
Mobil Yuan baru saja memasuki halaman rumahnya,dia segera turun dari mobil dan matanya langsung tertuju pada motor yang tengah terparkir di depan rumah Naya saat ini.Yuan merasa pernah melihat motor itu dan segera berjalan ke arah rumah Naya untuk mencari tahu tanpa menaruh tas kerjanya dulu.Sesuai tebakan Yuan,motor itu adalah milik Taendra.Hatinya langsung terbakar saat melihat Taendra tengah berada di ruang tamu bersama Naya,namun lagi-lagi Yuan harus menepis egonya sebab dia yakin jika Naya tidak menyukai lelaki yang terlalu pecemburu menyamakannya seperti sosok Tiara adiknya.
Naya melihat ke arah Yuan saat akan menjawab pertanyaan Taendra yang berniat mengajaknya pergi akhir pekan ini.
"Emmm..."Melihat ke arah pintu membuat Taendra juga ikut melihat ke arah pintu.
Please kak Yuan..Marah donk biar aku tahu kalau sebenarnya kamu suka sama aku... Batin Naya.
"Haii kak."Sapa Taendra ramah.
"Hmm haii juga."Jawab Yuan yang langsung ikut duduk bersama mereka.
"Ini Aden minumnya."Ucap bik Ratih meletakkan minuman di hadapan Taendra."Aden Yuan mau minum apa?"
"Nggak usah bik makasih."Tersenyum.
Aku tidak boleh terbawa emosi dan membuat Naya marah padaku,meski begitu Taendra kemarin telah menolong dia bukan..
"Baik Aden permisi."Bik Ratih tersenyum sejenak dan pergi.
"Sudah daritadi?"Tanya Yuan mengendurkan dasinya.
"Baru saja kak,"Tersenyum.
"Kenapa wajahmu jadi aneh begitu dedek?"Tanya Yuan yang melihat wajah Naya yang menegang.
"Nggak apa-apa kak."
"Aku mau mengajak Naya jalan Minggu ini,apa di izinkan."Tanya Taendra mengulang pertanyaannya lagi.
Marah donk kak...Please....
"Dengan motormu itu??"
"Maksudnya kak?"Taendra merasa binggung dengan pertanyaan Yuan.
"Aku tidak ingin dia sampai sakit jika berjalan-jalan dengan motor seperti itu,jadi jika ingin mengajaknya jalan kau harus membawa sebuah mobil."Tutur Yuan yang selalu di ucapkannya.
"Tentu kak,aku tidak akan mengajak gadis secantik Naya dengan sebuah motor."Jawab Taendra menyanggupi.
Astaga...Aku membenci ini,berarti dia mempunyai mobil... Runtuk Yuan dalam hati sebab merasa menyesal mengatakan hal itu.
Kak Yuan memang sangat menyebalkan,masa dia ngasih syarat begitu lagi,kenapa dia nggak langsung ngomong"Nggak boleh sebab Naya cuma milikku"Ahhggg..Setiap hari selalu bikin kesel saja sih..!!Tahulah terserah dia...Mau ngantur seperti apapun terserah dia...!!!
"Apa kamu mau jalan bersama dia Sayang.."Tanya Yuan melihat ke arah Naya. Please sayang bilang nggak mau yah...
Sayang... Batin Taendra.
__ADS_1
"Terserah kamu kak,apa aku berhak buat mutusin,selama ini kan kamu yang mengatur hidupku."Runtuk Naya kesal.
"Bukankah syaratnya sudah saya penuhi kak?Emm saya berjanji akan membawa Naya pulang dengan baik."Imbuh Taendra berharap bisa mendapatkan izin dari Yuan.
"Kapan itu?"
"Weekend ini,"Tersenyum.
"Jika malam aku tidak mengizinkannya."
"Terserah kak bisanya kapan,aku hanya ingin lebih banyak mengobrol dengan Naya."Tersenyum melihat Naya.
Sudah mirip banget jadi orang tua aku saja sih kak Yuan...!!
"Hmm baiklah aku mengizinkan itu."
Tuhan aku yakin jika aku lebih baik dari anak laki-laki ini. Batin Yuan.
Naya menatap tajam Yuan sebab merasa sangat kecewa saat ini,Yuan benar-benar sudah keterlaluan menurutnya.
Apa kak Yuan serius ingin melihatku bersama Taendra...!!! Ahhh dasar orang tua...Kenapa nggak peka banget sih...Ihhhh...!!!
"Terima kasih kak atas izinnya,"Meminum habis sisa sirup."Emm baik aku harus pulang soalnya tadi belum pamit sama mama."
