OM Yuan

OM Yuan
Chapter 19


__ADS_3

Naya makin geram saat melihat Lisa memeluk erat Yuan di depan matanya,Tanpa pikir panjang dia langsung masuk ke kamarnya dan menutup semua pintu,jendela serta korden berharap agar Yuan tidak bisa masuk atau sekedar melihat dari kamarnya.


"Biar tahu rasa dia..!!"Umpat Naya setelah pintu dan jendela terlihat tertutup rapat.Namun saat berbalik badan Naya terkejut melihat Yuan yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya dengan memasang senyuman khasnya.


"Ngapain masih sore di tutup semua gitu??mau menghindar dari aku?"


"Bibik....,"Teriak Naya memanggil bik Ratih.


"Iya non ada apa??"Ucap bik Ratih yang langsung berdiri di samping Yuan.


"Siapa suruh bukain pintu buat dia,"Menunjuk ke arah Yuan.


"Biasanya kan gitu non jadi bibik biarin saja tadi,kalau non ngomong daritadi pasti nggak akan bibik bukain pintunya,"


"Sudah bik mending ke dapur saja,bibik itu nggak salah,yang salah itu saya,"Kata Yuan yang selalu sopan terhadap orang tua meski pembantu sekalipun.


"Baik bibik permisi ya...,"Bik Ratih pun pergi.


"Sudah kak mending kamu pergi aku mau tidur..!!"Ucap Naya ketus.


"Tidak perlu beralasan tidur segala,"Yuan melangkah masuk kamar Naya meski sudah di larang."Kenapa tadi nggqk mau aku antar pulang,"Imbuh Yuan duduk di sofa kamar.


"Deket kok jadi ngapain di anterin..!!"Jawab Naya melirik malas.


"Beneran itu alasannya?Coba duduk sini,"Menepuk-nepuk sofa dengan tangannya.


"Mau ngapain?"Mengerucutkan bibirnya.


Dia cemburu haha...lucu sekali...


"Duduk saja sambil nonton televisi,biasanya kan seperti itu sayang.."Tersenyum ke arah Naya.


Meskipun dengan wajah kesal Naya tetep mengikuti apa kata Yuan,dia berjalan perlahan dan duduk di sofa meski berjauhan.Yuan mengeser tubuhnya untuk lebih dekat dengan Naya lalu merangkul kedua pundak Naya erat.Yuan mengambil remote dan menyalakan televisi.


"Mendingan kamu pulang kak,istirahat sana..!"


"Mana bisa istirahat kalau kesayanganku marah,"Tutur Yuan lirih serayap memperhatikan televisi.


Naya langsung menatap ke arah Yuan yang tersenyum menatap ke arah televisi.Naya berpaling saat dia merasakan wajahnya terasa panas.Tangan Yuan yang semula di pundak Naya kini turun ke bawah lalu mengengam jemari Naya erat.Naya menarik nafas panjang merasakan darah yang mulai berdesir hebat,jantungnya berpacu semakin cepat sehingga wajahnya menjadi merah padam.


"Jangan marah sayang,itu sama saja kamu menyakiti aku,"Naya kembali melihat ke arah Yuan yang masih tersenyum meski dia berkata begitu.


"Buktinya tersenyum,"Protes Naya yang sudah beralih melihat ke arah televisi.


"Hatinya yang sakit bukan bibirnya,selama ini belum pernah ada yang bisa menyakiti hatiku kecuali tiara,"Tersenyum."Aku lebih memilih memutuskan hubungan dengan seorang wanita daripada harus bertahan hanya untuk sakit,aku sangat membenci wanita yang egois kecuali Tiara,aku tidak mau mengalah dengan wanita manapun kecuali Tiara,dan aku tidak akan membuang waktuku melakukan hal-hal bodoh kecuali Tiara yang memintaku melakukannya,aku pria yang egois untuk wanita manapun kecuali Tiara.Kamu tahu kenapa aku melakukan hal itu sayang?Karena aku tidak mau melihat dia bersedih,aku ikut sakit jika dia bersedih."Ucap Yuan yang makin mengeratkan dekapannya.


"Terus ngapain kamu jelasin itu ke aku kak,"Tanya Naya lirih.


"Tiara ku sudah berganti nama menjadi Naya,"Tersenyum ke arah naya."Sudah ku bilang jika tidak ada yang lebih penting dari kamu sayang,jadi jangan cemburu seperti tadi."


