
Naya langsung keluar dari mobil di ikuti oleh Yuan yang berjalan beriringan dengannya.Raut wajah Naya terlihat bahagia dan hal itu membuat Yuan ikut tersenyum bahagia.
Senyummu adalah sinarku Naya...Rasanya aku sangat bahagia hanya dengan melihatmu tersenyum seperti sekarang...
Sesampainya di dalam rumah,Naya langsung mempercepat langkahnya saat melihat dua orang yang sedang duduk santai di ruang tengah rumahnya.
"Mama..,"Naya memeluk erat sang mama dan di balas dengan sebuah ciuman yang mendarat di kening Naya.
Mamanya cantik sekali...dan wajah Naya mirip dengan mama nya..
"Apa kabar sayang...mama merindukkanmu,"
"Baik ma,aku juga merindukan mama."Naya masih betah dalam pelukkan sang mama.
"Bagaimana dengan ayah,apa kamu nggak kangen sama ayah?"Ucap sang ayah yang merasa di abaikan.
"Kangenlah yah,"
"Sini kalau kangen,"Ayah Naya merentangkan kedua tangannya dan memeluk Naya erat dan tidak mau melepaskan pelukan tersebut.
"Sudah yah,"Naya mencoba mendorong dada sang ayah namun tidak bisa.
"Katanya tadi kangen hehe,"Tertawa.
"Iya tapi lepasin yah,aku nggak bisa nafas ini,"Mencoba melepaskan diri dari sang Ayah.
"Sudahlah yah jangan seperti itu,dia pasti capek sepulang sekolah,"Tutur mama Naya tersenyum.
"Ayah kangen saat dia marah seperti ini ma hahaha,"
"Ayahhh aku nggak bisa nafas...,"Nada memohon.
Ayah Naya melepaskan pelukannya dan mencium pipi Naya sejenak."Terus dia siapa?? kenapa mirip ayah?,"Menunjuk ke arah Yuan yang berdiri di samping sofa
"Astaga dia sangat tampan,"Imbuh mama Naya melihat ke arah Yuan yang dari tadi masih berdiri melihat.
"Salam mama,"Yuan mencium tangan mama Naya sejenak."Salam ayah,"Yuan kembali mencium tangan ayah Naya dan segera duduk untuk ikut bergabung.
"Dia siapa sayang?Apa pacar kamu?"
"Ish ..!! Mama ngomog apaan sih??Dia itu tetangga baru yang tinggal di rumah pak prabu,"Tutur Naya menjelaskan.
"Lantas kenapa dia bersamamu?"
"Dia habis menjemputku dari sekolah."
"Jadi merepotkan nak,,siapa nama kamu?"Tanya mama Naya ramah.
" Aku Yuan ma,"Tersenyum.
"Kok panggil ma sih kak?"Ucap Naya protes.
"Mama kamu mama aku juga dek,aku kan kakak kamu sayang,,"Tanpa rasa sungkan,Yuan memanggil Naya dengan sebutan sayang.
"Ayah merestui hubungan kalian,"Sahut Ayah Naya tertawa terkekeh.
Aku baru sadar kalau ayah sama kak Yuan itu ada kemiripan, sama-sama jahil...
"Astaga ayah terima kasih,aku bakal jagain Naya dengan nyawaku,"Jawab Yuan ikut terkekeh.
Naya langsung menatap malas ke arah Yuan dan Yuan membalasnya dengan sebuah senyuman.
"Nggak usah dengerin dia ma,dia tuh nggak pernah serius kalau ngomong."Tutur Naya menjelaskan.
"Jangan serius dulu sayang,nunggu kamu lulus saja gimana?"Sahut Ayah Naya yang ucapannya mirip dengan Yuan.
"Iya yah,aku juga sudah sering ngomong begitu ke dia hehe,kalau minta di seriusin harus selesaikan sekolahnya dulu,"Tersenyum.
