One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Mengingat Kembali lll


__ADS_3

Mata indah itu mengerjab beberapa kali, menyesuai kan cahaya yang masuk ke dalam ruangan tersebut.


Perlahan lahan terbuka, ia mengamati sekeliling nya. Tiba tiba setetes air mata mengalir bebas dari sudut mata nya kala mengingat kejadian yang menimpa nya tadi malam. Di lirik nya ke samping tempat tidur nya, masih berada di sana pria yang merenggut mahkota nya.


Ia berusaha merangkak turun dari ranjang dengan melilit kan selimut ke tubuh polos nya. Rasa perih di s******** nya tak di pedulikan nya lagi, berusaha berjalan tertatih tatih ke kamar mandi.


Sambil memunguti pakaian yang berceceran di lantai, ia membawa nya ke kamar mandi.


Kembali menetes air mata nya melihat banyak nya kissmark di tubuh nya, dia merasa jijik dengan tubuh nya. Ia menggosok gosok bekas merah di tubuh nya dengan kencang berharap supaya tanda itu hilang dari tubuh nya. Namun bukan nya hilang bekas itu malah semakin memerah.


Ia menjatuh kan tubuh nya di bawah guyuran air shower tidak peduli air dingin yang membuat ************ nya semakin perih.


Hampir satu jam dia berada di dalam kamar mandi, baru dia keluar. Ia masih melihat pria itu masih terlelap di atas tempat tidur.


Dia melangkah kan kaki nya dengan pelan ke arah ranjang untuk mencari map kontrak tadi malam. Setelah menemukan nya, ia hendak langsung pergi tapi dia penasaran dengan wajah pria itu, dia mendekat kan diri nya ke arah ranjang. Mengamati wajah pria tampan yang begitu teduh itu masih terlelap dengan tenang, rahang tegas, bulu mata lentik, dan hidung mancung itu sejenak membuat nya terpesona, tapi dia cepat cepat menggeleng kan kepala nya, membuang jauh jauh pemikiran itu.


Gera kembali melangkah kan kaki nya keluar dari kamar hotel, dengan air mata yang menetes dari pelupuk mata nya. Dia tidak ingin menyalah kan pria itu, karna dia mengerti kalau pria itu dalam pengaruh obat.


Memilih pergi adalah jalan terbaik, dia takut pemuda itu akan marah pada nya setelah sadar.


Gera kembali ke apartemen Tessa, setelah menekan bell tak lama kemudian Tessa membuka pintu apartemen nya.

__ADS_1


"Astaga.... Gera!!! Aku khawatir sekali dengan mu, kemana kau kenapa tidak kembali lagi ke apartemen ku?" Tessa mencecar Gera dengan pertanyaan yang ada di otak nya.


Tapi Gera hanya tersenyum kecut, kemudian masuk ke dalam apartemen itu, langkah kaki yang aneh membuat Tessa ingin kembali bertanya, namun di urung kan nya.


"Ini!" Gera menyodor kan map kontrak itu pada Tessa kemudian masuk ke dalam kamar yang di tempati nya semalam.


Dia menumpah kan tangis nya kembali di dalam kamar itu, dada nya begitu sesak.


Setelah bisa mengendali kan diri, ia kembali masuk ke dalam kamar mandi. Mengulang mandi nya lagi, setelah menyelesai kan mandi nya ia keluar dengan pakaian baru, membenahi barang barang yang ada di dalam kamar itu kemudian keluar dari kamar untuk menemui Tessa.


"Aku akan pulang!" Ujar Gera ketika telah menjumpai Tessa di ruang tamu.


"kenapa buru buru?" Tanya Tessa


Sedang kan Tessa hanya menatap nanar punggung teman nya itu yang semakin menjauh, dan hilang di balik pintu.


Dalam hati nya bertanya tanya ada apa dengan Gera, tapi ia mengerti untuk tidak menanya kan privasi Gera. Biar lah, mungkin jika dia sudah siap dia akan menceritakan apa yang terjadi pada nya nanti. pikir Tessa.


Flashback off.


Axce mendekap tubuh mungil Gera dalam pelukan nya semakin erat. Seperti takut wanita nya itu akan lari lagi dari nya.

__ADS_1


"Jangan pergi! jangan pergi!" Terasa ada yang membasahi punggung Gera, menandakan bahwa pria yang sedang memeluk nya ini tengah menangis.


Tangan Gera hendak terulur ingin membalas pelukan pria ini, namun di urung kan nya.


Setelah bisa mengendali kan diri nya, Axce melonggar kan pelukan nya, menatap manik coklat di depan nya, ada rasa nyeri di hati nya ketika melihat wajah teduh itu memerah dan tubuh nya menegang.


"Maaf!" Entah ke sekekian kali nya kata itu terucap lagi dari bibir Axce.


Gera masih setia dalam kebisuan nya, dalam ke adaan seperti ini athmosper di ruangan itu seakan habis.


Tanpa aba aba tangan Axce langsung menarik lengan wanita nya keluar dari tempat itu. Barang yang sudah di pilih nya di tinggal kan begitu saja.


Axce membawa Gera menuju parkiran mobil, sedang kan Gera seakan tak bisa berbuat apa apa hanya bisa mengikuti langkah kaki pria yang menarik lengan nya.


Axce membuka pintu penumpang bagian depan, setelah membuat tubuh Gera masuk dan duduk di dalam, ia menutup pintu mobil nya kemudian memutar mobil menuju pintu kemudi.


Mobil itu membelah padat nya jalanan kota, hanya kebisuan yang tercipta di dalam mobil, tidak ada yang mau mulai bicara lagi. Axce semakin menekan pedal gas menambah kecepatan mobil nya agar lebih cepat sampai pada tujuan.


-


-

__ADS_1


-


~Bersambung...


__ADS_2