
Naya tidak menyadari jika saat ini ada yang mengikutinya dari belakang,dia mengayunkan kedua kakinya santai serayap bersenandung kecil,menikmati pemandangan apapun yang ada di depannya meski yang terlihat hanya rumah yang berjajar.
Setibanya di mini market,Naya masuk dan meraih satu keranjang belanjaan yang di genggamnya dengan tangan kanannya,dia masih belum menyadari jika ada yang memperhatikan setiap gerak-geriknya saat ini.
Naya langsung berjalan menuju barang yang akan di belinya,dia mengambil sebuah pembalut dan beberapa cemilan untuk di rumah.Namun langkahnya terhenti saat bola matanya melihat sebuah produk sabun wajah yang tertata rapi di rak dengan produk lainnya.Naya meraihnya dan membaca keterangan yang tertulis di sabun tersebut.
"Aku nggak paham ini cocok atau nggak buat wajah aku,di sini di tulis untuk wajah kering,kegunaannya untuk melembabkan wajah dan mencerahkan wajah,,,...wajah aku termasuk kering nggak ya?"gumah Naya yang masih fokus membaca tulisan di dalam produk sabun tersebut."Pengen banget beli tapi takut salah,katanya kan kalau nggak cocok bisa bikin wajah malah rusak.Hm tapi..minyak di wajah aku makin banyak saja terutama setelah bangun tidur.."Naya masih berfikir untuk membeli produk tersebut atau tidak,karna memang dia tidak punya pengetahuan yang banyak soal ini.
Naya terpekik kaget saat sebuah tangan tiba-tiba muncul dan memberikan sebuah produk sabun wajah."ini bagus buat wajah kamu yang mirip pengorengan itu dedek.."Naya tidak langsung mengambil sabun tersebut namun memutar badannya untuk melihat siapa yang berdiri di belakangnya sekarang.
Astaga...cakepnya.. Naya tidak mengetahui jika pria di hadapannya adalah Yuan tetangganya.
"Memangnya kakak pernah pakai?"ucap Naya mencoba menerima niat baik dari Yuan.
"Aku nggak pernah pakai beginian soalnya wajah aku nggak bermasalah seperti wajah kamu,"Yuan terkekeh melihat ekspresi wajah kesal Naya untuk yang pertama kalinya.
Cakep sih..tapi kok ngeselin ya...
Astaga dia sangat imut hehe,,jadi inget tiara..wajahnya masih natural dan belum tersentuh makeup,lucu banget lihat ekspresi dia sekarang...
Gila ini orang senyum-senyum begitu ke aku,maksudnya apaan sih..mirip orang s*nting saja...
"Oke terimakasih sudah di kasih saran,"Naya terpaksa memasukan produk sabun tersebut ke keranjang belanjaannya.
"Sama-sama jelek hahaha,"Yuan membuka mulutnya lebar-lebar ketika melihat wajah Naya yang konyol.
Naya menatap Yuan kesal sambil berdecak"Aku paham kalau aku nggak cantik,tapi jangan ngetawain seperti itu sih.Baru kenal juga sudah bikin kesel..!"
"Iya dedek me maaf haha tapi itu kan fakta,kalau kamu cantik ya aku panggil si cantik,inget ya.... berbohong itu dosa,"Yuan kembali terkekeh melihat wajah Naya yang hampir mirip donat yang baru di ambil dari penggorengan.
"Ish...,"Naya melewati Yuan begitu saja dan berjalan ke arah kasir.
Yuan mengekori Naya dari belakang dan berdiri tepat di sampingnya."Sekalian sama ini ya,"Yuan meletakkan lima buah mie instan bersama dengan belanjaan Naya yang lain."Berapa totalnya biar saya bayar,"ucap Yuan tersenyum ke arah kasir.
"Aku bawa uang sendiri kok,jadi biar aku bayar sendiri belanjaan aku.."sahut Naya yang masih sangat kesal.
"Aku nggak niat bayarin belanjaan kamu kok,aku cuman males mengantri,nanti kalau sudah di luar kamu gantiin uang aku oke,untuk sementara aku pinjemin dulu.."kata Yuan seolah ingin menjadi pahlawan kemalaman.
Naya hanya diam dan tidak banyak bicara,dia menahan perasaan kesal yang ada di hatinya saat ini.
