One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Untuk Pertama Kali


__ADS_3

Setelah perdebatan tentang anak biawak itu usai, kini Axce tengah berada di markas Black Sky. Ia tengah duduk di kursi kebesaran nya sembari menghisap sebatang rokok di tangan nya. Anton dan Max yang semula akan datang ke mansion nya, tidak jadi datang kerena ada masalah di markas, membuat Axce juga harus pergi ke markas mafia nya itu.


"Jelaskan!" Ucap Axce menatap seorang pria yang tertunduk di depan nya.


"Dia terbukti mencuri dan menjual senjata senjata kita tuan, ia menjual nya dengan harga lebih murah. Senjata senjata yang di curi nya itu juga di selundup kan ke markas Wolfram tuan" Jelas Anton yang berdiri di sebelah pria yang menunduk ketakutan itu.


"Cihh hh, sebegitu miskin nya kah mereka sampai mencuri senjata ku." Ia berdecih sambil memalingkan wajah nya.


"Kau!" Tunjuk Axce pada pria di depan nya.


"Berani mengisik ku, apa kau belum tau kosekuensi nya heh!"


"Anton!" Panggil Axce menatap Anton.


Anton mengangguk kemudian, membuka sebuah map yang di pegang nya.


"Nama nya Dobb Helvar, dia anggota dari tim Mawar Hitam, sudah bergabung dengan kelompok mafia Black Sky sejak tahun lalu tuan. Memiliki seorang istri yang bernama Ema Helvar dan dua orang putra bernama Yosept Helvar dan June Helvar, keluarga nya tinggal di kota Xxx tuan!" Setelah menyelesaikan penjelasan nya, Anton pun menutup map yang di baca nya itu.


Sudut bibir Axce terangkat.


"Kau dengar? Kira kira apa yang bisa aku lakukan pada keluarga mu itu?" Tanya Axce pada Dobb dengan seringai.


Dobb yang mendengar itu pun langsung bersimpuh di hadapan Axce.


"Tolong ampuni keluarga saya tuan, mereka tidak tau apa apa. Saya bersalah tuan, saya yang menerima tawaran mereka. Hukum saya saja jangan mereka" Pria itu masih bersimpuh di depan Axce sambil terisak membayangkan nasib keluarga yang berada di tangan Axce, ia meruntuki kebodohan nya yang dengan mudah memerima tawaran dari salah seorang anggota mafia Wolfram.

__ADS_1


"Cih hh, apa pernah kau mendengar aku mengampuni seorang penghianat heh? Yang benar saja! Anton, Max urus dia" Kemudia Axce bangkit dari duduk nya keluar dari dalam ruangan itu.


"Baik tuan!" Ucap Max dan Anton berbarengan.


"Tuan! tuan! tidak tuan! tolong ampuni keluarga saya tuan, tuan" Dobb memcoba memberontak dalam kekangan Anak buah Max dan Anton. Berusaha melepaskan diri dan mengejar Axce yang tidak peduli dengan teriakan orang itu.


🌹🌹🌹


Setelah menyelesaikan urusan nya di markas, kini Axce tengah mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. Ia menepikan mobil nya di parkiran minimarket karena merasa tenggorokan nya kering.


Kemudian ia berjalan masuk ke dalam minimarket tersebut dan menuju stan minuman dingin.


Setelah mengambil beberapa botol air meneral dan minuman bersoda, ia berjalan menuju kasir, saat berjalam melewati stan makanan instan, matanya tak sengaja menangkap sesosok wanita yang tengah memilih beberapa makanan instan di sana.


Deg..



Setelah memastikan wanita itu lah yang berada dalam foto yang di berikan Max pada nya tempo hari, ia pun hendak langsung mengambil langkah menuju wanita itu, sebelum dering ponsel menghentikan langkah nya.


"Ahh shitt!" ia melirik lagi pada wanita yang masih berada di tempat nya, kemudian langsung mengangkat telpon itu.


"Ada apa!" Sergah Axce setelah sambungan terhubung. Sambil sesekali mata nya melirik wanita itu.


"......."

__ADS_1


"Ya yaa, lakukan saja. sudah sana!" kemudian Axce langsung mematikan sambungan itu, dan berjalan sedikit terburu buru ke arah wanita yang akan beranjak pergi.


"Gerania!!" Panggil nya dengan sedikit berteriak agar wanita yang di kejar nya itu mendengar.


Gera yang mendengar nama nya di panggil pun menoleh ke asal suara.


Deg...


Jantung itu berpacu lebih cepat kala melihat wajah itu, dia masih mengingat nya.


"Wa wajah itu, itu benar benar dia? hah?" Mata Gera melotot tak percaya menatap seorang pria yang berjalan ke arah nya. Dia hanya bisa terpaku di tempat nya, kaki nya seakan tak bertulang untuk melangkah.


"Akhirnya aku menemukanmu!" Ucap Axce yang sudah berdiri di hadapan Gera, kemudian merengkuh tubuh mungil itu dalam dekapan nya.


Tubuh Gera menegang seketika menerima pelukan itu, dia berada dalam pelukan laki laki yang sudah memberi nya tiga malaikat kecil.


Oh ya ampun, lidah nya begitu kelu untuk bicara, hanya tetes air mata yang tanpa permisi keluar dari pelupuk mata nya.


-


-


-


~Jeng jeng. Buat yang bilang kecepetan ketemunya, ini gk kecepatan ya udah masuk bab 14 dan mereka baru ketemu lagi.... oke ikutin ajah jan pada sengott yahhh 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2