OM Yuan

OM Yuan
Chapter 17


__ADS_3

Bel tanda pelajaran usai pun berbunyi,Ines dan Rea langsung menghampiri bangku Naya untuk mengajaknya berjalan bersama sampai pintu gerbang sekolahan.Reihan yang merupakan siswa populer di kelasnya langsung menghampiri Naya yang akan berjalan keluar bersama Rea dan ines.


"Cieee ehemmm,"Goda Rea sambil melirik ke arah Reihan.


"Nay pulang bareng yuk,"Ucap Reihan tersenyum ke arah Naya.


"Aku sih mau,cuman kamu izin dulu sama kakak aku."Tersenyum.


"Ohh kakak kamu yang setiap hari jemput itu?"


"Hmm iya...,"Jawab Naya tersenyum.


"Ya sudah jalan bareng yuk sekalian izin hehe,"


Reihan pun mengikutin langkah Naya dan kedua temannya ke arah pintu gerbang sekolah,tepat di depan pintu pagar sekolah Yuan terlihat sudah menunggu kedatangan Naya serayap bersandar pada mobil miliknya yang selalu terlihat mengkilap.Rea dan ines sendiri hanya melambai ke arah Yuan dan masuk ke dalam taksi pesanannya.


Yuan masih melakukan hal yang sama,menjaga Naya dengan sangat baik bahkan orang tua Yuan sudah sempat bertemu dengan Naya beberapa kali.Namun Yuan tetap saja jadi pria yang paling menyebalkan di dunia menurut Naya,terkadang Naya kesal dengan peraturan yang Yuan buat.Sebenarnya bukan peraturan yang membuat Naya kesal tapi sikap Yuan sendiri yang membuatnya kesal.Yuan membatasi setiap pergaulan Naya terutama terhadap teman lelakinya.Hmm bukannya itu bagus??iya sangat bagus tentunya,coba tebak apa yang membuat Naya geram?Sesuatu yang paling membuat Naya geram adalah kenyataan bahwa dia mulai mencintai pria dewasa yang berada di sisinya sejak lama,namun pria dewasa itu seolah sedang mempermainkan hatinya saat ini.Ucapan Yuan yang selalu membuat Naya terbang di atas langit namun rasanya di jatuhkan sendiri oleh ucapan Yuan yang terasa tidak serius.Bahkan Naya pernah beberapa kali berpacaran untuk membuat Yuan cemburu namun nihil,,Yuan hanya tertawa saat Naya mengenalkan pacar barunya di hadapan Yuan."itu bukan saingan beratku sayang,,aku pastikan hubungan kalian tidak bertahan lama, karena dia terlalu buruk untuk bersaing dengan wajah Tampan ku."begitulah ucapan Yuan pada Naya.Dan ucapan Yuan seolah jadi sugesti yang membuat Naya memutuskan mereka dengan alasan kurang berselera.Meski Naya selalu menghargai perasaan seseorang,namun tetap saja Naya sangat pemilih karena selalu membanding-bandingkan dengan kesempurnaan yang di rasakannya saat dia bersama Yuan.


Reihan tersenyum nyengir ke arah Yuan yang saat ini melihat ke arahnya.


Sikapnya selalu seperti itu...uhhh menyebalkan..!!


"Siapa dia sayang?"tanya Yuan serayap merangkul kedua bahu Naya agar menempel dengannya.


"Rm..itu kak aku mau izin mengantarkan Naya pulang,"Ucap reihan tersenyum aneh.


"Mana mobilmu?"Tanya Yuan.


"Aku hanya mempunyai motor kak,"Ucap Reihan menjelaskan.


"Kak Yu...,"Ucapan Naya terhenti saat Yuan mengisyaratkan Naya untuk diam.


"Aku nggak mau dia masuk angin karena ulahmu,jadi selama Kamu belum mempunyai mobil sepertiku jangan harap kamu bisa mengantarkannya pulang.Sekolah yang bener dulu,sukses dulu baru mikir pacaran,kamu masih terlalu kecil untuk mengenal cinta,uang jajan saja pasti masih minta mama kan?"Reihan mengangguk."Adlstaga hahaha,pulanglah aku tidak mengizinkanmu,"Tersenyum.


"Baik kak permisi,Nay aku duluan ya,"Ucap Reihan kembali masuk ke gerbang sekolah untuk mengambil motornya.


