
Pagi itu Naya terpaksa harus lari maraton agar bisa sampai ke sekolah dengan tepat.Sambil membawa sebuah kardus yang berisi mie instan 5 buah,pita warna-warni,dan juga baju yang terbuat dari plastik,dia menyusuri trotoar menuju ke sekolahnya yang hanya berjarak 500 meter.Untuk apa Naya membawa barang itu?Apa untuk di jual?tentu tidak.Semua barang itu merupakan barang yang wajib di bawanya untuk acara MOS di hari pertama.Kalian pasti tau MOS itu apa? MOS adalah singkatan dari masa orientasi siswa yang biasanya di lakukan saat ada tahun ajaran baru.
Hampir semalaman Naya harus menahan kantuk hanya untuk membuat baju dari kantung plastik yang harus di kumpulkan hari ini,sebab tugas itulah yang membuat Naya bangun kesiangan seperti sekarang.
Naya berlari sekuat tenaga hingga nafasnya hampir habis agar bisa datang tepat waktu,sesekali tangan kanannya mengusap keringat yang keluar dari sekujur tubuh Naya saat ini.Dengan sisa-sisa tenaga yang ada,Naya berteriak kencang karna melihat satpam sekolah hendak menutup pintu gerbang sekolah.Satpam sekolah menahan tawa melihat keadaan Naya yang sangat berantakan di tambah lagi dengan kardus yang di bawanya,hal itu membuat satpam jadi membayangkan sesuatu yang konyol,menurutnya Naya lebih mirip anak mau memulung sampah ketimbang berangkat sekolah.apa yang ku fikirkan...haha konyol sekali..
"pak izinin saya masuk,"ucap Naya mengatur nafas serayap membungkuk dan berpegangan pada lututnya.
"kenapa kamu datang telat?pasti tidurnya kemalaman kan?jadi bangun kesiangan."tanya satpam yang merasa kasian dengan keadaan Naya sekarang.
"hm..ya pak,saya mengerjakan tugas MOS jadi kemalaman tidurnya,please pak izinin saya masuk..."imbuh Naya memohon membuat satpam tersebut merasa semakin merasa kasian.
"ya udah untuk kali ini bapak izinin kamu masuk,tapi kalo besok telat lagi,saya gag akan kasih kompensasi lagi,"
"iya pak siap."ada senyum terlukis di sudut bibir Naya.
"ya udah buruan masuk,"Satpam tersebut kembali mengeser pintu gerbang agar Naya bisa masuk.
"Makasi pak...,"Naya berjalan sedikit menunduk melewati satpam tersebut lalu lari dengan memeluk erat kardus yang di letakkan di depan sekitar perut dan dada.
Satpam itu tersenyum dan masih melihat ke arah Nara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"ada juga siswa selugu itu,aku bahkan baru melihat jika ada siswa yang sekucel itu mukanya,tapi baguslah,,,bukanya seharusnya seorang siswa itu belajar bukan berdandan,anak yang baik,"Satpam itu kembali tersenyum dan menutup pintu pagar lalu berjalan masuk pos jaganya.
Naya berlari menuju Aula tempat di selenggarakannya acara.Setibanya di sana semua siswa sudah berkumpul termasuk para panitia penyelenggara acara.Saat Naya akan masuk ruangan seorang kakak kelas melarang Naya langsung duduk karna datang terlambat,Naya harus berdiri di sebuah panggung kecil dengan beberapa siswa yang lain.Vero yang merupakan wakil dari ketua OSIS menuturkan akan memberikan keringanan hukuman asal semua barang bawaan mereka lengkap.Dengan nafas yang masih memburu,Nara menunggu namanya di panggil untuk di periksa bawaannya.
"kamu sini.."menunjuk ke arah Naya."periksa Rin bawaannya,"ucap Vero pada Erin.
Erin pun memeriksa bawaaan Nara dan kontribut sekolah yang di pakainya.
"lengkap Ver,"mengacungkan jempolnya.
"hmm kamu boleh duduk,tapi besok tidak boleh datang terlambat lagi ya,"ucap Vero tegas.
"baik kak makasi,"jawab Vero berjalan menuruni tangga dan mencari bangku yang belum terisi.
