
Semenjak Yuan datang sampai dua jam berlalu,Naya merasa jika Yuan sedari tadi selalu menatap ke arahnya.Naya jadi salah tingkah dengan apa yang di lakukan Yuan saat ini.
Apa ini cuma perasaanku saja? Beberapa kali pandangan mereka bertemu membuat jantung Naya seolah terlepas dari tempatnya. Aku ngerasa cara pandang kak Yuan sangat berbeda sejak tadi siang,apa dia benar-benar suka aku? ahhh aku ngomong apa sih, kalau dia suka aku,sudah pasti dia bakal ngomong secara serius kan,dia nggak mungkin ngomong sambil tertawa seperti itu..ingat Nay..Buang pikiran halu kamu sejauh-jauhnya.
Naya merasa semakin gugup saat ini,hingga dia tidak memperdulikan obrolan kedua temannya yang sedari tadi melontarkan pertanyaan padanya.Naya hanya terdiam dengan raut wajah bingung dan sesekali menatap ke arah pantulan cermin lalu ke arah Yuan.Rea khawatir dengan Naya sehingga dia menepuk lembut pundak Naya membuat Naya langsung tersadar dari lamunannya.
"Apa...??"Ucap Naya melihat ke arah Rea sambil melotot.
"Masih nanya lagi..Kamu mikirin apa sih Nay?"
"Nggak mikirin apa-apa,"Ucap Naya yang hampir tak terdengar.
"Masih mikirin tuh k#mpret..??"
"Enggak.."Naya kembali menatap ke arah Yuan yang masih melihat ke arahnya,jantungnya terasa makin berdetak cepat seolah akan meloncat dari tempatnya, beberapa kali Naya menghembuskan nafas berat agar perasaanya menjadi tenang.
"Apa kamu masih memikirkan cowok br#ngsek itu dedek?Sementara aku ada di sini?"tanya Yuan tersenyum.
"Enggak kak sudahlah,tidak usah membahasnya."
"Kamu yang buat kita bahas dia Nay?"
"Aku nggak mikirin dia...Aku cuma kangen sama mama,gitu saja,"Naya kembali melihat ke arah Yuan dan Yuan langsung membalas tatapan Naya.
"Ya sudah telfon saja kalau memang kangen,"Tersenyum.
"Sudah kak tadi sebelum kalian datang,"jawab Naya lirih.
"Jalan yuk,"
"Nggak males.!"ucap Naya singkat mencoba menyembunyikan rasa gugupnya.
Dia imut sekali haha,apa dia gugup saat kupandangi seperti ini...
"Nay....!"Ines menepuk pundak Naya.
"Hmm.. Apa..!!"
"Kamu kok jadi linglung gini sih Nay?"
"Ngasal banget kalau ngomong,"Naya kembali melihat ke arah Yuan dan Yuan masih dan masih menatapnya hingga membuat Naya tidak bisa menahannya lagi."Berhentilah melakukan itu kak Yuan...!!"Kata Naya ketus.
Yuan terkekeh dan masih menatap ke arah Naya."Daritadi aku tidak melakukan apapun dedek,"Mengedipkan sebelah matanya.
"Sudahlah kak,kamu paham maksudku..,"Naya memalingkan muka karena merasa sangat malu.
"Apa salahnya melihat adek sendiri,"Tersenyum.
"Aku nggak nyaman,"Jawab Naya lirih.
"Apa kamu menyukaiku Naya,jadilah kekasihku,"Yuan kembali tertawa dan itu membuat Naya berfikir jika semua ucapan Yuan hanyalah main-main.
"Nggak..! aku semakin merasa buruk kalau kamu ngelihatin aku seperti itu kak,"
"Iya maaf kalau gitu."Tersenyum.
"Terima saja nay hihihi,"Sahut Rea mengoda.
"Apa yang harus di terima Re?"
"Cinta kak Yuan,"Tersenyum.
"Apa kamu masih menganggap ucapan kak Yuan tadi serius?"
Dia masih menganggapku tidak serius..astaga sayangku...aku akan menjagamu dengan baik sampai waktu yang tepat dimana aku akan mengungkapnya dengan sangat serius...
"Sudahlah ...kalian ngomong apa tadi?"Kata Naya menganti topik pembicaraan.
"Kita jalan yuk cari makan,kak Yuan mau kok nganterin,"Jawab Rea tersenyum.
"Aku males sebenernya cuma ya itu,kalian berdua datangnya mendadak banget jadi mungkin bik Ratih belum punya persiapan bahan buat masak banyak."
"Ya udah kita makan di luar saja,sambil malam mingguan hehe."jawab Rea bersemangat.
"Ya sudah mau gimana lagi...,"Naya terpaksa mengiyakan ajakan Ines dan Rea untuk makan di luar,karna memang bik Ratih tidak punya cukup bahan untuk menjamu rea dan ines.
Setelah makan mereka memutuskan untuk berjalan-jalan ke mall sebentar dan Yuan menuruti semua itu.Yuan sangat mirip seperti seorang supir yang mengantarkan ketiga anak tuannya berjalan-jalan.Ketiganya bahkan melupakan Yuan yang sedang berada di belakang mereka mengikuti kemana langkah ketiganya berjalan.
