OM Yuan

OM Yuan
Chapter 14


__ADS_3

Selama Naya mendapatkan perawatan wajah,Yuan dan sang mama menunggu diluar ruangan.Keduanya pun berbincang hangat sebab Yuan sendiri termasuk pria yang sangat ramah meski terhadap orang-orang tertentu.


"Orang tuamu sendiri tinggal di mana Yuan??"


"Di perbatasan kota ini ma,"tersenyum.


"Kenapa nggak tinggal satu rumah saja?"


"Nggak apa-apa ma,ada hal yang harus aku lupakan saja."


"Mama boleh tahu itu hal apa Yuan?maaf mama cerewet sekali,soalnya Naya kan cewek jadi mama juga mesti jaga-jaga sebagai orang tua."Tutur mama Naya menjelaskan.


"Yuan ngerti kok ma,emm itu...Yuan ingin melupakan adik Yuan yang 7 tahun silam meninggal.Masalahnya hanya itu ma,Yuan terlalu sayang sama dia,kalau aku tetep dirumah,aku takut jadi semakin terpuruk."Ucap Yuan menjelaskan.


"Hmm begitu..maafkan mama ya,kamu jadi mengingat hal tersebut."Jawab mama Naya merasa tidak enak hati.


"Nggak apa-apa ma,meski mama nggak ingetin,aku masih saja inget sama dia,sampai rasanya aku malas berpacaran sebab banyak cewek-cewek yang nggak bisa mengerti dengan posisi aku sekarang."Tersenyum.


"Bagaimana dengan Naya??kenapa kamu menyukainya kalau kamu malas buat jalin hubungan,"


"Dia mirip adek aku ma,padahal mereka bukan saudara tapi aku merasa sedang bersama Tiara saat aku bersama Naya.Jadi ku putuskan untuk menjaga dia sebaik aku menjaga tiara.Aku hanya nggak mau kehilangan sosok Tiara lagi."Yuan tersenyum menatap ke arah mama Naya.


*Astaga..it*u sebabnya dia seolah sudah sangat akrab dengan Naya.. syukurlah masa lalu dia hanya seperti itu,aku jadi tenang sekarang...


"Maaf Yuan mama jadi mikir macem-macem karna mama penasaran kenapa kamu menyukai Naya yang masih berwajah polos itu,mama takut kamu manfaatin kepolosan Naya saja.Mama cuma takut nanya sakit hati nantinya."Tersenyum.


"Aku nggak akan pernah sakiti dia ma hehe,hmm wajahnya masih polos tapi aku lihat dia mirip mama ya?"Tutur Yuan mencoba mencairkan suasana.


"Iya Yuan,tapi naya tidak merasa mirip mama,bahkan tadi dia menganggap kalau dia anak bik Ratih,"Tertawa.


Yuan terkekeh mendengar cerita mama Naya."sampai seperti itu ma?"Tanya Yuan lagi.


"Ini tadi sebenernya masih memasak,berhubung Naya bahas masalah ini terus jadi terpaksa langsung berangkat.Soalnya Mama sudah janji juga sama dia,ya sudah berangkat langsung saja,biar dia nggak ngedumel melulu."Ucap mama Naya menjelaskan.


Dua jam kemudian Ketiganya kelihatan sudah keluar dari klinik tersebut dan langsung masuk mobil Yuan.Didalam mobil Naya memasang wajah cemberut karna menurutnya tidak ada yang berubah dari wajahnya.


"Perasaan masih sama saja ihh mama,sudah bayar semahal itu nggak ada bedanya wajah aku,cuma ngerasa seger doank tapi tetep saja kusam,hampir mirip kalau aku lagi cuci muka,"Protes Naya sambil bercermin.


"Kan masih di awal sayang,semua itu butuh proses.Lagian itu kan krimnya belum kamu pakai,jadi pakek itu dulu setiap harinya,baru ada perubahan."Tersenyum.


"Entar mama ngarang cerita lagi buat nutupi kalau aku emang anak bik Ratih."


Ucapan konyol Naya membuat Yuan tertawa sangat lebar begitupun sang mama.


"Tanya Yuan kalau nggak percaya,wajah kamu mirip mama sayang,"


"Hmm iya dedek."Jawab Yuan singkat.


"Kalian sekongkol kan,mirip apanya??wajah mama putih gitu nggak seperti wajah aku.Sudah terlanjur seneng tapi hasilnya seperti ini,"Kembali cemberut.


"Mama kan sudah lama perawatan sayang..astaga.."Tersenyum.


"Terus krim itu gimana cara pakainya ma."


Mama Naya menjelaskan semua pada putrinya,sedangkan Yuan sendiri memperhatikan wajah polos Naya yang sedang fokus mendengarkan penjelasan dari sang mama.