Vero masih melihat ke arah Nara,begitupun Erin.Keduanya terkekeh melihat wajah Naya yang kelihatan kusam dan berminyak.Di tambah lagi dengan seragam Naya yang berantakan juga keringat yang terlihat masih mengucur di wajahnya,makin membuat Naya terlihat sangat jorok.
"hancur parah itu anak haha,"Vero tertawa terkekeh mendengar ucapan Erin.
"bukan hancur lagi,jijik aku lihatnya sumpah!!itu muka apa pengorengan sih haha?"imbuh Vero yang masih memperhatikan Naya yang sudah bergabung dengan teman-temannya.
"mungkin dia langsung berangkat terus nggak mandi,jadi seperti itu penampakannya.."
"aku saja geli banget waktu deket-deket tadi,masak iya itu anak nggak cuci muka,pakai pencuci piring kek atau apa gitu,biar mukannya nggak mirip cucian kotor..."Erin makin terkekeh mendengar ucapan dari Vero saat ini,hingga mereka tidak melihat jika Taendra sudah berdiri di belakang keduanya.
"lagi bahas apaan sih,"Sahut Taendra yang baru saja datang.
"rahasia..."menoleh ke arah Taendra."ketua kok datangnya terlambat sih,"goda Vero tersenyum ke arah Taendra.
"ada perlu bentar tadi sama pak Kadir,harusnya kamu mulai duluan juga nggak masalah,"tersenyum ke arah Vero.
"Harus ketuanya donk yang kasih sambutan pembukaan,"
"oke,mana susunan acaranya,"
"Nih aku buat ini sampai tidur malam kemarin,"Vero memberikan selembar kertas pada Taendra.
"iya terimakasih sudah bantuin aku,hmm baik aku mulai biar cepat selesai.."Taendra pun mengambil microfon dan memulai acara tersebut.
Acara pun berlangsung dengan hikmat.Di sepanjang acara,Naya sering memperhatikan Taendra secara diam-diam,mata Naya seolah terhipnotis pada paras rupawan yang di miliki Taendra.Setiap kali Taendra melempar senyuman pada semuanya,bibir munggil Naya ikut tersenyum dengan wajah yang tersipu malu.
Ya ampun kak Tae cakep banget ya...
Saat istirahat para siswa langsung berhamburan keluar Aula menuju ke arah kantin.Namun Naya masih nyaman duduk di kursinya,Naya sengaja berdiam diri karna ingin memperhatikan Taendra yang terlihat masih mengobrol dengan beberapa temannya di Aula.Manik Naya memperhatikan setiap gerak gerik Taendra saat ini,sesekali dia berpura-pura berpaling saat di rasa Taendra menghadap ke arahnya.
Beberapa menit seperti itu akhinya Taendra berjalan keluar dengan membawa map kuning di tangannya.Bibir mungil Naya tersenyum tipis,dia menarik nafas panjang agar jantungnya bisa berdetak normal kembali.
"nay,"ucap ines tiba-tiba menepuk lembut pundak Naya.
Naya refleks kaget dan langsung melotot ke arah ines."ngangetin aja sih nes.."ucap Naya sambil membereskan peralatan sekolahnya dan memasukkanya ke dalam tas.
"kita tungguin di kantin,katanya mau makan bareng,malah melamun di sini,"jawab ines menjelaskan.
"maaf.. aku membayangkan makan bakso,"tersenyum tipis.
"nggak perlu di bayangin segala nay,yuk makan di kantin,keburu masuk nih,"menunjuk jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"iya nih sudah beres...yuk,"Naya meletakkan tasnya di atas meja lalu berjalan beriringan dengan ines.
__ADS_1
Setibanya di kantin,pandangan Naya kembali teralihkan saat dia melihat Taendra yang sedang menikmati makan siangnya bersama Vero dan dan Erin.Wajah Naya langsung tertunduk,jantungnya kembali berdetak tak beraturan,dia merasa malu tanpa sebab,padahal saat ini Taendra bahkan tidak menyadari kehadirannya.
Ya Tuhan jantung aku kenapa gini...
Naya segera duduk bersama Rea dan ines,namun matanya masih melirik ke arah Taendra yang berada cukup jauh dari tempat duduknya.
