
Di dalam mobil Naya terdiam karna merasa bersalah dengan atas yang terjadi tadi,sementara Yuan sedang menahan perasaan marah karna merasa kecewa dengan Naya yang melanggar peraturannya.Di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan apapun,Naya turun begitu saja dan berjalan menuju rumahnya.
kak Yuan pasti marah banget sama gue, sampai-sampai dia gag mau ngomong satu katapun tadi..gue juga nyesel karna gag dengerin apa kata dia,,,ish...gue jijik inget tadi...
Naya masuk rumah dan di sambut oleh bik Ratih,wajah Naya terlihat pucat membuat bik Ratih merasa sangat khawatir.
"non baik-baik saja kan?"
"hmm bik.."
"minta buatin minum apa non??"
"jeruk hangat boleh bik,badan aku rasanya sedikit aneh,"
"baik non,"
"nanti antar ke kamar ya bik,aku mau rebahan,"
"baik non,"
Naya berjalan menaiki tangga dan langsung masuk kamar,setibanya di kamar dia meletakkan tas sembarangan lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tanpa melepas sepatunya.
"aduh setelah kejadian tadi badan gue rasanya aneh,apalagi ngelihat kak Yuan diem aja kayak gitu rasanya dobel aneh,"Naya mengangkat kepalanya sedikit dan mengintip ke arah kamar Yuan,tidak seperti biasanya kamar Yuan terlihat masih tertutup rapat."bodohlah mau marah kek atau apa,di pikirnya gue engak syok setelah tadi?,"Naya kembali menegelamkan kepalanya di bantal empuknya.
Sesaat kemudian terlihat bik Ratih masuk kamar dengan membawa sebuah nampan dan satu gelas jeruk hangat pesanan Naya.
"non ini minumnya,"ucap bik Ratih lirih.
Namun Naya terlihat tidak merespon sehingga bik Ratih harus berjalan ke sisi lain tempat tidur.Bik Ratih tersenyum saat melihat Naya terlelap tidur.
"gag biasanya non Naya tidur,tadi minta buatin minum malah tidur,ini juga sepatunya belum di lepasin,"bik Ratih hanya menyelimuti Naya tanpa melepaskan sepatu yang masih melekat di kakinya.
Di dalam lelapnya Naya bermimpi,Naya berada di kelas sedang belajar seperti biasanya, tiba-tiba dari belakang Reihan mendekap tubuhnya erat.Adegannya hampir mirip kejadian yang Naya Alami tadi,dia berusaha berteriak namun suaranya mendadak hilang.Naya mencoba melepaskan dekapan Reihan namun Reihan tiba-tiba sudah berada di hadapannya dan bersiap-siap akan menciumnya,Naya berteriak sekuat tenaga karna bibir Reihan semakin mendekat di hadapannya.
Naya terbangun sambil berteriak kencang dan memegangi bibirnya.
"kamu tidak apa-apa sayang,"ucap Yuan yang sudah duduk di pinggiran tempat tidur Naya.
Naya berlari ke arah kamar mandi karna merasakan mual yang hebat,Yuan segera mengikuti Naya untuk memastikan keadaan Naya.Di dalam kamar mandi Naya muntah-muntah tanpa sebab,dia berkali-kali membersihkan mulutnya dengan air seolah sedang merasa sangat jijik.
"kamu kenapa sayang??"tanya Yuan kebingungan.
"itu menjijikan kak,sangat menjijikan,"
"astaga sayang...jangan mengingat kejadian itu lagi,"
"kenapa kamu di sini kak,bukannya kamu marah sama aku?!"
"hmm aku marah sama kamu karna kamu bandel dan susah di bilangin,ayo keluar,badanmu demam,"Yuan merangkul kedua pundak Naya dan mengiringnya keluar.
"non tidak apa-apa?bibik tadi takut non teriak-teriak gitu jadi bibik panggil Aden Yuan ke sini,"
"tidak apa-apa bik,cuma badanku rasanya meriang,"Naya duduk di pinggiran tempat tidur,Yuan berjongkok dan melepaskan sepatu yang masih melekat pada kaki Naya.
"jorok banget jadi cewek,masa tidur sepatunya engak di lepas,"
"aku ketiduran kak,"
"gag di ajak ngomong sebentar aja udah demam kayak gini,"Yuan menyentuh dahi Naya yang terasa panas.
__ADS_1
"makan siang dulu non terus minum obat,"bik Ratih memberikan nampan yang berisi makanan dan Yuan langsung mengambil nampan tersebut.
"obatnya taruh situ aja bik,biar saya yang kasihkan nanti,"ucap Yuan ramah.
"ya udah bibik kebelakang dulu ya non,"
"iya bik,"mata Naya terlihat melirik ke arah Yuan."kirain udah gag mau ngomong sama aku kak,"
"hmm emang males ngomong,buat apa ngomong tapi gag di patuhi,"kata Yuan serayap membetulkan letak bantal Naya."duduk sini biar enak,"
Tanpa pikir panjang Naya pun duduk sambil bersandar pada bantal yang di siapkan oleh Yuan.
