OM Yuan

OM Yuan
bab 19


__ADS_3

SMANJAYA33


Hari itu sekolah pulang lebih awal dari biasanya,di karenakan semua guru sedang ada rapat dewan guru yang sangat penting.Pukul 10 pagi semua murid terlihat sudah keluar dari kelasnya masing-masing.Naya terlihat masih membereskan Alat tulisnya untuk di masukkan ke dalam tasnya.Seperti biasanya,Rea dan ines menghampiri Naya ke bangkunya.


"mau jalan??mumpung pulang cepet??"ucap Naya serayap memasukan buku-bukunya.


"maaf nay gag bisa,ini gue di ajak mama ke rumah nenek,kalau pulang jam segini kan enak jadi gag kesorean.."jawab ines tersenyum.


"ohh begitu,kalo elo re??"


"gue juga ada perlu nay,mending loe hubungin kak Yuan buat jemput,"


"gag usah ini masih terlalu pagi,dia pasti masih sibuk hehe biarin aja sekali-kali jalan kaki,entar sampai rumah baru gue kabari,"


"hmm gitu ya..udah gag marah lagi kayaknya sama Yuan hehe,"


"marah juga percuma,itu orang bisa aja bikin gue selalu maafin dia,"


Di tengah obrolan mereka tiba-tiba Reihan berdiri di samping ines sambil memasang senyuman di wajahnya.


"emm gue denger kakak loe gag jemput nay?"


"hmm iya,dia kerja jadi kasian kalo suruh jemput jam segini."


"mau pulang bareng gag??"


"ciee eheeemmmm,terima aja udah..daripada jalan kaki,"ucap Rea menyemangati.


"iya boleh juga hehe,"


kasian Reihan kalo gag gue terima niat baiknya...kak Yuan sih terlalu over..masa anak sekolahan suruh punya mobil..uhh ngeselin..


"ya udahlah kita duluan nay,kan udah ada temennya,"


"loe udah pesen taksi??"


"udah nih beres,duluan ya nay.."


"iya hati-hati di jalan,"jawab Naya tersenyum dan berdiri sambil memakaikan tasnya di belakang punggung."yuk Rei..."


"iya..."jawab Reihan singkat dan berjalan di samping Naya.


yes..!! akhirnya gue punya kesempatan buat jalan sama dia...


Reihan menuju parkiran sementara Naya menunggu Reihan di pintu gerbang sekolah.


"loh kok gag di jemput?"sapa satpam sekolah ramah.


"iya pak om saya masih kerja kalau jam segini,"


"jalan kaki lagi donk?"


"tuhh pak bareng temen,"menunjuk motor reihan yang sudah melaju ke arahnya.


"yuk,"


Naya pun naik ke jog belakang motor Reihan."mari pak,"ucap Naya ramah sebelum motor melaju pergi.


"rumah loe daerah mana nay?"


"perumahan jati Sari,"


"ohh iya gue tau,emm mau gue kasih tau jalan pintas gag biar cepet sampai,"ucap reihan tersenyum.


"emang ada Rei.."tanya Naya yang tidak tau dengan jalan yang di maksud Reihan.


"ada kok,gue kasih tau ya.."


"hmm oke..."


Naya tersenyum serayap memegang kedua pundak reihat erat.Reihan masuk gang kecil yang Naya sendiri tidak tau jika di situ ada jalan sekecil itu.Tanpa rasa curiga Naya menuruti kemauan reihan padahal Reihan punya maksud buruk di sini.Hmm ya..Naya masih terlalu polos untuk memikirkan ini,Namun Yuan sudah memikirkan ini sejak dulu.Semua larangan dan aturan yang Yuan beri semata-mata ingin Naya terhindar hal yang tidak di inginkan.

__ADS_1


Naya mulai merasa jika jalan yang mereka lalui semakin sepi.


"gag nyasar kan Rei??"tanya Naya memastikan.


"engak elo tenang aja oke.."jawab Reihan dengan senyuman yang sedikit aneh.


***


Sementara di ruangan Yuan,dia masih sibuk memandang layar laptop di hadapannya.Namun tiba-tiba ada perasaan tidak enak langsung melintas.Dia menutup laptop dan langsung memeriksa ponselnya yang langsung terhubung dengan GPS milik Naya.