"segitunya lihat kak Tae haha,"bisik Rea mengoda.
"kak Tae cakep banget ya"jawab Naya tersenyum.
"kalau jelek dia nggak bakal jadi idola di sini,"imbuh ines menikmati minuman di hadapannya.
"itu yang di samping kak Tae siapa??",tanya nanya ingin tahu.
"dia tuh kak Vero,cewek paling cantik di sini."Rea menjelaskan.
"mereka pacaran?"tanya Naya lagi.
"kalau pacaran pasti cocok banget,yang cewek cantik,yang cowok tampan tapi sayangnya mereka hanya teman."
"kenapa kamu tanya soal kak Tae nay?"tanya ines.
"suka kali..."sahur Rea terkekeh.
"jangan nay nanti kamu sakit hati loh,bukannya aku asal ngomong nay,cuma kita itu harus tahu diri saja,rasanya kak Tae bukan selevel sama kita"kata ines memberikan saran untuk Naya.
Naya tersenyum ke arah ines,"iya aku mengerti kok hehe,aku cuma sekedar kagum saja,soalnya kak Tae cakep banget,"wajah Naya langsung semburat merah saat dia menyebut nama Taendra di depan teman-temannya.
"syukurlah kalau begitu,suka itu sama Aldo atau Kevin gitu nay,jangan sama kak tae,entar yang ada bukannya kamu bahagia malah jadi sengsara.Kak Tae kan idola di sini sedangkan kita...tahu sendirilah kita seperti apa"imbuh ines tersenyum.
"memangnya bisa rasa suka kita yang nentuin,kan hati nes.Ucapan kamu aneh banget Nes wkwkwk,siapapun pasti milih kak Tae,ini kamu bandingin Kevin sama Wahyu, seperti bumi dan langit perbedaannya.."
"aku kan cuma kasih saran saja,karna cinta nggak berbalas itu rasanya sakit,bener nggak??"
"hmm iya sih,"jawab Rea menganguk-angguk.
"nah mangkanya,sebelum itu perasaan makin dalam,mendingan di hindari sedikit demi sedikit,aku cuma nggak mau kamu terluka saja nay,"ucap ines menjelaskan.
"hmm ya bener,"jawab Naya singkat.
bener juga kata ines,aku nggak boleh terlalu tinggi untuk bermimpi.Tapi aku juga nggak bisa berbohong,hati aku bergetar kalau lihat kak Tae.Ya tuhan sebaiknya aku hilangin perasaan ini saja, daripada harus merasakan perasaan sakit seperti apa kata ines...
skip
.
.
.
Waktu terus berjalan,tidak terasa sudah menginjak tengah semester.Naya masih berada dalam keadaan yang sama,mencintai dan mengagumi tanpa bisa mengungkapkan.Naya merasa jika perasaannya pada Taendra semakin kuat,Naya menjadi sulit tidur di waktu malam dan sering berhalusinasi soal Taendra yang sama sekali tidak pernah melihat ke arahnya.
Karna kurangnya istirahat,berat badan Naya menjadi Turun drastis,hal itu membuat Naya kelihatan semakin kurus dan terdapat lingkar hitam mengelilingi matanya.Setiap kali pelajaran berlangsung,Naya sering tak sengaja ketiduran di sekolahan karna terserang kantuk yang sangat berat.
Hari itu saat pulang sekolah,Naya dan kedua temannya memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di taman yang tak jauh dari lokasi sekolahannya.Disana mereka duduk di salah satu tempat duduk memanjang sambil melihat orang berlalu lalang di jalan.
"kamu kenapa sih nay,waktu pelajaran pak Imron kok sampai tidur gitu?untung aku lihat duluan,kalau pak Imron yang lihat bisa di lempar pakai penghapus kamu."
"aku ngantuk banget tadi..."jawab Naya lirih.
"Ngantuk terus setiap hari,kamu lihat apa kalau malam??"tanya ines sambil menyeruput es di tangannya.
"b*kep kali hahaha,"jawab Rea asal.
"enak aja ish...aku nggak pernah nonton gituan,"runtuk Naya kesal.
"kalau gitu ngapain?waktu malam kan enak nonton gituan haha.."
