One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Mengingat Kembali ll


__ADS_3

Gera memgendarai mobil menuju hotel tempat pertemuan dengan klien mereka tadi, sekitar 40 menit dia baru sampai di hotel tersebut. Hujan rintik rintik yang tampak akan menjadi lebat itu membuat Gera sedikit berlari kecil. Memasuki lobby hotel dan menuju meja resepsionis untuk meminta izin dan menjelaskan bahwa dia harus mencari surat kontrak yang tertinggal di situ.


Setelah mendapat kan izin, Gera melangkahkan kaki nya dan menuju Lift dan naik ke lantai 12 tempat pertemuan mereka tadi.


Gera masuk keruangan tersebut, tampak sudah rapi. Berbeda saat ketika meninggalkan ruangan ini tadi. Ia melangkah kan kaki nya ke meja, ia mulai mencari cari di mana map itu, mulai bekeliling ruangan tersebut tapi tak juga menemukan map itu. Perasaan panik mulai menerpa nya kala tak kunjung menjumpai yang di cari.


"Ck di mana map nya, bukan nya kata Tessa di atas meja" Gera bergumam sendiri sambil masih mencari map itu.


"Aghhh iya, jangan jangan map nya sudah diambil orang, ruangan ini juga sudah rapi. Hmmm tanya kepada OB, ya OB pasti mereka yang membersih kan nya tadi" Gera kemudian melangkah keluar, ketika membuka pintu ruangan, dia melihat seorang OB melewatinya koridor. Kemudian memanggil nya untuk di tanyai.


"Permisi, saya mau tanya yang membersih kan ruangan ini tadi siapa ya?" Tanya Gera menghentikan langkah OB tersebut.


"Saya sendiri nona, ada yang bisa saya bantu?" Jawab nya kemudian menanyai Gera.


"Ahh kebetualan, apa anda melihat map coklat di atas meja di dalam ruangan ini?"


OB itu tampak berfikir kemudian ia menganggukan kepala nya.


"Iya nona saya melihat nya, apa itu milik nona? karena takut penting dan ada yang mencari saya menyimpan nya" Jawab OB tersebut membuat wajah lega terpancar dari Gera.


"Sukur sekali, maaf bisa saya meminta nya? itu sangat penting"


"Tentu nona, nona mau ikut saya atau menunggu di sini? Saya akan mengambil nya sebentar"


"Saya tunggu di sini saja"


"Baik"


Kemudia OB itu melangkah kan kaki nya meninggal kan Gera untuk mengambil map kontrak yang di simpan nya.


Tak lama kemudian OB itu kembali dengan membawa map coklat di tangan nya.

__ADS_1


"Ini nona" Ia menyerah kan map itu pada Gera.


"Terimakasih" Gera menerima map itu kemudian membuka nya memastikan isi nya benar kontrak kerja sama mereka.


"Ya ini map nya, sebentar" Ujar Gera kemudian merogoh saku nya mengeluar kan beberapa lembar uang.


"Ini terimalah sebagai tanda terima kasih saya" Gera memberika uang itu pada Ob tersebut.


"Tidak usah nona, saya ikhlas" Tolak nya.


"Terima saja tidak apa apa"


"Terima kasih nona" Jawab OB itu kemudian berlalu dari hadapan Gera.


Gera begitu senang karena telah menemukan map itu lagi. Ia berjalan dengan hati yang senang di sepanjang koridor dengan senyum memgembang sambil memegang map dengan kedua tangan nya.


Ketika ia masih berjalan di koridor itu, ia melihat seseorang yang akan masuk ke dalam sebuah kamar hotel, namun tampak sangat lemah berusaha berjalan dengan tertatih tapi ia malah ambruk di depan kamar itu.


"Tuan anda tidak apa apa?" Tanya Gera pada laki laki itu.


Pria itu berusaha mengumpul kan kesadaran nya, mendongak kan kepala menatap seseorang yang sedang berbicara pada nya.


"Tolong aku!" Ucap nya lirih dengan mata sayu.


"Anda kenapa tuan, apa anda sakit" Gera panik ketika ia menempel kan punggung tangan nya ke dahi pria itu dan merasakan suhu tubuh nya begitu panas.


Berbeda dengan Gera yang panik, pria itu seperti tersengat listrik merasakan sentuhan Gera di dahi nya.


"Ya Tuhan, anda panas sekali mari saya bantu" Gera langsung memapah orang itu dan berusaha masuk ke dalam kamar yang di tuju orang itu.


Ketika telah masuk ke dalam kamar yang masih gelap karena belum menghidup kan lampu nya, Gera langsung berusaha menuntun pria itu menuju ranjang kamar dan membaringkan nya.

__ADS_1


"Saya akan mencari seseorang untuk memanggil dokter, tunggu sebentar" Gera hendak bangkit dari sisi ranjang yang di duduki nya ketika membaring kan pria itu. Namun lengan nya langsung cekal oleh pria itu.


"Tunggu sebentar tuan saya akan memanggil bantuan" Ucap Gera ketika orang itu tak mau melepas kan tangan nya.


Tapi tangan nya langsung di tarik oleh pria itu, membuat Gera yang tak menyeimbang kan diri nya terjatuh di atas pria itu. Gera membulat kan mata nya, dan berusaha bangkit dari tubuh pria itu.


Secapat kilat pria itu membalik kan keadaan, merubah posisi Gera jadi dalam kungkungan nya.


"Tolong aku!" Ucap nya lirih


"Tuan tuan tolong jangan begini" Gera bisa melihat mata pria itu yang telah berkabut dan sayu hampir tertutup. Ia berusaha melepas kan diri tapi ternyata tenaga nya masih kalah jauh dari pria itu.


"Tu--" Belum selesai Gera berucap bibir nya telah di bungkam oleh bibir pria tersebut, ia mencium nya dengan lembut.


Gera yang mendapat kan serangan seperti itu, tubuh nya menegang karena merasakan bibir nya di bungkam oleh benda kenyal. Ia benar benar berusa memberontak tapi pria itu semakin memperdalam ciuman nya, ia menaikkan kedua tangan Gera ke atas kepala nya, dan semakin m*****t bibir Gera.


Hmmpp hmmp


Gera semakin berusaha memberontak tapi tenaga nya benar benar tak berarti apa apa bagi pria yang mengunggkung nya. C***** itu di lepas oleh pria itu ketika merasakan pasokan udara di rongga dada telah habis.


"Apa yang kau--"


Bibir itu kembali di bungkam sebelum ucapan selanjut nya terlontar.


"TOLONG AKU!!" Ucap pria itu.


-


-


-

__ADS_1


~Skip skip skip, udah segitu dulu. Love you all 😘😘😘


__ADS_2