***


Sebelum tidur Naya memakai krim tersebut namun tetep di bantu oleh sang mama,setelah itu sang mama menyuruh Naya tidur karna besok harus berangkat ke sekolah.Namun Naya kembali sulit memejamkan mata,rasanya ingatan soal Taendra kembali mengusik pikirannya.


Naya tersentak kaget saat ponselnya berdering dan tertulis nama Yuan di sana.


Ini orang kerjaanya ngagetin terus...


Naya pun menerima panggilan tersebut.


Via telfon📲


"Belum tidur kan?"


"Kok tahu kak?"


"Selalu sayang..aku selalu tahu apa yang sedang kamu lakukan."


Kak Yuan bikin aku salah tebak terus sama perhatiannya..


"sok tau."


"Suktinya tau haha,em orang tua kamu udah tidur,"


"Sudah kak,mungkin capek soalnya tadi kan habis perjalanan jauh."


"Buka pintu sayang,aku mau masuk,"


"Panggilannya kak ihh."


"Sudah nggak usah bawel buruan buka."

__ADS_1


"Iya bentar."


Naya mengakhiri panggilan dan berjalan untuk membuka pintu kamarnya.Yuan tersenyum di balik pintu sambil membawa sesuatu di tangannya.


"Kita duduk situ,"Yuan mengajak Naya untuk duduk di teras kamar Naya.


"Apa itu kak,baunya kok enak,"Naya melihat ke arah sesuatu yang di bawa Yuan.


"Aku tadi iseng buat roti bakar sendiri,"Yuan membuka bungkusan yang di bawanya.


"Wahh kelihatannya enak,"Naya langsung melahap roti tersebut.


Aku ingin tahu respon Kamu bagaimana waktu makan roti ini,apa bakal sama seperti Tiara dulu,dia langsung menguap setelah memakan roti buatanku...


"Enak banget kak,aku boleh nambah?"


"Habisin saja,terus langsung tidur ya,"Mengusap puncak kepala Naya.


"Emang bisa langsung tidur,"Melihat Yuan dari samping.


"Bisalah...Itu resep mujarab buat orang yang sulit tidur."Tersenyum.


"hmm..,"Kembali menikmati rotinya.


Saat Naya fokus makan roti,Yuan menyentuh perlahan pipi Naya dan hal itu membuat Naya kaget dan melotot ke arah Yuan.


"Apaan kak,jangan macem-macem ya,"Cemberut.


"Cuma pegang dikit saja di bilang macem-macem,tadi sudah di pakek krimnya?"


"Hmm sudah,"mengangguk.


"Kalau sudah cantik jangan mau kembali sama dia ya."Menatap ke arah Naya.


"Siapa??"Membalas tatapan Yuan.


"Cowok yang kamu sukai,"Terseyum.


"Hmm,"Kembali fokus makan


"Aku serius sayang."


"Katanya nggak boleh ngomong yang serius-serius dulu,"Tersenyum.


"Hahaha iya juga,aku cuman takut kamu balik sama dia lagi,"


"Iya sayang...aku nggak akan batesin masa mudamu kok,"Ucap Yuan tersenyum ke arah Naya.


"Nggak sama paham omongan kamu kak,"


"Kalau sudah cantik,kamu aku bebasin buat pacaran sama siapa saja,tapi putusin dia kalau kamu merasa tidak nyaman."


"Kak Yuan ngomong apa ya."Naya mengerutkan keningnya menatap ke arah Yuan.


"Kamu masih sangat belia Naya,tapi aku sudah bisa menebak kedepannya kamu akan seperti apa.Kamu boleh jatuh cinta tapi jangan mau bodoh karna cinta.Aku bakal jadi tempat kamu kembali kalo kamu membutuhkan sandaran,"Tersenyum membalas tatapan Naya.


Sebab aku yakin tidak ada pria yang menyanyangimu sebesar perasaanku...


Kembali darimana kak,aku nggak paham."


"Kembali dari rumah haha,suatu saat kamu akan paham sama ucapanku sayang,"


"Sudah habis kak,"memberikan bungkusan pada Yuan.


"Sudah habis di kasih ke aku bungkusnya,"


"Males buangnya,"menunjukkan giginya.


"Ya sudah buruan masuk terus tidur,besok kamu masih harus sekolah kan,"


"Hmm iya kak,perut aku jadi kenyang,makasi ya rotinya,besok juga mau di buatin lagi buat bekal di sekolah haha,"


"Iya besok kak Yuan buatin."


"Canda ish kakak,bye kak.. Hati-hati kalau loncat ya.."Melambai tangan dan berjalan masuk.


"Iya hehe,buruan tutup pintunya,"


"Hmm baik..."Naya pun menutup pintunya dan menguncinya.


Setelah kamu cantik,aku yakin akan banyak cowok yang mendekatimu Naya.Dan saat itu terjadi aku akan membiarkannya,aku ingin kamu bisa dewasa dalam memilih.Aku juga ingin kamu merasa,,jika tidak akan ada cowok yang menjagamu sebaik aku..