"itu sih kamu Re, seumur-umur aku nggak pernah nonton film itu."jawab Naya mulai kesal.
"Iya maaf haha,terus kamu ngapain kok nggak tidur?"tanya Rea yang masih ingin tahu.
apa aku jujur saja ya,mereka kan baik.Aku yakin mereka bisa jaga rahasia...
"Aku belum bisa melupakan kak Tae,"ucap Naya lembut namun sanggup membuat Rea dan Ines kaget.
"what!!!"
"Hah serius kamu nay..?"ines melotot ke arah Naya.
__ADS_1
"iya serius,aku kepikiran itu terus,"
"wahh wah sudah bener-bener terlanjur cinta mirip lagunya Rosa wkwk,"goda Rea tertawa lebar.
"jahat banget kamu Re ngetawain aku seperti itu,kamu pikir aku lagi pura-pura?aku serius sumpah,mau makan aja rasanya males banget,"Naya menjelaskan dengan nada lirih.
"iya maaf mulut aku terlalu tebal jadi seperti ini."memperlihatkan giginya yang putih tapi tidak rata.
"terus kamu maunya gimana nay?"tanya Rea ingin mencari solusi.
"aku binggung..."menarik nafas panjang dan menunduk.
"saran aku sih ungkapin saja,di terima atau tidak itu urusan nanti,yang penting kan sudah di ungkapkan biar perasaan kamu ngerasa lega Nay"ucap ines memberi saran.
"aku saja malu ketemu kak Tae,apalagi suruh ngomong,bisa pipis di celana donk,"jawab Naya mencoba tersenyum.
"tapi ide Ines bener juga Nay, mungkin kamu kepikiran karna merasa penasaran bakal di terima atau tidak,kalau sudah di ungkapin kan kamu jadi tahu jawabannya meskipun aku yakin bakal di tolak,"ucap Rea mengimbuhkan.
"kalau sudah mikir di tolak ya mendingan nggak usah Re..."
"buktinya Naya kepikiran seperti ini,pantesan kamu kelihatan kurus banget nay,jadi karena ini?kenapa nggak ngomong dari dulu saja?"
"aku niat mau ngelupain kak Tae tapi nggak bisa Re.."
"cari ide nes??"
"lewat chat saja gimana??"kata ines.
"kamu punya kontak kak Tae??"Rea melihat ke arah ines.
"kita minta dulu,"jawab ines asal.
"menurut kamu bakal di kasih gitu,pasti di tanya lah ,buat apa minta kontak segala,terus kamu jawab,teman aku mau nembak tapi nggak berani ngomong gitu haha,"Rea terkekeh mendengar ide dari ines.
"cari ide lain..."
"udahlah nggak usah,aku udah lebih baik kok setelah cerita ke kalian gini,"kata Naya yang tidak ingin temannya merasa pusing.
"percuma nay, kamu bakal mikirin itu terus kalo nggak di ungkapin,"
"tapi sudah sore gini,,pulang yuk..besok kita bahas lagi"kata Rea serayap melihat jam tangannya.
"terus idenya gimana??,"tanya ines melihat ke arah Rea.
"aku pikirin di rumah deh.."
"hm ya udah nay,kita pikirin caranya di rumah okay,nanti aku hubungin kalau memang sudah ada ide,"
"makasi ya,"ucap Naya lembut.
"sudah seharusnya begitu nay,malam ini kamu harus tidur,inget besok ada pelajaran fisika,kamu nggak mau kan kena timpuk penghapusnya pak Imron beneran??"kata Rea menyemangati.
"iya aku usahain tidur."tersenyum.
"udah pesen taksi nes?"
"udah beres nih masih dalam perjalanan,"
"kamu duluan saja nay,biar kita nungguin taksinya datang."
"beneran nih??"
"iya nggak apa-apa."
"okay aku duluan ya.."
"iya hati-hati di jalan Naya,sampai jumpa besok di sekolah,"teriak ines yang masih melihat ke arah naya.
Naya pun hanya membalas teriakan ines dengan lambaian tangan.
bersambung,-
silahkan like👍
komen💬
klik♥️
Vote juga😁😁
__ADS_1
terima kasih😊🙏