"Astaga Mannequin itu cantik sekali."Naya menunjuk sebuah Mannequin yang terpajang di salah satu toko.
"Maksud kamu bajunya Nay?"
"Hmm iya."jawab Naya tersenyum.
"Itu kan untuk wanita dewasa Naya..."
"Aku nggak pengen beli cuma mau bilang kalau baju itu bagus banget.Aku juga nggak bakalan pantes pakai begituan."Jawab Naya masih menatap ke arah Mannequin tersebut.
__ADS_1
Yuan hanya tersenyum mendengar obrolan para gadis SMA yang saat ini berada di depannya.
"Kita tuh cocok pakai yang ini."Menunjuk sebuah baju yang tergantung rapi di atas.
"Wkwkwk itu baju warnanya gitu banget ya,iya kalau Naya yang pakai pasti cocok."Sahut Ines tersenyum.
"Kenapa jadi aku?"
"Kulit kamu itu putih Nay jadi cocok pakai warna itu.."
"Wajah hancur gini cocok darimananya?"Melirik malas Ines.
"Kamu tuh cantih ihhh,,,cuma kusam saja tapi badan kamu putih sumpah."Kata Ines serayap menyentuh lengan Naya yang terlihat halus dan putih.
"Nggak usah kamu perduliin ucapan duo nenek lampir,,besok Senin aku bakal bikin perhitungan sama mereka,"
"Pengurangan atau pertambahan,"Naya menatap kesal ke arah Rea.
"Maksud kamu Nay?"
"Kata kamu mau bikin perhitungan..sudahlah Re,aku minta kamu nggak usah ngerencanain gituan lagi.Aku mau sekolah dengan tenang,aku sudah cukup malu tadi jadi berhenti ngelakuin hal itu..!"Jawab Naya menegaskan pada Rea yang sedikit bar-bar.
"Aku nggak terima kamu di gituin Nay..!"
"Mereka yang benar aku yang salah okay.Jadi masalah ini sudah selesai,aku nggak mau bahas soal itu lagi."Naya menoleh ke arah belakang sebab merasa aneh tidak mendengar suara dari Yuan."Kamu kok diem saja kak,"tanya Naya menatap Yuan heran.
"Aku nyimak saja,lanjutin saja bergosipnya."Tersenyum.
"Kita keasyikan jalan sampai lupa kalau ada kak Yuan di belakang,"Kata Rea yang baru menyadari hal itu.
"Jalan barengan sini loh kak,kita jadi nggak enak soalnya kak Yuan jadi mirip supir."
"Masih mirip jadi nggak masalah."Yuan berjalan mendekat ke arah Naya dan langsung merangkul kedua bahu Naya dengan satu tangannya."Terlalu makan tempat,kalian duluan biar aku di belakang bersama dia,"Yuan tersenyum menatap ke arah wajah Naya yang menegang.
"Siap kak hahaha,"Rea mengandeng ines untuk berjalan duluan.
Aku mendengar suara detak jatungmu yang meronta Naya,siapa yang bisa menolak pesonaku haha...meski umurku jauh di atasmu tapi aku masih ingat bagaimana caranya mencuri hati gadis SMA seperti dirimu...
Aduhh kak yuan bikin aku makin salah tingkah saja sih.. seumur-umur aku nggak pernah di sentuh cowok seperti ini,ini main rangkul saja...
"Singkirin tangan kamu kak,"ucap Naya lirih.
"Kenapa?berat ya?"
"Hmm."Jawab Naya beralasan.
"hiiishhh..."Menarik nafas panjang.
"kenapa lagi?"
"Aku bukan adek kandungmu kak,jangan berlebihan begini."Jawab Naya berprotes.
"Aku nggak perduli sayang,mulailah terbiasa dengan kehadiranku oke.Meskipun kamu melarangku untuk bersikap berlebihan tapi aku akan terus seperti ini.Anggap saja aku kakak kandungmu,karna aku menyayangimu seperti aku menyayangi Tiara.."Kata Yuan menjelaskan
"Tiara pasti cantik kak?"mendongak melihat ke arah wajah Yuan.
"Hmm seperti kamu."Tersenyum.
"Aku nggak cantik."jawab Naya lirih serayap menunduk.
"Aku bilang kamu cantik dedek,jangan perdulikan yang lain.Percayalah mataku lebih jeli dari mata pria manapun,"Tersenyum.
"Kamu aneh kak."
"Aku menyayangimu bukan aneh hehe."
Sepertinya aku memang harus terbiasa dengan ini,tapi...Apa bisa terbiasa...Jantung aku rasanya,,aduhhhh tangan aku nggak di lepasin lagi...
Saat melihat ke arah depan,Naya baru sadar jika Rea dan ines sudah hilang dari pandangannya."Ehh kak kemana mereka??"Memperhatikan sekitar.
"Mungkin mau jalan berdua,"Tersenyum.