Serius orang ini sangat menyebalkan..
wkwkwkw..udah lama nggak lihat orang kesel...
"Berapa totalnya?"ucap Yuan mengeluarkan dompet.
"Total semuanya 205 ribu,"jawab kasir minimarket tersebut.
"Ini uangnya,"memberikan uang pas dan mengambil kantung belajaan tersebut."Yuk...,"Yuan berjalan keluar begitu saja membuat Naya terpaksa mengikuti Yuan.
Setibanya di luar..
"Siniin belanjaan aku."ucap Naya setengah berteriak.
"Aku bawain dedek me.."tersenyum.
"Nggak perlu,biar aku bawa sendiri aja..!"
"Nitip dulu lah dedek..ini kan jadi satu seperti ini."mengangkat kantung belajaan di hadapan Naya.
"Salah siapa suruh jadiin satu seperti itu,aku mau pulang.."
"Aku juga, mau pulang kok"Yuan memperlihatkan giginya.
"Ya sudah kamu ambil belanjaan kamu.."
"Nanti kalau sampai rumah baru aku ambil,"tersenyum menatap manik Naya yang saat ini terlihat kesal.
"Memangnya kamu tinggal di sini?"
"Iya,, kamu lihat kan aku nggak bawa mobil dan cuma jalan kaki.."Yuan masih sangat nyaman menatap ke arah Naya saat ini.
"Aku nggak perduli masalah itu,siniin belanjaan aku cepetan.."
"Daripada kamu berat bawanya kan lumayan kalau aku bawain dedek."
__ADS_1
"Aku mau makan dulu jadi mending kamu ambil belanjaan kamu."
"Wahhh kebetulan aku juga belum makan,kita makan bareng ya dedek."
"Nggak jadi kalau gitu."jawab Naya ketus.
"Kenapa nggak jadi,nanti aku traktir hehe."
"Sudah kenyang..!!siniin belanjaan aku,nih aku ganti uang kamu tadi."mengambil dua lembar uang seratusan.
"Nggak usah di ganti dedek,aku ikhlas nolong kamu tadi."
"Nggak jelas ini orang..!"gumah Naya yang membuat Yuan makin tertawa lebar."Kamu agak ganguan mental ya?"memasukkan lagi uang ke dalam dompet.
"Kamu lucu banget dedek sumpah,jelek tapi imut,atau jelek tapi lucu,, pokoknya kurang lebih seperti itu."
"terserah kamu mau ngatain aku seperti apa,"mengambil paksa kantung belanjaan dari tangan Yuan."Nih mie instan kamu,"mengeluarkan mie instan dan memberikannya pada Yuan.
"buat kamu saja dedek me.."masih menatap ke arah Naya namun tidak merespon uluran tangan Naya.
"Ini kan belanjaan kamu tadi.."Naya menyodorkan mie ke arah perut Yuan.
"Kamu kan tahu mie instan itu tidak baik buat kesehatan."tersenyum.
Lama-lama aku ikut stres kalau seperti ini..
"Ini punya kamu kak tadi,aku nggak suka mie.."
"Ambil saja dedek,aku nggak butuh kok."masih tersenyum dan menatap lekat manik Naya.
"Ya ...!! terserah..!!"
Naya menarik tangannya dan memasukkan lagi mie instan ke dalam kantong belanjaannya lalu berjalan meninggalkan Yuan begitu saja.Naya mempercepat langkahnya sambil sesekali melihat ke arah belakang karna sadar jika Yuan mengikutinya.Naya merasa jika tatapan Yuan sangatlah aneh,seperti seorang psikopat yang menemukan target barunya.
Ish... itu orang aneh banget,masa dia ngikutin aku..biasanya kan orang cantik yang di ikuti psikopat atau sejenisnya..ini malah cewek jelek sepertiku yang diikuti..bukannya malah dobel sinting ini orang...
Karena merasa sangat geram,Naya memberanikan diri dan memutar badan lalu berjalan mendekat ke arah Yuan.Dia menarik nafas panjang serayap membalas tatapan mata Yuan yang membuatnya sangat tidak nyaman.
"Mau kamu apa sih??"tanya Naya ketus.
"Pakai nanya lagi..!kamu ada perlu apa ngikuti aku seperti itu?"
"Enggak kok,aku juga mau pulang dedek,"tersenyum.
"jangan bilang kalau rumah kamu ada sekitar sini..!"
