One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia
Mendapatkan


__ADS_3

Tubuh ramping itu mematung menatap sekeling, ia mengedar kan pandangan nya ke seluruh penjuru sudut kamar Axce.


Kamar dengan cat berwarna dark grey tersebut mengambar kan nuansa elegan dan maskulin. Kamar ini lebih luas di banding kan kamar yang sebelum nya di tempati Gera, tidak terlalu banyak barang di dalam nya, hanya sebuah ranjang king size dua buah lemari besar, sofa, dan meja rias yang di perkirakan Gera masih baru.


Tapi bukan karena terpesona dengan nuansa mewah kamar tersebut yang membuat Gera membatu. Melain kan si Axce yang sudah duduk dengan bertelanjang dada bersender pada kepala ranjang.


Pria yang telah resmi menjadi suami nya itu tersenyum ke arah nya.


"Mau sampai kapan kau berdiri di sana?" Tanya Axce memecah keheningan.


Secara reflek Gera berjalan mendekat ke arah ranjang. Axce menepuk-nepuk sisi ranjang mengistarat kan Gera untuk duduk di sana.


Gera menurut dan duduk di sisi tersebut.


Tangan Axce terulur menyentuh wajah Gera, di usap nya pelan wajah wanita yanga membuat nya hampir depresi selama 6 tahun mencari ke beradaan nya. Kini wanita itu telah menjadi milik nya, mengingat bagai mana cara nya mengikat Gera menjadi milik nya, ia tertawa.


"Sebelum nya, aku hanya ingin memastikan. Mereka milik ku juga kan?" Tanya Axce yang di tujukan kepada trip-Ell.


Gera mengangguk membenar kan ucapan Axce.


"Aku tak meragukan nya lagi" Ucap Axce tersenyum.


"A, a.. aku mau membersih kan diri dulu"


Gera langsung bangkit dari duduk nya, menyambar handuk kemudian langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Axce hanya tersenyum melihat tingkah gugup wanita nya, dia mengerti Gera masih harus membiasa kan diri.


Dua puluh menit berlalu tapi Gera belum keluar dari kanar mandi, membuat Axce resah. Apa yang di lakuakn wanita itu di kamar mandi sampai selama ini?


Dia berjalan menuju pintu kamar mandi, dan mengetuk nya.


"Sayang, kau masih lama" Tanya Axce.


"Sebentar" Teriak Gera dari dalam.


Sementara di dalam kamar mandi, Gera sedang kebingungan karna tak membawa baju ganti, ia hanya membawa handuk yang sempat di ambil nya sebelum masuk. Handuk itu hanya menutupi dada sampai paha nya saja.


"Jika kau tak keluar juga, aku akan mendobrak pinti ini!" Ucap Axce karena Gera tak kunjung keluar.


Ceklek...


Glek..


Axce menelan saliva nya kelat, melihat pemandangan di dapan mata nya, tubuh ramping itu terpampang nyata di hadapan nya.


"Sa... yang" Ucap Axce lirih.


Gera menunduk malu, wajah nya memerah.


Axce langsung membawa tubuh ramping itu ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Kau menggoda ku, sayang?" Bisik Axce di telinga Gera. Membuat tubuh Gera meremang.


Gera hanya meneyembunyi kan wajah nya yang memerah di dada telanj*ng Axce. Sekilas bayangan kejadian 6 tahun lalu kembali menghinggap di kepala nya, membuat ada rasa trauma menyelimuti. Tapi ia juga wanita dewasa yang butuh menyalur kan kebutuhan biologis nya.


"A, biar kan aku berpakaian dulu" Ucap Gera dalam dekapan Axce.


"Untuk apa pakai baju, nanti kan di lepas lagi"


Seringai Axce.


Ia membawa tubuh Gera menuju ranjang, membaring kan tubuh itu dan mengungkung nya.


"Ayo buat adik untuk trip-Ell" Bisik Axce.


Gera hanya mengangguk dengan wajah memerah.


Axce langsung mengecup bibir ranum yang sedari tadi terus menggoda nya.


Malam itu mereka lewati dengan penuh cinta, malam panas yang di tunggu Axce sejak 6 tahun lalu, kini ia kembali merasakan nya bersama wanita yang di cintai nya. Wanita pertama yang berhasil membuat nya tergila-gila.


Dingin nya malam tak menghentikan kegiatan menguras peluh itu. Hingga hampir pukul satu dini hari barulah mereka menyelesaikan pergumulan mereka.


-


-

__ADS_1


-


~Maap kalo kurang greget, othor dah revisi bolak balik karna gak lulus review. Jadi yahh.. kurang greget..


__ADS_2