
Sepulangnya dari rumah mama Yuan,Naya terlihat tidak banyak bicara,Dia merasakan kekecewaan yang berlipat ganda setelah mendengar ucapan dari mama Yuan yang juga menganggapnya sebagai Tiara.
"Inget ya..besok pagi kamu nggak usah sekolah dulu,biar aku beresin masalah kamu baru kamu bisa masuk sekolah.."
"Hmm kak."
Yuan langsung melihat ke arah Naya saat mendengar ucapan tersebut,Yuan tahu jika Naya sudah menjawab pertanyaannya dengan singkat berarti saat ini hatinya sedang tidak baik.
"Kamu marah sama aku?"Sesekali fokus melihat jalan.
Rasanya sudah capek buat marah..
"Nggak kak.."Memainkan ponselnya.
"Aku tahu kamu sedang marah sayang?aku salah apalagi?"
"Sudah aku bilang nggak usah selalu merasa sok tahu kak,aku baik-baik saja.."Ucap Naya yang sudah mulai lelah dengan semuanya.
Mobil terparkir di halaman rumah Yuan,seperti biasa Yuan membukakan pintu mobil untuk Naya."Emm kak setelah ini aku mau tidur,jadi jangan mengangguku dengan mengetuk pintu kamarku."Naya langsung melangkah pergi meski belum mendapatkan jawaban dari Yuan.
"Sayang jangan pulang dengan keadaan marah."Ucap Yuan setengah berteriak membuat Naya berhenti berjalan lalu berbalik badan melihat ke arah Yuan.
"Diam di situ kak..!"Menunjuk ke arah kaki Yuan.Secara refleks Yuan mengikuti ucapan Naya untuk berhenti."Jika kamu berani mengangguku malam ini,besok aku tidak akan mau bertemu dengan mu lagi .!!"
"Oke sayang oke,aku tidak akan mengganggumu hari ini."Jawab Yuan dengan nada menyerah.
Sangat menyebalkan..!!! kenapa dia menyerah seperti itu sih..!! Naya menatap tajam Yuan dan pergi begitu saja dengan wajah kesal.
"Astaga...apa yang salah lagi?Dia selalu tidak mau membicarakan soal kekesalannya padaku."Masih memperhatikan Naya yang baru saja membuka pintu pagar rumahnya."Biasanya jika Tiara sudah seperti itu,sebaiknya aku tidak mengganggunya malam ini."Yuan menarik nafas panjang dan segera masuk rumah setelah melihat Naya sudah hilang dari pandangannya.
Sampai saat ini,sifat Yuan tetap sama, mengait-ngaitkan segala sesuatu dengan Tiara adiknya.Yuan makin menjadi egois,sementara Naya hanya bisa berdiam atas perlakuan Yuan yang selalu menganggap dia adalah Tiara.
Skip
.
.
.
🌃Pukul 19:30🌃
Kamar Naya
Naya mondar-mandir sambil sesekali mengintip ke arah tirai yang tertutup rapat,setiap kali dia marah dan menyuruh Yuan untuk tidak menghubunginya,dia selalu merasakan hal seperti ini.Karena sebenarnya Naya tidak benar-benar berucap seperti itu,dia ingin Yuan menghampirinya terus berucap kata maaf atau berbuat sesuatu yang membuat dia mau memaafkannya.Semua keinginan itu sangat berbeda dengan pemikiran Yuan saat ini,hmm itu karena Yuan masih menyamakan Naya dengan Tiara adiknya,Yuan masih belum menyadari jika sikapnya akan menjadi bumerang untuk hubungannya nanti.
"Aaaaggghhhh kesel..!!! S#al..!! itu orang hobi banget bikin aku kesel seperti ini.."Duduk di tepian tempat tidur karena merasa sangat lelah."Harusnya kan dia kesini,minta maaf,ngajak ke mana gitu,jalan kek atau apa yang bisa buat aku maafin dia.Ini malah nyuekin aku seperti ini,capek banget kalau sudah kayak gini,keselnya selalu terasa dobel,dia anggep aku Tiara,mamanya juga gitu ternyata..Astaga.. lama-lama aku bisa stres sendiri mikirin perasaan aku yang amburadul.."
