OM Yuan

OM Yuan
Chapter 25


__ADS_3

Dengan langkah tenang Yuan memasuki halaman sekolahan Naya,dia sudah membuat janji dengan kepala sekolah untuk menyelesaikan masalah Naya tempo hari.Yuan sengaja tidak memberi kabar orang tua Naya sebab dia tidak ingin membuat mereka khawatir.Yuan mengikuti satpam berjalan menuju ke arah ruang kepala sekolah yang terletak di lantai dua.Kepala sekolah pun menyambut Yuan dengan ramah dan menyuruh Yuan duduk di kursi yang tepat berada di hadapannya.


"Maaf dengan wali murid siapa?tadi saya lupa bertanya saat di telfon."Tersenyum ramah.


"Wali murid Putri Kanaya pak,emm saya Om-nya,berhubung orang tua Naya berkerja di luar kota jadi saya yang mewakili mereka."Tersenyum ramah.


"Hmm begitu."Mengangguk-angguk."Lantas ada keperluan apa anda ke sini?"


"Emm begini pak...."


Yuan menjelaskan kejadian kemarin yang menimpa Naya,kepala sekolah pun mendengarkan penjelasan dari Yuan dengan wajah serius.


"Saya minta anak yang mempunyai kartu pelajar ini di keluarkan dari sini."Ucap Yuan tegas.


"Sebentar pak,semua ini harus melalui prosedur dulu,pihak sekolah tidak bisa langsung mengeluarkan siswa ini begitu saja."Jawab kepala sekolah menjelaskan.


"Saya ingin secepatnya pak..!!"Tutur Yuan yang mulai tersulut emosi.


"Maaf pak,tadi kan sudah saya jelaskan jika harus melewati prosedur dulu."


"Prosedur macam apa pak..!!ini sudah termasuk pelecehan seksual,jika bapak tidak bisa menyelesaikannya,maka saya akan membawa kasus ini ke Rana hukum..!!Saya sudah mempunyai bukti kuat dan juga satu orang saksi,apa bapak mau sekolahan ini tercoreng nama baiknya karena memiliki siswa cabul seperti dia..!!!"Ucap Yuan yang terpaksa mengancam.


"Baik-baik pak tapi saya butuh waktu untuk ini,"


"Berapa hari?"


"1 Minggu."


"Keponakan saya bisa ketinggalan pelajaran jika selama itu."Protes Yuan lagi.


"Keponakan bapak suruh masuk seperti biasa saja,saya pastikan tidak akan terjadi apupun di sini."Kata kepala sekolah menyarankan.


"Apa anda bisa berfikir jerni pak??Menurut anda keponakan saya mau bertemu dengan orang yang sudah melecehkannya?saya beri waktu dua hari,selama anak itu belum di keluarkan pihak sekolah Putri Kanaya tidak akan masuk sekolah,dan jika dalam waktu dua hari masih belum di tindak tegas,saya langsung akan melaporkan hal ini pada pihak berwajib.Permisi."Ucap Yuan tegas serayap berjalan keluar ruangan.


"Astaga..."Eluh kepala sekolah serayap menarik nafas panjang melihat ke arah Yuan yang sudah berlalu pergi.


***


Yuan memutuskan langsung kekantornya sepulang dari sekolah Naya,langkahnya terhenti saat dia melihat Lisa duduk di meja yang harusnya di duduki oleh Reva.Yuan baru mengingat jika kemarin dia meninggalkan Lisa begitu saja saat Lisa meminta sebuah perkerjaan padanya.


"Pagi..."Sapa Lisa yang langsung menghampiri Yuan.


"Kenapa kamu berada di sini?Mana Reva?"Ucap Yuan tanpa menjawab ucapan selamat pagi dari Lisa.


"Emm Reva sudah di pindah ke bagian lain,aku berjanji akan berkerja lebih baik dengan dia sayang."Menyentuh lengan Yuan namun Yuan menampisnya kasar.


"Jaga tingkah lakuku Lisa..!! Ingat kau itu hanya pegawaiku..!!."Jawab Yuan kasar serayap pergi dari hadapan Lisa.

__ADS_1


Sekarang kamu bisa nolak aku Yuan,lihat saja nanti apa yang bisa aku lakukan untuk menyingkirkan Naya si anak bau kencur itu..!! Runtuk Lisa dalam hati dan kembali ke tempat duduknya.


Yuan langsung menerobos masuk kedalam ruangan Toni dan duduk dengan wajah kesal.


"Kenapa Lisa berada di sana?!!"Ucap Yuan tegas.


"Dia yang memaksa saya pak,dia bilang jika itu perintah dari bapak."Jawab Toni menjelaskan.


"Apa saya pernah berucap seperti itu?saya hanya minta tolong untuk mencarikan perkerjaan buat dia,bukan menyuruh dia menjadi sekertaris saya..!!"Ucap Yuan kesal.


