One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Kembali atau Tidak


__ADS_3

Pagi itu setelah mengantarkan ketiga anaknya ke sekolah, Gera langsung menuju kantor tempat ia bekerja. Sesampainya di perusahaan bertuliskan HVe CORP gedung pencakar langit salah satu perusahaan besar di negara tersebut tempat ia bekerja sebagai asissten sekertaris. Gera langsung masuk kedalam perusahaan, banyak karyawan dan staf yang menyapanya ketika berpapasan dengannya. Gera di kenal ramah dan mudah bergaul oleh sebab itu ia di senangi oleh karyawan lainnnya.


Sesampainya ia di meja kerjanya ia langsung berkutat dengan berkas-berkas dan komputernya.


"Gera!" panggil Laura sekertaris CEO tempat ia bekerja.


"iya ada yang bisa saya bantu?" tanya Gera ketika melihat Laura sudah berdiri di depan mejanya.


"Kau di panggil Tuan Hedrik keruangannya" ucap Laura.


"mungkin dia membutuhkan sesuatu" sambungnya lagi kemudian melangkah pergi meninggalkan meja Gera dan kembali ke ruangannya.


"Ada apa tuan Hedrik memanggilku?" gumam Gera sambil melangkah menuju ruangan CEO.


Tok tok tok...


Gera mengetuk pintu ruangan tersebut saat ia sampai di depannya. Ketika sudah di persilahkan masuk, ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke ruangan tsb.


Saat ia sampai di dalam ia melihat Tuan Hendrik duduk di kursinya sambil masih membaca beberapa berkas di tangan nya.


"permisi tuan" ucap Gera ketika sampai di depan meja Hendrik


Hendrik mendongakkan kepalanya melihat ke arah Gera yang menundukkan kepala hormat padanya.


"Ah iya Gera duduk lah dulu" ucap Hendrik mempersilahkan Gera untuk duduk di kursi depan mejanya.


"ada apa ya tuan?" tanya Gera ketika ia telah duduk.


"begini, aku sedang memiliki proyek dengan perusahaan ELZA GROUP di negara Z. Berhubung kau adalah asisten sekertaris Laura, jadi aku memintamu untuk menemani Laura untuk meninjau proyek yang ada di sana" ucap Hendrik


Deg


Jantung Gera berdetak lebih cepat ketika mendengar negara tersebut. Bagaimana bisa ia kembali ke sana padahal dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan kemabali ke negara tersebut lagi.


"Gera? Apa kau mendengar kan saya?" tanya Hendrik ketika ia tidak mendapatkan jawaban dari gera.

__ADS_1


Gera tersadar dari lamunannya dan menatap Hendrik lambat.


"apa tidak bisa digantikan dengan orang lain tuan? Anda kan tau sendiri saya memiliki Anak-anak yang masih kecil siapa yang akan mengurus mereka nanti jika saya pergi?" Gera mencoba mencari alasan supaya ia tidak pergi ke negara tersebut.


"aku tau kemampuanmu Gera, kau bisa membantu Laura dengan sangat baik. Masalah Anak-anak mu kau bisa membawa mereka ikut denganmu" hendrik tetap berusaha agar Gera mau pergi bersama Laura.


"Tapi bagaimana dengan sekolah Anak-anak saya tuan? Apa tuan tidak ikut ke proyek tersebut? Bukankah biasanya anda akan pergi langsung bersama Laura jika ada proyek besar seperti ini?" tanya Gera beruntun.


"kalau bertanya satu-satu" dengus Hendrik


"ah iya maaf Tuan" Gera menunduk menyadari kesalahannya.


Hendrik menatap Gera sembari menyunggingkan senyum karena tau sifat Gera yang cerewet.


"Aku tau ini mendadak, tapi kau tau sendiri dalam waktu dekat ini aku akan pergi ke Negara Y, untuk mengurus masalah perusahaan di sana. Bahkan kau sendiri pun tau maslahnya" Hendrik menghela nafas sebelum melanjutkan ucapannya. " Aku tidak tau percaya pada siapa lagi untuk mendapingi Laura, kau asistennya yang paling kompeten, aku harap kau bisa mepertimbangkannya lagi" pinta Hendrik pada Gera.


