
Hanya semalam Dakota dan Brennus menginap di rumah Lindsay. Keduanya kembali ke Kota Helsinki saat pagi. Percakapan semalam tidak berlanjut karena si pria tertegun dengan pertanyaan yang dilontarkan. Juga si ibu hamil itu memilih untuk istirahat saja. Mereka bermalam di kamar yang berbeda, tentu saja.
Sekarang keduanya ada di dalam mobil. Hanya diam, tanpa ada sepatah kata pun yang diucapkan.
Dakota memandang ke luar, sembari tangan bersemayam di perut. Mengusap pelan. Rasanya masih seperti mimpi jika di dalam sana ada kehidupan.
Sementara Brennus bingung mau berbicara apa. Segala yang diucapkan hanya membuat wanitanya marah-marah terus, ketus, sinis. Dia takut jika suasana hati Dakota jelek, akan berpengaruh pada anaknya.
Namun, empat jam sudah bisu. Brennus gatal. Tidak bisa jika berdiam tanpa melakukan apa pun. Setidaknya bertanya atau apalah. Akhirnya memutuskan untuk memulai percakapan.
“Kita makan, ya?” ajak Brennus selembut mungkin.
Menggeleng sebagai penolakan. “Masih kenyang.”
Melihat Dakota begitu lemas dan tidak memiliki semangat menggebu seperti biasanya, membuat Brennus merasa bersalah. Ia ulurkan tangan ke perut wanita itu, lalu usap searah jarum jam. “Aku akan menjadi Daddy yang baik untuk anak ini, dan hidupmu semua ku tanggung. Jadi, jangan banyak berpikir yang berat.”
Mata Dakota cukup melirik ke bawah. Merasakan telapak yang begitu lebar menyentuh walau tak langsung di kulit, rasanya nyaman. Mual yang biasanya menyebalkan jadi terasa lebih ringan.
__ADS_1
Namun, pandangan kembali memilih menatap ke luar, menyaksikan jalanan saja. “Apa mungkin alat itu rusak? Bisa jadi aku tidak hamil.” Masih berusaha menampik, padahal sudah jelas sekali hasil semua testpack sama.
“Kau belum percaya? Mari kita ke rumah sakit dan periksakan kandunganmu. Supaya lebih jelas, sekaligus kita bisa melihat perkembangan janinnya,” ajak Brennus. Bukan meminta persetujuan karena mobil memang ia arahkan ke instansi kesehatan.
Berhenti disebuah rumah sakit yang ada di Helsinki, Dakota menelusuri gedung yang menjulang di depannya. “Ku rasa memang harus USG, bisa jadi testpack itu mendeteksi penyakit di rahimku.”
Brennus menggenggam tangan sang wanita. Dakota tidak ada tenaga juga untuk menolak. Jadi, keduanya masuk bersamaan. Dia yang mendaftar, membiarkan sang wanita duduk menanti seorang diri.
Berhubung tidak banyak kursi tunggu yang kosong, maka Brennus memilih untuk berdiri di depan Dakota. Mengusap puncak kepala yang terus menunduk lesu.
Dakota telah merebahkan diri dan siap untuk di USG. Matanya terus tertuju pada layar yang menunjukkan kondisi rahimnya. Dada sangat berdebar kala dokter mengatakan bahwa ada janin di dalam sana.
Setelahnya Dakota tidak lagi menyimak. Dia keluar dan menunggu di apotik untuk menebus vitamin. Rasanya hampa. Tak senang maupun sedih. Dia hanya bingung harus melakukan apa setelah ini.
“Ayo pulang.” Brennus kembali meraih tangan sang wanita.
Namun, kali ini Dakota menolak. Ia merebut kunci mobilnya. “Aku mau sendiri dulu, jangan ganggu.”
__ADS_1
Membawa vitamin untuk kandungannya juga, Dakota melangkah keluar dan berharap kalau Brennus mengindahkan permintaannya.
“Kenapa kau sedih begitu? Aku sudah katakan berkali-kali kalau akan tanggung jawab.” Sampai di tempat parkir, Brennus menaham pundak Dakota agar tidak menjauh.
“Kau punya kekasih, aku tidak mungkin menerima tanggung jawab itu,” jelas Dakota. Ia tatap mata Brennus supaya paham dengan apa yang dirasakan.
“Aku sudah putus dengan Laura.” Kedua tangan Brennus menggenggam sang wanita, mereka saling pandang satu sama lain. “Maka, terimalah tawaranku, menikah dan kita besarkan anak itu bersama.”
Dakota terkekeh lucu, kepala sampai bergeleng pelan. “Alasanmu hanya karena rasa tanggung jawab dan bersalah, kan?” Pertanyaan itu dijawab anggukan.
“Maka, maaf, aku tidak bisa menerima.” Dakota menepuk dada Brennus. Lalu meninggalkan pria itu begitu saja. Dia pulang membawa mobil sendirian.
...*****...
...Sambil nungguin cerita Aa Nus dan si Ekspedisi update, baca karya temen aku juga yuk. Maksa nih aku hehehe. Judulnya Beautiful Mistake by Dhea Novita, seperti di bawah ini covernya...
__ADS_1