
Meski hari ini rasanya sangat berat untuk pergi ke sekolah Naya tetap harus berangkat.Seperti hari kemarin,Yuan mengantarkan Naya sehingga dia tidak harus berjalan sejauh 500 meter untuk bisa sampai di sekolah.Apa begini yang di inginkan Naya?tentu tidak,namun apa bisa mencegah seorang Yuan.Meski Naya sudah sering menolak perhatian Yuan namun Yuan tidak pernah berhenti untuk melakukannya.
Satpam sekolah yang sangat hafal dengan Naya,tersenyum ke arah Naya saat melihat Naya turun dari sebuah mobil.
"Wahh sudah Nggak telat lagi ya,"Ucap satpam ramah,dia selalu teringat anaknya saat dia melihat Naya seperti sekarang.
"Iya pak sudah ada yang anterin soalnya,"Tersenyum dengan wajah polosnya.
"Mamanya sudah pulang berarti?,"
"Bukan mama pak,dia...om saya.."Ucap Naya terdengar sangat ragu-ragu.
"Syukurlah jika seperti itu,jadi kamu nggak harus lari-lari kayak biasanya,"Sang satpam kembali tersenyum ramah.
"Iya pak hehe,ya sudah pak saya masuk dulu,permisi..,"
"Iya belajar yang rajin,"
Naya tersenyum sejenak sebelum masuk dan berjalan menuju kelasnya.Tatapan-tatapan tajam di sepanjang perjalanan seolah ingin Naya abaikan,namun dia terlalu peka untuk ini.Dia mempercepat langkahnya untuk menuju ke kelas yang terasa bertambah jauh sekarang.
"Astaga...si buruk rupa sudah datang haha,"Suara itu tiba-tiba muncul tanpa wujut.
Naya menoleh ke arah sumber suara yang sudah di kenalnya,wajah Naya pucat saat melihat Vero dan Erin berjalan ke arahnya.
Astaga... Apa ini masih terus berlanjut?
Naya buru-buru akan pergi karna tidak ingin terlibat masalah namun Erin dengan cepat menghadangnya.
"Ehh buru-buru amat masih pagi kok ini."Erin tertawa terkekeh melihat ekspresi wajah kusam Naya.
"Bukannya kita sudah nggak ada urusan kak,maaf aku mau ke kelas."Ucap Naya lirih.
"Kamu yang bikin masalah ini jadi panjang..! mana cowok bayaran kamu yang kemarin, ngomong seenak jidatnya..Dia dari SMA mana hah!?ngomong ke aku.!!,"ucap Vero meninggikan suaranya.
Mereka mikir apa sih?masa kak Yuan di bilang anak SMA mana?umurnya saja sudah 27 tahun..
"Dia om aku kak bukan anak SMA."
"Kamu mau bohong sama kita hah..!! kamu takut kan tuh cowok kita samperin terus dia ngaku kalau cuma kamu bayar..??Kamu jangan main-main sama aku naya..!!"
"Aku nggak bohong kak,jadi biarin aku lewat.Aku sudah lupain semua dan aku nggak akan ganggu-ganggu kak Tae sesuai dengan perintah kakak."Melihat Vero dengan wajah memohon.
"Bagus kalau seperti itu..!! karna kamu itu nggak pantes meski hanya sekedar ngelihat Taendra saja,apalagi berharap miliki dia,bermimpi saja kamu nggak pantas buat itu!! paham...!!,"
Taendra datang dan menghampiri Erin dan Vero.Dia menatap naya dari atas sampai bawah dengan tatapan jijik.
"Kalian lagi ngapain?"
Naya menoleh sebentar dan melihat ke arah Taendra meski berpaling lagi.
Jantung aku kenapa rasanya masih seperti ini,astaga...kak Tae cakep banget...
"Nih mau memperjelas dia biar nggak cari masalah sama kita,"Jawab Vero tersenyum ramah pada Taendra.
"Kalian nggak takut ketularan haha,mending kalian nggak usah Deket-deket dia,aku takut tuh wajah dia nular ke kalian."Ucapan tersebut membuat Vero dan Erin menertawakan Naya.
Kak Tae kok gitu ya...Jujur aku nyesel sudah suka sama dia..Aku pikir dia baik orangnya..
"Kamu bisa saja sih kalau ngomong,keturunan orang tua aku itu berkualitas,nggak mungkin aku sampai ketularan dia Tae...Hiiisss aku lihatnya saja jijik sumpah..!!"
"Jijik juga masih kamu samperin."Tersenyum."Aku duluan."Tae berjalan melewati ketiganya menuju ke arah kelas.
"Dasar....huuuuuhhh...!!!"Vero melewati Naya sambil mendorong pundak Naya sebentar hingga hampir terjatuh.
