OM Yuan

OM Yuan
bab 22


__ADS_3

Di dalam mobil,Naya terdiam sebab merasa kesal dengan ucapan Yuan tadi.Dia sibuk memainkan ponsel sementara Yuan daritadi sesekali melihat ke arahnya.


"aku salah apalagi sayang?"


"kamu gag salah kak..!!"


yang salah itu aku...karna terlalu berharap lebih..


"kamu udah sehat beneran sayang??"


"hmm iya kak,"


"Taendra tadi bilang apa aja?"


"Rahasia...!!"


"hmm ya udah kalau tidak mau cerita,,aku tadi pagi ambil pesenan kue kering buat mama,kirain kamu tadi masih tidur jadi aku tidak pamit dulu."ucap Yuan menjelaskan.


"kak Yuan sudah ngomong sama mama buat masakin aku rendang??"


"sudah kok,"


"wahh sampai sana aku langsung makan haha.."


"sebaiknya kamu tidur dulu sayang,nanti kalau sudah sampai aku bangunin.."


Perasaan kecewa seakan sudah jadi makanan Naya sehari-hari,dan Naya harus mampu membunuh perasaan yang terkadang sudah sulit di kendalikan.Terkadang dia ingin mengungkapkan perasaannya pada Yuan namun dia terlalu takut untuk memulai,dia tidak ingin mengulang kesalahan yang sama seperti dulu.Semuanya seakan saling mempunyai rahasia masing-masing.Yuan dengan perasaan yang selalu menyamakan Naya dengan Tiara,sedangkan Naya yang sangat ingin mendengar pengakuan Yuan soal perasaannya.


***


Di tempat lain...Taendra telihat baru sampai di kediaman Vero.Saat ini jam menunjukkan pukul 09:12 padahal Taendra punya janji pukul 07:30, keterlambatannya membuat Vero menyambut kedatangan Taendra dengan muka masamnya.


"maaf tadi di suruh mama mampir ke rumah temennya buat anterin sesuatu,"ucap taendra beralasan.


"kalau tadi mampir dulu kenapa kamu bilang bilang on the way sih?aku sudah nunggu kamu daritadi loh..!!"


"ya maaf...kan sudah aku jelaskan alasannya..kalau kamu marah-marah seperti ini,,mending kita tidak usah keluar..!!"Taendra memutar badannya berniat akan balik namun tangan Vero mencegahnya.


"iya oke maafin aku sayang..aku cuma kesel nunggu tadi.."kata Vero memohon.


"kita nih mau jalan terus seneng-seneng,kalau kamu marah-marah mending aku pulang terus main game,,kamu pikir nyetir sampai sini itu gag pakek tenaga gitu..!!"


Taendra bener-bener udah berubah...padahal dulu dia tidak seperti ini..tapi sekarang masalah dikit saja sudah membuatnya marah..


"iya maaf..ya sudah ayo berangkat,"

__ADS_1


Vero terpaksa kembali mengalah karna ingin Taendra selalu bisa di sampingnya.Hubungan keduanya yang sudah terjalin cukup lama membuat Vero mati-matian ingin mempertahankan hubungan ini meski keluarganya selalu mendesaknya untuk menikah.Keinginan itu sangat bertolak belakang dengan keinginan keluarga Taendra yang menginginkan Taendra untuk berkarir dahulu sebelum menikah.


***


Setibanya di kediaman Yuan,Naya di sambut hangat oleh mama Yuan yang memang sangat menyanyangi Naya sebagaimana putrinya Tiara.Setiap weekend tiba,mama Yuan selalu menyuruh Yuan untuk berkunjung ke rumahnya seperti saat ini.


"bagaimana keadaanmu sayang??kata Yuan kamu sakit kemarin??"


"sudah sehat kok ma,"


"astaga..mama kangen,"mama Yuan memeluk Naya erat.


"Naya juga kangen ..."membalas pelukan serayap melihat ke arah Yuan.


"dia menanyakan soal rendang ma,"ucap Yuan tersenyum.


"mama sudah masakin buat kamu,,yuk kita ke dapur,"


"wahh ayo ma,"Naya langsung berdiri dan berjalan ke arah dapur bersama mama Yuan.