"Aku nggak cemburu,"Ucap Naya yang masih tidak mengaku.


"Terus tadi apa?Pulang sendiri,pintu kamar kamu tutup keras banget,kalau pintunya rusak bagaimana?Nanti aku enak donk bisa keluar masuk di kamar kamu sembarangan hahaha,"Jawab Yuan terkekeh.


"Mulai deh nggak seriusnya.."


"Tertawa sedikit saja di bilang nggak serius??Nih dengerin jantung kak Yuan kalau lagi Deket sama kamu,"Yuan melepaskan gengaman tangannya lalu menuntun kepala Naya untuk menempel pada dadanya dengan lembut."Sudah denger belum??"


"Nggak denger apa-apa,"Akan mengangkat kepalanya.


"Ehh biarin dulu hehe,biar marahnya hilang dulu,"Yuan menekan lembut kepala Naya agar tetap berada di dadanya."Maaf ya ..."Ucap Yuan lembut.


"Iya ...,"


"Peluk donk kalau di maafin,"Naya melingkarkan tangannya ke pinggang Yuan.


Rasanya sangat nyaman.Dulu aku tidak pernah percaya akan adanya reingkarnasi namun setelah merasakan ini sendiri rasanya mungkin reingkarnasi itu ada,apa ini jawaban dari doaku selama ini?perasaan yang di timbulkan naya sama halnya dengan perasaan yang di timbulkan Tiara dulu...

__ADS_1


Meskipun sudahdah di giniin juga rasanya masih tetep kesel,aku maunya kak Yuan nyatain perasaannya sama aku,bukan cuma anggep aku sebagai adek..!! apa aku harus terima kenyataan kalau selamanya kak Yuan bakal anggep aku gitu.Astaga Tuhan perasaan ini rasanya makin mendarah daging tapi dia malah kelihatan santai seperti itu..


"Emm sayang...weekend ke mama yuk,tadi aku di telfon,mereka kangen sama kamu."


"Di masakin rendang nggak?"Naya langsung mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Yuan.


"Ketagihan masakan mama ya hayo ngaku hehe,"


"Iya kak rendang buatan mama Rika itu rasanya nendang banget di lidah."Kata Naya bersemangat.


"Panggil mama saja,itu mama kamu juga,maaf ya jadi ngerepotin kamu karena rasa rindu mereka soalnya mereka juga ngerasain hal yang sama seperti aku."


"Tidak perlu minta maaf kak,aku seneng kok di ajak kesana soalnya mama baik banget sama aku,kalau liburan semester nginep kesana juga mau hehe."


"Memangnya mama nggak pulang kalau kamu liburan?"


"Sibuk katanya,ngeselin kan harusnya kalau aku libur itu mama pulang terus ngajak aku jalan-jalan kemana gitu,ini malah kerja terus,dan nggak mikirin kalau di sini aku kesepian."Tutur Naya serayap menarik nafas panjang.


"Sekarang masih kesepian?"


"Enggak kak hehe,terima kasih ya."


"Uhh dasar,,hmm sama-sama sayang."Mencubit hidung Naya lembut."Kak Yuan pulang dulu ya mau mandi,boleh nggak?"


"Pulang saja kak,orang mandi masa nggak di bolehin."


"Kalau nggak boleh ya nanti saja mandinya."Tersenyum.


"Boleh kak aku juga mau mandi,"Membalas senyuman Yuan.


"Habis mandi belajar ya,nanti kak Yuan bantuin oke.."


"Hmm iya.."Naya menatap wajah Yuan kagum.


"Cium sini.."Menujuk pipi.


"Makasih...oke kak Yuan mandi dulu,"Yuan mengusap lembut kepala Naya sebelum beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar.


Aku sayang banget sama kamu kak... Menatap ke arah Yuan yang mulai menuruni tangga.


***


🏠Kediaman Taendra🏠


Saat Taendra asyik membayangkan pertemuannya dengan naya tadi siang tiba-tiba terdengar swara ketukan pintu yang menggangu angan indahnya.


Ahh ... siapa sih...!!. Runtuk Taendra kesal.


Tae beranjak dari tempat duduknya dan berjalan untuk membuka pintu.


"Apaan ma??"Ucap Tae dengan nada malas.


"Ada Vero di bawah."Jawab sang mama dengan raut wajah kesal.


