One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Yang Terjadi?!


__ADS_3

Suara dentingan sendok beradu dengan piring, seorang pria tengah duduk di kursi utama meja makan. Makan seorang diri dengan empat orang pelayan di sisi kanan kiri nya. Makanan hampir menutupi separuh meja makan ukuran 3 x 1,5 m tersebut. Sebelum seorang pria datang menghampiri nya dan mengatakan sesuatu yang membuat makan nya berhenti. Dengan kasar melepas kan sendok dari tangan nya, menimbul kan bunyi dentingan cukup keras.


"Kurang ajar!!" Umpat pria itu, kemudian bangkit dari duduk nya dan melangkah pergi meninggal kan meja makan.


Kini selera makan nya telah hilang. Makanan yang banyak itu akan berakhir di tempat sampah, tidak akan ada yang berani memakan nya meskipun makanan itu masih sangat layak untuk di makan. Itu aturan nya, lebih baik membuang makanan itu dari pada memberikan nya pada orang lain termasuk pelayan.


Pria itu masuk ke dalam ruanngan nya, berjalan menuju meja dan duduk di kursi kebesaran nya. Ia menatap nyalang pada pria yang berdiri sambil menunduk di hadapan nya.


"Jelas kan!!" Ucap nya pada pria itu.


"Dia telah mati tuan, dan jasad nya di kirim ke markas kita. Tanpa kaki dan tangan serta kepala yang terpisah dari tubuh nya!"


Gigi pria itu bergelutuk, rahang nya mengeras menahan emosi, berita buruk yang membuat nya naik darah.


"Bodoh! tidak berguna" Sebuah asbak melayang hampir mengenai pria yang berdiri di depan nya jika tidak segera menghindar.


"KELUAR!!!" sentak nya pada pria itu sambil menunjuk ke arah pintu.


Sudah hal biasa bagi nya melihat kemarahan tuan nya, bahkan lebih dari ini. Tapi meskipun sudah biasa tetap saja rasa takut pada tuan nya tidak bisa di pungkiri, bisa saja sewaktu waktu tuan nya menjadi kan dia sebagai sasaran kemaran nya.


Ia hanya menunduk takut kemudian berlalu keluar tanpa kata lagi.


"Akan kupastikan kau mati, Axce!!!" Geram nya pada diri sendiri, membuat bolpoint yang di genggam nya patah.

__ADS_1


♡♡♡♡♡♡


Ella kembali ke kamar nya untuk memastikan keadaan adik adik nya setelah di tinggal kan nya beberapa saat ke kamar Laura.


Bicara soal Laura, setelah Ella menjelas kan apa yang terjadi tentu saja membuat Laura panik. Secepat mungkin ia mencari ponsel nya berniat untuk menghubungi Gera, tapi ternyata ponsel Gera di tinggal nya di kamar hotel.


Kemudian dia bersiap siap akan langsung keluar untuk mencari keberadaan Gera. Ella memaksa ingin ikut tapi Laura meyakin kan agar diri nya saja yang mencari, dengan alasan tidak ada yang menjaga adik adik nya jika dia ikut mencari mommy nya, membuat Ella mengurung kan niat nya untuk ikut dan memilih menunggu kabar dari Laura .


Laura terlebih dahulu pergi menuju minimarket terdekat mana tau Gara masih berada di sana, namun nyata nya tak menemukan keberadaan dari ibu tiga anak tersebut. Bertanya pada kasir yang ada di sana pun tak menemukan jawaban nya karena kasir yang berjaga telah berganti shift.


Pikiran pikiran buruk mulai memasuki bayangan nya, takut terjadi hal hal yang tak di ingin kan. Apa lagi jam menunjukan lewat jam sebelas malam. Tidak, tidak, cepat cepat ia menggeleng kan kepala nya menjauh kan pikiran pikiran buruk itu dari kepala nya. Kembali fokus untuk mencari keberadaan Gera.


Sedang kan di tempat lain seorang wanita masih mencerna apa yang terjadi pada nya, secepat ini kah? batin nya terus memikir kan apa yang barusan terjadi pada nya.


Gera menatap tidak percaya pada pria yang duduk di sebelah nya, astaga apa yang dia kata kan mengajak nya manikah semudah itu? bukan, bukan mengajak tapi membuat nya terpaksa harus menjawab iya. Kenapa bisa? Apa yang tidak bisa di lakukan oleh seorang Axce Gional Marverigo jika di sudah menarget kan sesuatu maka dia akan mendapat kan nya.


"Kau tidak bisa menolak sayang, kau akan menikah dengan ku. Aku tau kurcaci-kurcaci yang ada bersama mu. Kau tidak ingin aku mengambil mereka dari mu kan?" Ucap Axce dengan seringaian tepat di telinga Gera.


Apa maksud nya? kurcaci-kurcaci? apakah pria ini tau dia memiliki anak dari kejadian satu malam itu. Oh God, benar benar otak Gera saat ini sedang oleng.


Dengan percaya diri nya Axce kembali berucap


"Mereka anak anak ku kan?"

__ADS_1


Padahal dia belum bisa memasti kan kebenaran nya, berucap seperti itu hanya untuk menekan wanita yang berada di sebelah nya ini.


Flasback off.


Saat ini Gera sedang duduk di sebuah kamar, mewah, satu kata yang mendefinisikan arsitektur ruanagn ini, tapi perasaan nya begitu tidak tenang memikir kan ke adaan ke tiga anak nya tidak peduli pada nuansa mewah kamar ini.


Gera ingat betul ketika dia bilang ingin kembali pada anak anak nya karena begitu khawatir, tapi pria itu malah mengurung nya di dalam kamar ini.


"Diam saja di dalam sayang, aku yang akan menjemput kurcaci-kurcaci itu. Jika kau yang pergi, kau pasti berencana akan kabur lagi dari ku!" Ucap Axce dari balik pintu ketika sudah berhasil mengunci Gera di dalam kamar.


Dan disinilah Gera duduk di atas kasur empuk itu menunggu kapan pintu ber-cat putih emas itu terbuka, setelah lelah menggedor gedor pintu tapi tak ada yang membuka nya. Akhir nya ia memilih menunggu.


Daddy Elvart hanya memandang kelakuan putra nya yang mengurung Gera di dalam kamar tersebut dengan tersenyum tipis, setelah tau cerita nya, ia mendukung putra nya untuk menikah dengan Gera. Entah lah apa isi pikiran pria tua itu, mungkin karena ia juga sudah tertarik dengan Gera dan ketiga anak nya ketika di bandara. Dan mengetahui kebenaran ini membuat nya senang, akhir nya si bujang lapuk menemukan tambatan hati nya. Meskipun dengan sedikit paksaan tapi dia akan berusaha membuat Gera menerima putra nya sepenuh hati.


-


-


-


*typo bertebaran di mana-mana harap bijak dalam memilih bacaan


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2