"Ish kak Yuan segitunya sih,,masa anak sekolahan suruh punya mobil,nggak logis banget syaratnya,"Kata Naya menatap Yuan kesal.


"Itu berarti anak sekolah seharusnya belajar bukan berpacaran,jangan sembarangan menerima ajakan seperti itu sayang,aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu,"Jawab Yuan sambil mencubit pipi Naya lembut.


"Apa yang bisa di lakukan anak SMA itu kak,"Ucap Naya berprotes.


"Kamu tidak akan tahu maksudku Naya..sudah kita pulang saja atau mau langsung cari makan siang?"


"Hmm aku lapar,"Jawab Naya singkat.


"Oke...,"Yuan membukakan pintu mobil untuk Naya dan menutupnya.


Sebelum Yuan masuk ke dalam mobil,Reihan sempat lewat dan menatap Yuan tajam seolah sedang merasa kesal.Yuan hanya menghela nafas lembut dan masuk kedalam mobil lalu mulai melajukan mobilnya.


"Kamu nggak bosen jemput aku kak,"


"Bosen gimana sih?aku seneng melakukannya."Jawab Yuan tersenyum.


"Sekali-kali absen gitu,biar aku bisa jalan sama Rea dan ines,"


"Nggak perlu nunggu absen,kalau mau jalan kak Yuan anterin.oke."Mengusap ujung kepala Naya sejenak sambil fokus menatap jalan.


Kalau jalan sama dia yang ada aturannya banyak banget..


"Nggak asyik kamu kak,"Melirik malas ke arah Yuan.


"Kan mama yang suruh jagain kamu,"Tersenyum.

__ADS_1


"Nggak mama suruh juga kamu selalu seperti itu, sekali-kali bebasin aku dikit gitu kak."


"Aku menghawatirkan mu Naya,,aku nggak mau kamu kenapa-kenapa itu saja,jadi berhenti berprotes karena tidak akan ada bedanya oke."


Ini yang bikin kesel,,dia over perhatiannya tapi cuma menganggap aku adek,nggak ada gunanya aku cantik,percuma juga,aku nggak bisa ngapa-ngapain kalau di luar sekolah..


"Terus mana pacar kamu yang janji kamu kenalin ke aku kak?"


"hahahaha kenapa bahas itu sih??"


"ya masa dari dulu sampe sekarang kamu ngomong doank tapi aku gag pernah lihat pacar kamu seperti apa."Naya menatap ke arah Yuan yang saat ini tersenyum.Tujuan naya bertanya seperti ini karna curiga jika sebenarnya Yuan tidak mempunyai kekasih,karna sejauh ini Naya tidak pernah melihat Yuan dekat dengan wanita lain kecuali dirinya.


"gag penting bahas masalah itu sayang,kita sampai,"Yuan membelokkan mobilnya di sebuah plaza.Sebelum turun Yuan mengambil jaket yang memang dia siapkan untuk wanita kecil di sampingnya,karna Naya sering kali protes saat Yuan mengajaknya jalan dengan memakai seragam.


"kok di plaza kak??"


"hm sambil jalan-jalan,"Seolah sudah terbiasa,Yuan memakaikan jaket berwarna putih pada Naya.


"bisa pakek sendiri sebenarnya.."protes Naya kesal.


"udahlah di larang protes hehe,tunggu situ kak Yuan bukain pintunya,,"


gimana gue gag baper,,,nih orang kasih perhatiannya kayak gini,cuma dia bisanya baperin melulu tapi gag pernah serius kalo ngomong..


Yuan merangkul kedua pundak Naya dan mengiringnya masuk,banyak mata yang menatap ke arah mereka,membicarakan soal keduanya yang terlihat sangat serasi.Mata Yuan yang sesekali menatap ke arah Naya mengambarkan jika dia memang sudah benar-benar mencintai wanita kecil yang berjalan di sampingnya.


"mau beli sesuatu kak??"


"engak sayang,,cuma pengen jalan aja sambil cari makan siang,apa kamu capek?"


"engak kok,"


"kok nanya terus??"


"apapun boleh sayang hehe,"


"kita beli cemilan buat di rumah oke,"Yuan mengajak Naya masuk ke sebuah supermarket yang berada di dalam plaza tersebut.