"ini aneh,,kenapa dia ada di daerah ini bukan di sekolahan."Yuan memperjelas posisi Naya saat ini."astaga..perasaan aku gag enak."Yuan langsung menyambar kunci mobil yang ada di meja bersamaan dengan masuknya Lisa.


"siang yu.."ucap Lisa tersenyum.


"aduh Lisa maaf,sebentar.."


Yuan berjalan keluar dan menemui Reva diikuti oleh Lisa.


"emm Reva...antar nona Lisa ke ruangan Toni ya,saya ada perlu mendadak ini,"


"maksudnya,kamu ninggalin aku gitu,"


"maaf Lisa,aku harus pergi kamu biar di urusin Toni oke,,"


Yuan mempercepat jalannya menuju ke lift.


"ish suruh kesini tapi di tinggalin,"runtuk Lisa kesal.


"mari nona saya antar.."


Lisa terpaksa mengikuti langkah Reva menuju ke ruangan yang di maksud.


***


Motor Reihan berhenti di jalan yang sangat sepi,membuat Naya langsung memasang wajah ketakutan.


"emm Rei kita ngapain di sini,"tanya Naya lirih sambil turun dari motor Reihan.


"gue sayang loe Naya."


"gue sayang loe,gue cinta elo tapi Kenapa loe gag terima perasaan gue,bahkan untuk di ajak pulang bareng aja loe susah banget cih..!! harusnya loe tuh gag usah izin ke kakak loe dan langsung pulang bareng gue aja..loe tau gag??masih untung gue mau nganterin loe pulang?ehh Loe malah sok jual mahal banget..!! gue kesel nay...apalagi denger hinaan dari kakak loe kemarin??"


"iya gue minta maaf Rei soal itu,jadi anterin gue pulang sekarang.."ucap Naya memohon karna sudah mencium niat buruk dari Reihan.


"iya sayang gue anterin pulang habis ini,tapi kasih gue satu ciuman ya,"ucap Reihan menyentuh ujung bibirnya sendiri.


"gue gag mau Rei..anterin gue pulang buruan..!!"teriak Naya kesal.


"mau loe teriak juga gag akan ada orang denger,"


Reihan berdiri lalu berjalan mendekati Naya yang berusaha menghindar dari Reihan.


"please Rei,kita masih sekolah gag seharusnya loe punya pikiran kayak gitu,"Dengan terburu-buru Naya hendak mengambil ponsel di tasnya,saat dia akan menghubungi Yuan,Reihan memeluk tubuh Naya erat dan menyingkirkan ponsel tersebut hingga jatuh ke tanah.Terlihat ponsel menyala dan tertulis nama Yuan di sana."Rei lepasin gue..!!"Teriak Naya yang tidak dipedulikan oleh Reihan.


"satu aja nay please,gue sayang loe sumpah,"tangan kiri Reihan memeluk erat tubuh Naya sementara tangan kanannya menekan leher Naya agar Reihan bisa mencium bibir Naya.


kak Yuan tolong gue...ampun kak gue gag akan nakal lagi gue janji...


Saat bibir Reihan akan bersentuhan dengan bibir Naya terdengar swara klakson motor yang sangat keras.Sontak hal itu membuat Reihan kaget dan melepaskan Naya begitu saja.Naya berjalan menjauhi Reihan menuju ke arah motor yang berjarak cukup dekat.


"Naya...??"


Naya menoleh dan melihat Taendra turun dari motor tersebut.


"kak tolongin gue.."ucap Naya terisak karna merasa sangat ketakutan.


"iya bentar..."Taendra langsung menuju Reihan dan memegangi kerah baju Reihan yang berusaha kabur."mau kabur kemana loe..!!!."


"maaf lepasin gue..."


Taendra mengambil kunci motor Reihan dan tas Reihan."Duduk loe!!percuma... loe mau kabur kemana??gue udah ambil nih identitas loe,"Taendra mengambil dompet milik Reihan dari tasnya dan mengiring Reihan ke arah Naya yang berdiri di samping motor Taendra.

__ADS_1


"kamu di apain dia tadi,"tanya Taendra yang masih memegang kerah baju Reihan hingga kancingnya terlepas sebagian.