"Astaga...,"mama Naya tersenyum melihat ke arah Yuan dan suaminya.
"Ya terserah kalian berdua."Tutur Naya menyerah.
"Sejak kapan nak Alan pindah??"Tanya mama Naya.
"Hampir dua Minggu ma,"Tersenyum
"Kegiatan nak Alan apa sekarang?kuliah atau kerja?"
"kerja ma,umur aku udah 27 tahun ma,masa masih kuliah,tapi aku janji kok ma,bakal jagain Naya sampai pernikahan kita nanti,"Kembali tersenyum
Mama Naya kembali tersenyum mendengar ucapan Yuan.
Serius nggak sih omongan dari kak Yuan? bikin binggung saja..
"Ya sudah kamu ganti baju terus kita makan siang bersama."Tutur mama Naya mengusap lembut puncak kepala Naya.
"Hmm ma baik,"Naya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menaiki tangga.
"Aku serius dengan ucapanku tadi ma pa,jika di izinkan,jika tidak aku juga pasti akan buktikan semua keseriuanku."Tersenyum.
"Atas dasar apa kita harus nggak setuju nak Yuan,"Jawab sang mama.
__ADS_1
"Umur aku sudah segitu ma hihihi,"
"Ayah sih yes saja haha,"
"Bukannya malah repot kalau kamu milih pendamping hidup seperti Naya?mama sih nggak masalahin umur kamu Yuan tapi mama malah takut kalau kamu nyesel sudah ngomong seperti ini,soalnya pemikiran kalian pasti berbeda kan."
"Nggak akan nyesel ma,nggak akan repot juga,aku malah seneng di repotin sama dia hehe,dia selalu mengangap aku nggak serius dengan ucapanku,tapi ya sudahlah ma yah lebih baik seperti ini dulu,sebab aku juga nggak mau gangu pendidikan dia sekarang."Ucap Yuan menjelaskan.
"Ohh itu alasan kenapa Naya kamu suruh anggap kakak?"
"Hmm ya yah,gimana??apa saya di izinkan??"Menatap keduanya dengan serius.
"Ayah sih setuju,"Tertawa.
"Mama juga,cuman ya itu,Naya gimana?"
"Urusan Naya jadi urusan aku,jadi aku minta ayah dan mama pura-pura tidak tahu saja dengan niat baik aku."Tersenyum
"Mama sama ayah nggak masalah sama itu semua Yuan,asal Naya bahagia kita setuju saja,cuma perjalanan Naya kan masih panjang,kalau seandainya Naya jatuh cinta sama orang lain gimana?"Menatap ke arah Yuan.
"Nggak masalah ma,tapi aku bakal coba buat dia senyaman mungkin di sisihku,"Tersenyum.
"Jangan sampai salahkan kami jika itu terjadi ya Yuan??"
"Siap yah.."
Aku bakal lepasin Naya jika ada seseorang yang menyanyanginya lebih besar dari perasaanku padanya...jika tidak ada, apapun yang terjadi aku tidak akan mau melepaskan dia...
***
Sore itu seusai belajar sebentar Naya menghampiri sang mama yang sedang membantu bik Ratih menyiapkan makan malam.
"Lagi gosipin apa sih ma kok sepertinya seru banget gitu,"Ucap naya duduk di meja makan.
"Ini non nyonya tanya soal Aden Yuan orangnya gimana,ya bibik jawab baik lah,"Tersenyum.
"Baik ma tapi kadang sedikit aneh,"Duduk di kursi makan.
"Aneh gimana sayang?"Tanya sang mama penasaran.
"Ya meski gimanapun kan aku bukan adek kandungnya ma,tapi dia over banget kalau ngasih perhatian,"Tersenyum.
Naya tidak tau kalo Yuan menyukainya...syukurlah jika Yuan pria yang baik...
"Itu namanya sayang Naya.."