"mama kamu menginginkan Naya jadi menantu di keluarga ini Yuan,"ucap sang ayah melihat ke arah Yuan yang masih menatap lekat ke arah Naya.


"iya yah...sabar dulu...dia masih terlalu kecil untuk mengenal hal itu,"


"dia tidak akan lari kemana-mana ayah,hatinya sudah ku ikat kuat,,"


"jangan menyepelekan soal perasaan Yuan,karna kita tidak tau dengan apa yang menghadang di depan nanti,"


"Yuan yakin Naya tidak akan bisa menyukai pria lain selain diriku yah,,karna aku sudah sangat menjaga dia dengan baik,seperti dulu saat aku menjaga Tiara.."jawab Yuan yang selalu membawa nama Tiara di dalam hidupnya.


"ingat Yuan...dia Naya,bukan Tiara,ayah salut pada perasaanmu pada Tiara,hanya saja jangan terlalu memikirkannya lagi,dia sudah tenang di sana Yuan.Kamu harus fokus pada yang di depan saja jangan menoleh ke belakang."


"sampai saat ini aku masih sangat mengingatnya ayah..."


"hmm ayah tidak bisa terlalu banyak berkomentar yu...yang pasti jangan buat Naya kecewa,"


"aku akan menjaga Naya agar selalu bahagia yah."


Obsesi Yuan soal Tiara benar-benar sudah masuk ke dalam perasaan terdalamnya.Yuan bahkan tidak menyadari jika sifatnya selama ini sudah sering mengecewakan perasaan Naya.Hmm dia hanya menimbang,melihat tanpa tahu kenyataannya seperti apa.


Naya makan dengan lahapnya di temani oleh mama Yuan yang memperhatikan Naya yang sedang fokus makan.


"enak sayang??"


"hmm ma enaaaak banget hehe,"

__ADS_1


"kamu sudah punya pacar belum,"pertanyaan itu membuat Naya menghentikan aktivitas makannya.


"kenapa bertanya seperti itu ma??"


"pengen tahu saja sayang,"


"belum ma.."


gue mau kak Yuan jadi pacar gue ma...atau jadi istri juga Naya mau...


"masa secantik ini belum punya pacar?"


aku pengen mancing Naya mungkin saja dia mau jujur soal perasaannya untuk Yuan...


"mau fokus sekolah dulu ma baru pacaran,kata kak Yuan gitu.."


"hmm begitu,belum pernah sekalipun pacaran?!"


"pernah beberapa kali ma,cuma putus,"jawab Naya polos.


"putus kenapa sayang??"


"kurang selera ma haha,Naya juga engak tau kenapa?rasanya ada yang kurang pas gitu jadi mending putus.."jawab naya melanjutkan makannya.


"kamu pengen tidak jadi menantu mama,"


"hah.....,"melihat ke arah mama Yuan dengan mulut yang penuh dengan makanan."mama ngomong apa sih Naya tuh masih sekolah,"imbuh Naya lirih.


jangan ngomong sama gue ma..ngomomg tuh sama kak Yuan yang selalu bikin hari Naya kesel...


"ya nikahnya kalau kamu lulus saja sayang,mama pengen kamu jadi Putri mama,jujur sayang...mama seneng banget waktu Yuan ajak kamu ke sini pertama kali,mama merasa jika Tiara itu hidup lagi.."ucap mama Yuan yang membuat Naya jadi sedikit merasa tersinggung.


mama kok mikir gitu juga ya...gue nih Naya bukan Tiara.. lama-lama gue jadi aneh denger kata itu melulu...


"hm begitu ya ma.."jawab Naya mencoba tersenyum.


"kamu mau kan sayang.."


"Naya belum mikirin itu ma,"jawab Naya lirih.


"iya sayang tidak masalah,Yuan pasti mau kok nunggu kamu sampai lulus nanti.."


Rasanya masakan ini langsung terasa hambar..apa cuma gue yang merasa kalau keluarga ini agak berlebihan,emang sih Tiara itu sesuatu yang terpenting buat mereka tapi gag seperti ini juga kan,,dunia mereka bahkan sudah lain..heii Tiara...gue mohon..ngomong sama kakak loe buat rubah pemikirannya...gue nih Naya...bukan Tiara...-


lanjut engak ya🙄

__ADS_1


__ADS_2