One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Memikirkan


__ADS_3

Setelah dari markas, Axce memutuskan langsung pulang ke mansion karena lelah.


Axce yang telah sampai di mansion bak istana milik keluarga Marverigo tersebut langsung memarkirkan mobilnya, setelah memarkirkan mobilnya ia pun langsung masuk ke dalam mansionnya.


Saat sampai di dalam, ia langsung menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Axce keluar dari kamar mandi sudah lengkap memakai atribut untuk dirinya tidur. Dengan piyama berwarna coklat. Iya langsung merebahkan dirinya diatas tempat tidur king size nya.


Pandangannya menerawang melihat ke atas langit - langit kamar berwarna drak grey tersebut.


" aku akan menemukanmu gadis kecil!" ucapnya dengan tersenyum tipis


Kemudian dia mengambil benda pipih di atas nakas untuk menhubungi seseorang.


"Cari dimana wanita itu!" ucapnya kepada seseorang di seberang telepon setelah sambungannya tersambung.


"......."


"Aku tidak mau tau! Kau harus menemukannya!" ucapnya lagi kemudian mematikan sambungan telepon secara sepihak.


Sementara di tempat lain seorang pria sedang mendesah kesal atas perintah sahabat sekaligus tuannya tersebut.


"Tidak punya hati! Bagaimana aku bisa menemukan wanita yang pernah bermain dengannya itu jika yang di ingatnya hanya suara wanita itu!" umpat Anton karena kesal terhadap Axce yang semena-mena memberi perintah.


"Hahaha.... bersabarlah kawan, begitulah jika seorang pria telah merasakan nikmatnya terbang ke awang-awang" ucap Max sembari meledek Anton.


"kenapa dia tidak mencari wanita lain saja untuk memuaskannya! Kenapa harus menyusahkan mu sih!" lanjut Max lagi.


"ini bukan hanya tugas ku bodoh! Kau juga akan terkena imbasnya jika tidak berhasil menemukan wanita itu!" sungut Anton kesal.


"kau yang bodoh! Kenapa tidak kau retas saja cctv di hotel itu" ucap Max sambil memukul kepala belakang Anton.


Anton yang mendengar saran Max, langsung tersenyum menyeringai.


"tumben kali ini kau pintar, bukan hanya wajah wanita itu saja yang akan kita lihat. Tapi adegan hot hot nya bersama Axce si kulkas juga akan jadi tontonan gratis kita" ucap Anton terkekeh membayangkan melihat video panas sahabat sekaligus tuannya itu.


"bodoh! Jika kau melakukan itu, sama saja kau sudah siap di gantung. Atau bahkan dagingmu akan di cincang dan di berikan padaGuby si anjing kelaparan itu" ucap Max meruntuki kebodohan Anton.


"Lalu kita harus apa? " tanya Anton pada Max yang bingung harus berbuat apa jika tidak melihat rekaman tersebut.


"kirim saja rekaman itu pada Axce, kemudian terserah dia menentukan apa yang harus kita lakukan selanjutnya" ujar Max memberi saran

__ADS_1


"sekali lagi kau benar, dan aku menerima saran mu yang sebenarnya sudah kupikirkan sedari tadi!" ucap Anton tersenyum bangga.


Max yang mendengar pernyataan tersebut spontan menoyor jidat Anton.


"jika kau sudah memikirkannya sedari tadi, kau tidak akan mengemukakan pendapat bodohmu tadi itu" Geram Max pada Anton yang masih terkekeh geli.


Sementara di sebuah apartemen sederhana, seorang wanita cantik baru saja terbangun dari tidurnya.


" jam berapa ini?" gumamnya sembari berusaha mencari ponselnya di atas nakas.


"ternyata baru jam 5 pagi" ucap nya sambil mengucek matanya.


