One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Tidak Sabaran


__ADS_3

Pagi menyambut, seorang wanita menggeliat dia atas tempat tidur yang sangat empuk. Ia bangun dari tidur nya yang begitu nyenyak. Merenggangkan otot otot tubuh nya. Kemudian menoleh kekiri dan ke kanan menatap anak anak nya yang masih tertidur lelap di sisi nya.


Senyum terbit di wajah cantik nya kala melihat anak anak nya masih terlelap mangarungi dunia mimpi.


"Imut nya" Gera menciumi pipi anak anak nya yang masih tertidur.


Merasa terganggu, Ella menggeliat dan mengerjabkan mata nya berkali kali menyesuaikan cahaya dalam ruangan itu.


Ia menatap mommy nya yang tersenyum di sebelah nya.


"Good morning sayang"


Ella hanya tersenyum dan turun dari ranjang, dan berlalu masuk ke dalam kamar mandi.


"Ellson, Ellton bangun sayang" Gera menepuk pelan pipi kedua anak lelaki itu agar terbangun.


Eughhh


"Lima menit lagi mom" Mereka berucap bersama, tanpa membuka mata nya.


"Baiklah, tapi setelah itu langsung bangun dan mandi, oke!" Gera membenarkan selimut untuk kedua putra nya.


"hemmm"


๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ๐Ÿพ


Setelah Gera dan ketiga anaknya telah bersiap, mereka keluar dari kamar hotel mereka dan menuju kamar Laura yang berada di sebelah kamar mereka.


Tok tok tok


Gera mengetuk pintu kamar Laura, tak lama kemudian Laura keluar sambil memakai lipstik nya.


"Hai, morning Baby" Sapa Laura pada ketiga bocah yang berada di sebelah Mommy nya.


"Morning aunty" Balas mereka bertiga serentak


"Mau sarapan di mana?" Tanya Laura pada Gera.


"Di restoran dekat sini saja" Usul Gera.


"Hmmm baiklah, di dekat sini ada restoran bagus"


"Ayo!"


Mereka pun turun ke bawah menggunakan lift, dan keluar untuk sarapan.


-

__ADS_1


-


"Hari ini aku harus ke luar kota dad, ada proyek yang harus aku tinjau" Ucap Axce pada daddy Elvart saat mereka sedang sarapan.


"Hemm, jangan lupa pulang bawakan aku menantu" Daddy Elvart berucap tanpa menatap Axce, ia hanya fokus pada sarapan nya saja.


"Ahh Daddy, aku keluar kota untuk bekerja. Bukan mencari istri"


"Kenapa tidak, kalu bisa sekalian. Bukan kah ada pepatah mengatakan 'sambil menyelam minum air' sambil bekerja, ya cari istri!" Ia tersenyum tipis melihat putra nya itu cemberut.


"Ishhh, sudah lah. Daddy aku berangkat!" Axce bangkit dari duduk nya, kemudian berlalu pergi.


"Hemmm"


"Halo Anton!" Axce menelpon Anton ketika sudah masuk ke dalam mobil setelah di bukakan oleh supir nya.


"ya tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Anton.


"Siap kan keperluan ku untuk ke luar kota"


"Baik tuan, ada lagi?"


"hmmm, bagaimana dengan tugas yang ku berikan?"


"Sudah tuan, saya sudah menemukan nya. Sesuai data yang tuan berikan, setelah saya lacak dia baru saja tiba di kota ini tuan, lebih tepat nya kemarin dia baru tiba di negara ini" Jawab Anton.


"Akhirnya, sebentar lagi pencarian ku selama ini akan berakhir" Batin Axce.


๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ๐ŸŒฑ


Tok tok tok


Pintu ruangan Axce di ketuk, kemudian Anton dan Max masuk ke dalam ruangan itu.


"Di mana dia?" Tanya Axce langsung ketika kedua orang itu mendudukkan diri nya di sofa ruangan tersebut.


"Santai, sabar bung. Jangan terburu buru" Max tersenyum melihat Axce yang sangat penasaran.


"Jangan bertele tele, cepat katakan!" Desak Axce yang sudah tidak sabaran.


"Hehehe, kami punya informasi yang sangat bagus dan pasti akan membuat mu terkejut" Max menyeringai semakin melancarkan aksi nya menggoda Axce suapaya penasaran.


Tanpa di duga Axce yang sudah tidak sabar langsung melempar bolpoint yang ada di atas meja kerja nya.


Auhhh


"Cepat katakan bodoh, jangan membuatku melempar kursi ini sekarang ke wajah mu!"

__ADS_1


Max menegelus jidat nya yang terkena lemparan bolpoint Axce. Sedangkan Anton menahan tawa nya.


"Kau ini tidak bisakah sabar sedikit, ahh aku jadi malas meyampaikan nya" Rajuk Max memanyunkan bibirnya sambil bersedekap dada.


"Lihat lah wajah orang bodoh merajuk, kau bahkan terlihat seperti orang yang baru keluar dari rumah sakit jiwa!"


"AXCE!!!"


"Kalau kau lupa, aku adalah bos mu saat ini. Jadi jaga sopan santun mu" Ucap Axce tersenyum kemenangan.


"ha haha ha" Anton tertawa melihat kelakuan mereka berdua yang tak pernah berubah, selalu berkelahi tentang sesuatu yang sepele.


"Sudah sudah, kalian ini benar benar seperti anka kecil. Dan kau tuan Axce, apa tidak jadi mendengarkan informasi nya?" Tanya Anton mengakhiri perdebatan mereka.


"Katakan!" Axce kembali memasang wajah serius.


"Wanita itu, saat ini sudah kembali ke negara ini, dan hal baik yang membuat ia kembali ke negara ini adalah karena dia yang menjadi perwakilan dari perusahaan HVE Corp dari negara X--" Belum selesai Anton menjelas kan Axce terlebih dahulu menyela nya.


"Haa ha ha, akhir nya kau datang dengan sendiri nya gadis kecil"


"hei aku ini belum selesai bicara!" Sungut Anton.


"Eh belum ya, oke oke lanjut kan"


"Kau kira hanya ada berita baik, aku belum menyampaikan sesuatu yang mungkin akan membuat mu berfikir untuk mengejar nya lagi!"


"Apa?!!" Sergah Axce cepat.


"Dia tidak datang sendiri---"


"Tentu saja tidak datang sendiri, tidak mungkin hanya dia sendiri perwakilan dari perusahaan itu!" Potong Axce cepat.


"Hei dengarkan aku bicara dulu, jangan langsung memotongnya!"


"Iya iya lanjutkan"


"Dia membawa anaknya bersama dengan nya!"


"Apa!! anak?!!!"


-


-


-


~Maaf kalo ai gk bisa banyak up nya, tapi ai berusaha buat up tiap hari. Kemaren itu gk up karena jaringan nya lelet banget sumpah, nggak niat kok kemaren itu gk up, tapi ya itu kendalanya. Mohon maklum ya, reader yang budiman๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


__ADS_2