One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Istri Muda?


__ADS_3

"Putraku akan menjemputku, apakah kau ingin ikut bersama kami?" Tawar Elvart pada Gera.


Gera tersenyum sebelum menjawab tawaran Elvart "Terimakasih tuan, tapi saya sedang menunggu teman saya yang sedang mencari taksi"


"Gera!" Panggil Laura yang melambaikan tangan nya dari taksi


"Saya duluan tuan!" Gera pamit pada Elvart.


"Daddy!"


Elvart pun menoleh pada seorang pria yang memanggilnya.


"Melihat siapa?" tanya Axce yang sudah berdiri di sebelah Dady nya.


"Ohhh... Wanita itu yang bersama tiga anak nya" Tunjuk Elvart dengan pandangannya.


Axce pun mengikuti arah pandang Daddy nya, ia melihat punggung seorang wanita bersama tiga bocah berjalan menjauhi nya. Ia hanya tersenyum tipis melihat nya.


"Apa kah mereka keluarga yang daddy maksud di telpon tadi?" Tanya Axce pada Elvart yang kini sudah berjalan beriringan menuju mobil Axce.


"Iya, Anak-anak nya begitu menggemaskan begitu mirip dengan mu waktu kecil" Ujar Elvart dengan senyuman mengembang.


"Benarkah?" Tanya Axce sedikit penasaran.


"Iya"


Mobil mereka melaju membelah jalanan kota yang sedikit lenggang, membuat Axce bisa memacu mobil nya sedikit cepat.


Sesampainya di mansion, para pelayan sudah berbaris rapi menyambut kedatangan tuan besar dan tuan muda mereka.


"Selamat datang kembali tuan" Ucap Nuers kepala pelayan di mansion itu.


Elvart hanya menganggukakan kepala nya dan masuk ke dalam mansion. Para pelayan pun langsung membubarkan diri sesaat setelah Tuan mereka berlalu.


"Daddy ingin beristirahat dulu son, kita bertemu nanti" ucap Elvart yang di angguki Axce.

__ADS_1


Laura dan Gera beserta ketiga anak nya kini sedang beristirahat di sebuah hotel. Mereka memesan dua kamar, Laura sendiri sedangkan Gera bersama ketiga anak nya.


"Sekarang kalian bertiga mandi sebelum beristirahat" titah Gera pada ketiga anak nya.


"Baik mom!" Jawab mereka serentak. Ellson dan Ellton mandi terlebih dahulu baru di susul oleh Ella.


🍃🍃🍃


Malam menjelang, setelah makan malam Daddy Elvart meminta Axce menemui nya di ruang kerja nya.


Tak lama pintu ruang kerja Daddy Elvart di ketuk dari luar, Axce masuk setelah mendengar jawaban dari dalam.


"Ada apa daddy memanggil ku?" Tanya Axce ketika sudah menduduki diri di sofa ruangan tersebut.


"Bagaimana keadaan perusahaan?" Tanya Daddy Elvart ikut duduk di sofa sebelah Axce.


"Banyak kemajuan, aku juga memenangkan tender besar dua hari lalu" Jawab Axce. Mereka berbincang bincang dengan meminum sebotol wine yang tersedia di sana.


"Kapan kau akan menikah?" Daddy Elvart menatap putra nya itu.


"Bisa kah deddy tidak membahas nya?" decak Axce.


"Kau sudah berumur, kalau tidak cepat menikah dan punya anak kau akan mati!" Ucap daddy Elvart membuat Axce menatap daddy nya kesal.


"Lihat lah, kau tidak sadar umur. Menyebutku sudah berumur sedangkan kau sendiri sudah tua"


"Hei hei, meskipun aku sudah tua tapi aku masih sehat dan bugar" Elak Daddy Elvart.


"Jadi menurutmu aku sudah tua dan penyakitan?" Axce begitu kesal dengan daddy nya yang selalu meledek nya.


"Hahaha, daddy hanya kasihan terhadap mu. Kau sebenarnya sudah tak layak untuk berumah tangga" Ia tertawa mengejek.


"Jadi, yang masih layak berumah tangga itu daddy, begitu? Sorry ya dad, aku tak sudi ber-ibu tiri" Sungut Axce menatap Daddy nya tajam.


"Kalau bisa kenapa tidak? Bahkan banyak yang masih gadis bahkan janda mengejar-ngejar ku, aku masih cukup tampan untuk beristri lagi" Daddy Elvart tersenyum mengejek, dalam hati berusaha menahan tawa agar tidak pecah.

__ADS_1


"Daddy!!!!" Axce menatap nyalang dengan mata berapi-api tidak suka dengan ucapan daddy nya yang ingin beristri lagi.


"Hahahaha" Akhir nya tawa Daddy Elvart pecah dia sudah tidak tahan melihat wajah putra nya yang merah menahan kesal.


"Lihat lah wajah mu memerah, Daddy hanya bercanda" Daddy Elvart berusaha meredam tawa nya yang sudah terlanjur pecah.


Huhhh


Axce hanya mendelik dan menghela nafas nya.


"Hahh membayangkan kau berumah tangga dan meiliki anak yang lucu-lucu daddy jadi teringat wanita dan ketiga anak nya tadi di bandara" Membuat Axce menoleh pada daddy nya.


"Memang nya kenapa?"


"Wajah anak-anak nya begitu mirip dengan mu, apalagi bocah perempuan nya. Banar-benar seperti duplikat mu, ah siapa tadi nama mereka?" Daddy Elvart berusaha mengingat nama nama mereka.


"Gerania ya Gerania itu nama ibu mereka, kalau tidak salah nama anak nya Ella, Ellson dan Ellton!"


Deg...


"Gerania? Namanya seperti nama wanita itu, ah yang benar saja. Tidak mungkin, pasti hanya kebetulan" Batin Axce mencoba membantah.


"Wanita itu sangat cantik meskipun memiliki tiga anak, apalagi sepertinya dia seorang janda" Puji daddy Elvart.


" Hei apa maksud dari kata-kata itu? Jangan bilang daddy menyukai nya dan ingin menjadikan nya sebagai istri muda!" Axce kembali menatap Elvart nyalang.


"Ehh yang benar saja! dia terlihat lebih cocok menjadi putriku!"


"Daddy tidak berniat macam macam kan dengan janda anak tiga itu?" Tanya Axce ber negatif thinking.


"Apa maksud mu?"


"😐...."


~Lanjut? coment dan like supaya ai semangat nulisnya.

__ADS_1


__ADS_2