
Hari ini adalah hari keberangkatan Gera ke negara Z. Ia dan ketiga anak anak nya sudah menyiapkan barang barang yang akan mereka bawa kemarin sore. Laura tampak sudah datang ke rumah Gera, untuk menjemput Gera beserta anak anak nya.
Kemudian mereka berangkat menuju bandara menggunakan mobil Laura.
Sesampai nya di bandara, Laura meminta Gera untuk menunggu nya di ruang tunggu, karena ia akan menitipkan mobil nya di area parkir bandara.
"Tunggu lah di sana dulu, aku akan segera kembali" Ucap Laura dari dalam mobil.
"Baiklah" Gera mengangguk kemudian membawa anak anak nya ke ruang tunggu.
Gera melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya, 30 menit lagi penerbang mereka. ia menegedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan itu. Anak anak nya sedang asik sendiri, Ellson dan Ellton sedang bermain gadged nya, sedangkan Ella tampak membaca sebuah situs laman web di Ipad nya. Gera tak ingin mengganggu anak anak nya dan lebih memilih mendengarkan musik dari ponsel nya menggunakan headsed sambil menunggu kedatangan Laura.
/////
Pesawat yang mereka tumpangi sudah lepas landas 20 menit yang lalu, Gera duduk diantara ketiga anak nya. Sedangkan tempat duduk Laura berjarak dua kursi penumpang di depan nya.
Ellson naik kepangkuan mommy nya dan menyandarkan kepala nya ke dada mommy nya, kemudian Gera menepuk nepuk pelan punggung putra nya itu, perjalanan jauh ini akan memakan waktu yang lama, pasti ketiga bocah itu akan sangat kelelahan. Sedangkan Ellton menyandarkan kepala nya di bahu Gera, sementara Ella masih sibuk dengan Ipad nya.
"Tidurlah" Ucap Gera pada Ellson yang sempat mendongakkan kepala nya mentap wajah Gera sekilas kemudian kembali menyandarkan kepala nya ke dada Gera.
"Kapan kita sampai mom?" Tanya Ellson dalam pangkuan Mommy nya.
"Masih lama son, kita baru terbang 20 menit yang lalu. Perjalanan kita masih jauh" Jawab Gera sambil mengelus kepala Ellson dengan lembut berusaha membuat anak itu nyaman dan tertidur. Kemudian Ellson semakit mengertakan pelukannya pada pinggang Gera mencari kehangatan dari mommy nya itu.
Tingkah laku ibu dan anak yang terlihat hangat dan saling menyanyangi itu di saksikan oleh seorang pria paru baya yang duduk di sebrang kursi mereka. Pria itu itu tersenyum tipis melihat kedekatan ibu dan anak anak nya itu.
"Seandainya Axce sudah menikah pasti dia sudah memilik anak anak yang lucu" Gumam pria paru baya itu yang tak lain adalah Tuan Elvart ayah Axce.
♡♡♡♡♡♡♡
Setelah 8 jam mengudara akhirnya pesawat yang mereka tumpangi tiba di negara Z, Gera segera membangunkan anak anak nya yang tertidur lelap di sisi kiri dan kanan nya tak lupa juga memvangun kan Ellson yang masih berada di pangkuan nya.
Rasa kebas di rasakan Gera di paha nya, ketika Ellson turun dari pangkuan nya. Setelah rasa kebas nya berkurang baru lah Gera bangkit dari tempat duduk nya. Mereka turun dari pesawat secara beriringan, aneh nya kali ini Ella minta di gendong oleh Gera. Sedang kan Gera dengan senang hati mengabulkan permintaan putri sulung nya itu.
"Aku akan mencari taksi untuk kita, kau tunggu lah di kursi itu dulu. Kasihan anak anak mu pasri lelah" Ucap Laura pada Gera.
Gara mengangguk dan menuju kursi yang berada tak jauh dari sana.
Ella duduk di sisi sebelah kanan Gera sementara Ellson dan Ellton celingukan melihat area bandara di negara itu.
"Wah mom bandara nya bagus sekali" Ucap Ellton dengan wajah berbinar.
"Foto kan aku" pinta Ellton pada Ellson, kemudian menyerah kan gadged nya pada kakak nya itu dan mulai bergaya.