"makan dulu habis ini minum obat,"Yuan menyodorkan sendok ke arah mulut Naya.
"biar aku makan sendiri,"
"udahlah tinggal buka mulut aja susah banget,"
Naya membuka mulutnya dan menguyah makanan serayap menatap ke arah Yuan,Sementara Yuan seolah tidak merespon tatapan Naya saat ini.
"rasanya kok pahit ya,"ucap Naya lirih.
"itu karna lagi sakit,"jawab Yuan singkat.
"bukan itu alasannya,"
"terus apa??"
"yang nyuapin gag ikhlas mungkin,"jawab Naya yang masih melihat ke arah Yuan.
Yuan menarik nafas panjang mencoba membunuh rasa kesalnya.
"di ulangin lagi gag??"
"engak.."
"sudah mengerti maksud larangan aku?"
"hm maaf.."
"lanjut makan terus minum obat ya.."kali ini Yuan menatap ke arah Naya dan menyodorkan sendok yang penuh dengan makanan.Naya pun memakan suapan demi suapan dari Yuan.
"kamu bermimpi apa tadi sampai bibik ketakutan gitu,"
"itu kak,ya...kejadian tadi,rasanya menjijikkan,"jawab Naya lirih.
"dia melakukan apa tadi??"
Naya hanya menunjuk bibir.
"sudah tersentuh belum?"
"belum soalnya kak Tae bunyiin klakson dari jauh."
"besok Senin aku temuin guru kamu buat ngusut masalah ini,"
"buat apa kak??"
"memang kamu masih mau ketemu dia di sekolah?"
__ADS_1
"ihh engak kak,"
"Senin kamu izin aja dulu,biar aku beresin masalahnya baru kamu masuk sekolah lagi,"
"hmm iya...maaf ya kak,"kata Naya tersenyum sambil memegang lengan Yuan dengan kedua tangannya.
"buat pelajaran sayang,semua aturan aku buat itu karna aku gag mau kamu kenapa-napa,"
"iya maaf kak,aku pikir kak Yuan sudah tidak perduli lagi sama aku,"
"aku cuma takut lepas kendali terus ngomong kasar ke kamu,jadi mendingan aku diem."
"kirain udah gag mau ngomong selamanya,"
"emang mau kak Yuan gituin??"
"ya terserah kamu kak,"
"aku menyayangimu Naya, jangan ulangi lagi,"
"hm iya..terus kamu kok bisa tau lokasi itu kak??"
"GPS kamu tersambung di ponsel aku,"
"masa sih kak?kok aku gag tau?"
"kamu anak kecil mana tau masalah gituan,udah mending kamu tidur biar cepet sembuh,"
"males ahh,,entar ngimpi gitu lagi,serem.."kata Naya serayap mengerucutkan bibirnya.
"segitu takutnya di cium hah..sampe langsung sakit kayak gini,"Yuan tersenyum dan mengusap lembut kepala Naya.
kalau kamu yang cium mungkin gag akan takut kak..
"buktinya takut..hiiisss...aku gag nyangka Reihan kayak gitu kak,padahal di sekolah kelihatannya baik,"
"udah aku bilang buat hati-hati,jangan mudah percaya dengan apa yang terlihat di luar,"
"hmm iya aku nyesel kak sumpah,aku gag akan ulangi lagi,"
"hmm ya udah gag usah di ingat-ingat,terus kenapa tadi pulang pagi?"
"gurunya rapat,tadi niatnya mau jalan kaki aja,,ehh si Reihan nawarin pulang bareng jadi aku mau deh,"
"terus kenapa sampai sejauh itu nyasarnya?"
"dia bilang biar cepet sampai,ya aku percaya aja kak,"
"hm gitu,beneran gag mau tidur??"
"iya kan baru bangun tidur,lihat televisi aja kak hehe,"
Yuan beranjak dan mengambil remote televisi yang terletak di meja dekat sofa.Saat Yuan kembali ke arah tempat tidur Naya,dia tersenyum saat melihat Naya sudah tertidur dengan posisi setengah duduk.
astaga...gitu bilangnya gag ngantuk,tapi ketiduran...Yuan membetulkan letak bantal agar Naya bisa tidur dengan nyaman.aku rasa ini pengaruh obat,biasanya dia kan gag pernah tidur siang.Yuan menyelimuti Naya lalu memegang dahi Naya untuk memastikan suhu badan Naya.masih panas aja... sebaiknya aku di sini dulu takutnya dia mimpi aneh-aneh lagi seperti tadi.Yuan mencium kening Naya sejenak dan berjalan ke arah sofa.-
silahkan like dan komentar di bawah..
makasi 🙋
__ADS_1