
Minggu pagi mobil Yuan terlihat pergi meninggalkan kediamannya,Sementara Naya masih tertidur pulas karna sakit yang belum sepenuhnya sembuh.Pukul 07:30 Naya terlihat duduk di pinggiran tempat tidur sambil menatap ke arah kamar Yuan.
"kok tumben sepi sih,"gumah Naya serayap memakai sandal dan berjalan menuruni tangga."katanya mau ngajak ke mama malah gag ke sini.."Naya langsung ke arah dapur untuk menemui bik Ratih.
"loh non kok bangun?"ucap bik Ratih menghampiri Naya.
"masa bangun gag boleh bik,"
"non kan lagi sakit,mending istirahat.."
"udah sembuh kok,nih coba lihat,"menempelkan tangan bik Ratih pada dahinya."udah dingin kan?"
"hmm iya non emang udah gag pusing?"
"dikit bik pusingnya jadi gag masalah,kak Yuan tadi gag kesini??"
"engak tuh non,kalau ke sini kan pasti bibik tau,"
"kamarnya sepi bik,"
"mungkin masih tidur karena semalam dia balik dari sini jam 11,"
"hmm ya udah bik,"
"minta di masakin apa non?"
"susu hangat aja bik,aku masih males makan."Saat Naya akan duduk tiba-tiba bel pintu berbunyi,Naya mengurungkan niatnya untuk duduk dan berjalan ke arah pintu sementara bik Ratih menyiapkan susu hangat untuknya.Dengan senyuman lebar Naya membuka pintu tersebut karna mengira jika yang datang adalah Yuan.Namun senyumnya menjadi aneh saat melihat seseorang yang berdiri di balik pintu saat ini.
darimana dia tau rumah gue??.
"kak Tae...??"
"pagi Naya..maaf menganggu,"
gue belum mandi lagi..membetulkan rambutnya yang berantakan.
"hehe engak kok kak,"jawab Naya gugup."silahkan masuk,"
Naya mempersilahkan Taendra masuk dan keduanya duduk di ruang tamu.
"ehh ada tamu,ini non susunya.."
"hm makasi bik,kamu mau minum apa kak?"
"terserah Naya,maaf ngerepotin,"jawab Taendra basa-basi.
ternyata Naya anak orang kaya...hmm..
"engak kak cuma minum aja,"
"di buatin apa non??"
"sirup aja bik,"
"hmm baik sebentar,"bik Ratih membawa nampan dan berjalan ke belakang.
"kok tau rumahku kak?"
"maaf kemarin aku ngikutin kamu dari belakang,"
"hmm gitu,"mengangguk.
__ADS_1
"gimana keadaan kamu?"
"baik kak,"
"aku khawatir sampai gag bisa tidur,"tersenyum ke arah Naya.
masa iya gag bisa tidur karena gue, dulu aja loe bilang jijik sama gue..
"aku baik-baik aja kak,lagian ada kak Yuan jadi aman,"
"loh bukannya itu om kamu?"
"om om an hehe, dia tetangga aku kak,,cuma dia sendiri yang suruh aku manggil gitu,"kata Naya menjelaskan.
"ini Aden silahkan di minum,"bik Ratih meletakkan minum di hadapan Taendra.
"makasi bik..."jawab Taendra ramah.
"iya Aden sama-sama,pemisi.."bik Ratih kembali ke arah dapur.
"silahkan diminum kak,"
Taendra meminum serayap melihat ke arah Naya,hmm ya..dia sangat tertarik dengan penampilan Naya yang sekarang.Namun Naya terlihat biasa saja karna memang sudah tidak mempunyai perasaan apapun pada Taendra.
"maaf ya soal yang dulu.."ucap Taendra tiba-tiba.
"soal apa kak??"
"sudah menyebutmu macam-macam,aku hanya terpengaruh oleh ucapan Vero saat itu,"Taendra bahkan berbohong untuk menutupi kebusukannya.
"aku sudah melupakannya kak,"
"hmm begitu,bolehkan aku menjadi temanku Naya??"
astaga.. dia jadi gadis yang sangat manis sekarang..
"jika memang boleh,aku mau kamu mengetik kontak kamu di sini,"menyodorkan ponsel miliknya.
Tanpa pikir panjang Naya mengetikkan nomernya ke ponsel Taendra.
"ini kak,"mengembalikan ponsel Taendra.
"hmm terima kasih Naya ...kamu sangat baik,"Taendra menamai kontak Naya dengan nama"Naya"dan memberi emot love pada kedua sisinya."sudah aku save di ponselku,nanti aku hubungin biar kamu juga tahu kontak aku,"
"hmm baik kak,,kegiatan kak Tae apa sekarang??"