"di dia ma mau cium aku kak,"


"bener apa yang dia ucapin..!!! jawab??!!"


"ampun kak saya cuma main-main,"jawab reihan terbata-bata karna ketakutan.


"main-main apaan bawa cewek ke tempat ginian .!!"


Naya mengambil ponsel yang tergeletak di tanah dan akan menghubungi Yuan.Dengan tangan gemetaran dia akan menombol kontak Yuan Namun mobil Yuan terlihat sudah terparkir di belakang motor Taendra.Naya langsung menghampiri Yuan dan memeluk Yuan erat.


"apa yang sudah terjadi??kenapa kamu sampai di sini??"tanya Yuan sambil membalas pelukan Naya.


"maaf kak,,maafin Naya..Naya takut.."Naya menangis terisak membuat emosi Yuan naik ke ubun-ubun.


"dia ngelakuin apa ke kamu??"menujuk ke arah Taendra dan Reihan.


"gue lihat dia mau melecehkan Naya,untung gue tadi lewat,"jawab Taendra yang masih memegang erat kerah belakang baju Reihan.


"apa seperti itu sayang?"Naya hanya mengangguk membalas pertanyaan dari Yuan."kamu masuk mobil,"Yuan mengiring Naya untuk masuk ke dalam mobil sementara Yuan berjalan mendekati Reihan dan Taendra.


Yuan langsung mencengkram erat rahang bawah Reihan dan hampir akan menghadiahkan satu pukulan namun Taendra memegang erat tangan Yuan.


"jangan lakuin itu,malah nambah masalah,mending bawa nih anak ke kantor polisi aja,"kata Taendra menyarankan.


"ampun jangan bawa saya ke kantor polisi,saya masih sekolah kak ampun,"ucap Reihan memohon.


"kalo tau masih sekolah kenapa kamu ngelakuin itu..!! inget ya..!! saya gag akan lepasin kamu begitu saja,"


"nih kartu pelajarnya,"Taendra memberikan kartu pelajar pada Yuan.


Yuan mengambil kartu pelajar itu dan memasukkannya ke dompet.Dia mengambil ponsel dan memfoto keadaan Reihan saat ini.


"besok bakal saya proses masalah ini ke sekolah kamu..!!"


"jangan kak ampuni saya.."ucap Reihan memohon.


"udah lepasin aja biar ini jadi urusan saya besok."ucap Yuan yang terlihat sedang menahan emosi yang meluap-luap di dalam hatinya.


Taendra pun melepaskan cengkraman tangannya pada kerah baju Reihan."pulang loe..!!"


"kak ampuni saya,jangan laporkan saya,"Reihan memegang kedua kaki Yuan dengan tangannya dan Yuan menendang kasar tubuh Reihan agar menjauh darinya.


"kamu pergi sekarang..!! atau kamu mau aku habisi di sini sekarang juga..!!.."


"mending loe pergi..."


Dengan tubuh sempoyongan Reihan berdiri dan mengambil tas yang tergeletak di tanah lalu pergi dengan motornya.


"makasi.."ucap Yuan dengan nada datar.


"hmm iya."


"kenapa kamu bisa tau jalan ini?bukannya ini jarang di lewati orang??"


"emm gue sering lewat sini kalo pulang dari kampus,buat ngehindari macet.."


"hmm begitu,baik aku pergi dulu,makasi sekali lagi.."Yuan tersenyum dan menepuk pundak Taendra lembut lalu berjalan menuju mobil.


Sementara Taendra malah fokus melihat sosok yang berada di dalam mobil.


ini pertemuan kedua kita Naya...apa ini berarti takdir ingin kita bisa bersama...uhhh..gue gag nyangka loe jadi cewek yang cantik banget..


Yuan sempat membunyikan klakson mobilnya sebelum pergi meninggalkan tempat,sementara Taendra membalasnya dengan lambaian tangan.


sebaiknya gue ikutin mobilnya..gue mau tau tempat tinggal Naya di mana..


Taendra langsung menaiki motor dan mengikuti mobil Yuan dari jarak yang cukup jauh.-


**silahkan like dan komentar di bawah

__ADS_1


Minta Votenya donk please 😁


makasi masih setiaπŸ˜ŠπŸ™‹**


__ADS_2