
Hari ini adalah hari Kamis, Gera mengantarkan ketiga anaknya ke sekolah seperti biasa. Kemudian melajukan mobilnya menuju kantor tempat ia bekerja.
Gera melangkahkan kakinya masuk ke dalam loby perusahaan, ia tersenyum kepada beberapa karyawan yang berpapasan dengannya.
Ketika sampai meja kerjanya ia langsung berkutat dengan pekerjaannya. Sampai waktu makan siang tiba, ia masih di sibuk kan dengan berkas - berkas yang harus di kerjakan nya.
"Hei!" Sesorang menggebrak meja kerja nya membuat Gera terperanjat kaget.
Ia menatap tajam pada seorang wanita yang kini berdiri di depan meja kerja nya sembari menahan tawa kerna telah membuat Gera terkejut.
"Kau ini ya, suka sekali mengejutkan ku!" ketus Gera pada Laudrie teman satu kantor nya.
"Hehehe... Maafkan aku, habis nya kau serius sekali sih" Bela nya.
"Nama nya juga bekerja, tentu harus seriuslah"
"Ya ya, aku salah. Maaf kan aku nona" Laudrie berbicara dengan tampang meledek, membuat Gera ingin melempar nya dengan bolpoin. Namun Laudrie terlebih dahulu menghindar.
"Ck aku hanya bercanda, kau ini galak sekali!" sungut Laudrie.
"Ada Ada Kau kemari? Jika tidak penting hush hush sana aku sedang sibuk" Sembari menatap layar komputer di dapannya lagi.
"Ini sudah masuk makan siang, kau tidak istirahat makan?" tanya Laudrie pada Gera.
Gera melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan nya, sudah hampir pukul 1 siang, ia pun baru merasakan lapar di perutnya karena sadar sudah hampir habis waktu makan siang.
"Tunggu dulu aku menyimpan data ini sebentar" pinta Gera pada Laudrie kemudian menyimpan data - data file yang di kerjakan nya.
"Ayo!" Gera bangkit, kemudian keluar ruangannya bersama Laudrie.
Sekitar 15 menit kemudian mereka sampai di sebuah restoran yang tidak terlalu jauh dari kantor karena waktu makan siang hampir berkahir.
Mereka masuk ke dalam restoran tersebut dan memilih meja yang berada di pinggir.
"Mau pesan apa Ra?" Tanya Laudrie pada Gera ketika waiter memberikan buku menu.
__ADS_1
"Samain aja sama kamu, yang penting makan"
"Beneran ya, sama kaya aku"
Gera menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Steak bbq nya dua sama jus mangga juga dua" ucap Laudrie sambil menyerahkan kembali buku menu itu.
"Ada lagi nona?" Tanya pelayan itu setelah mencatat pesanan nya.
"Hmm tidak ada, itu saja" tukas Laudrie.
Sembari menunggu pesanan datang, mereka mengobrol ringan. sekitar 20 menit kemudian makanan mereka sudah tersaji di atas meja.
"Oh ya Gera, bagaimana dengan tawaran Tuan Hendrik apa kau menyetujui nya?" Tanya Laudrie di sela makan siang mereka.
"Itu lah yg sedang aku pikirkan, aku masih bingung menerima nya atau tidak" Gera mangeduk - aduk makanan nya.
"Kenapa tidak, itu penawaran yang bagus. Kalau aku jadi kau suah pasti kuterima. Jarang jarang dapat kesempatan keluar negri, gratis pula" Ujar Laudrie dengan mata berbinar membayang kan jika dia yang di ajak pergi.
"He he hhe" Laudrie hanya menanggapi nya dengan cengiran.
"Hah aku masih ragu untuk menerima nya" ujar Gera lagi.
"Terima saja Gera mumpun ada kesempatan, dengar dengar nih ya, CEO ELZA GROUP itu sangat tampan lho. Mana masih single lagi. Aku tidak bisa membayang kan jika jadi pendamping nya" Laudrie bercerita dengan wajah berseri seri.
Gera hanya menggeleng kan kepala nya melihat kelakuan Laudrie yang akan lupa diri jika sudah membicarakan pria tampan.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Setelah makan siang mereka usai, Laudrie dan Gera kembali ke kantor mereka pukul 1 satu lewat.
Sesampai nya di kantor mereka berpisah, karna memang lantai tempat mereka bekerja berbeda. Gera berada di lantai 32 sedangkan Laudrie di lantai 28.
Telepon kantor di atas meja Gera berdering menandakan ada yang menghubungi nya.
__ADS_1
"Halo dengan Gerania di sini" Jawab Gera ketika sambungan itu telah terhubung.
"......"
"Baik tuan saya akan segera kesana" Setelah mengucap kan itu, sambungan itu pun ditutup.
Gera beranjak keluar dari ruangan nya dan menuju ruangan tuan Hendrik sesuai perintah atasan nya itu.
Tok tok tok
Setelah mendengar jawaban dari dalam, Gera mendorong pintu kaca ruangan bos nya itu untuk masuk ke dalam.
Terlihat Tuan Hendrik sudah menunggu nya di ruangan itu.
"Ada apa tuan?" tanya Gera ketika sudah di persilah kan duduk.
"Apa kau sudah memutuskan untuk menerima tawaran ku Gera? Karena proyek itu pelaksanaan nya di percepat, kurang dari 2 minggu lagi perwakilan dari kita harus sudah ada di sana" Ucap Hendrik langsungnpada inti nya.
Gera masih mencerna semuanya, dia masih bingung pergi atau tidak. Jika dia tidak pergi, maka nama baik perusahaan ini jadi taruhan nya.
Gera menarik nafas nya sebelum menjawab.
"Baik tuan, saya akan pergi" Gera mengannguk mantap, setelah memikirkan keputusan yang tepat.
Hendrik tersenyum simpul, menerima jawaban itu.
"Baik lah, jika itu keputusan mu. Aku akan meminta sekertaris Laura untuk mempersiapkan tiket pesawat untukmu beserta untuk anak - anak mu.
Seperti mengerti tentang pertimbangan Gera, ia bisa menyimpulkan jika wanita yang ada di depan nya itu takut meninggal kan anak anak nya.
"Terima kasih tuan" Gera menunduk hormat. Kemudian berlau keluar dari ruangan bos nya itu setelah perbincangan mereka berakhir.
'mudah mudahan ini keputusan yang tepat" Batin Gera berdo'a.
~Typo bertebaran di mana-mana harap bijak memilih bacaan.
__ADS_1