
Yuan langsung berdiri dan mengambilkan minum saat Naya tersedak karna ulahnya yang membahas soal pernikahan.Raut wajah Yuan terlihat merasa bersalah dan menyesal.Ayah dan mama Naya kagum melihat sikap Yuan saat ini,mereka berfikir jika Yuan akan bisa menjaga Naya dengan baik.
Di mobil Naya berpura-pura marah pada Yuan dan tidak mau berbicara sepatah katapun.Yuan sendiri terlihat makin gelisah karna sikap naya sehingga dia melewati sekolahan Naya begitu saja.
"Ehh kak..kok nggak berhenti?"Naya menatap Yuan penuh tanya.
"Kamu marah sama aku dedek,perasaanku jadi nggak tenang,"Jawab Yuan fokus menyetir.
"Aku cuma godain kamu saja kak,buruan putar balik,"Pinta Naya yang tidak di dengarkan oleh Yuan.
"Bolos sekali-kali nggak apa-apa dedek,kamu ikut ke kantorku oke."Tersenyum.
Kok malah jadi gini sih,,niat mau ngerjain,kak Yuan malah nganggepnya serius,nih orang memang selalu seenaknya sendiri...kalau ngerjain aku saja sampe seperti itu...Bahas nikah..untung sendoknya nggak masuk mulut aku tadi...Hmmmm...nikah sama kak Yuan ya..melihat ke arah Yuan dan tersenyum,,
Astaga ...pasti aku bakal jadi wanita yang paling bahagia wkwkwk,,aku ngomomg apa ya,,,kak Yuan tuh bercanda nay inget itu ...
"Seneng banget di ajak ke kantor sampai senyum-senyum seperti itu,sudah nggak marah lagi sama kak Yuan?"
"Aku nggak marah kak,kamu saja yang terlalu berlebihan sama aku,mangkanya kalau ngerjain jangan seperti itu,bikin kaget saja,"Tersenyum.
Aku tidak sedang bercanda tadi Naya...Tapi aku serius dengan ucapanku itu..
"Memang kelihatan nggak serius ya?"
"Iya kak, kamu mana pernah serius sih??"
Aku takut kamu akan bosen jika aku terlalu mengikatmu Naya,jadi untuk sementara lebih baik kamu menganggap jika ucapanku tadi tidak serius...
"Iyaa maaf,"tersenyum ke arah Naya.
Tuh kan tadi cuma boongan,,,memang nih orang nyebelin banget ...tahulah...aku capek sendiri kalau mikirin itu terus...bikin gagal paham saja..!
Di sebuah perusahan besar mobil Yuan terlihat berbelok dan masuk.Naya tersenyum sambil memperhatikan bangunan yang menjulang tinggi dan berdiri kokoh di hadapannya.Yuan memberikan kunci mobil pada satpam di sana dan merangkul kedua pundak Naya dengan satu tangannya lalu berjalan masuk.
"Pagi pak.....,"ucapan tersebut terlontar dari semua orang yang berkerja di sana.
Yuan hanya diam tanpa menjawab sapaan tersebut lalu segera mengiring Naya masuk ke ruangannya.
"Tempat kerja kamu keren kak haha,jabatan kamu apa kak di sini?"
"Cuma kaki tangan bos,"jawab Yuan tersenyum.
Padahal bosnya ayah aku sendiri haha,,,,dia kelihatan seneng banget aku ajak ke sini..
"Pantesan kak Yuan kerjanya santai ya,pulang seenaknya, marah-marah juga pasti seenaknya.."Goda Naya.
"Jangan di samain seperti kamu ya?"Menyentuh ujung hidung Naya sedikit.
"Enggak kak, biasanya di sinetron seperti itu kan?"
"Aku nggak pernah marah dedek,aku marah kalau ada yang buat kamu marah seperti tadi."
"Binggung kak."
"Kalau binggung nggak perlu di bahas okay..."
Seseorang mengetuk pintu ruangan Yuan dan pintu baru terbuka saat Yuan berkata masuk.Bibir Naya terbuka sedikit saat melihat Seorang wanita cantik berbaju ketat namun terlihat begitu anggun masuk dan memberikan sebuah map pada Yuan.
Astaga..Cantik sekali kakak itu,,Mungkin selera kak Yuan seperti itu ya..Aku bahkan nggak ada apa-apanya sama dia...Naya memperhatikan gerak-gerik wanita itu dengan mulut yang terbuka sedikit.
"Emm ini jadwal untuk hari ini pak,"ucap wanita itu lembut.
"Taruh di meja,sebelum rapat di mulai saya minta tolong kamu belikan beberapa cemilan dan minuman untuk adek saya ya,"
"Bisa di sebutkan secara detail pak,soalnya saya takut salah beli,"Tersenyum.
"Sayang kamu suka cemilan yang seperti apa?"