"hmm iya memang di sini hehe..itu rumah aku."menujuk rumah pak prabu."Aku baru pindah kemarin sore.."masih tersenyum menatap Naya.
Wajah Naya berubah aneh setelah sadar jika pria di hadapannya adalah penghuni baru rumah pak prabu.Anjiiirrr,,,,,pantesan kok sikapnya aneh...
"nama aku Yuan,"mengulurkan tangannya.
"Hm..aku Naya..! nggak usah salaman,"jawab Naya tanpa melihat ke arah Yuan.
Yuan menarik kembali tangannya yang tidak di sambut oleh Naya."Maaf belum sempat berkunjung,nanti deh aku beli beberapa kue terus aku bakal berkunjung kerumah kamu,"ucap Yuan tersenyum meski Naya terlihat tidak menyukai kehadirannya.
"Ehhh....nggak usah!!!mie instan ini sudah lebih dari cukup buat perkenalan kita okay, permisi,"Naya meninggalkan Yuan begitu saja karena mengingat hal yang sudah terjadi tadi siang.Entah saat itu Yuan melihatnya atau tidak,yang pasti dia merasa sangat malu karena sudah berganti baju tanpa menutup kordennya.Kesan pertama Naya saat bertemu Yuan adalah,dia mengganggap Yuan seorang psikopat yang suka dengan wanita-wanita jelek seperti dirinya.
Yuan memperhatikan Naya yang terlihat masih berjalan masuk menuju rumahnya,bibirnya tersenyum menandakan jika dia sedang merasa bahagia sekarang.
"Setelah sekian lama nggak dapat mainan yang bisa aku godain,akhirnya aku nemuin cewek yang mirip Tiara.Jadi nggak sabar pengen cepet akrab sama Naya biar bisa jahilin dia setiap hari."
Awalnya Yuan hanya merasa jika Naya mengingatkannya pada adiknya yang bernama Tiara.Kepolosan Naya,nada bicaranya bahkan cara saat Naya marah tadi rasanya seolah Yuan melihat Tiara terlahir kembali.Obsesi Yuan terhadap Tiara sering menjadi alasan Yuan banyak memutuskan hubungan dengan seorang wanita.Dia sering kali di sebut stres karena selalu mengait-ngaitkan semuanya dengan tiara.Para wanita yang bersamanya selalu merasa bosan dengan sikap Yuan yang selalu menyebut Tiara dalam setiap acara kencan mereka.Yuan tidak pernah memperdulikan hal itu,dia bahkan berniat untuk tidak menikah jika memang tidak ada yang bisa menerima obsesinya terhadap adik kesayangannya tersebut.
***
Naya duduk di sofa dan meletakkan belanjaannya pada meja ruang tamu.Punggungnya bersandar di sofa sambil menarik nafas panjang dan memikirkan kenyataan jika dia memiliki tetangga psikopat.
"Sudah pulang non??"sapa bik Ratih menghampiri Naya.
"Iya bik,aku nggak jadi makan bakso,jadi langsung pulang tadi.."
"Kenapa nggak jadi non?Apa depotnya tutup,"
"Ada orang gila ngejar aku tadi jadi aku langsung pulang saja."jawab Naya asal.
__ADS_1
"Astaga non...kok bisa,sebentar bibik ambilkan minum,"bik Ratih berjalan ke dalam sebentar dan membawakan segelas air putih untuk Naya."Nih non di minum,"menyodorkan minuman pada Naya.
Naya langsung duduk tegap dan mengambil minuman tersebut dari tangan bik Ratih,dengan satu kali nafas dia menghabiskan minuman tersebut sampai tidak bersisa."Ehh bik,,biasanya jam segini ada tukang bakso lewat ya,"Tanya Naya sambil memberikan gelas kosong.
"Iya non jam limaan mungkin baru lewat,memangnya kenapa non?"
"Ya pengen beli bakso bik,sudah terlanjur pengen tadi.Ya sudah bik aku mandi dulu kan masih setengah lima hehe,kalau nanti waktu aku mandi tukang baksonya lewat,pesenin aku dulu ya bik,"tersenyum.
"Baik non.."
Naya mengambil mengambil lima buah mie instan dan memberikannya pada bik ratih.Tanpa banyak bertanya bik Ratih pun menerima mie tersebut meski terasa aneh karna Naya sangat membenci mie.
