OM Yuan

OM Yuan
Chapter 9


__ADS_3

Yuan binggung dengan sikap Naya yang saat ini sedang menutupi wajahnya dengan buku.Dia mencoba memperhatikan sekitar berniat mencari penyebabnya.Bola matanya berhenti di salah satu meja yang ada di sana,terlihat ada tiga anak sekolahan yang seragamnya sama dengan seragam yang di pakai Naya.Yuan mencopot jaketnya dan memakaikannya pada bahu Naya,agar Naya bisa menutupi seragam yang di pakainya sekarang.


"Pakai ini."Ucap Yuan berbisik.


Tak banyak bicara Naya langsung memakai jaket tersebut dan duduk di meja yang berjarak sangat dekat dengan meja Taendra,Vero dan Erin.Yuan duduk menghadap ke arah ketiganya,sementara Naya memunggungi meja Taendra.Raut wajah Naya terlihat aneh saat ini antara kesal atau bersedih karna Taendra dan kedua temannya sedang membicarakan soal kejadian saat di kantin.Harusnya Yuan bisa langsung membawanya pergi namun Yuan ingin tahu apa penyebab kesedihan Naya hari ini.


"Aku tadi lihat wajah dia ya ampun kelihatan makin jelek parah,haha lucu banget plus jijik..hiiiiisss...."Ucap Erin serayap tertawa lebar.


"Harusnya kamu tadi ikut Tae,sumpah lucu banget,kalau di Videoin pasti seru sayangnya aku baru inget itu sekarang."


"Aku lihat dari jauh saja sudah sangat jijik,kalau aku ikut kalian bisa-bisa aku mual dan nggak selera makan selama seminggu."Taendra terkekeh sambil menikmati bakso di depannya.


Hmm aku paham masalahnya apa?


"Itu masalah yang buat kamu nggak bawel lagi hari ini?"Naya hanya mengangguk sambil melihat ke arah Yuan terus kembali menekuk wajahnya.


Tatapannya bikin hati aku ikut sedih..


"Begini manis...orang yang menilai sesuatu hanya dari covernya saja berarti otak mereka dangkal."Tutur Yuan meninggikan suaranya hingga Vero melihat ke arah Yuan karna merasa tersinggung dengan ucapan Yuan.


Naya mengisyaratkan Yuan untuk diam namun Yuan hanya terkekeh menangapi perintah Naya."Kamu takut sama mereka?kamu bisa lebih cantik dari dua gadis itu..!"menunjuk ke arah Vero dan Erin.


Erin dan Vero merasa tersinggung dengan cara yuan menunjuk keduanya."Kalian kenal dia?"tanya Taendra yang ikut merasa jika ucapan Yuan memang di tujukan untuk Vero dan Erin.


"Enggak..Kamu siapa sih??"Kata Vero melihat ke arah Yuan namun Yuan seolah tak perduli dengan pertanyaan Vero.


"Nggak usah bersedih sayang..lupain dia..terima cinta aku okay."Ucap Yuan melihat ke arah Naya."Dia yang kamu sukai itu bukan pria yang dewasa,dia hanya seorang bocah ingusan yang mungkin hanya bisa mengandalkan harta orang tua saja,mangkanya dia tidak bisa menghargai orang lain karna dia hanya terima beres tanpa tahu jika semua hal akan lebih baik jika berproses."Imbuh Yuan sambil melihat ke arah Taendra.


Kak Yuan ngomong apaan sih?Apa maksudnya ngomong seperti itu,malah buat masalah semakin runyam saja.


"Ehh..!! maksud kamu apa ngomong seperti itu sambil lihat ke arah aku.?"Tanya Taendra tidak terima.


"Tahu tuh orang gila,nggak kenal juga ngomong asal banget..!!"


"Kita pergi saja kak."Ucap Naya serayap berdiri.


"Bakso kita belum datang sayang,duduk dulu.Jangan hiraukan suara-suara yang nggak penting itu."Ucap Yuan yang kembali melihat ke arah Taendra.


Taendra tersulut emosi dan berdiri menghampiri ke arah meja Yuan.Raut wajah Taendra kaget saat melihat gadis yang di depan Yuan adalah Naya.


Ya Tuhan aku ketahuan...


"Kamu..?!"Ucap Taendra melotot ke arah Naya.


Vero dan Erin juga ikut menghampiri meja Naya dan terkekeh melihat ternyata gadis di belakangnya adalah Naya.


"Kita pergi saja kak."Kata Naya lirih.


"Duduk sayang,nggak baik lari dari masalah."Tersenyum.


"Ohh aku tahu kamu mau manas-manasin Taendra gitu maksudnya??terus nyuruh ini orang pura-pura ngejar-ngejar kamu biar Taendra mau sama kamu gitu...!! sudah aku bilang nggak usah terlalu banyak berkhayal..!"Ucap Vero dengan nada tinggi.


"Kesayangan aku nggak mungkin ngelakuin itu,kamu pinter banget ngarang cerita ya gadis kecil."Jawab Yuan dengan nada tenang.