Satu notiv pesan masuk,dengan sigap Naya mengambil ponselnya sebab berharap itu pesan dari Yuan.
"Kirain..."Menghembuskan nafas berat."Hmm..ini nomer kak Tae ya?balesin nggak ya?bales saja deh daripada gabut."
Naya pun membalas chat dari Taendra..
Isi chat💬
💬 Taendra: Malam...Save ya?ini nomerku..
💬Naya: oke kak sudah aku save😊
💬Taendra: Terimakasih sudah welcome sama aku😊padahal aku banyak salah sama kamu😊
💬Naya: Itu cuma masa lalu kak,semua orang pasti pernah salah.
💬Taendra: Selain cantik kamu juga sangat baik Naya🙂
💬Naya: Terima kasih kak hehe..nggak usah berlebihan gitu haha..
💬Taendra: sibuk nggak?
__ADS_1
💬Naya: Enggak kak.Kenapa?
💬Taendra: Boleh call bentar😊
💬Naya: Boleh kak😊
💬Taendra: Baik aku call ya😉😘
Aduh emotnya wkwkwk... Naya pun menunggu telfon dari Taendra.Beberapa menit kemudian...
Drrrrrttttt... drrrrrtttttt... drrrtttt..
Via telfon📲
"Emm hai.."
"Hai kak."tersenyum.
"Maaf menelfon malam-malam."
"Masih jam 8 kok."Melirik ke arah jam dinding.
"Lagi apa kamu?"
"Di kamar saja."
"Aku mau minta maaf soal yang dulu.."
"Kan sudah aku maafin kak."
"Aku masih ragu saja,soalnya aku ngerasa sangat keterlaluan dulu,maklumlah waktu itu fikiran aku masih labil jadi seperti itu."
"Ya sudah kak nggak perlu di bahas lagi,aku saja sudah nggak ingat."Tersenyum.
Mereka mengobrol akrab hingga larut,tutur kata Taendra berubah sangat lembut dan tidak ada sedikitpun cacian,bahkan Taendra menghujani Naya dengan pujian-pujian kecil yang cukup membuat perasaan Naya sangat senang.Hingga dia melupakan bahwa Taendra dulu pernah menghinanya habis-habisan.
Setelah panggilan selesai,Taendra meletakan ponselnya pada meja samping tempat tidurnya,bibirnya tersungging serayap membayangkan wajah cantik Naya saat ini.
Drrrrrttttt.. drrrtttt...drrrtttt...
Taendra mengambil lagi ponselnya dan melihat nama Vero tertulis dalam layarnya,dia baru menyadari jika banyak chat menumpuk yang di kirim Vero untuknya.
Via telfon
"Hmm ya..!"
"Kamu telfon siapa tadi yang..!!"
"Saudaraku.."Jawab Taendra berbohong.
"Saudara??membicarakan masalah apa??kenapa lama sekali,kamu sampai mengabaikan pesanku seperti itu..!!"
"Teruslah berprotes?biar aku makin bosan sama kamu."
"Jangan seperti itu sayang,aku hanya merasa cemburu."
"Sudahlah .. Aku mau beristirahat.."
"Kita mengobrol sebentar saja."
"Mengobrol soal apalagi?apa tadi kurang? Sudahlah aku mau tidur,selamat malam."
Belum sempat Vero menjawab,Taendra sudah mematikannya terlebih dahulu."Ahhh rasanya hubungan ini semakin memuakkan,semakin hari dia semakin membuatku merasa bosan.Sebaiknya aku tidur,aku ingin berjumpa dengan Naya di Alam mimpi."Taendra tersenyum dan perlahan memejamkan matanya.
***
🌁06:20 Pagi🌁
Naya masih membungkus tubuhnya dengan selimut,bik Ratih memang tidak membangunkan Naya pagi ini sebab dia tahu jika Naya tidak masuk sekolah.
