
Taendra terkejut dengan mulut setengah terbuka saat dia sadar jika wanita di hadapannya adalah Kanaya.Dia memang tidak mengingat bagaimana wajah Naya dulu,yang dia ingat hanyalah wajah Naya yang sangat buruk karna di tutupi oleh minyak.Namun sekarang,dia bahkan mengakui jika Naya memang lebih cantik dari Vero.
"Kok Kamu..,"Ucapan Rea terhenti saat melihat Taendra di sana.
"Kamu kan kak Tae??"Imbuh Rea memastikan.
"Hmm iya... Ternyata dia cewek itu,"Taendra menatap lekat Naya.
"Ayo kita pergi,"Ucap Vero yang tidak ingin Tae terpesona dengan Naya.
"Astaga cewek tercantik di sekolah ada di sini haha,"Ledek Rea dengan nada ketus sambil menatap Vero kesal.
"Sudahlah Re,,,nggak baik ngomong seperti itu."Tutur Naya merasa tidak enak.
"Kata kamu dia bilang seperti itu dulu,aku hanya menirukan saja Nay..Aku juga kesel sama ini orang,dari dulu pengen banget aku gampar mulutnya biar pindah ke pipi,"Ucap Rea yang masih merasa kesal.
"wkwkwkw ayo hajar dedek,"ucap Yuan malah ikut menyemangati.
"Itu cuma masa lalu,Aku sudah lupain itu kok,ini kak Yuan malah ketawa sih?Jangan begitulah kak,"Tutur Naya yang bermaksud menghindari masalah yang sudah terkubur di masa lalunya dalam-dalam.
"Aku dulu juga denger sendiri sayang jadi wajar kalau si Rea marah,Biarin sajalah paling juga di usir scurity haha,"Yuan kembali terkekeh padahal di situ dia adalah orang paling dewasa yang harusnya bisa menegahi masalah.
"Tahu nih..!!Nggak seru kamu Nay,kalau aku jadi kamu sudah aku gampar nih cewek,dulu sih dia kakak kelas kita tapi sekarang kan enggak..Astaga wajah kamh kenapa jadi berjerawat gitu kak?Ihhh jijik banget lihatnya.. wkwkwkw.Masih inget sama kata-kata itu nggak??"
"Sudah Re.Yuk kak kita pergi,"Naya memegang tangan Yuan dengan kedua tangannya.
Dasar kesayanganku...dia tidak punya rasa dendam sedikitpun..
"Ya sudah ayo adek-adek kita pergi,"Yuan tersenyum meledek ke arah Vero dan Taendra dan menuruti permintaan Naya untuk pergi.
Sebelum pergi Naya sempat melihat ke arah Taendra dan tersenyum sebentar,itu membuat hati Taendra semakin kagum dengan gadis yang dulu pernah sangat di bencinya.
"Astaga..kenapa dia jadi secantik itu?"Tutur Taendra lirih.
"Apa yang kamu katakan sayang??"Vero menatap Taendra kesal.
"Dia memang berubah cantik kan??"
"Biasa saja..!!"Jawab Vero ketus."Paling juga pakai pemutih wajah atau semacamnya."Imbuh Vero yang iri pada Naya.
"Aku nggak mau tahu bagaimana prosesnya,yang terpenting kan dia kelihatan cantik sekarang.Dan aku lihat-lihat jerawat kamu makin banyak ya?"Melirik kesal ke arah Vero.
"Iya padahal sudah ku obati,"
"Hmm begitu..baik kita pulang..,"Taendra berjalan mendahului Vero begitu saja.
"Sayang tunggu aku,"Vero langsung mengikuti langkah Taendra yang sering kali meninggalkannya seperti sekarang.
***
☕☕☕
Sementara itu,Naya sendiri sedang menikmati makan siangnya bersama Yuan dan kedua temannya.