"Aku juga harus menjenguk orang tua istri ku di sana, sudah hampir satu tahun aku dan istriku tidak mengunjungi mereka. Ku harap kau mengerti dan bisa lebih memikirkan ucapanku lagi. Aku akan menggajih mu dua kali lipat, jika kau bisa memenuhi permintaanku" Jelas Hendrik panjang lebar.


v_v


Saat ini Gera sedang berada di perjalanan pulang ke rumahnya, ia mengemudi kan mobilnya sambil melamun hingga hampir menabrak pengguna sepeda motor yang berhenti di pinggir jalan.


"Huh hampir saja!" ucapnya sambil mengusap pelan dadanya.


Pikirannya masih melayang pada pembicaraannya dan Hendrik, apa kah dia akan menerima tawaran itu atau rela kehilangan gaji dua kali lipat yang di janjikan Hendrik padanya.


Ahhh memikirkan itu membuat kepalanya pusing.


Kini Gera sudah sampai di rumahnya, setelah memarkirkan mobilnya ia langsung masuk kedalam rumah.


Begitu sampai di dalam ia disambut oleh kedua putranya Ellson dan Ellton.


Kedua bocah laki-laki itu langsung memeluk kaki Gera bergelayut manja padanya, pemandangan yang setiap hari disaksikannya ketika pulang kerja.


"Mommy, mommy pasti capek ya? Sini biar Ellson yang bawakan tas Mammy" tawar Ellson pada Gera.

__ADS_1


Gera tersenyum melihat tingkah anak-anaknya. Kemudian ia menyerahkan tas nya pada bocah itu.


"mommy tau tidak, tadi di sekolah saat ulangan kimia di kelas Ell, aku mendapatkan nilai tertinggi lho mom" Ellson bercerita sambil menggandeng tangan Gera menuju sofa di ruangan itu.


Hal yang membuat Gera semangat adalah senyum dan keceriaan anak-anaknya, membuat ia lupa dengan masalah yang sedang ia hadapi.


"Wahh anak mommy hebat, hmm jadi mau minta apa nih untuk hadiahnya?" Gera mengelus puncak kepala anaknya.


"Wahh benarkah mom?" Tanya Ellson dengan mata berbinar penuh semangat.


"Tentu!" Gera terkekeh melihat raut wajah penuh binar dari putranya itu.


"Aku mau komputer edisi terbaru mom apa boleh?" tanya Ellson ragu-ragu


Gera mengelus puncak kepala anaknya sembari tersenyum mendengar permintaan anaknya. Tak apa menurutnya mengeluarkan uang banyak untuk memenuhi permintaan bocah itu asalkan ia tetap melihat wajah ceria dari anak-anak nya.


"Boleh kok, besok sepulang mommy dari kantor kita ke mall untuk membelinya"


"Kalau Ellton hari ini bagaimana sekolahmu?" Gera beralih menatap putra bungsu nya yang kini merebahkan kepalanya di pangkuan Gera.


" Hari ini aku hanya melukis seperti biasa mom, kalau mommy bagaimana hari mu?" Anak kecil itu menatap wajah ibunya.


"Hari-hari mommy menyenangkan seperti biasanya son, apalgi ada kalian di sisi mommy. Itu membuat setiap hari mommy selalu menyenangkan" Gera menundukkan kepalanya menatap wajah putranya yang berada di pangkuannya.


"Kami senang, kalua mommy senang" seru keduanya membuat mata Gera berkaca - kaca betapa bahagianya ia memiliki anak - anak yang begitu meyanyanginya.


"Terimakisih son selalu ada untuk mommy" Ucap Gera memeluk tubuh mungil kedua bocah itu.


"Sama - sama mom" Keduanya membalas pelukan ibunya.


"Oh ya, dimana Kak Ella? mommy belum melihat nya dari tadi?" Gera celingukan mencari putri sulung nya itu.


"Biasalah mom, sepulang sekolah kak Ella langsung masuk ke dalam kamarnya. Dan belum keluar dari tadi" Ellson menjawab kebingungan mommy nya itu.


"Oh, baiklah. Mommy mau melihat kakak kalian itu, mommy ke kamarnya dulu" Gera bangkit dari duduk nya dan menuju kamar putrinya.

__ADS_1


"Baik mom!"


~Dear readers ai yang tercinta tolong maklum jika tulisan othor masih acak-acakan, ohor sadar kalo masih sangat amatiran jadi mohon pengertiannya. Jika kalian membaca typo tolong perbaiki sendiri dulu ya. Pasti ohor bakal revisi kok. Salam cinta dari ai😘😘


__ADS_2