Di dalam kamar Naya tidak membuka korden kamar sedikitpun,dia hanya mengintip sedikit dan melihat jika kamar Yuan juga tertutup meski kordennya terbuka."Harus waspada Nih,enaknya gimana ya,Teras kamar aku kan Deket banget sama rumah itu.Apa aku telfon ayah terus suruh bongkar teras kamar ini,terus alasannya apa??Ayah bongkar teras kamar aku donk,soalnya tetangga aku psikopat,masa ngomong gitu?Ahhhh...pasti ayah nggak bakalan percaya,di pikirnya aku terlalu mengada-ada..huuufffttt tahulah..mandi terus nungguin Abang tukang bakso lewat,"Naya mengambil handuk dan masuk kamar mandi.
***
Sementara di kamar Yuan...
Yuan duduk sambil memperhatikan kamar Naya yang masih tertutup rapat,dia tersenyum sendiri saat mengingat wajah polos Naya."Astaga dia sangat imut,"menarik nafas lembut.
Tiba-tiba ponsel Yuan berdering membuyarkan semua angan Yuan soal Naya,dia mendecak kesal sambil menyambar ponsel yang berada di meja sampingnya.
"Dia lagi...!!!mau apa lagi dia hubungin aku..!!."umpat Yuan dengan nada kasar,perbedaan yang sangat terlihat saat dia berbicara pada Naya tadi.
Via telfon📲
"Ya ada apa??"ucap Yuan dengan nada kasar.
"Kamu di mana sekarang?kenapa apartemen kamu kosong sayang,"
"Berhenti memanggilku seperti itu Lisa!! kita sudah tidak ada hubungan apa-apa,"
"Kamu memutuskan hubungan ini sepihak Yuan,jangan seperti inilah,dewasa sedikit kalau ngambil keputusan.."
"Kamu ngomong apa hah!!!siapa yang nggak dewasa di sini? bukannya kamu!!"ucap Yuan ketus.
"Kita harus bertemu Yuan,aku mau membicarakan sesuatu,"
"Membicarakan soal apalagi?kamu mau bilang kalau aku stres karena masih memikirkan Tiara??kamu paham kan!dia kesayanganku!apa salah jika sampai saat ini aku masih sangat menyayanginya!,"
"Dia sudah meninggal Yuan,aku paham kamu terpukul karena hal itu,tapi jangan perlakukan aku seperti ini,kamu selalu nyuekin aku,setiap kali jalan kamu bahas Tiara,Tiara dan Tiara,jaga perasaan aku juga Yuan,"
"Kalo kamu nggak bisa Terima hal itu bukannya aku sudah melakukan hal yang benar Lisa!!sebaiknya kita sudahi saja hubungan ini,aku muak lihat kamu marah-marah terus gara-gara aku bahas soal Tiara,"
"Yuan please kasih aku kesempatan lagi,aku bakal coba mengerti kamu,aku sayang kamu,aku nggak mau kehilangan kamu Yuan,"
"Sudah berapa kesempatan aku kasih ke kamu Lisa,,lebih baik kita putus daripada kamu nggak bisa Nerima kenyataan kalo sampai saat ini aku masih sangat memikirkan Tiara,"
"please baby...kirim lokasi kamu sekarang aku kesana,"
"Tidak perlu...!"
"Yuan please, I love you so much, I don't want to lose you dear,"
"Kamu sudah kehilangan aku sejak satu bulan yang lalu Lisa,cari saja pria lain yang bisa selalu memberikan perhatian ke kamu,"
"Please Yuan jangan seperti ini,hubungan kita sudah hampir satu tahun Yuan,"
"Oke terima kasih untuk satu tahun terakhir karena sudah bertahan sejauh itu,selamat sore,"
[Tut..Tut..Tut..]
Yuan mengakhiri panggilan dan memblokir nomer Lisa.Sayu-sayu terdengar swara Naya yang berteriak memanggil seseorang,Yuan keluar teras kamar dan melihat ke arah pintu pagar Naya yang terbuka.Yuan tersenyum dan segera berlari keluar kamar untuk menghampiri Naya,-
bersambung,-
silahkan like👍
komen 💬
Klik♥️
Vote juga ya biar Author bisa terus berkarya di sini..
makasih
__ADS_1
bye..bye😘🙏