"aku harus mulai mencari pekerjaan di sini, sisa uangku tidak akan cukup untuk bertahan hidup di negara ini" gumamnya sembari bangkit dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Siang harinya, setelah banyak mengirimkan berkas lamaran pekerjaan di beberapa perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Gera tampak tengah duduk di sebuah cafe sederhana di pinggir jalan. Dia sedang menikmati makan siang, karena merasa lelah dia memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk melepas lelah dan mengisi tenaganya.


"Semangat Gera! Kau harus bisa bertahan hidup di negara orang" monolognya untuk menyemangati dirinya sendiri.


******


"Apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai dimana wanitaku?" tanya Axce pada Anton.


Saat ini mereka tengah berada di perusahaan Axce.


"kenapa kau mengirimkan nya padaku? Kenapa tidak kau saja yang melihatnya?" tanya Axce yang heran pada Anton.


" Saya tidak berani tuan!" jawab anton menunduk takut.


"Aku yang menyuruhmu, untuk apa kau takut?" tanya Axce yang semakin bingung pada Anton.


"A...anu tuan" ucap Anton terbata.


"A....anuu, anu apa?" tanya Axce dengan nada sedikit tinggi


Anton yang mendengar suara Axce yang mulai meninggi langsung spontan bicara cepat.


"Nanti saya melihat adegan hot hot tuan!" ucapnya cepat, setelah menyadari apa yang di ucapkannya langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.


Axce yang mendengar jawaban tersebut, langsung terdiam. Kemudian dia memicingkan matanya menatap tajam pada Anton yang masih menutup mulutnya denagn kedua tangan.


"Kirim kan padaku, jangan sampai kau berani melihatnya! Akan ku cungkil keluar bola matamu!" ancam nya pada anton.

__ADS_1


Seketika Anton bergidik ngeri mendengar ancaman Axce


"Baik tuan" ucap Anton sambil mengangguk.


"Kau bisa keluar!" ucap Axce


Anton hanya mengangguk kecil, kemudian keluar dari ruangan Axce yang kini sudah bagaikan ruang eksekusi.


Tak lama ada notifikasi masuk ke ponsel milik Axce. Ia pun langsung membukanya.


Disana iya melihat ada sebuah rekaman cctv yang dikirim kan Anton padanya.


"Shitt, wajahnya tidak kelihatan" umpatnya setelah membuka rekaman tersebut tapi tidak dapat melihat wajah wanita tersebut karna cahaya di dalam ruangan tersebut hanya tamaram.


Axce yang masih samar - samar melihat adegan panasnya dengan seorang wanita di sana. Manjadi gerah sendiri.


"Ahhhkk sial, kenapa kau bangun di saat yang tidak tepat" ucap Axce kesal menatap adik kecilnya yang sudah tegang di bawah sana.


Iya kemudian langsung menuju kamar mandi di ruangannya untuk menuntaskannya.


***


"apa kata Tuan Axce setalah kau mengatakan pendapatkanmu tentang rekaman cctv itu?" tanya Max pad Anton


"hampir saja hari ini adalah hari terkahirku berada di dunia ini" ucap Anton yang masih teringat dengan tatapan tajam Axce.


"hahaha... wajahmu konyol sekali" max tertawa terbahak bahak melihat wajah takut Anton mengingat kejadian beberapa waktu lalu.


"ini semua karenamu! Kenapa tidak kau saja yang mengatakannya?" geram Anton yang melihat max masih terkekeh.


"itukan urusanmu!" ucap Max kemudian berlaku meninggalkan Anton yang masih memasang wajah kesal pada Max.


"awas kau Max!" ujar Anton kemudian menyusul Max pergi.


__


__


__


~Haloha reader ku tercinta. Maaf kalo cerita ai masih berantakan ya. Tapi ai berjanji akan memperbaikinya, support terus ai supaya semangat untuk bikin cerita - cerita yang lebih menarik lagi.

__ADS_1


Ai juga minta like nya dan keringanan jari reader tersayang untuk berkomentar. Jangan lupa Vote dan tambah vavorit yah.


Ai tunggu yahh #salam cinta ai buat reader tersayang 😘😘😘


__ADS_2