"masih kuliah tapi hanya kurang 6 bulan lagi,setelah itu mungkin aku mau jalani usaha ayah biar bisa berkembang,"
"hm begitu,"mengangguk.
"kamu sendiri gimana??bukannya kamu juga akan lulus tahun ini?"
"iya kak,"
"rencana kuliah di mana??"
gue gag mau kuliah,,,gue mau nikah sama kak Yuan aja..
"entahlah kak,aku belum mikirin masalah itu,"
"emm baik Naya,aku mau balik dulu ya soalnya ada keperluan hari ini,"
__ADS_1
"kok cuma bentar kak?"
"hmm ini tadi mampir cuma mau mastiin kalau kamu baik-baik aja,"
"hm ya udah kak,"jawab Naya tersenyum.
"ini di makan ya,"menyodorkan sebuah bungkusan.
"ya ampun kak repot-repot,"
"cuma kue kok,hehe .."mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"makasih ya nanti aku makan,"
"baik aku permisi dulu,lain kali aku mampir lagi tidak apa-apa kan?"
"hmm ya kak gag apa-apa.."
Naya mengantarkan Taendra sampai ke depan rumahnya,setelah itu dia langsung masuk lagi dan membuka kue yang di bawakan Taendra untuknya.
"wahh kayaknya enak lagi sakit makan ginian,"Naya mengambil kue itu satu potong dan melahapnya."huuummm yummy banget,"dia melihat di samping kotak kue ada sebuah kertas terselip.Naya mengambilnya dan ada tulisan "Sorry.." dengan sebuah gambar lucu yang tertempel di ujung tulisan."astaga kak Tae manis juga ternyata,"Naya melipat kertasnya kembali dan mengambil satu potong cake lagi.
Naya terkejut dan hampir tersedak saat melihat Yuan yang tiba-tiba sudah berada di ambang pintu rumahnya.Naya menelan kue tersebut perlahan dan menghabiskan sisa susu yang ada di hadapannya.
"Serius amat makannya,"kata Yuan berjalan mendekati Naya.
"ish kak Yuan.. ngagetin banget sih,ketuk dulu atau apa gitu,,kalau aku tersedak gimana tadi,"eluh Naya yang memang merasa kaget.
"tersedak ya tinggal minum aja sih,"Yuan duduk di samping Naya sambil melirik gelas kosong yang berada di hadapannya."habis ada siapa tadi??"belum sempat pertanyaannya di jawab,Yuan mengambil kertas yang berada di samping kotak kue."apa ini sayang??siapa yang bertamu tadi??kenapa pakek nulis ginian segala..!"tanya Yuan seolah sedang merasa cemburu.
sok marah...tapi nyatanya cuma anggep gue adek...ngeselin...!!
"kenapa diem aja??baru juga aku tinggal bentar tadi,"
"pertanyaan satu aja belum sempet jawab udah ada pertanyaan lain,jadi mending aku diem aja.."
Yuan menarik nafas panjang dan menyadari jika dia sudah terlalu bernafsu karna ingin tahu.
"tadi ada siapa sayang ke sini??kalau ines sama Rea gag mungkin donk pekek acara nulis ginian segala.."tanya Yuan lembut.
"kak Taendra..."
"Taendra..??"
"hmm iya kak...manis ya kak..hehe,"
gue pengen loe merasa cemburu kak Yuan..sampai saat ini gue bahkan belum tahu perasaan loe ke gue itu seperti apa..
aku tidak boleh cemburu secara berlebihan,,karna aku tahu Tiara tidak menyukainya ...aku tidak mau di sebut posesif atau dan lain sebagainya..aku pengen dia merasa nyaman di sampingku..
Sampai saat ini Yuan masih sering menyamakan Naya dengan Tiara,padahal dalam kenyataan gadis yang di sampingnya adalah Naya bukan Tiara.Meski keduanya banyak memiliki persamaan namun tidak seharusnya Yuan berfikir begitu kan?karna Naya akan tetap jadi Naya dan Tiara akan tetap menjadi Tiara...
"hmm ya manis banget sayang.."ucap Yuan yang memang selalu membohongi dirinya sendiri.
Wajah Naya berubah seketika.emang nyebelin ini orang..!!!Naya membereskan kotak kue dan berdiri.
"mau kemana??"
"kuenya enak jadi aku mau habisin ini sendiri.."Naya menatap tajam ke arah Yuan dan berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya.-
silahkan like dan komentar di bawah
__ADS_1
makasi 😘