"Kok bisa kebetulan ketemuan gini sih?Tadi katanya pulang?"Tanya Naya pada kedua temannya.
"Memang rencana mau ke sini sih,"Ucap ines tersenyum.
"Kok nggak ngajak aku tadi?"
"Hehe maaf Nay..kita nggak enak sama kak Yuan,masa setiap hari nganterin kita pulang terus sering mentraktir makan kita seperti sekarang."Jawab Rea tersenyum aneh.
"Tuh kak dengerin,sekali-kali biarin aku jalan bertiga sama mereka."Tutur Naya berprotes.
"Nggak boleh oke sayang,,mendingan aku ngeluarin uang daripada harus membiarkan kamu jalan tanpa pengawasan,"Tersenyum.
"Mereka Nggak enak sama kamu kak."
"Di jadiin enak saja ya Rea,Ines.Jangan merasa seperti itu,kak Yuan itu nggak pernah ada pikiran macem-macem."Tersenyum ke arah Rea dan ines.
"Tetep saja kita nggak enak kak,"Membalas senyuman Yuan.
__ADS_1
"Di enakin saja sudah hehe.Santai saja sama kak Yuan oke."Yuan tersenyum ke Arah ketiganya."Nambah sayang makannya,"Yuan mengusap lembut kepala Naya.
Bagaimana Naya nggak baper...setiap hari kak Yuan memperlakukan Naya semanis itu,apalagi mesti umur kak Yuan udah 29 tahun hmm..dia cakep banget dan wajar saja kalau Naya baper setiap hari haha.... Ines tersenyum menatap ke arah Yuan yang memang over perhatian terhadap Naya.
"Nay.."
"Hmm.."Tanpa melihat ke arah Rea.
"Menurut kamu kak Tae masih cekep nggak?"
"Makin cakep hehe,"Ucap Naya karena berniat membuat Yuan cemburu.
"Hmm iya,sudah gitu terlihat semakin dewasa."Sahut Yuan tersenyum.
Tuh kan masih tetep seperti itu jawabnya,percuma aku mikir macem-macem tapi Yuan sama sekali nggak peka.Mirip orang yang suka PHP-in cewek saja..!!
"Perasaan cakepan kak Yuan Nay,apalagi lihat sifat kak Tae yang seperti itu haduuuwwww..bikin gregetan saja..!"
"Selera orang kan beda-beda.Aku masih merasa kalau kak Tae itu cowok paling cakep,"Menjulurkan lidahnya pada Yuan.
"Wkwkwk..ngeledek nih..,"Yuan malah terkekeh padahal saat ini Naya sedang merasa kesal.
"Emang cakepan kak Tae kok yeee.."Melirik malas ke arah Yuan.
"Ya sudah pacarin sana,aku yakin Tae bakal mau sama kamu dengan penampilan kamu yang sekarang."Ucap Yuan yang semakin membuat Yuan kesal.
Uhhhh...!!M**alah nyuruh,ngeselin banget.!!Aku sukanya sama Kamu Yuan bukan sama Kak Tae...!! Kamu sadar nggak sih?
Naya langsung meletakkan sendok dan sedikit membantingnya."Oke aku bakal pacarin kak Tae.."Tutur Naya menatap tajam ke arah Yuan."Tapi kalau aku sudah sama kak Tae,awas ya kak kalau kamu cemburu nantinya.."Imbuh Naya serayap mengusap sudut bibirnya dengan tisu dan pergi.
"Nay tunggu.."Teriak ines mengikuti Naya.
Yuan menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.
"Kamu nggak takut atau cemburu kak?Naya ngomong seperti tadi.."Tanya Ines yang paham dengan isi hati Naya.
"Enggak..Cemburu itu hanya untuk anak kecil saja,susulin dia..biar aku bayar makanannya dulu.."Yuan tersenyum sejenak ke arah Ines dan berdiri lalu berjalan ke arah kasir.
