
"Nggak ada kak,cuma pengen nginep saja di sini sekalian kenalan sama kakak,nama aku Rea kak,"Ucap Rea mengulurkan tangan.
"Aku Yuan,kakaknya Naya,"Tersenyum.
"Kenapa pakai di jelasin segala sih kak?"
"Tadi kan sudah resmi,katanya mau jadi adek aku?"Mengangkat kedua alisnya beberapa kali.
"Wahh aku juga mau jadi adeknya kak Yuan,"
"Adek Yuan cuma Naya.."Ucap Yuan mengedipkan sebelah matanya ke arah Naya.
"Bukannya Tiara??"
"Tiara kan sudah nggak ada jadi di ganti Naya,"
"Tetep saja Tiara nggak boleh di lupain kak,"
"Iya sayang pasti,"Tersenyum.
Panggil sayang lagi..Aku pikir ngomong sayang tadi buat manas-manasin kak Vero saja ternyata sejak tadi siang dia ngomong gitu terus waktu di mobil...
"Wahhh sudah di panggil sayang..."Goda Rea makin menjadi.
"Adek Re..adek ish... kamu nggak usah mikir macem-macem ya,"Melirik malas ke arah Rea.
"Mikir saja masa nggak boleh haha,nggak adek juga nggak apa-apa Nay,Syah saja kok kan bukan kakak kandung,"Jawab Rea mengoda.
"Dia nggak mau sama aku re,padahal tadi sudah aku tembak loh di depot bakso..."Kata Yuan menimpali.
"Beneran kak?"Tanya Rea memasang wajah terkejut.
"Iyaa serius ..."Mengedipkan sebelah matanya.
Apa ucapan kak Yuan tadi serius???ahhh aku mikir apaan sih,nggak mungkin banget serius.aku yakin kak Yuan cuma pengen hibur aku saja tadi...please Naya...jangan bertindak bodoh lagi...kamu baru saja di tolak masa kamu harus salah langkah lagi...Kamu nggak mau kan Yuan ngejauhin kamu karna ngerasa nggak nyaman...!!! Aku harus hilangin pikiran aku yang terlalu percaya diri,aku sudah cukup seneng punya kakak meski bukan kandung..jadi aku nggak boleh rusak semuanya karna sikap bodoh aku...
"Udahlah nggak usah percaya sama omongan dia,dia itu nggak pernah serius kalau ngomong,"Imbuh Naya memancing.
"Aku selalu di bilang nggak serius kalau ngomong,ya sudahlah nggak masalah."Tertawa.
"Jelas saja kak,nada ketawa kamu saja seperti itu."sahut Ines tersenyum.
Aku serius Naya dengan ini...tapi..Aku pengen nunggu kamu dewasa dulu,aku nggak mau perasaanku ini gangu pendidikan kamu..Aku merasa sangat gila Naya...Karna menyukai bocah ingusan seperti kamu..Tapi kupikir,kamu nggak bisa selamanya jadi adek aku karena kita bukan saudara kandung.Jadi kuputuskan untuk menjadi teman hidupmu,mungkin itu cara yang tepat biar aku nggak kehilangan kamu lagi.Akan aku tunggu kamu tumbuh dewasa Naya...intinya..Aku nggak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya...
Mana yang lebih benar ... Cinta hadir dari mata turun ke hati...atau dari hati turun ke mata...
pikirkan lagi ...
Apa kiasan itu masih melambangkan tentang sebuah cinta sejati...Jika benar cinta itu sejati..Bukankah seharusnya dari hati turun ke mata?..
Namun apa ada cinta sedalam itu...
Tentu ada...
Tidak ada yang mustahil jika kita sudah membahas soal cinta..-
Holla🙋
silahkan like 👍
komentar 💬
klik♥️
tinggalkan jejak 🐾
Vote juga 😉
terimakasih 😘**
__ADS_1