OM Yuan

OM Yuan
Chapter 29


__ADS_3

Mobil Yuan terparkir di depan rumah Rea,dia langsung berjalan masuk pekarangan rumah Rea dengan perasaan cemas.Itu karena Yuan sudah datang ke rumah Ines tapi pengasuh adik Ines mengatakan jika Ines tengah keluar bersama Rea.Tangan Yuan menombol bell pintu rumah dan keluarlah seorang wanita separuh baya.


"Maaf tante menganggu,emm apa Rea ada di rumah?"Tutur Yuan sopan.


"Hmm iya ada di dalam,kamu siapa?"Tanya mama Rea yang tidak pernah melihat Yuan sebelumya.


"Saya Om nya Naya teman dari Rea,saya ke sini mau menanyakan soal Naya mungkin Rea tahu."


"Oh Naya...Astaga...Dari tadi siang dia ke sini kok."Jawab mama Rea tersenyum.


"Syukurlah jika seperti itu."Jawab Yuan merasa lega."Boleh panggilkan Tante?"Imbuh Yuan sudah tidak sabar untuk bertemu Naya.


"Baik tunggu sebentar."


Mama Naya berjalan masuk dan beberapa saat kemudian Ines,Rea dan Naya terlihat keluar.Naya menarik nafas panjang mencoba menenangkan perasaannya sendiri karena tidak ingin terlihat bersedih di depan Yuan.


Aku pasti bisa...Jangan pernah bersikap berlebihan lagi padanya Naya,sebab itu akan menyakiti perasaanmu sendiri... Batin Naya.


"Kenapa kamu pergi tapi nggak pamit sih?"Kata Yuan dengan nada sedikit tinggi sebab dia merasa sangat khawatir.


"Iya maaf aku tadi di ajak mereka jalan jadi langsung ke sini."Jawab Naya lirih dan tidak ingin memperpanjang masalah seperti yang selalu dia lakukan saat dia sedang marah.


"Kenapa ponselnya kamu tinggal,apa sengaja biar nggak aku lacak?"


"Hmm iya..Aku juga butuh prifasi buat jalan sama mereka.Sudahlah...Jika ingin mengomel aku pulang sendiri."Kata Naya pergi begitu saja melewati Yuan.


"Ahhh..."Mengusap keningnya yang sedikit terasa pusing sebab rasa khawatir yang berlebihan."Baik kak Yuan permisi ya."Yuan langsung mengikuti langkah Naya keluar dari pagar rumah Rea.


"Kasian banget ya,uhh...!! Kak Yuan tuh ngeselin emang..!! Nggak peka atau pura-pura saja."Runtuk Ines kesal.


"Sudah nggak perlu mengeluh,sisi positifnya adalah Naya bakal kuliah sama kita Yeaaaa..."Teriak Ines senang.


"Iya hahaha,kita jadi tidak terpisahkan ya beb haha."


"Ya sudah aku pulang dulu ya Re,sampai jumpa di sekolah besok."Ines mencium pipi Rea sejenak dan pergi.


"Hati-hati di jalan..."Teriak Ines serayap tersenyum.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


πŸš—Mobil YuanπŸš—


Naya tidak bergeming sedikitpun,padahal biasanya dia sangat cerewet dan suka berprotes jika sedang berada di jalan seperti ini.Yuan sendiri terdiam sebab merasa kesal karena peraturan yang di berikannya telah di langgar oleh Naya,padahal baru beberapa hari yang lalu Naya berjanji untuk menaatinya setelah dia mengalami sebuah insiden pelecehan seksual tempo hari.

__ADS_1


"Seharusnya yang marah itu aku sayang.."Tutur Yuan lirih.


"Marahlah aku akan mendengarnya."Jawab Naya menahan air mata yang hampir saja tumpah.


"Kau bahkan tahu sayang jika semua peraturan itu bertujuan untuk menjagamu."


"Hmm terima kasih sudah menjagaku selama ini."Jawab Naya yang memang tidak sedang ingin berdebat di sini sebab perasaannya terasa sangat lelah.


"Kamu kenapa sayang.."Tanya Yuan yang merasa aneh dengan ucapan Naya saat ini.


"Tidak apa-apa kak,aku baik-baik saja."Mencoba tersenyum meski matanya terlihat sembab.


Saat Yuan menyadari hal itu dia langsung meminggirkan mobilnya dan menelungkup wajah Naya dengan kedua tangannya.


"Kamu menangis tadi."Tanya Yuan."Siapa yang membuatmu menangis seperti ini?"Imbuh Yuan merasa semakin khawatir.


Kamu kak...!! Kamu yang sudah membuatku menangis seperti ini,kenapa kamu nggak sadar juga..