"uang jajanku gag pernah kepakek kak sejak ada kamu,"kata Naya sambil melihat-lihat cemilan di sana.


"wahh bagus itu..biar makin banyak tabungan kamu,"


"hmm iya,,aku mau beli mobil kalo udah banyak,"


"kak Yuan beliin aja boleh??mau yang model kayak gimana?"


"mau beli sendiri kak,pakek uang aku sendiri,"


"di simpen aja,biar aku beliin aja,"


"gag enak..pokoknya aku mau beli sendiri.."


"gag enak ngapain sih,,sama calon sendiri masa gag enak wkwkwkw,"


"ish nyebelin...!! jauh-jauh sana,"Naya mendorong pundak Yuan dari samping agar menjauh darinya.


tunggu sebentar lagi sayang..kamu bakal percaya jika aku serius berucap seperti ini..


"udah terlanjur nempel jadi gag bisa jauh..,"Tiba-tiba ponsel Yuan berdering."emm sayang..kamu pilih-pilih dulu,aku terima telfon sebentar.."


"hmm iya.."


"ingat jangan jalan jauh-jauh,"

__ADS_1


"iya kak.."


Yuan berjalan menjauh karna di tempat yang sekarang terlalu berisik jadi dia memutuskan untuk mencari tempat yang cukup sepi agar bisa fokus menerima panggilan tersebut.Naya sendiri masih memilih-milih cemilan tanpa memperhatikan sekitar, tiba-tiba saat Naya akan mengambil cemilan kesukaannya seseorang juga mengambil cemilan tersebut dan hal itu membuat keduanya saling melihat satu sama lain.


"ehh maa......,"ucapan Naya terhenti saat melihat seseorang di hadapannya dan orang itupun menatap ke arah Naya mencoba mengingat siapa gadis yang saat ini berada di hadapannya.


"ka kak Vero??"ucap Naya terbata-bata.


"sayang aku ingin membeli ini...,"Seseorang datang lagi dan melihat kaget ke arah gadis yang sedang berada di hadapan Vero kekasihnya.


gue kayak familiar sama wajah nih cewek... cantik sekali...


"lihat apa kamu..!!"ucap Vero ketus saat melihat Taendra yang sedang fokus menatap cewek di hadapannya.


"ka kak Tae..,"ucap Naya lirih dengan detak jantung yang masih merespon dengan baik.


astaga..kak Tae makin cakep aja sih..


"kamu ngenal aku?"ucap Taendra ramah.


gag mungkin kalo dia Naya...kenapa sekarang cantik banget sih...


"emm iya aku...."


Belum sempat Naya berucap,Yuan datang dan merangkul kedua pundak Naya.


"maaf sayang agak lama.."


"iya kak tidak apa-apa.."jawab Naya lirih sambil menunduk.


dia kan cowok yang bersama gadis buruk rupa itu,,apa nih cewek kekasihnya..tapi wajahnya kok mirip...


Yuan tersenyum saat menyadari sosok yang berada di hadapan Naya saat ini.


"heiii jangan menunduk seperti itu sayang haha,"Yuan mengangkat dagu Naya lembut agar dia bisa menegakkan kepalanya.


"kita pulang kak,"ucap Naya menatap ke arah Yuan.


"kamu masih takut sama mereka,,astaga..,"


"aku gag mau terlibat masalah lagi,"


"kamu siapa??"tanya Taendra yang masih mencoba mengingat.


"udahlah sayang kita pergi,"ucap Vero yang seolah tidak ingin Taendra tahu siapa wanita yang saat ini berada di hadapan mereka.


"lihat sayang dia bahkan takut jika pacarnya akan berpindah hati padamu wkwkwkw,"


"loe ngomong apaan ya??"


"coba sebutin siapa namanya kalo emang kamu gag merasa begitu,"jawab Yuan menatap ke arah Vero.


"kamu tau siapa dia yang?"


"hmm,,udahlah gag penting,"ucap Vero mengandeng tangan Taendra dan berniat mengajaknya pergi.


"Naya....kok loe di sini??"Rea dan ines datang tiba-tiba dan menyerukan nama Naya cukup keras.membuat Taendra menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Naya..


Na..Naya...bukankah dia..gadis yang aku tolak dulu??.-


**silahkan like dan komentar di bawah please๐Ÿ˜œ


Vote donk hehe biar makin semangat... makasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2