"Yah kamu pegang dia Ver,"ledek Erin berjalan di samping Vero.
"Iya nih biar nular,"Vero mengusapkan tangan yang di pakai menyentuh Naya tadi pada wajah Erin.
"Kenapa kamu usapin ke aku sih??!"
"Biar nular wkwkwkw.."
Naya melanjutkan perjalanannya saat Vero dan Erin sudah hilang dari pandangannya.
Ya Tuhan mereka jahat banget sama aku,apa yang aku lakukan kemarin sangat fatal hingga membuat mereka benci banget sama aku..Dan kak Tae?Aku juga nggak pengen punya wajah seperti ini,kenapa dia seperti itu sih?Rasanya aku sudah jatuh cinta dengan orang yang salah..
Naya mempercepat langkahnya sambil menunduk berharap cepat sampai di kelasnya.
__ADS_1
***
Seperti biasanya Rea dan ines menghampiri Naya yang sedari tadi hanya berdiam diri meski bel tanda istirahat sudah berbunyi sejak 2 menit yang lalu.
"Kamu nggak ke kantin Nay."Duduk di samping Naya.
"Enggak..Aku nggak lapar."jawab Naya mencoba tersenyum.
"Kamu takut sama kak Vero dan Erin ya Nay??"Imbuh Rea sambil melihat ke arah Naya dengan posisi berdiri.
"Aku nggak takut cuma aku nggak mau ada masalah lagi,"
"Nereka yang bermasalah bukan kamu Naya,"Ucap Ines berusaha membesarkan hati Naya.
"Sudahlah Re, aku titip teh manis saja sama roti rasa coklat ya,"Jawab Naya tersenyum.
"Aku juga rasa strawberry,"Melihat ke arah Rea
"Padahal aku pengen makan bakso di kantin,"ucap Rea memasang wajah kecewa.
"Ya sudah kamu makan saja Re nggak apa-apa."jawab Naya tersenyum.
"Aku maunya sama kalian,ya sudah nggak jadi saja,bentar ya aku beliin,"Rea segera berjalan keluar kelas menuju ke kantin sementara ines menemani Naya duduk di kelas.
Sudah hampir lima hari Naya melakukan hal itu,bahkan dia memilih membawa bekal dari rumah ketimbang harus pergi ke kantin dengan resiko akan bertemu Erin dan Vero.Kedua temannya juga mengikuti kemauan Naya dan membawa bekal dari rumah untuk di makan bersama-sama di kelas.
Seperti hari sebelumnya,Naya baru saja keluar dari kelas saat sekolahan sudah terlihat cukup sepi.Biasanya Ines dan Rea selalu menemani naya,namun tadi Rea terburu-buru pulang jadi ines ikut pulang karna rumah mereka saling berdekatan.Mereka selalu pulang bersama agar tidak terlalu mahal saat membayar ongkos taksi.
Yuan terlihat melambaikan tangan ke arah Naya saat Naya masih terlihat cukup jauh dengannya.Dia membuktikan janjinya untuk menjaga Naya dengan baik,Yuan bahkan rela menunda meeting saat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.
"Kok sendirian?teman kamu mana??"Tanya Yuan mengusap puncak kepala Naya.
"Sudah pulang duluan kak,"Jawab Naya yang sudah terbiasa dengan perlakuan Yuan padanya.
"Kenapa nggak nunggu aku,biar sekalian aku anterin?"
"Rumah mereka terlalu jauh jadi mereka merasa nggak enak sama kamu."
"Hmm gitu,baik buruan masuk."Yuan membukakan pintu mobil untuk Naya.
"Sayang tolong angkat terus speaker ya biar aku bisa denger,"pinta Yuan tersenyum ke arah Naya.
Naya yang mulai terbiasa dengan panggilan tersebut langsung menuruti perintah Yuan untuk menerima telepon tersebut.
Via telfon📲
"Bapak di mana?saya mencari bapak karna rapat sudah akan di mulai,"
"Saya kan sudah sering bilang,jangan Adakan rapat antara jam dua belas sampai jam satu,saya masih ada perlu jam segitu,"
"Terus ini bagaimana pak,"
"Bubarin saja, besok pagi kamu atur lagi,lain kali dengarkan ucapan saya,rapat sebaiknya di lakukan pagi atau jam satu ke atas,apa ucapan saya bisa di mengerti...!"
"Baik pak saya mengerti.."
"Hmm bagus,"
Yuan memberi isyarat Naya untuk mengakhiri telfon tersebut.
"kalau memang sibuk nggak usah jemput nggak masalah kak,daripada harus gangu kerjaan,"
"Kebalik sayang,"Tersenyum.