"Buat apa cemilan kak?"Tanya Naya balik.
"Habis ini aku ada meeting sebentar, biar kamu nggak bosen nunggu kalau ada cemilannya,"Tutur Yuan menjelaskan.
"Hmm gitu,,,aku bebas saja kak,"Tersenyum.
"Minumnya pak,"Tanya sang sekertaris lagi.
"Teh manis saja kak,ada nggak?"
"Teh manis kemasan??"
__ADS_1
"Enggak kak,,kalau kemasan rasanya nggak enak,teh manis biasa yang biasanya di kasih sedotan,emm kalau nggak ada ya air mineral saja kak nggak apa-apa."Jawab Naya ramah.
"Hmm baik sebentar ya,permisi pak,"wanita tersebut menunduk sebentar dan keluar dari ruangan.
"Cantik banget kakak itu,"ucap Naya lirih."Selera kamu pasti seperti itu ya kak,"Ucap Naya melihat ke arah Yuan.
"Selera aku yang mirip Tiara sayang,"Tersenyum.
Tuh kan bikin aku mikir macem-macem...
Yuan duduk di samping Naya sambil menghadap ke arah Naya."Coba kak Yuan lihat."Yuan memperhatikan setiap inci wajah Naya dan hal tersebut membuat hati Naya meronta sebab wajah Yuan berada cukup dekat dengannya.
"Lihat apaan sih kak,"Naya mengeser tubuhnya agar menjauh dari Yuan.
"Aku cuma mau lihat saja,"Yuan mengeser tempat duduknya dan mendekati Naya.
"Lihat apaan kak,"Naya akan bergeser lagi namun tangan Yuan melingkar erat di bahu Naya.
"Diem saja,,aku cuma mau lihat perubahan wajah kamu saja,"Yuan tersenyum serayap melihat setiap inci wajah Naya.
Lihat ya lihat..tapi nggak seperti ini juga..kak Yuan nih hobi banget bikin hati aku deg-degan...Aduhh gila...kak Yuan cakep banget ya...
"Sudah agak lumayan ya dedek,minyaknya berkurang,"Tutur Yuan tersenyum.
"Hm iya kak padahal baru sekali pakai."
"Itu berarti kulit kamu memang tidak ada masalah,jadi bisa langsung cepat terlihat hasilnya,inget ya...kalau sudah cantik nggak boleh nakal dan centil,sekolah yang bener Jangan mikirin cowok melulu..,"Yuan mencubit hidup Naya keras.
"Kak saaaakit...ihhh kalau nyubit nggak kira-kira ya,"Runtuk Naya melirik kesal.
"Cuma mau mastiin saja sudah lembut apa belum kulitnya hahaha,"Tertawa lebar.
"Itu sih nggak mastiin saja tapi nyubit,"Mengusap-usap hidungnya.
"Habis ini aku tinggal meeting sebentar ya,cuma satu jam saja kok paling lama,"Mengusap puncak kepala Naya.
"Hmm iya.."Mengangguk.
"Kamu jangan keluar ruangan takutnya di culik om om."Yuan tertawa terkekeh melihat ke arah Naya.
"Om omnya kamu kak,ish...kamu kalau ngomong nggak bisa ya kak nggak sambil ketawa gitu,ngeselin lihatnya..."Balas Naya menatap arah pria di sampingnya.
Suara ketukan terdengar lagi,Yuan setengah berteriak dan berucap masuk.Sekertaris Yuan membawa kantong plastik besar dan memberikannya pada Yuan.
"Ini pak."Meletakkan kantong tersebut di atas meja.
"Habis berapa??"
"98 ribu pak,ini struknya."Memberikan struk.
Yuan mengambil dompet dan memberikan dua lembar uang 100 ribu."Yang 100 buat kamu,"Ucapnya tanpa tersenyum.
"Hm pak makasi,"Menunduk sebentar dan akan pergi.
"Tunggu Reva..."
"Iya pak ada apa??"Kembali menghadap ke arah Yuan.
"Hari ini kamu nggak perlu ikut meeting biar nanti Toni yang bantu saya.Jadi kamu tunggu di depan saja,soalnya adek saya di sini.Kalau ada tamu kamu bilang saja saya sedang meeting.Intinya...jangan biarkan tamu masuk ke ruangan saya,paham kan?"
"Hm baik pak saya paham,"Tersenyum.
"Ya sudah kamu keluar."
Perasaan adek pak bos sudah meninggal deh,tuh cewek siapa donk...jelek banget sumpah...geli aku lihat mukanya... Batin Reva serayap berjalan keluar ruangan.
"Kamu tunggu sini ya sayang,"Menyiapkan berkas.
"Iya kak takut amat sih,"Tersenyum.
"Kalau butuh sesuatu kamu bisa panggil kakak tadi,"
"Kak Reva?"