"Kak Yuan sih,tangan aku lepasin.."Akan menarik tangannya namun tangan Yuan mengengamnya erat.
"Sudah Diam dedek biar nggak masuk angin."Tersenyum, lagi-lagi Naya tidak bisa menolak perlakuan Yuan padanya."Mereka pernah ke sini dek?"
"Sering kok,"
"Berarti mereka bukan tersasar kan,kita tunggu di mobil kalau sudah capek jalannya,"Tersenyum.
"Hmm ya."Mengangguk-angguk."kamu jomblo kak?"
"Engak.."Tersenyum.
"Ohhhh...,"Melihat Yuan dari samping.
Ternyata sudah punya pacar... "Kak Yuan beneran dulu pernah pacaran sama Lisa?"
__ADS_1
"Iya aku mutusin dia satu Minggu yang lalu,"
"Alasannya kak?"Tanya Naya ingin tahu.
"Dia...cemburu pada Tiara ..,"Tersenyum menatap ke arah Naya.
"Loh bukannya Tiara sudah nggak ada?"
"Selalu ada di hati aku dedek,setiap aku jalan sama Lisa,aku selalu mengingat hal-hal kecil yang Tiara senangi dulu dan itu membuat Lisa marah sehingga kita sering berdebat.Hal itu membuatku sangat bosan,aku membutuhkan cinta yang indah bukan yang seperti itu,dia tidak bisa menerima itu dan aku memutuskannya.Apa aku salah dedek,"Ucap Yuan menjelaskan.
"Kenapa bertanya padaku kak,aku malah nggak ngerti masalah seperti itu,"Tersenyum.
"Kalau kamu di posisi Lisa,apa kamu akan bersikap seperti itu saat aku berfikir berlebihan soal adek aku meski dia sudah nggak ada di sini?"
"Itu kan adek kamu kak jadi wajar seperti itu."Ucap Naya menjawab dengan asal sebab dia tidak pernah berada di posisi Lisa seperti apa.
"Berarti kita berjodoh hahaha,"
Tertawa lagi uhhh...Mungkin kak Yuan memang seperti itu,candaan dan serius itu nggak ada bedanya...Ketawanya bikin kesel sumpah...Katanya sudah punya pacar tapi ngomong gitu terus ke aku...
"Mau minta beli sesuatu sayang..?"
"Panggilan kamu kak jangan seperti itu,pacar kamu marah nanti."Ucap Naya kembali memancing tanggapan Yuan.
Pacar aku itu kamu Naya dasar hehehe...
"Nggak akan marah dedek,soalnya dia masih berada jauh di seberang pulau.."
"Pulau apa kak?"Tanya Naya polos.
"Pulau komodo hahaha,"
"Aku serius kak nanya,"Melihat kesal ke arah Yuan.
"Jangan serius dulu dedek,sekolah yang bener dulu oke,nanti kalau sudah waktunya pasti kak Yuan seriusin kok.Jadi untuk saat ini kamu sekolah dulu yang bener."Yuan mengangkat tangan Naya dari sakunya dan menciumnya sekilas lalu memasukkan nya lagi ke dalam saku jaketnya.
Astaga kak Yuan,kenapa sikapnya jadi makin begini sih,dia nggak malu ngelakuin hal itu di muka umum begini?Aku malah yang ngerasain gugup banget sekarang...
***
Sementara ines dan Rea berjalan berdua serayap membicarakan soal sikap Yuan terhadap Naya.
"Kami juga ngerasa gitu Re?"
"Hmm ya,cara natap kak Yuan ke Naya itu dalem banget mirip sumur haha,"
"Tapi masa iya ya re,kamu kan lihat sendiri kak Yuan itu cakep banget,masa iya seleranya seperti Naya,,aku nggak lagi ngomongin masalah wajah Re tapi kedewasaan.Kita tuh masih bocah banget,nggak mungkin selera kak Yuan bocah seperti kita."
"Terus perhatian dia tadi gimana?kamu lihat sendiri kan,kak Yuan pegang tangan Naya tadi,"
"Dia kan menganggap Naya adeknya,"
"Kamu nggak peka Nes."
"Maksud kamu Re?"
"Itu alasan kak Yuan buat deketin Naya,"
"Masa begitu Re."jawab Ines belum yakin.
"Mereka kan bukan kandung,jadi nggak ada perasaan yang seperti itu."
"Kamu ngomong gitu atas dasar apa re?"
"Nebak saja haha,"
"Masih nebak juga,kalau tebakan kamu salah gimana?"
"Nggak masalah kan cuma nebak,kita kesana nes,habis ini balik ke mobil mungkin Naya sudah balik juga,"Tersenyum.
Rea mengandeng ines masuk ke dalam toko aksesoris.
"semua cerita akan di awali dengan kata cinta.Jika tidak ada kata cinta maka tidak akan pernah ada cerita"
Holla🙋
silahkan like 👍
komentar 💬
klik ♥️
tinggalkan jejak🐾
Vote juga 😉
Terimakasih 😘
__ADS_1