"Kebalik gimana?"Menatap ke arah Yuan yang fokus pada jalan.
"Kerjaan yang ngangu waktu kita,"Tersenyum.
"Ish....Mulai Alaynya.."Naya melirik kesal ke arah Yuan yang menurutnya sangat berlebihan."Jangan panggil seperti itu donk kak,pacar kak Yuan marah loh nanti,"Imbuh Naya yang masih mengangap jika Yuan punya pacar.
"Panggilan sayang itu bukan hanya untuk pacar,katanya mau jadi adek aku,dulu aku sering kok panggil Tiara seperti ini,apa rasanya nggak nyaman?"Melihat ke arah Naya sekilas.
"Bukan nggak nyaman,aku sih terserah mau di panggil apa,aku takut kamu kelepasan kalau lagi jalan sama pacar kamu kak.Entar putus lagi gara-gara salah faham."
"Yang penting kamu nyaman itu saja sudah cukup,nggak usah pikirin pacar aku yang masih berada jauh di seberang pulau hahaha,"Yuan terkekeh dan menurut Naya itu terlihat menyebalkan.
Dia masih saja mengangapku punya pacar,apa dia belum merasa kalo semua waktuku selalu buat dia.Rasanya aku sangat bahagia saat bersama dia seperti sekarang..
__ADS_1
"Mau mampir buat makan siang dedek me?"Tersenyum.
"Langsung pulang saja kak,tadi aku sudah minta bik Ratih masakin aku,"
"Wahh aku boleh ikut makan?"Tanya Yuan bersemangat.
"Hmm boleh kak,daripada aku makan sendirian,"Tersenyum.
"Sekalian di suapin ya haha,"Menaikan alisnya berulang-ulang.
"Kalau yang itu enggak."Jawab Naya ketus.
"Ya sudah aku yang nyuapin,"ucap Yuan memperlihatkan giginya yang rata.
"Minta suapin pacar kak Yuan sana,,"Kata Naya mengoda.
"Bahas pacar terus,kamu cemburu sayang,"
"Nggak jelas kak, ngapain cemburu?"
"Berarti enggak cemburu kalau kak Yuan punya pacar nih.."Goda Yuan yang memang sifatnya sangat jahil.
"Enggak kak,"
"Kenapa bahas terus?kan aku curiga sayang."
"Kamu berlebihan kak sama aku,pantesan saja dulu kak Lisa cemburu sama Tiara,"
"Berarti yang salah aku ya dedek??"
"Nggak juga kak,cuma harus bisa bagi perasaan,buat pacar ada buat Adek ada biar nggak ada salah faham."
"Nggak ada yang bisa memahami itu sayang,makanya aku putusin buat cari pendamping hidup yang mirip seperti adek aku.Karna aku sulit membagi perasaan seperti itu."Tersenyum.
Apa maksud perkataan kak Yuan??Apa iya maksudnya aku..Ahhh aku mulai menghayal hal yang tidak-tidak,mungkin saja pacar kak Yuan mirip sama Tiara...
"Berarti pacar kak Yuan mirip Tiara,"Melihat ke arah Yuan.
"Hmm ya wkwkwk,"
"Aku serius kak nanya?"Menatap kesal Yuan.
"Aku juga serius dedek sama kamu,"Mengedipkan sebelah matanya.
"Kok malah sama aku...?"Memasang Ekspresi binggung.
"Sekarang kan aku lagi sama kamu jadi aku harus fokus sama kamu,"Tertawa.
"Aneh banget ucapan kamu kak,"Naya berpaling dan melihat ke arah luar kaca mobil.
Aku selalu saja kelepasan ngomongnya,rasanya aku ingin mengungkapkan semuanya sekarang tapi....Aku tidak mau menganggu pendidikannya,dia masih sangat kecil hehe,aku tunggu kamu lulus SMA Naya,setelah itu aku akan mengungkapkan semuanya..jika kamu mau,kita nikah langsung saja..Untuk saat ini..aku bebaskan kamu agar kamu bisa menikmati masa mudamu sayang...
Naya tersenyum bahagia saat dia melihat sebuah mobil silver terparkir di depan rumahnya.
"Mama...,"Teriaknya.
"Itu mobil mama kamu??"Tanya Yuan membelokkan laju mobilnya masuk ke dalam pekarangan rumahnya.
"Iya kak buruan kak,"Pinta Naya dengan nada merengek.
Aku sangat menyukai saat dia merengek seperti itu padaku..
"Iya ini aku parkir dulu,"Tersenyum.
aku mencintaimu Naya...-
**Holla🙋
silahkan like 👍
komentar 💬
klik♥️
Vote juga boleh😁
Terimakasih 😘**
__ADS_1