"Hmm iya...ya sudah aku tinggal dulu,inget jangan keluar.."
"Siap om Yuan..."tersenyum.
Yuan tertawa sambil membawa berkas dan berjalan keluar ruangan.Naya sendiri membuka belanjaan yang di bawa Reva tadi.
__ADS_1
"Beruntung banget aku mirip Tiara haha,jadi mirip punya kakak kandung deh hihihi,"Naya membuka cemilan dan memakannya. Rea dan Ines pasti nyariin aku hehe.Naya mencari ponsel dalam tasnya berniat akan menghubungi Ines namun tidak menemukannya."Ponsel aku kok nggak ada??aduuhh iya lupa nggak aku bawa...tadi kan aku charge,kalau sampai Rea sama Ines telfon gimana??ketahuan donk kalau bolos,,biarinlah...yang nyuruh bolos kan kak Yuan,biar dia yang di omelin mama,"Gumah Naya sambil menikmati cemilan di tangannya.
Sementara di depan kantor seorang wanita cantik turun dari sebuah taksi.Dia langsung menerobos masuk seolah sudah terbiasa keluar masuk perusahaan Yuan,bahkan satpam pun menyapanya dengan ramah.
"Pak Yuan sudah datang pak,"
"Hm ada nona di dalam,"Tersenyum.
"Baik."Dengan langkah tenang wanita itu masuk lift menuju ke lantai lima perusahaan tersebut.
Aku mau kasih Yuan surprise..Meskipun aku masih capek tapi aku kangen banget sama dia..Pokoknya aku nggak mau putus dari Yuan.!
Saat akan sampai di ruangan Yuan,langkah wanita tersebut di hadang oleh Reva sekertaris Yuan.
"Maaf nona,anda tidak boleh masuk,pak Yuan sedang rapat sebaiknya anda tunggu di sini saja,"Tersenyum ramah.
"Kamu tahu saya siapa?bukannya kamu sudah sering lihat saya ke sini kan."jawab Lisa ketus.
"Iya nona Lisa..Hanya saja ini perintah dari pak Yuan sendiri, soalnya di dalam ruangan ada adek beliau."Tutur Reva menjelaskan.
"Adek darimana??adek Yuan itu sudah tidak ada di dunia ini."
Apa itu kekasih baru Yuan?.
"Saya cuma jalani perintah saja nona,saya juga tidak percaya kalau yang ada di dalam adalah adek pak Yuan,"Imbuh Reva menjelaskan.
"Memangnya kenapa?"
"Rasanya gadis itu terlalu buruk nona,"
"Buruk gimana??"
"Wajahnya itu gimana ya... Pokoknya tidak ada miripnya sama pak Yuan,tapi saya lihat tadi pak Yuan akrab banget sama dia,"Imbuh Reva menjelaskan.
"Biar saya periksa siapa wanita itu,"Akan melangkah.
"Maaf nona,saya takut kena marah pak Yuan kalau nona masuk,"Berusaha menghalangi langkah Lisa.
"Itu jadi urusan saya oke,"
"Tapi nona..."
"Sudah diem.."Lisa terus berjalan menuju ke arah ruangan Yuan,dia langsung membuka pintu dan mendapati Naya sedang makan cemilan di sofa sambil duduk santai.Naya sempat tersenyum ke arah pintu sebab mengira jika yang masuk adalah Yuan.
"Kak.....,"Ucapannya terhenti saat melihat seorang wanita masuk ruangan dan menatapnya tajam.
Astaga siapa dia..!! wajahnya sumpah buruk banget...
"Maaf kak,,itu kak Yuan lagi nggak ada di sini,"Ucap Naya sambil duduk tegap.
"Kamu siapa??"Tanya Lisa ketus.
"Aku adeknya kak Yuan,"Lirih.
Lisa tertawa lebar mendengar ucapan Naya."Adek Yuan itu sudah lama meninggal,kamu ngaku saja..Kamu siapanya Yuan hah..!!"
"Aku adeknya kak,"
"Konyol banget Yuan punya adek buruk rupa seperti kamu haha,"
Buktinya kak Yuan mau punya adek seperti aku...dia siapa sih...kenapa ucapannya kasar banget gitu..ngeselin!!
"Kakak siapa??"Tanya Naya yang masih berusaha tersenyum ke arah Lisa.
"AkuLisa..pacarnya Yuan...!!"
Deg....!!!
Kenapa hati aku sakit sih..Berarti selama ini kak Yuan sudah bohong sama aku,katanya kemarin sudah putus,terus ini apa?Mungkin dia mainin perasaan aku saja..Jahat banget sih,sudah gitu kak Lisa marah lagi sama aku,Aduuuhhh gimana ini..Aku takut...-
**Silahkan like👍
Komentar💬
Klik♥️
Vote juga please 😚
Terimakasih 😘
__ADS_1
♥️salam sayang ♥️**