"Hmm iya,,lagian ngapain sih mama kok daritadi bahas kak Yuan terus?"Tatap Naya curiga.
"Mama kan pengen tahu dia seperti apa,sekarang itu banyak orang jahat sayang jadi mama juga harus jaga-jaga,"Tersenyum.
"Iya sayang,terus ngapain ke sini?PR kamu sudah selesai belum?"tanya mama Naya.
"Sudah ma,aku cuma mau nagih janji mama ke aku."Memperlihatkan giginya.
"Janji apa sih?"Mama Naya berpura-pura lupa.
"Wajah aku ma..."Balas Naya lirih.
"Wajah kamu kenapa sayang?"
"Mama cantik aku kok jelek,"ucap Naya lirih.
Bik ratih dan mama Naya tersenyum karena perubahan sikap Naya yang mulai malu dengan penampilannya sekarang.
"Apa Yuan yang buat kamu ingin mempercantik diri?"
"Nggak ma...Aku sendiri yang pengen dan aku ngerasa bukan anak mama,apa aku anak bik Ratih ma?"Tutur Naya yang mulai lari kemana-mana
Mama Naya terkekeh mendengar ucapan konyol sang putri.
"Anak bik ratih jelek-jelek non,kalau non Naya kan cantik,"jawab bik Ratih tersenyum.
"Tuh dengerin,Astaga sayangku,,kenapa kamu mikir seperti itu sih,"Tersenyum.
"Cantik darimananya sih bik,jelek gini.."Ucap Naya kesal.
"Kamu itu cantik sayang,mirip mama,"Tersenyum.
"Mirip apaan??wajah mama cantik gitu,sedangkan aku hancur gini,"
Mama Naya menghampiri putrinya dan duduk di samping Naya,dia menelungkup wajah naya dengan kedua tangannya."Kamu cantik sayang,percaya sama mama,siapa yang sudah ngomomg kalau anak mama ini jelek,"Tersenyum.
"Aku ngerasa sendiri..."Jawab Naya lirih.
"Kamu hanya perlu merawat wajah saja,nanti habis masak kita pergi ke dokter kulit langganan mama,biar kamu dapat perawatan wajah yang sesuai dengan wajah kamu yang masih unyu-unyu ini,"Mama Naya mencium sekilas kening putrinya.
"Setelah itu apa aku bisa cantik seperti mama?"Menatap wajah sang mama penuh tanya.
"Tentu sayangku,mungkin kamu bakal ngalahin kecantikan mama,"Tersenyum.
"Ya sudah buruan masaknya ma,aku nggak sabar,"Pinta Naya merengek.
__ADS_1
"Iya sayang,mama bantuin bibik dulu,"
"Pergi saja nya biar bibik beresin masakannya,"Ucap bik Ratih tersenyum.
"Itu banyak loh bik masaknya,soalnya Yuan ikut makan nanti,"
"Nggak apa-apa nyah..segini saja nggak masalah kok,silahkan pergi nganterin non Naya,biar dia nggak mikir kalau dia anak bibik terus."Tersenyum.
"Ya sudah buruan kamu siap-siap,kita pergi,"
"Yeaaaaa...bentar ma,"Naya beranjak dari tempat duduknya dan berlari menaiki tangga.
Setibanya di kamar,mungkin karna terlalu senang Naya jadi tidak menutup tirai terlebih dahulu dan langsung melepaskan bajunya begitu saja,padahal di seberang kamar Yuan sedang memperhatikan dengan wajah semburat merah.
Astaga.. dia selalu bodoh seperti itu,kenapa nggak di tutup dulu tirainya..Aku jadi kepanasan kalau keseringan lihat adegan seperti itu setiap hari..Sebaiknya aku turun,aku ingin tahu dia mau kemana??.
Yuan segera turun dengan wajah masih memerah akibat kebodohan Naya yang setiap hari di lakukannya.Dia langsung menuju rumah Naya untuk memastikan Naya akan kemana.Beberapa menit menunggu di teras,akhirnya Naya dan sang mama pun keluar.