Nggak mungkin ini cowok mau sama Naya,dia keren banget sumpah,sudah gitu dewasa seperti cowok kuliahan..


"Aku nggak ngarang cerita ya,nih si pengorengan nembak dia tadi,nggak ngaca dulu kalau wajah dia itu hancur."Jawab Vero ketus.


"Terus kamu merasa sudah cantik??Astaga...wajah kamu bahkan mirip lautan tepung terigu,itu bedak tebel banget,kamu mau sekolah atau mau main lenong sih?"Yuan tertawa terkekeh di ikuti oleh Naya yang tersenyum sebentar mendengar ucapan Yuan."Cowok yang bilang kamu cantik itu seleranya rendah,cewek cantik alami itu nggak mungkin pakai bedak setebal itu.Itu muka kamu kalau di kasih air sama gula mungkin cukup buat bikin pisang goreng,"Imbuh Yuan kembali terkekeh.


"Kamu jangan asal ya kalau ngomong..!! kamu tahu apa soal make up..??"wajah Vero merah padam karna marah.


"Aku nggak paham sih soal make up tapi kamu kenal lalisa manoba??Model ter-hits tahun ini,dia itu mantan kekasih aku,dia cantik bukan tapi aku nggak pernah lihat dia pakai bedak setebal itu."Jawab Yuan tenang.


"Kamu ngimpi pacaran sama itu model terkenal?"Sahut Taendra yang tahu soal Lisa sebab dia termasuk fans beratnya.


"Emm baik aku kasih lihat,kalau foto kan takut di edit,tapi kalo ini apa bisa di terima buktinya,"Yuan memperlihatkan Video saat dia dan Lisa merayakan anniversary hubungan mereka."Nama Aku Yuanda Alfaro,"memperlihatkan SIM."Yang ada di video itu mirip aku kan hahaha,dia aku putusin sekitar 4 hari lalu karena aku menginginkan dia."Menujuk ke arah Naya.

__ADS_1


Kak Yuan kenapa ngomong seperti itu sih??


Mata Taendra melebar melihat Video yang memang ada Yuan di dalamnya.


Itu memang dia...


"Cantik itu nggak harus putih terus tebel bedaknya,astaga...kalian konyol sekali jika kalian merasa diri kalian cantik,"Yuan kembali terkekeh sambil memasukan SIM nya ke dalam dompet.


"Yuk cabut...!!"Ucap Vero menyeret paksa Erin keluar dari depot di ikuti oleh keluarnya Taendra.


Yuan tertawa lebar karena merasa terhibur dengan kejadian hari ini.Naya pun merasa sedikit baik dan tersenyum ke arah Yuan.


"Gitu donk senyum,"ucap Yuan ikut senang."Cakepan juga aku dedek,ngapain kamu pilih cowok nggak berkualitas seperti dia."Tersenyum.


"Aku yang nggak tahu diri kak sudah berani suka ke dia,harusnya aku berkaca dulu jadi mereka itu nggak salah kak."


"Mereka yang salah dedek,nggak ada salahnya mengungkapkan perasaan,jika dia menolak okay nggak masalah,tapi jangan merendahkan orang seperti itu.Aku tahu tadi mereka sedang membicarakanmu."


"Hmm iya.."


"Harusnya jika menolak ya sudah,,nggak perlu seperti tadi,mereka itu nggak punya hak buat menghina kamu seperti itu.Nggak usah berkecil hati,kamu itu lebih cantik dari mereka."Ucap Yuan melihat ke arah Naya.


"Nggak usah menghibur aku kak,muka hancur gini cantik darimananya..! Aku saja heran kenapa kak Yuan mau deket-deket sama aku gini,nggak malu apa ngajak aku makan?"


"Enggak malu tuh..aku malah seneng,"Yuan kembali tersenyum."Mata aku lebih jeli daripada mereka dedek,kamu itu cantik,aku gag bohong,kalau aku bener...apa kamu mau jadi pacar aku?"Kata Yuan dengan nada santai.


Naya melirik kesal ke arah Yuan karena ucapan Yuan terlihat tidak serius.


"Kenapa begitu ngelihatinya?"Tersenyum.


"Dari awal kenal,aku rasa kamu memang aneh kak."


"Kamu merasa begitu,"Yuan kembali tertawa lebar.


"Yaa memang seperti itu kelihatannya,denger ketawa kamu saja...aneh..!"


"Ngapain tanya ke aku kak,itu hak kamu.Mau ketawa atau menangis itu terserah kamu,"


"Apa salahnya nanya ke adek sendiri,"ucap Yuan menatap naya lekat.


"Adek??"Jawab Naya membalas tatapan Yuan.


"hmm kamu mirip Tiara??"Tersenyum.


"Tiara siapa?"Mengerutkan keningnya.


