OM Yuan

OM Yuan
Chapter 27


__ADS_3

πŸŒ…πŸŒ…πŸŒ…


pagi ini seperti biasa Naya sarapan berdua bersama Yuan di rumahnya,sudah hampir dua hari bik Ratih terpaksa pulang kampung sebab ada saudaranya yang meninggal dunia.Naya sudah memberi kabar orang tuanya namun sang mama mengatakan jika dia tidak bisa pulang,jadi terpaksa mama Naya kembali meminta bantuan Yuan untuk mengurus segala macam kebutuhan Naya.


Setiap pagi Yuan selalu rajin pergi membeli sarapan untuk Naya dan dirinya,meski akhir-akhir ini Yuan merasa jika Naya manjadi lebih pemarah,tapi tetap saja Yuan sangat sabar menghadapi itu semua.


"Kapan aku bisa sekolah lagi kak?"Tanya Naya yang mulai bosan berada di rumah.


"Besok sayang,hari ini anak itu baru di proses untuk di keluarkan."Jawab Yuan menikmati sarapan paginya.


"Ya sudah jika seperti itu."Fokus pada makanannya."Kak..."


"Hmm kenapa??"


"Aku ikut ke kantormu donk,aku jenuh di rumah terus.."


Deg....


Kalau dia ikut ke kantor bisa jadi masalah besar jika sampai dia bertemu dengan Lisa..


"Akhir-akhir ini aku sibuk sayang,jadi sangat jarang ke ruangan ku soalnya aku sering bertemu clien di luar."Ucap Yuan mencari alasan.


"Hmm begitu .."Mengangguk.


Rea sama Ines juga jahat banget ..Masa dua hari aku nggak masuk tapi nggak nengokin ke sini?cuma telfon doank terus sudah...!! Kesini kek main,aku kesepian banget,bik Ratih pulang kampung lagi.Ahhh lengkap sudah penderitaan ku..


Yuan memperhatikan Naya yang tengah melamun saat ini,dia paham jika Naya merasa sangat bosan berada sendirian di rumah.


"Nanti aku usaha buat pulang lebih awal sayang biar bisa nemenin kamu."


"Nggak perlu kak,sudah dua hari ini kan kamu pulang sore terus.Jangan pikirin aku,nanti kerjaan kamu berantakan."Tutur Naya yang mencoba mengerti tentang kesibukan Yuan.


"Maaf sayang .."


"Nggak masalah kak."Mencoba tersenyum.


Andai tidak ada Lisa di sana,pasti aku akan mengajak kamu ke kantorku sayang...


"Nanti kalau ada apa-apa hubungin kak Yuan langsung ya."


"Hmm iya kak.."Jawab Naya yang mulai lelah dengan semua perhatian Yuan.


Skip


.


.


.


.


Pukul sembilan tepat mobil Yuan terlihat keluar dari kediamannya bersamaan dengan datangnya sebuah taksi yang berhenti tepat di depan rumah Naya.Naya tersenyum senang saat melihat Rea dan Ines keluar dari taksi tersebut,dia bergegas membuka pagar rumahnya untuk menyambut kedatangan kedua temannya.


"Bukannya kalian seharusnya sekolah?"Kata Naya bertanya sebab melihat kedua temannya memakai baju bebas.


"Kasusmu yang membuat kita libur hari ini,yuk masuk."Ines mengandeng tangan Naya untuk masuk ke rumah.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu Nay?"


"Aku sudah nggak apa-apa kok,cuma aku nunggu Reihan di keluarin dulu baru aku bisa masuk."Tersenyum."Ehh bik Ratih nggak ada,mau minum apa biar aku buatin."Kata Naya menawarkan.


"Sudahlah nggak usah,nanti kita ambil sendiri kalau haus."Jawab Ines tersenyum.


"Emm ya sudah."Naya mengurungkan niatnya untuk berdiri.


"Lain kali turutin apa kata kak Yuan Nay jadi nggak kejadian gitu kan,kita saja takut kalau di anterin sendirian sama cowok,ehh kamu main mau saja.."Tutur Rea memberi saran.


"Iya iya aku nggak akan ulangi lagi kok."Tersenyum.


"Kak Yuan sudah kerja Nay?"


"Hmm baru saja berangkat."


"Wahhh...Bisa jalan donk kita hihihi."Tutur Rea bersemangat.


"Kalau ketahuan guru?"


"Kita nih nggak lagi bolos Nay,karena kasus kamu itu kita jadi di liburkan satu hari soalnya di sekolah di adakan sidang."


"Berarti satu sekolahan tahu kalau aku di lecehkan kemarin??"Tanya Naya terkejut.


"Nggak Nay mereka nggak menyebutkan namamu,jadi cuma kita saja yang tahu."


"Ohhh syukurlah.."Tersenyum.