"Kak Taendra..."Jawab Naya lirih sebab ide itu terlintas langsung di fikirannya.


"Apa dia menyakitimu lagi..!!"


"Dia membuatku senang hari ini,aku terlalu senang hingga aku menitikan air mata."Jawab Naya mengarang.


Deg..!!


"Aku jadian dengan kak Taendra tadi.."Ucap Naya pura-pura tersenyum.


Deg...!!


Aku harus bisa menerima ini semua,aku yakin hubungan mereka tidak akan lama seperti hubungan Naya dengan laki-laki lainnya.Karena aku tahu Naya..Tidak ada lelaki lain yang bisa menjagamu sebaik aku menjagamu..


"Aku tadi tidak melihat ada Taendra?"


"Hmm dia sudah pulang tadi,terus aku suruh mengantarkanku ke rumah Rea soalnya aku mau bercerita pada mereka."Jawab Naya asal.


"Kata kamu pengen ketemu sama teman kamu tadi?Mana yang lebih benar?"Tanya Yuan lagi untuk memastikan kebenarannya.


"Hmm maksudku setelah jalan sama kak Tae tadi.Apa kau merasa senang kak,sebab aku juga sangat merasa senang hari ini sampai aku terharu tadi."Mencoba Tersenyum.


"Asal kamu senang aku juga merasa senang sayang,tapi lain kali pamit ya sayang,aku tadi sangat khawatir."Jawab Yuan yang juga mencoba tersenyum meski rasa cemburu mulai menjalar di seluruh otaknya.


Itu karena bahagiamu bukan bersamaku kak tapi bersama kak Lisa...

__ADS_1


"Hmm baik,tapi aku minta satu hal sama kamu kak."Kata Naya lirih.


"Apa itu sayang,katakan saja."Tersenyum dan mulai melajukan mobilnya.


"Jaga jarak denganku kak.."Ucap Naya yang sebenarnya sangat sulit untuk di ucapkan.


Deg...!!


"Aku tidak ingin membuat kak Tae cemburu dengan kedekatan kita."Imbuh Naya menegaskan.


"Tapi aku kan kakak kamu sayang,masa harus jauhan seperti itu."Jawab Yuan berprotes.


"Bukan kandung kak,jadi kamu tetaplah orang lain untukku."Tutur Naya menegaskan.


Ucapan yang di lontarkan Naya sontak membuat perasaan Yuan merasa kaget,sebab tidak biasanya Naya berucap seperti itu.Perasaan cemas akan kehilangan Naya kini mulai merasuki fikiran Yuan.


"Aku tidak bisa melakukan hal itu sayang,permintaan itu tidak bisa ku terima."Jawab Yuan dengan wajah panik.


"Terima atau tidak itu harus kamu terima kak,cukup mirip kan seperti peraturan yang kamu buat untukku.Mau tidak mau aku harus bersama kamu sebagai adik,dan sekarang giliranmu,mau tidak mau kamu harus jaga jarak denganku sebab aku tidak ingin membuat Kak Tae cemburu karenamu."Tutur Naya tegas.


"Apa kau ingin membalas peraturan yang ku buat itu sayang,aku membuat itu untuk kebaikanmu."


"Tidak kak,aku hanya ingin menjaga perasaan seseorang yang seharusnya memang harus ku jaga.Kak Tae cukup dewasa jadi dia tidak akan mengajakku berbuat macam-macam."Ucap Naya yang sudah benar-benar merasa lelah.


"Tapi tetap saja aku merasa khawatir.."


"Sudah seharusnya seperti itu kan kak,meskipun seumpamanya kamu kakak kandungku sekalipun,kamu tetap harus melepasku suatu saat nanti saat aku mau menikah..!"Kata Naya yang mengharapkan jika Yuan menjawab ucapan ini dengan sebuah pernyataan yang membahagiakan.


Drrrtttt....drrrtttt....drrrtttt...


Naya melirik ke arah ponsel dan tertulis nama Lisa di sana,dan dengan cepat Yuan mengambil ponsel tersebut lalu mematikannya.


Kamu tidak ingin aku tahu kan kak..Hmm baiklah aku akan pura-pura tidak tahu dan melihat sekenario yang saat ini kau jalankan..-


😘TBC😘


Terimakasih yang masih setia 😘


Author pengen nggak lanjutin cerita ini tapi..hmm masih ada yang perlu di pertimbangkan lagi..


semoga aku tetep semangat buat lanjut yaπŸ˜‰


Terima kasih readers 😘

__ADS_1


Silahkan like πŸ‘, komentar πŸ’¬, klik β™₯️,Vote jugaπŸ˜‰


Bye..bye😁😁


__ADS_2