"Maaf pak saya tidak tahu jika seperti itu,"


"Saya mau Reva berkerja lagi dengan saya daripada dia."Ucap Yuan tegas.


"Emm Reva baru saja Risen pak,sebab dia merasa sakit hati karena di pindahkan secara mendadak."Jawab Toni menjelaskan.


"Lantas ini bagaimana??"


"Begini saja pak,maaf atas keteledoran saya, secepatnya saya akan mencarikan sekertaris yang cocok untuk bapak,untuk sementara biar Lisa yang membantu bapak selama saya belum menemukan orang yang cocok."Ucap Toni memberi saran.


"Oke saya kasih waktu satu Minggu untuk menyelesaikan semua ini,sudah kamu beritahu Lisa bagaimana dengan cara kerja saya?"Ucap Yuan bertanya.


"Hmm sudah..."Tersenyum.


"Baik."Yuan beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari ruangan Toni.


Yuan melewati meja Lisa begitu saja,dia langsung masuk kedalam ruangannya tanpa melirik ke arah Lisa sedikitpun,sedangkan Lisa sendiri cepat-cepat menyiapkan berkas untuk jadwal Yuan pagi ini,Lisa mengetuk pintu ruangan Yuan dan masuk.


"Emm ini susunan jadwal untuk hari ini Yu.."


"Panggil aku pak..!!"Jawab Yuan mengambil map dari tangan Lisa.


"Hmm baik pak maaf."Tersenyum ke arah Yuan.


"Kembalilah berkerja,jika aku membutuhkanmu aku akan memanggilmu."Pinta Yuan tanpa melihat ke arah Lisa.


Sial...!!!!


"Baik pak permisi..."Lisa menunduk sebentar dan pergi dari hadapan Yuan dengan wajah kesal.


"Ohhh astaga...."Menyadarkan punggung pada kursi kokohnya."Jika Naya sampai tahu hal ini dia bisa sangat marah padaku..Tapi tidak masalah kan hanya satu Minggu,sebisanya aku bakal menutupi ini semua agar tidak terjadi salah faham lagi,Ahhhh...Sayangku...Aku merindukanmu meski baru saja aku berada di sini,kamu sedang melakukan apa di sana?Apa sedang memikirkanku seperti yang kulakukan sekarang.Naya...Aku sangat mencintaimu..."Ucap Yuan tersenyum membayangkan sosok Naya.


***


Siang itu Naya langsung bergegas turun setelah mendengar suara bel pintu rumahnya.Naya berfikir jika itu Yuan yang rela pulang lebih awal hanya untuk melihat keadaanya.Raut wajah Naya seketika berubah saat dia melihat Taendra berdiri di balik pintu tersebut.


Ahhh bukan kak Yuan...ish...!! Biasanya kalau aku sekolah saja jam segini dia sudah sama aku dirumah...Aaaaaggghhh aku ngarepin apa sih sama dia, lama-lama aku bener-bener capek mikirin ini terus..

__ADS_1


"Apa aku menganggumu Naya?"Ucap Taendra yang ucapannya sedari tadi tidak di respon oleh Naya.


"Ehh nggak kak,,silahkan masuk."Jawab Naya mempersilahkan Taendra masuk."Bibik....."Teriak naya dengan nada lembut.


Beberapa saat kemudian bik Ratih muncul dengan senyuman di wajahnya."Ada apa non."


"Buatin minuman bik...Emm kak Tae mau minum apa??"


"Terserah saja bik."Tersenyum ramah.


"Baik aden sebentar ya.."Bik Ratih menunduk sebentar dan masuk kedalam.


"Aku tadi pulang kuliah terus mampir ke sini."Tutur Taendra menjelaskan.


"Kenapa nggak chat dulu tadi,aku pikir tadi temenku."


"Sudah aku chat kok,tapi mungkin belum kamu baca.."


"Aduh iya maaf ponselku aku charger tadi,emm makasi buat kuenya kemarin kak."Tersenyum.


"Apakah enak?"


"Hmm iya enak soalnya gratis."Tersenyum.


Ternyata Naya orangnya sangat menyenangkan tidak seperti Vero yang entahlah...apa aku sudah mulai bosan dengan dia?Atau aku hanya merasa bosan dengan cara dia mengaturku seperti itu..


"Emm sebenarnya aku mempunyai tujuan datang ke sini Nay."


"Hm iya kak kenapa?"


"Aku ingin mengajakmu berjalan-jalan Minggu ini,apa kamu ada waktu??"Ucap Taendra serayap melihat ke arah Naya bersamaan dengan datangnya Yuan yang sudah berdiri di depan pintu sejak tadi.-


Maaf ya🙏


Belum bisa update setiap hari karena revisinya belum selesai😭😭😭


maklum,Authornya juga lagi banyak kerjaan di dunia nyata😩Maaf sekali lagi🙏🙏


Silahkan like👍


komentar 💬


Klik♥️


Vote juga please😚


Terima kasih 😘😘

__ADS_1


__ADS_2