Aku memang sengaja berkata begitu sayang,,,aku tidak ingin membuatmu terlalu jenuh..Jadi aku bebaskan kamu untuk menikmati cinta yang lain..Bukan aku tidak punya rasa cemburu..Namun aku tidak mau terlalu egois untuk ini,jadi aku menepis semua perasaanku sejenak sebelum nanti kamu akan jadi milikku seutuhnya...
Setelah mengantarkan Rea dan ines pulang,suasana di dalam mobil sangat hening.Naya bahkan tidak mau melihat ke arah Yuan dan hanya menatap ke arah luar mobil.
Kalau kamu giniin aku terus, lama-lama aku bisa pergi beneran,kamu tahu nggak kak?Aku tuh capek setiap hari baper karena sikap kamu yang bikin aku gagal paham...
"Maaf sudah membuatmu kesal,"Ucap Yuan lirih.
"Hmm...,"Jawab Naya singkat.
"Aku terlalu tua buat mikirin cemburu sayang,"Tersenyum.
"Sudahlah kak nggak usah mulai..!!"Ucap Naya karena tidak ingin mendengar penjelasan apapun dari Yuan yang menurutnya basi."Mulai detik ini jangan panggil aku sayang..!!"Imbuh Naya yang masih tidak mau menatap ke arah Yuan.
"Kamu itu kesayanganku jadi wajar aku memanggilmu sayang.."
"Itu sudah nggak wajar kak,,kamu sadar nggak sih..!"
"Aku sadar kok sayang,kalau aku nggak sadar aku nggak akan bisa nyetir seperti ini."Jawab Yuan yang selalu terlihat tidak serius dalam beruca
"Tahulah kak terserah kamu..!!"Jawab Naya ketus.
"Jangan marah nanti kak Yuan ikut sedih loh."Tersenyum.
"Ikut sedih tapi kamu hobi bikin aku marah kak.."
"Iya maaf sayang,tapi percayalah aku sangat menyayangimu."
"Sudahlah kak tidak perlu memberi harapan palsu ke aku."
"Apa aku pernah ngasih harapan palsu ke kamu sayang,aku bahkan tidak pernah bersama wanita lain selain kamu kan,"Ucap Yuan dengan nada santai.
"Tapi kamu selamanya nggak bisa jadi kakak aku kak,aku sudah sangat bosan membicarakannya..!!"Ucap Naya semakin kesal.
__ADS_1
"Hmm aku paham maksud kamu,"Tersenyum dan menganguk-angguk.
"Sudah gitu saja..!!"
"Terus maunya bagaimana sih sayang."Mengusap lembut puncak kepala Naya.
Kamu nyatain donk kak aduuuuhhhh..!Ini orang serius ngeselin,masa iya aku harus ngomong duluan..
"Tahulah kak ...!!"Memunggungi Yuan.
"Yang pasti aku nggak akan ninggalin kamu sayang,kamu fokus sekolah dulu ya,,harus jadi juara oke,"Tersenyum menatap Naya.
Aku nyerah tuhan,Aku sudah ngerasain hal itu satu tahun lebih.Setelah ini terserah dia! Aku nggak akan bahas ini lagi di hadapan dia..
Setibanya di rumah,seperti biasanya Yuan mengajak Naya ikut serta ke rumahnya untuk memarkir mobil.Raut wajah naya semakin kesal saat melihat seseorang yang berada di teras rumah Yuan saat ini.
Wahh bagus kak Lisa.hmm...okay!!Aku sadar..!Tipe kak Yuan itu bukan cewek seperti aku tapi seperti kak Lisa yang dewasa.Ngomongnya sudah putus tapi sering banget nyamperin ke sini sekatang..!!
Naya berusaha membuka pintu mobil sendiri namun tidak bisa."Bukain kak..!!"Ucapnya setengah berteriak.