__ADS_1
Tok...tok...tok...
Tubuh Naya mengeliat mendengar ketukan pintu yang berasal dari teras kamarnya.
Tok..tok..tok..
Ahh..aku masih mengantuk.. Melirik malas ke arah jam. Sudah pagi ternyata..
Tok...tok..tok..
"Hmm iya sebentar."Naya terhuyung-huyung berjalan ke arah pintu kamarnya dan membukanya.Naya mengerutkan kening sebab dia tidak menemukan siapa-siapa di balik pintu tersebut.
Tok...tok..tok...
Naya baru sadar jika suara ketukan berasal dari teras kamarnya,dia menghembuskan nafas berat karena dia paham siapa yang berada di balik pintu tersebut.Dia pun berjalan ke arah pintu teras dan membukanya,terlihat Yuan berdiri di sana dengan baju santainya,Sekujur tubunya terlihat berkeringat karena memang Yuan sangat rajin berolahraga.Mata Naya yang tadinya mengantuk menjadi sangat segar setelah melihat pemandangan di depannya,Naya masih merasa jika Yuan itu lelaki paling perfect yang pernah di temuinya,meski saat ini dia mulai merasa menyerah dengan sikap Yuan padanya.
"Dasar pemalas...Apa kamu baru saja bangun?"Ucap Yuan tersenyum melihat wajah natural Naya saat ini.
"Hmm ya...Kenapa kamu berisik sekali kak,aku ingin tidur sampai tengah hari nanti."
"Aku merindukanmu setelah semalam tidak menganggumu sama sekali."Tanpa persetujuan Yuan memeluk tubuh kecil Naya erat.
Wangi maskulin dari tubuh Yuan menusuk hidung Naya hingga dia melupakan perasaan kesalnya pada Yuan.
Aku sangat ingin menjadi istrimu kak,apa kamu tahu?kamu sudah memeluk hatiku erat saat ini hingga aku tidak tahu lagi harus bagaimana dalam bersikap..
Naya mendorong dada Yuan lembut sebab dia tidak ingin Yuan sadar jika jantungnya meronta sekarang."Lepaskan kak,kamu menjijikan."Teriak Naya agar Yuan melepaskannya.
"Aku sudah mandi sayang,bukannya yang harusnya merasa jijik itu aku?"Tersenyum namun tangannya masih menahan kepala Naya agar bersandar nyaman pada dadanya.
"Keringatmu kak iiiihhh... Lepasiiiinnn..."
"Iya ini di lepasin..."
Cup...
Yuan mencium pipi Naya sebelum melepaskannya,wajah Naya langsung merona merah mendapat perlakuan seperti itu,padahal setiap pagi Yuan selalu melakukannya.
Aku menyukai ekspresi dia yang seperti ini..
"Buruan mandi,kita sarapan bersama setelah ini."
"Hmm ya... "
"Buruan aku tunggu..."Masih menatap Naya lekat.
"Kamu pergi dulu kak, baru aku mandi."
"Hmm baik.. Setengah jam lagi aku kesini lagi."
"iya.."
Yuan mengusap puncak kepala Naya dan berjalan kembali ke kamarnya.Bola mata Naya masih memperhatikan sosok pria dewasa yang sejak lama berada di hatinya.Dia ingin sekali membuang Yuan jauh-jauh dari hatinya namun rasanya Naya tidak berselera jika melihat lelaki lain.
Aku sudah benar-benar gila...Setiap kali ada pertengkaran meski hanya semalam namun rasanya aku sangat merindukannya setelah itu,sampai kapan kamu memperlakukan aku seperti ini kak,aku ingin kamu melihatku sebagai wanita bukan sebagai seorang gadis...-
Masih ada 30 bab yang belum di revisi😭
Aku usahain up meski nggak bisa setiap hari🙂🙋
Makasi yang masih setia😉
Silahkan like👍
komentar 💬
klik ♥️
Vote juga 😉
__ADS_1
Terimakasih 😘