"Oke hati-hati."Ucap Yuan mencoba tersenyum.
"Hmm iya kak hati-hati."Tersenyum manis ke arah Taendra.
"Permisi semua."Taendra tersenyum sebentar dan berjalan keluar.
Naya akan berdiri namun Yuan meraih lengan Naya lembut dan menyuruhnya duduk."Mau kemana?"
"Ke kamar.."
"Ohh ada aku jadi di tinggalin gitu,terus waktu ada Taendra kamu antusias banget nemuin dia.Apa kamu sudah bosen sama aku sayang."Yuan mengusap lembut ujung kepala Naya dan memperhatikan wajah Naya yang menurutnya semakin terlihat cantik.
"Iya sudah bosen..!! Sana pergi..!!"
"Meski kamu mengusirku aku nggak akan pergi hehe,jangan marah terus nanti cepet tua,jangan nakal-nakal ya kalau besok jalan sama Taendra,aku nanti cemburu sayang."Ucap Yuan yang terlihat tidak serius.
"Apa cemburu karena takut adek kamu ini di ambil kak Tae?"Tanya Naya memastikan.
"Hmm iya seperti itu,aku nggak mau kehilangan kamu lagi."Tersenyum.
Kalau nggak mau kehilangan ya nikahi aku kak duhhh,ini malah seperti ini terus.Apa bisa kita jadi adek selamanya,kamu tuh terlalu egois Yuan..!! Mikirin kepentinganmu sendiri tanpa tahu perasaanku seperti apa..
"Hmm terserah kamu kak."Tutur Naya menyerah
__ADS_1
"Sudah makan belum?"
"Belum..."
"Marah kenapa lagi? Akhir-akhir ini kamu sering banget marah sama aku ya."Ucap Yuan yang masih tidak peka.
"Nggak marah kok..Semua terserah kamu kak biar kamu puas..."Tutur Naya ketus.
"Ngomong gitu salah aku apa?Jangan seperti ini."
"Aku yang salah kak,ya sudah kamu pulang terus ganti baju atau mau balik kerja lagi."
Yuan menarik nafas panjang serayap melihat ke arah Naya yang di rasanya sedang marah."Aku tadi sibuk sayang,jadi tidak menghubungimu sama sekali."Kata Yuan menjelaskan.
"Ya sudah balik kerja saja biar cepet selesai perkerjaanya."Melirik malas ke arah Yuan.
"Astaga...Besok aku tidak akan pergi ke kantor sayang,kenapa tidak bilang jika kamu kesepian di rumah."
"Tidak perlu melakukan itu kak,sudah seharusnya kau fokus dengan perkerjaanmu."
"Aku tadi benar-benar sibuk sebab banyak sekali laporan yang mesti aku periksa."Ucap Yuan menjelaskan.
Naya menarik nafas panjang mencoba menepis egonya yang selalu ingin di perhatikan oleh Yuan,dia harus sadar diri atas perasaannya yang semakin salah.
"Kak,jika Taendra menyatakan perasaanya padaku,apa aku harus menerimanya?"Pertanyaan Naya membuat Yuan merasa sedikit kaget.
Ingat Yuan kamu tidak boleh egois sebab Tiara sangat membenci hal itu,ini untuk yang terakhir kali Naya...Aku mengizinkan mu untuk merasakan bersama dengan hati yang lain selain aku..Hanya tinggal menunggu bulan terus aku akan meminangmu di depan orang tuamu..Akan ku jadikan ini hadiah terindah untuk kelulusanmu kelak...
"Kenapa bertanya padaku sayang?Jika kau masih ingin mencoba bersama dia,lakukan saja,aku selalu membebaskanmu untuk itu."Tersenyum.
Ucapan Yuan terasa seperti sebilah pisau yang langsung mengiris-iris hati Naya saat ini,dia merasa jika ucapan Yuan saat ini sudah sangat membuktikan jika selamanya dia tidak akan bisa mencintai dan hanya bisa menyanyanginya selayaknya seorang kakak terhadap adiknya.
Aku sungguh sudah menyerah sekarang kak...Aku akan coba kubur dalam-dalam perasaan ini kak,entah bisa atau tidak aku akan berusaha menghilangkan perasaan ini yang rasanya semakin menyakitkan untukku.-
Terimakasih yang masih setia😘
Aku usahain update meskipun hanya seminggu Sekali selama belum selesai revisinya😁
Silahkan like 👍
Komentar 💬
Klik ♥️
Vote juga please 😘
♥️Salam sayang♥️
__ADS_1
Om Yuan😘