__ADS_1
Gera hanya tersenyum, kemudian ia mengamati sekitarnya. Bandara inilah tempat nya pergi 6 tahun lalu menuju negara X. Ia hanya tersenyum kecut mengingat kejadian 6 tahun lalu.
"Boleh aku duduk di sini" Ucap seseorang memebuat Gera dang Ella menoleh ke arah seorang pria paru baya yang berdiri di samping mereka dengan senyum yang terbit di bibir nya.
"Silahkan tuan" Jawab Gera kemudian sedikit menggeser duduk nya untuk memberi ruang pada pria baru baya tersebut.
"Terimakasih" Ucap pria itu.
Gera hanya menjawab nya dengan senyuman.
"Waah apa mereka anak anak mu?" Tanya pria itu berbasa basi sambil mengamati Ellson dan Ellton yang tengah asik berfoto.
"Iya tuan" Ujar Gera sembari memperhatikan wajah pria itu dari samping, dalam hati nya seperti familiar dengan wajah itu tapi tak tau siapa.
"Benarkah? siapa nama nama mereka?" Tanya nya lagi sambil menatap Ella yang berada di sebelah nya.
Gera tersenyum kikuk pada pria itu, karna dia tidak mengenal nya. Tapi pria itu seperti mencari cari topik pembicaraan dengan nya.
Ella yang mengerti situasi mommy nya pun langsung menjawab pertanyaan pria tersebut.
"Nama saya Ella tuan, dan mereka berdua adalah adik saya Ellson dan Ellton" Jawab Ella berusa seramah mungkin.
"Apakah kalian kembar?" Tanya nya lagi.
Seperti paham dengan sikap Gera yang sedikit cuek terhadap orang yang tak di kenal, pria itu pun langsung memperkenalkan dirinya pada Gera.
"Maaf saya dari tadi hanya bertanya tapi tidak memeperkenalkan diri terlebih dahulu, perkenalkan nama saya Elvart" Ucap Daddy Elvart memperkenalkan diri nya sembari mengulurkan tangan pada Gera.
Kemudian Gera menyambut uluran tangan tersebut dan menyebutkan nama nya.
"Gerania, tuan" Jawab Gera.
"Kalian sedang melakukan liburan ke sini?" tanya daddy Elvart.
"Tidak tuan saya sedang ada pekerjaan, dan tidak mungkin meninggalkan anak anak saya jadi saya membawa mereka ikut bersama" Jawab Gera yang mulai nyaman bicara pada pria tersebut.
"Ohh begitu..." Daddy Elvart mengangguk anggukan kepalanya.
"Apa daddy nya tidak ikut?" Tanya daddy Elvart lagi sambil mengedarkan pandangan nya.
"Tidak" Jawab Gera singkat dia tidak berbohong dan juga tidak jujur.
"Tuan sendiri sedang apa ke negara ini?" Tanya Gera mengakrabkan diri.
__ADS_1
"Oh saya baru kembali diri negara X ada urusan bisnis di sana, ini memang negara saya" Jawab Elvart.
Suara dering ponsel menghentikan percakapan mereka, Daddy Elvart melihat nama yang tertera di layar ponselnya kemudian mengangkat nya.
"Hallo" Ucap Dady Elvart
"Hallo, daddy dimana? aku telah tiba di bandara" Ucap seseorang di sebrang sana.
"Masuklah ke area tunggu daddy berada di kursi bersama sebuah keluarga" Jawab Elvart.
Kemudian sambungan telepon itu pun di putus.
Elvart menoleh pada Gera yang hanya mendengarkan percakapan nya.
"Putra ku akan menjemputku, apa kau ingin ikut bersama kami?" Tawar Elvart pada Gera.
Gera tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Elvart "Terimakasih tawarannya tuan, tapi saya sedang menunggu teman saya yang sedang mencari taksi"
"Ohh baiklah"
"Gera!" Panggil Laura sambil melambaikan tangannya dari dalam taksi.
"Saya dan anak anak saya duluan tuan" Ujar Gera pamit pergi pada Elvart yang hanya dibalas dengan anggukan kecil.
"Daddy!"
-
-
-
Daddy Elvart Curterus Marverigo
Triple Ell
__ADS_1
~typo bertebaran di mana-mana harap bijak memilih bacaan