
Gera mengetuk-ngetuk ujung meja dengan jari telunjuk nya, menopang dagu dengan tangan kiri sambil mata nya menatap jendela kaca besar di dalam kamar, ke dua anak laki-laki nya ikut jalan jalan berkeliling bersama daddy nya 'kata nya. Sedang kan si sulung memilih tidur di kamar sebelah.
Gera masih linglung dengan apa yang baru saja menimpa nya, sungguh ia tidak menyangka bahwa ia telah menjadi seorang istri hari ini. Kejadian beberapa saat lalu masih belum di cerna akal nya dengan baik.
Baru tadi malam dia bertemu lagi dengan pria itu dan hari ini sudah menjadi istrinya saja, wah benar-benar membuat otak nya oleng seketika. apa yang sebenarnya terjadi? sejak kapan kekacauan ini menimpa hidup nya? dia terjebak atau dia beruntung menikah dengan orang kaya dan tampan kata nya 'dia terlalu narsis...
Sebelum kejadian...
"Pokok nya kau harus menikah dengan ku!" Pekik Axce membuat Gera mengelus dada nya terkejut.
"Heh di sini masih ada orang tua, jangan berteriak-teriak nanti darah tinggi mu kumat!" Peringat daddy Elvart.
"Sadar diri sudah tua" Sinis Axce menatap daddy nya.
"Ehh tapi, kenapa aku yang kena sakit nya?"
"Karna kau juga sudah tua" jawab daddy Elvart.
"Aku masih muda dan tampan serta tidak penyakitan!!"
Gera jadi pusing melihat perdebatan ayah dan anak, ia sampai memijit pelipis nya melihat kelakuan mereka.
"Ckk ck, kalian berdua sama !" lerai Gera membuat dua orang itu menatap Gera.
__ADS_1
"Tentu saja kami ini berbeda, aku masih muda sedang dia sudah tua. Aku masih baru 39 tahun, masih belum kepala 4. Masih gagah dan tampan" Ujar Axce sambil menunjuk daddy Elvart dengan ujung mata nya.
Gera melongo mendengar penuturan Axce tentang umur nya yang tinggal satu tahun lagi berumur 40, penampilan nya terlihat jauh lebih muda dari usia nya saat ini, bahkan terlihat seperti pria yang belum menginjak usia tiga puluh tahunan.
"Astaga kau tua sekali, kita beda dua belas tahun. Aku baru menginjak dua puluh tujuh dan kau sudah mau mati saja" Ucap Gera geleng geleng kepala.
Axce tercengang mendengar penuturan Gera yang blak-blak kan menyebut nya mau mati, sedang kan daddy Elvart dan triple Ell sudah tergelak mendengar nya.
"Ya ya kau benar Gera, dia memang sudah tua dan sebentar lagi akan mati, jadi kau tak perlu menikah dengan nya"Uajr daddy Elvart mengompori.
"DADDY!!!"
"Iya, kakek bahkan terlihat lebih tampan dari 'uncle" Sahut Ellton.
Axce menarik tangan wanita itu dan membawa nya pergi.
"Hey hey, mau kau bawa kemana dia?" Tanya daddy Elvart berdiri dari duduk nya.
"Uncle jangan macam-macam dengan mommy!" Teriak Ella.
Gera gelapan ingin melepas tangan Axce yang terus menarik tangan nya, mau di bawaa kemana dia? Apa ini akan seperti kejadian tadi malam dia di bawa ke mansion ini. Atau dia akan di bawa ke tempat lain.
"Ehh ehh lepas-lepas" pekik Gerra sambil memukul-mukul lengan Axce.
__ADS_1
Tapi pria itu tak mempedulikan nya, ia tetap menarik tangan Gera hingga keluar mansion.
🐰🐰🐰🐰
Dua jam kemudian, Axce dan Gera telah kembali ke mansion Marverigo. Dengan senyum secerah mentari dari Axce sedang kan Gera dengan raut wajah yang tak terbaca bingung, linglung, heran, marah, sedih atau senang tampang nya benar-benar tak dapat di definisikan.
"Apa yang terjadi?" Tanya Daddy Elvart pada mereka ketika melihat Axce dan Gera masuk ke dalam mansion.
Axce semakin menarik sudut bibir nya tinggi-tinggi sedang kan Gera menundukan kepala nya.
"Kamu sudah resmi menikah" Jawab Axce bangga sambil menggangkat buku nikah nya.
"Hah!" beo daddy Elvart.
Ya, Axce membawa Gera ke kantor catatan sipil, meresmikan pernikahan dadakan itu. membuat Gera kicep karna semua nya terjadi begitu saja. Entah lah dia masih mencerna kejadian ini sebelum menyimpul kan ini musibah atau keberuntungan.
-
-
-
~Bersambung...
__ADS_1
Sebenernya othor mau dobel up, tapi ngantuk. Jadi kapan-kapan aja ya my love reader 🐣🐣🐣🐣