One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Sarapan


__ADS_3

Cahaya matahari pagi menyeruak masuk ke dalam celah celah gorder kamar yang tak tertutup raoat. Gera menggeliat kan tubuh nya. Tapi lengan kekar Axce masih melilit pinggang nya membuat Gera sulit bergerak.


Ia berusaha memindah kan tangan Axce tapi sang empu semakin mengerat kan pelukan nya.


"A, singkir kan tangan mu. Aku ingin mandi" Bisik Gera aambil menepuk-nepuk pelan pipi Axce.


"Hmm mm nanti saja" Jawab Axce dengan mata tertutup.


"A, badan ku lengket"


"Ck!" Axce berdecak terpaksa membuka mata nya . sambil mengucek-ngucek mata nya ia bangkit untuk duduk.


Gera hanya tersenyum melihat tingkah Axce yang malas bangun, ia melirik jam dinding menunjukan pukul 8 pagi.


"Astaga, sudah jam 8!" Pekik Gera segera melilit kan selimut ke tubuh polos nya.


Ia segera turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


Axce yang mendengar pekikak Gera mengulum senyum, karna gemas melihat kelakuan istri nya itu.

__ADS_1


🐰🐰🐰


Semua orang kini berada di meja makan, tak terkecuali kedua pasang pengantin baru itu.


Gera tampak menyiap kan piring berisi makanan untuk ke dua anak laki-laki nya, sedang kan Ella mengambil makanan nya sendiri. Axce yang melihat Gera hanya menyiap kan makanan untuk kedua anak laki-laki itu, mengerucut kan bibir nya dan mendorong piring kosong yang belum di isi sarapan itu ke arah Gera.


"Ck, aku juga mau" Ucap Axce ketika Gera mengerut kan kening melihat Axce yang menyodor kan piring kepada nya.


"Ohh h" Gera langsung mengambil piring itu, dan bertanya pada Axce apa yang ingin ia makan.


"Mau makan apa?"


Ke tiga pria di sana cekikikan melihat Axce yang merajuk. Sedang kan Ella hanya diam, sambil menikmati sarapan nya.


"Aku selesai!" Ucap Ella kemudian turun dari kursi, dan berlalu dari meja makan.


Semua atensi orang-orang yang ada di sana beralih menatap Ella yang sudah berlalu naik ke tangga menuju kamar nya.


"Maaf dad, A, Ella memang seperti itu" Ucap Gera sambil menunduk kan kepala nya takut daddy Elvart dan Axce tersunggung atas sikap Ella yang terkesan tidak sopan.

__ADS_1


"Tida apa-apa" Daddy Elvart memaklumi, karna dari awal ia bertemu dan bicara dengan Ella ia sudah menebak karakter anak perempuan itu.


Gera hanya mengangguk dan melanjut kan sarapan nya.


Sementara di kamar seorang gadis kecil kembali berselancar dengan Ipad nya. Ketikan cepat jari mungil itu pada layar Ipad membuat bunyi nya menggema di ruangan kedap suara itu.


Gorden kamar yang sengaja tidak di buka, hanya di terangi lampu kamar meskipun matahari telah beranjak naik sedari tadi. Sengaja meminta kamar terpisah dengan kedua saudara laki-laki nya, entah apa yang di lakukan Ella, dari dulu sebenar nya tak pernah suka berbagi kamar atau apapun barang milik nya. Meskipun jarang meminta sesuatu pada mommy nya, bukan berarti ia tak pernah meminta apapun. Tidak pernah ingin bersaing dengan kedua adik nya, membuat ia juga tak mau satu kelas dengan ke dua adik nya.


"Mafia Black Sky?" Tanya nya pada diri sendiri. Seringai tercetak di sudut bibir gadis kecil itu, entah apa yang di pikir kan nya, namun gadis itu tampak puas dengan hasil pencarian nya.


-


-


-


~Hmmm baru up lagi nih, gak sempat kasih info kalo kemaren Ai lagi sakit, gak maen hp juga. sekarang aja maksain buat ngetik, entah esok masih bisa up ato gk, soalnya mata Ai hampir ketutup mulu. Entahlah... reader kasih doa buat Ai supaya cepet sembuh...


Kalo typo, tolong benerin sendiri nya, Ai malas baca dari awal buat benerin...

__ADS_1


Salam cinta.♥♥♥


__ADS_2