"Biar aku bukain pintunya,tunggu..."Jawab Yuan yang masih terlihat sangat tenang meski dia sudah melihat ada Lisa di teras rumahnya.
Yuan membukakan pintu mobil lalu naya berniat akan beranjak pulang langsung namun Yuan berhasil memegang pergelangan tangan Naya."Aku antar.."Ucap Yuan serayap tersenyum santai.
"Nggak usah kak,aku bisa pulang sendiri..!!Urusin tuh tamu kak Yuan,"Naya menyingkirkan tangan Yuan dan melangkah pergi menuju keluar pagar.
Dia pasti semakin marah ...
"Aku sudah menunggumu dari tadi,"Ucap Lisa menghampiri Yuan yang masih terpaku melihat Naya berjalan dengan wajah kesal.
"Ada perlu apalagi..!!"Tanya Yuan dengan nada kasar.
"Emm aku butuh bantuan kamu,"Jawab Lisa menampilkan senyum manisnya.
"Bantuan apa?! Ini bukan cara licik kamu buat mendekatiku lagi kan.!"Kata Yuan merasa curiga.
"Kok kamu mikirnya gitu sih yu.."
"Kalau saja rumah Naya tidak di sini,aku pasti sudah pindah dari dulu untuk menghindarimu..!! kita itu sudah tidak ada hubungan lagi Lisa,tidak seharusnya kamu masih ada di sekitarku.."
"Tapi kali ini aku tidak berbohong,aku butuh bantuan kamu Yuan,"Kata Lisa memohon.
"Sebukan apa itu..!!Setelah itu pergilah dari sini dan jangan datang-datang lagi ke sini,"Yuan masih memperhatikan ke arah rumah Naya meski Naya sudah tidak terlihat lagi.
"Aku butuh kerjaan yu.."
"Hahaha..apa aku gag salah dengar?"Tanya Yuan tidak percaya.
"Aku serius Yuan.Semua kontrak kerja aku di batalkan sepihak,aku juga nggan tahu kesalahan aku apa?"Ucap Lisa memasang wajah sedih agar Yuan merasa iba padanya.
"Apa kamu sedang berakting Lisa??apa ini salah satu skenario baru kamu??"Yuan kembali curiga dengan Lisa.
"Kamu kok tega berbicara seperti itu Yuan,aku serius Yuan,aku butuh kerjaan,aku sudah coba melamar di sana sini tapi aku nggak ada yang mau menerima lulusan model seperti aku,mereka menganggap aku tidak cocok berkerja sebagai pegawai."Jawab Lisa seolah benar-benar membutuhkan perkerjaan.
"Okee fine..!! kamu pulang sekarang,besok pagi kamu datang ke kantorku untuk membicarakan ini,"Jawab Yuan sambil menarik nafas panjang.
"Makasih ya Yuan.."Ucap Lisa yang langsung memeluk erat Yuan sementara Naya terlihat memperhatikan dari teras kamarnya.
Yuan menyadari hal itu dan mendorong tubuh Lisa agar menjauh darinya."Kamu bisa nggak bersikap biasa saja?"Kata Yuan ketus.
"Iya maaf aku terlalu seneng,"Tersenyum tipis.
"Sudah kamu pulang,aku capek...!!"Yuan langsung berjalan masuk rumah dan tidak memperdulikan Lisa yang masih berada di depan rumahnya.
Hahaha akhirnya berhasil juga.Aku yakin setelah kita kerja bareng kamu akan jatuh cinta lagi sama aku..!Aku tidak terima Yuan,masa kamu mutusin aku cuman gara-gara anak yang masih bau kencur itu..!Meski dia sudah cantik sekarang,tapi tetep saja dia bukan saingan aku..! Siap-siap saja kamu nay.Aku bakal rebut Yuan lagi dari kamu..!!-
silahkan like dan komentar di bawah ya😊
minta Votenya donk biar Author makin semangat dalam berkarya 🤗
makasih 😘
__ADS_1