"Loh nak Yuan,"Ucap mama Naya kaget.
"Iya ma,,aku mau ngetuk pintu tapi takut gangu"Ucap Yuan beralasan.
"Aku mau pergi kak,tapi ada ayah kok cuma lagi sibuk kayaknya,daritadi main laptop terus."Tutur Naya menjelaskan
"Mau kemana ma??"
"Nih nganterin ke klinik kecantikan,"tersenyum.
"Kamu mau buat aku makin jatuh cinta dedek,"Ucap Yuan mulai menggoda.
"Mulai deh gilanya...,"Naya mengerucutkan bibirnya karna merasa kesal dengan ucapan Yuan yang terlihat tidak serius.
"Hahaha,aku anterin ma," Yuan menawarkan.
"memang kamu nggak sibuk??"
"Selain kerja sisa waktuku cuma buat dia,"menunjuk ke arah Naya.
Semoga kamu tulus menyukai putriku Yuan...
"Emm begitu,,ya sudah nggak apa-apa kalau memang nggak sibuk."Tersenyum.
"Hmm baik ma,pakai mobil aku saja ya sebentar..."
Yuan berjalan keluar pintu pagar menuju ke rumahnya yang hanya berjarak lima meter dari rumah Naya.Setelah masuk ke mobil,Yuan segera menghampiri Naya dan mamanya untuk pergi ke klinik kecantikan.
"Segitunya pengen nyenengin hati aku dedek,"Goda Yuan membuka topik.
"Maksud kamu kak,"tanya Naya melihat ke arah Yuan yang berada di sampingnya.
"Kamu mau merawat diri buat aku kan,astaga...aku menyukaimu apa adanya kok,nggak lagi mengada-ada wkwkwk,"
Yuan sangat jahil ya... Tersenyum.
"Buat diri aku sendiri kak,bukan buat kamu,ish PD..!!"Memalingkan wajah.
"Bagus kalau gitu dedek,jangan pernah berubah demi orang lain,kalau orang lain menjauhimu karena keburukanmu berarti dia tidak tulus padamu,"Tutur Yuan tersenyum.
"Tuh sayang dengerin...,"sahut mama tersenyum.
"Iya dengerin tuh sayangku...."imbuh Yuan.
"Iya ini di dengerin kok,"
padahal aku pengen cantik biar kak Tae nggak menghina aku seperti itu lagi,,jujur aku sakit hati banget denger mereka ngerendahin aku seperti itu..
"Kalau sudah cantik jangan pernah mau sama dia lagi.."
"Dia siapa Yuan??"Sahut mama Naya.
"Bukan siapa-siapa ma,nggak usah dengerin kak Yuan,kalau nyetir ya nyetir saja kak,jangan seperti itu.."
"Yang nyetir tangannya bukan mulutnya wkwkwk,maaf ma,aku selalu ingin tertawa ngelihat sikap dia yang kadang...hiiiisss gemes pengen cubit pipinya...,"Tersenyum.
"Mama titip Naya ya nak Yuan,soalnya mama jarang di rumah,"
"Nggak di titipin juga dia sudah ngikutin aku terus ma,"
"Daripada khawatir ma,kan mending aku ikut ma.."Tersenyum.
Mereka sudah sangat akrab...kalau seperti ini aku jadi lebih tenang di kerjaan...
Karena keseringan lihat Naya ganti baju,rasanya aku makin sayang sama dia.ahh...aku jadi mikir kemana-mana,meski dia masih kelas satu SMA badan Naya cukup bikin aku langsung kepanasan...untung bukan pria mesum yang tinggal di samping rumahnya tapi pria baik seperti aku ..-
Holla🙋
Silahkan like 👍
komentar 💬
dan klik♥️
__ADS_1
Vote juga please😘😘
Terimakasih 😘