***


keesokan paginya Naya tidak berhenti bercermin saat melihat wajahnya yang terlihat lebih segar.Dia merasa jika wajahnya terasa ringan dan tidak ada minyak terlihat saat bangun tidur.Padahal biasanya wajahnya terasa sangat lengket saat bangun tidur seperti tadi.


"Sayang kamu belum bangun,"terdengar swara sang mama memanggilnya dari balik pintu kamar.

__ADS_1


"Sudah ma bentar,"Naya pun membuka pintu kamarnya sambil tersenyum bahagia.


"Astaga wajah kamu jadi kelihatan segar sayang,"Mengusap lembut kedua pipi Naya.


"Iyaa ma,"jawab Naya tersenyum.


"Kenapa korden belum kamu buka,"sang mama berjalan ke arah teras untuk membuka pintu dan jendela."Udara pagi sangat bagus sayang,seharusnya kamu membukanya."


"Yang nggak bagus itu yang di seberang kamar ma,entar kak Yuan ngintipin aku kalau aku buka,"


"Ya kamu kalau ganti baju di kamar mandi saja,"


"Nggak enak,aku suka di kamar kok,"


"Harus di biasakan sayang,kan sudah punya tetangga,"Mama pun membereskan tempat tidur Naya yang biasanya di kerjakan oleh bik Ratih."Ya sudah yuk sarapan,habis ini langsung sekolah,"


"Siap ma..."


Sang mama pun merangkul kedua bahu Naya dan berjalan turun.Di ruang makan terlihat Yuan sudah berada di sana dengan senyum khasnya.Perasaan Naya berdebar saat melihat ke arah Yuan yang saat ini terlihat sangat tampan dengan kemeja putihnya.


Kak Yuan cakep banget ya..pikir Naya yang langsung duduk di hadapan Yuan.


"Rajin banget kak,"Sapa Naya yang ingin menutupi perasaan kagumnya pada pria dewasa di hadapannya.


"Kalau nggak rajin,yang nganterin kamu siapa,"Tersenyum ke arah Naya.


"Ada ayah kok jadi kamu bisa libur,"


"Sekalian aku kerja sayang,"


Deg...!! panggilannya masih saja seperti itu...Bikin gagal faham saja.


"Kok tumben pagi,"


"Hmm ada meeting pagi,biar siangnya bisa jemput kamu hehe,"


"Perkerjaan ayah jadi ringan kalau seperti ini."


Aku masih binggung dengan sikap kak Yuan.Entah dia serius atau tidak,hanya saja aku merasa kalau dia hanya main-main dan godain aku saja,mana mungkin ada pria setampan itu yang menyukai bocah ingusan seperti aku..itu sangat tidak mungkin kan..Naya melihat ke arah Yuan sambil memikirkan hal itu,jadi Naya terlihat sedang menatap lekat ke arah Yuan saat ini.


"Rasanya dia mulai menyukaimu nak Yuan,"Ucap ayah Naya serayap tertawa sehingga Naya tersadar dari lamunannya.


"Jangan terpesona dulu sayang,kamu harus lulus SMA dulu baru aku bakal menerima cinta kamu haha,"Ledek Yuan.


Mama Naya tertawa diikutin oleh sang Ayah.


"Ngomong apaan kamu kak,"Naya melirik malas ke arah Yuan.


"Apa aku terlihat tampan dengan kemeja putih ini hingga kamu terpanah seperti itu tadi,"Tersenyum.


"Nggak biasa saja..!"


"Ish marah wkwkwk,"


"Sudah buruan sarapan,ini sudah siang sayang,"Ucap sang mama mengusap lembut kepala Naya.


"Mama balik kapan??"


"Minggu sore sayang,soalnya Senin sudah harus kerja lagi,nggak apa-apa kan maaf ya,"


"Nggak apa-apa ma aku cuma nanya saja,"Ucap Naya yang selalu mencoba mengerti posisi orang tuanya.


"Ini juga buat kamu sayang,mungkin lulus SMA kamu pengen kuliah jadi mama sudah kumpulin uang buat itu,"Tersenyum.


"Hmm iya ma aku ngerti kok,"


"Nggak usah kuliah sayang,cari suami yang kaya saja."Ucap sang ayah sambil melirik ke arah Yuan.


"Betul itu yah haha,sebaiknya mama di rumah saja,masalah kuliah naya biar aku yang nanggung biayanya."Tersenyum.


"Ya nggak bisa gitu nak Yuan,"


"Sudah seharusnya seperti itu ma,setelah nikah kalau Naya mau lanjut kuliah juga nggak apa-apa ma."


Ucapan Yuan membuat Naya kaget dan langsung tersedak.-


Holla🙋


Silahkan like👍


komentar 💬


Klik♥️


Vote juga please 😚


terimakasih 😘

__ADS_1


__ADS_2