
Gera duduk di kursi taman belakang mansion, pandangan nya mengedar melihat tanaman anggrek yang di tata rapi. Taman ini cukup luas, udara nya juga begitu sejuk. Gera mengangkat sebelah lengan nya yang terpasang gelang pemberian daddy Elvart, begitu sederhana namun sangat elegan dengan beberapa taburan berlian di sisi kiri nya.
Sebenar nya ia merasa tidak layak menerima nya namun karna tidak enak dengan daddy Elvart ia terpaksa menerima gelang itu.
Ponsel yang di taruh nya di samping tempat nya duduk berdering, semalam Ella membawa ponsel nya yang tertinggal di hotel dalam keadaan mati, baru tadi ia mengisi daya nya.
Tertera nama Laura di layar, pasti wanita itu panik mencari nya, apa lagi ke tiga anak nya juga ikut menghilang, di geser nya tombol hujau di sana untuk mengangkat sambungan itu
"Hallo"
"Astaga Gera akhir nya bisa tersambung juga, kamu di mana? anak-anak di mana? kenapa kalian semua menghilang?" Laura langsung mencecar Gera dengan berbagai pertanyaan, du tambah lagi suara wanita itu terdengan panik hampir terisak.
"Tenang lah, aku aman. Anak-anak juga aman, aku tidak bisa memberi tahu mu di mana kami sekarang, yang pasti kau tau kami baik-baik saja saat ini" Gera masih belum siap untuk memberi tahu Laura tentang apa yang terjadi pada nya, ini terlalu mendadak dan dia masih harus menyiap kan mental karena teman nya itu pasti akan marah pada nya.
"Ohh ayolah Gera, kau jangan membuat ku semakin khawatir kata kan kau di mana, dan aku akan segera menjemput mu dan anak-anak"
Gera bingung harus mencari alasan apa lagi untuk membuat Laura mengerti.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku dan anak-anak baik-baik saja. Kau tenang saja, percaya lah" ia masih berusaha meyakun kan Laura.
Terdengar helaan nafas dari seberang sana.
"Baik lah kalau itu mau mu, tapi kau harus tetap kembali! besok kita akan langsung ke perusahaan ELZA GROUP untuk rapat. Kau tidak lupa kan?"
Deg*..
Bagai mana ia bisa memberi tahu Laura jika ia di larang bekerja dan tidak di biar kan keluar dari mansion untuk saat ini oleh Axce. ohh astaga dia semakin bingung harus menjelas kan seperti apa lagi pada Laura.
"Astaga Gera, kau tidak bisa seperti ini. Jangan bercanda Gera!" Laura tak habis pikir dengan Gera yang tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba mengatakan ingin berhenti. ohh apa yang terjadi pada wanita tiga anak itu.
"Jika kau ada masalah, kata kan pada ku! jangan membuat aku panik seperti ini Gera"
"Aku minta maaf tapi saat ini aku tidak bisa menjelas kan alasan nya, secepat nya aku akan mengirim surat pengunduran diri ku. Bye" Gera langsung mematikan sambungan telepon itu, ia takut Laura akan semakin banyak bertanya.
Huhh...
__ADS_1
Hidup nya makin rumit saja, tak pernah terfikir kan oleh nya ia akan terjebak dalam keadaan ini. Seperti nya ikut kembali ke negara ini adalah kesalahan nya.
Ia menghela nafas berat, bagai mana kehidupan nya jadi sekacau ini sekarang? Bagaimana nanti ia akan menjelas kan pada Laura dan tuan Hendrik atas pengunduran diri nya yang tiba-tiba seperti ini.
"Apa yang kau pikir kan, sayang?"
Deg...
Gera membatu, merasakan tangan kekar melingkar di pinggang nya dan helaan nafas berat menyapu ceruk leher nya. Terasa benda kenyal menempel di leher nya, Tubuh Gera menegang mendapat perlakuan seperti itu dari seseorang.
-
-
-
~Bersambung...
__ADS_1