"Ngapain lagi sih itu anak??"Tae mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"ya mama gag tau,inget ya Tae...kamu jangan terlalu nempel pacarannya,mama pengen kamu itu mentingin karir dulu baru pacaran,percuma donk mama kuliahin kamu mahal-mahal kalo cuma untuk nikahin anak orang,"kata mama Taendra setengah berbisik.


"iya Tae tau kok,"


"tau tapi kenapa Vero ke sini melulu, bukannya tadi kalian baru aja ketemu?"


"Tae gag tau ma,ini aja Tae kaget kenapa dia ke sini lagi."


"dulu kan mama udah bilang jangan main cewek dulu,soalnya kalo main cewek itu mereka cenderung desak kamu buat seriusin hubungan mereka,"


"tenang ma,tae juga gag mau nikah muda,"

__ADS_1


"ya udah temuin,inget jangan lama-lama,"


"iya kalo bisa aku usir dia rumah,"ucap Taendra asal dan berjalan menuruni tangga.


"dasar cewek jaman sekarang,gag ada malunya nyamperin cowok duluan,"umpat mama Tae serayap berjalan masuk kamar.


Taendra menemui Vero dengan wajah kesal,karna seringnya Vero melakukan hal ini padanya.


"aku telfon kok gag bisa?"ucap Vero tersenyum ke arah Taendra.


"aku charge ponselnya.."


"ohh pantesan gag aktif..,"


"ada perlu apa ke sini?"tanya Tae ketus.


"kok gitu nanyanya?"


"bukannya kita baru ketemuan tadi siang,terus kenapa ke sini lagi,"imbuh Tae sambil menatap Vero geram.


"masak aku gag boleh main ke sini??"


"aku gag ngelarang kamu main ke sini,tapi jangan keseringan juga,aku gag enak sama tetangga."


"kamu kok makin berubah sayang?"tanya Vero lirih.


"kamu yang bikin aku berubah,kamu pikir aku gag jenuh gitu,ketemu setiap hari,telfonan setiap malam, sekali-kali kasih aku ruang buat santai atau main sama temen,kita tuh masih muda Ver jangan terlalu serius jalanin hubungannya."


"biasanya kan kamu gag masalahin hal itu sayang.."


"itu karna mau hargai kamu,tapi kalo kamu gini terus aku lama-lama bisa jenuh,bosen tau gag setiap hari kamu samperin kayak gini,"kata Taendra yang mulai meninggi nadanya.


"apa karna kamu ketemu Naya tadi jadi kamu bersikap kayak gini Sama aku yang?"


"gag ada hubungannya sama dia,gag usah nyalahin orang lah..koreksi diri kamu sendiri..awal pacaran kan aku pernah ngomong aku mau mentingin karir aku dulu,tapi kalau kamu kayak gini terus rasanya aku gag bisa lanjut ,"


"kok kamu malah ngomong gitu??terus selama dua tahun lebih aku nemenin kamu gag ada artinya gitu??"


"kamu sendiri yang buat aku jenuh,lagian mama aku juga gag setuju kalo aku pacaran dulu,"


"kenapa kamu baru ngomong sekarang?!!"


"karna aku pikir dulu bakal seneng punya pacar sambil kuliah,tapi ternyata gag,rasanya malah makin ribet,telfon setiap hari,jalan setiap hari bikin pusing tau gag!!!udahlah mending kamu pulang aja,"


"aku mau berubah demi hubungan kita yang,"kata Vero memohon sambil memegang tangan Taendra dengan kedua tangannya.


"ya terserah..yang penting kamu pulang dulu aku mau istirahat oke.."


"hmm oke kita omongin ini besok ya.."


"hmm,"


"aku pulang sayang..."


"ya hati-hati,"jawab Taendra kasar.


"padahal tujuan gue kesini mau nanya gimana kelanjutan hubungan kita..tapi Taendra kok malah gitu sih??terus gue harus ngomong gimana ke orang tua gue ..mereka gag pengen gue lama-lama pacaran...,"gumah Vero berjalan keluar pagar.


"uhhh gue baru sadar tuh Vero makin jelek aja mukannya,Jerawatnya makin banyak dan Gedhe-gedhe lagi..jijik gue lama-lama...sekarang gue nyesel kenapa dulu gue nolak Naya ya...astaga...dia sekarang cantik banget,imut lagi tipe gue pokoknya..-


**silahkan like dan komentar di bawah


Vote Author donk please...


biar makin semangat dalam berkarya 🙋


makasi 😘😘**

__ADS_1


__ADS_2