"Adek aku...Dia sudah meninggal sejak 10 tahun silam,"Nada bicara Yuan terdengar berubah serius."Aku baru sadar kalau Tiara itu dunia aku,mungkin aku terlalu sayang sama dia karna dia satu-satunya adek kesayanganku.Sejak kepergiannya semuanya terasa membosankan,butuh waktu dua tahun untuk bisa bangkit lagi dari rasa sedih karena kehilangan dia."


"Dia sakit kak?"


"Hmm iya dia demam,terus kami membawanya kerumah sakit selang beberapa hari dia meninggal,"Kesedihan terlihat terpancar pada raut wajah Yuan saat ini.


Kasihan juga kak Yuan,apa dia mikir kalau aku itu adeknya..


"Demam berdarah kak??"


"Iya imun dia sangat lemah jadi dokter tidak bisa berbuat apa-apa,"Tersenyum


"Apa dia seumuran aku kak?"


"Tiga tahun lebih tua dari kamu,hmm dia seperti kamu dedek,entahlah...aku merasa kalian banyak kemiripan,"Melihat ke arah Naya.


"Wajahnya?"Tanya Naya lagi.


"Tingkah laku kamu banyak yang mirip pokoknya,"Tersenyum.


"Ohh itu sebabnya kamu nyebelin sama aku kak?"kata Naya tersenyum.

__ADS_1


"Iya haha,sudah lama aku nggak dapat mainan baru dedek,dulu waktu masih ada Tiara aku sering ngejahilin dia kadang sampai aku bikin nangis,"Tersenyum mengingat saat bersama Tiara dulu.


"Ohh jadi aku mainan baru kamu kak,"Goda Naya berharap Yuan merasa terhibur.


"Bukan begitu,,aku anggap kamu adek aku,terserah kamu mau atau tidak tapi aku maunya seperti itu."


"Keuntungannya apa?"Tersenyum ke arah Yuan.


"Untungnya banyak dedek,kamu mau apa saja aku turutin,kalau ada masalah ngomong ke kakak,pokoknya apapun masalah kamu sebisa mungkin aku bantuin."Membalas senyuman Naya.


Lucu banget kak Yuan,nggak salah nih milih adek jelek seperti aku?


"Mau gag? kok malah senyum gitu."


"maulah kak,aku malah seneng punya kakak hehe,aku sering kesepian kalau lagi di rumah sendirian."


"Astaga aku seneng banget, terimakasih ya."Mencubit pipi Naya.


"Sakitttt kak duuuhhh...!!..baru juga bilang mau sudah langsung di buat kesel.."Mengusap-usap pipinya sendiri.


"Iya maaf aku terlalu seneng,Nanti aku beliin es krim kalau pulang dari sini."


"Satu kulkas penuh ya."Ucap Naya yang masih mengusap-usap pipinya.


"Satu toko juga nggak masalah."Tersenyum.


Rasanya hari ini aku seneng banget...Aku nggak pernah menyangka jika ada orang yang menimbulkan perasaan yang sama seperti ini.


"Orang tua kamu kemana kak?"


"Ada di luar kota,aku pindah ke sini biar bisa ngelupain Tiara."Tersenyum.


"Kenapa di lupain?itu kan adek kamu kak jadi wajar kalau masih ingat terus."


"Iya juga tapi itu sangat berpengaruh besar buat hidup aku,emm..Sikap aku jadi dingin sama wanita manapun."


"Apa hubungannya kak?"


"Obsesi aku pada Tiara emm cukup kuat dedek,aku merasa jika semua wanita tidak menarik kecuali Tiara jadi,aku sering mutusin mereka tanpa sebab.Aku juga sebenarnya ingin menjalin hubungan serius karena orang tua aku juga sudah ingin melihatku menikah,jadi aku cari suasana baru berharap bisa ngelupain Tiara dan lanjutin hidup aku.Ternyata aku bertemu dengan kamu,aku ngerasa tiaraku hidup lagi."Tersenyum ke arah Naya.


"Malah keinget terus donk kak kalau sama aku gini."


"Iya tapi aku seneng banget kok,soalnya kamu kan bukan sekedar fatamorgana tapi kamu memang benar-benar ada."


Segitunya sih kak Yuan...Sayang banget sama Tiara..Senangnya menjadi Tiara,,


"Permisi..."Pelayan pun meletakkan bakso pada meja.


"Makasih."Tersenyum."Ya sudah buruan makan."Bau kuah bakso yang sangat sedap membuat air liur Naya langsung merespon."Masih nggak selera makan,"Yuan memperlihatkan giginya.


"Kan sudah terlanjur di beli kak,jadi kalau nggak di makan mubadzir donk."Naya tersenyum dan mulai menyantap bakso di depannya.


"Dasar..! haha kalau kurang nambah lagi.."


"Oke kak,"Tersenyum dan fokus makan.


Aku menemukan sinarku lagi...Terima kasih sudah menghadirkan dia lagi Tuhan..


Holla🙋


silahkan like👍


komentar 💬


klik♥️


Vote juga😉

__ADS_1


terimakasih 😘


__ADS_2