"Buruan ganti baju,kita jalan bertiga mumpung kak Yuan nggak ada."Tutur Rea bersemangat.


Setelah siap Naya segera turun,Rea segera memesan taksi lagi untuk mengantarkan mereka ke mall yang biasa mereka kunjungi.Tak lama setelah itu taksi pun datang dan ketiganya langsung masuk ke dalam taksi tersebut.


Skip


.


.


.


.


🌁🌁🌁


πŸš—MallπŸš—


Naya dan kedua temannya berjalan bertiga sambil sesekali menyeruput es krim yang berada di tangannya masing-masing.Ketiganya kelihatan sangat senang sebab sudah lama tidak pernah melakukan hal seperti ini sejak ada Yuan di hidup Naya.


"Sebenarnya lebih enak ada kak Yuan Nay,meskipun begitu dia nggak pernah kok larang kita macem-macem kan,"Kata Ines.


"Hmm iya juga sudah gitu bisa dapetin makanan gratis lagi haha."Rea terkekeh pelan sambil melihat-lihat sekitar.


"Aku mulai bosan dengan dia,perhatiannya over tapi dia menganggap aku sebagai adek saja.Lebih baik aku tidak mengenal dia sama sekali daripada harus merasakan sakit seperti ini.kalian tahu?Ini lebih menyakitkan daripada saat aku di tolak kak Tae dulu."Tutur Naya menjelaskan dengan wajah kesal.


"Menurutku kak Yuan itu suka sama kamu Nay,cuma cara penyampaian orang dewasa kan lain Nay."


"Hmm aku setuju,lebih sabar sajalah,mungkin saja setelah lulus kak Yuan langsung melamar kamu untuk jadi istrinya hahahaha."Tutur Rea kembali terkekeh.

__ADS_1


"Kamu mau bikin aku tambah ngehalu lagi apa!!"Runtuk Naya kesal.


"Iya ..iya maaf hehe,emm aku sudah ngomong ke mama buat kuliah di Amsterdam Nes,kamu sudah ngomong belum."


"Aku juga sudah kok,mama ngizinin asal kita ngekosnya barengan."Jawab Ines tersenyum.


"Kamu bell?"


"Aku mau nikah sama kak Yuan saja."Jawab Naya yang selalu mengatakan itu saat kedua temannya mengajaknya kuliah.


"Gitu yah...Kamu serius nggak mau kuliah bareng kita?"Tanya Ines memastikan.


"kalau aku kuliah jauh,yang ada setelah pulang dia nikah sama yang lain gimana?"Ujar Naya Mengerucutkan bibir nya.


"Itu namanya bukan jodoh,kalau jodoh dia pasti nunggu Nay."


"Dengan umur yang setua itu??"


"Iya juga sih,tapi saran aku mending kamu raih cita-cita dulu daripada mikirin kak Yuan yang nggak jelas itu."


"Hmm setuju...!!"Sahut Rea bersemangat.


"Pokoknya aku mau nikah sama kak Yuan titik."Jawab Naya ketus.


"Hmm okelah... Ehh makan siang di mana nih??"


"Pizza saja gimana??Kita patungan belinya."


"Ya sudah ayo...Aku traktir deh."Jawab Naya tersenyum.


"Wahhh aku suka ..Aku suka.."Ucap Rea kegirangan.


Mereka bertiga pun langsung menuju ke arah restoran pizza yang berada di lantai dua mall tersebut.Ketiganya naik eskalator dan mata Ines melebar saat melihat pemandangan di sebuah restoran yang terdapat di sana.


Kak Yuan??Apa aku ngomong Naya saja ya,dia harus tahu ini..


"Emm Nay.."


"Hmm ya.."Jawab Naya yang memang tidak mengetahui hal tersebut.


"Itu bukannya kak Yuan?"Menujuk ke salah satu restoran yang ada di sana.Naya menoleh ke arah restoran yang di tunjuk Ines dan pemandangan di depannya sontak membuat perasaanya hancur berkeping-keping.Di sana terlihat jelas jika Yuan tengah duduk berdua bersama Lisa.


Sekarang aku benar-benar yakin kak, jika kamu memang tidak pernah menyukaiku.Selamanya aku hanya akan menjadi tiara adikmu bukan sebagai Naya yang sangat ingin menjadi wanitamu.Ini terasa semakin menyakitkan kak sebab kamu selalu membohongiku atas ini,kamu bilang sudah tidak pernah bertemu dengan kak Lisa lagi,tapi nyatanya kamu lebih suka menghabiskan waktu berdua bersama lisa daripada bersamaku.-


Terimakasih yang masih setia


Silahkan like πŸ‘


Komentar πŸ’¬


Klik β™₯️


Vote juga please 😘


Salam sayangβ™₯️


Om Yuan😘

__ADS_1


__ADS_2