
Siang itu Gera pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota, mall besar yang menjual berbagai macam kebutuhan manusia.
Hari ini tepat tiga minggu setelah ia menikah dengan Axce, ia resmi resign dari kantor dan pindah kembali ke negara ini, karena Axce. Bahkan anak-anak nya juga sudah pindah ke sekolah yang baru.
Gera pergi untuk membeli kebutuhan nya yang sudah mulai habis, seperti skin care dan keperluan anak-anak nya juga Axce. Semua nya kini ia yang menyiap kan nya, Axce memberikan nya sebuah kartu hitam ajaib yang tak berlimit. Meskipun masih sungkan untuk menggunakan nya, tapi Axce selalu akan bertingkah seolah-olah merajuk jika ia tak mau menggunakan kartu itu.
Ia kini memasuki sebuah stant yang menjajakan berbagai macam make up dan kebutuhan kulit lain nya.
Setelah memilih keperluan yang di butuh kan, ia langsung membawa nya ke kasir untuk membayar.
Ia berjalan-jalan mengelilingi mall tersebut, melihat-lihat barang yang mungkin di butuh kan nya juga. Ketika berjalan seseorang tak sengaja, menabrak nya hingga barang-barang belanjaan nya jatuh.
"Awwh" Ringis Hera ketika tubuh nya terhuyung hampir jatuh.
"Maaf nona, kau tidak apa-apa?" Tanya seorang pria yang menabrak nya, sambil membantu memunguti belanjaan Gera.
"Tidak, tidak apa-apa" Ucap Gera
"Terima kasih" Ujar nya lagi menerima paper bag milik nya yang di sodor kan pria itu.
"Ahh, tidak perlu berterima kasih. Saya minta maaf karna sudah menabrak anda" Ucap pria itu lagi.
Gera hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian dia akan berlalu namun tangan nya langsung di cekal oleh pria itu.
"Tunggu!" Ucap nya.
__ADS_1
Gera mengernyit, menatap lengan nya yang di cekal, kemudian menatap wajah pria itu.
"Kenapa?" Tanya Gera seraya berusah melepas kan cekalan di lengan nya.
"Kau Gera kan? Gerania?" Tanya nya.
Gera terdiam sesaat kemudian mengangguk kan kepala.
"Apa aku mengenal mu?" Tanya Gera balik.
"Oh God, ternyatanya ini benar kau!" Ujar pria itu lagi sambil menarik tubuh Gera ke dalam pelukan nya.
Gera yang tiba-tiba mendapat perlakuan itu, berusaha memeberontak untuk lepas dari dekapan nya.
"Maaf tuan, bisa kau lepas kan saya?"
Gera mengernyit berusaha mengingat, ia menggelengkan kepala nya tanda tak mengingat nya.
"Bisa kau sebut kan saja nama mu? Aku benar-benar tidak ingat!"
"Aku Simon!"
🌸🌸🌸🌸🌸
Di sini lah mereka berada, di sebuah restoran yang berada di mall itu, ya kini Gera mengingat siapa pria itu, dia adalah teman sekelas nya dulu. Dan mereka cukup dekat, tapi Simon harus pindah keluar negeri ikut daddy nya.
__ADS_1
"Bagai mana kabar mu? Lama tidak berjumpa kamu semakin cantik ya sekarang" Tanya Simon dengan senyum mengembang.
"seperti yang kau lihat, terima kasih atas pujian mu." Gera membalas senyuman Simon pada nya.
"Aku tak menyangka akan bertemu dengan mu lagi di sini"
"Ya, sudah lama sekali."
"Sekarang apa kegiatan mu?" Tanya Simon lagi.
"Aku tidak bekerja, hanya mengurus suami dan ke tiga anak ku" Jawab Gera.
Senyum di wajah Simon memudar mendengar kata 'suami dan ke tiga anak'.
"Kau sudah menikah?" tanya Simon hampir tak percaya.
Gera mengangguk membenarkan.
Simon tersenyum kecut setelah mengetahui kebenaran Gera yang sudah menikah dan memiliki tiga orang anak.
"Selamat atas pernikahan mu"
-
-
__ADS_1
-
~Buat yang ingat Simon itu siapa? hayooo